
.
.
.
"Mom? ". Ariel dan Varel serentak menyapa Jessy yang menoleh seketika.
"diam kau..! aku yang menyapa mommy duluan". ketus Ariel
"kau tidak bisa jauh-jauh sana? aku anaknya". balas Varel tak kalah ketus
"pergi kau..! aku juga anaknya". usir Ariel
"enak aja kau.. aku anaknya". bantah Varel
Jessy tersenyum manis melihat pertengkaran putra-putranya karna sebelumnya ia begitu kesal dengan cekcok mulut anak kembarnya namun tanpa di duga ia akan sangat merindukan keributan itu.
"mommy? ". teriak Frans yang tiba-tiba duluan berhambur memeluk Jessy hingga Ariel dan Varel menganga.
Aham dan Rion serta Nando terkikik lucu, Ramon tertawa geli melihat pertengkaran anak-anak mereka yang badannya sudah besar tapi mengapa tingkahnya melebihi bocah anak-anak.
"minggir..!". Varel menarik kerah baju belakang Frans
"curang..!". ketus Ariel bersidakap dada
"enak aja..! Frans anak bungsu berarti anak yang paling disayang". amuk Frans yang tak terima di usir oleh Varel
Ariel langsung memeluk Jessy yang ditatap tajam oleh Varel, "kau curang..! ". marah Varel
"diam kau! kau sudah banjir kasih sayang dari mommy sejak kecil". ketus Ariel membuat Varel terdiam lalu membuang muka
"lebih baik aku cari Maharani". gerutu Varel
"Ehh?? Vivi? ". Ariel tersadar
Jessy tertawa melihat wajah bingung Ariel celingukan mencari Vivi sementara Varel sudah menghilang mencari sosok kekasihnya.
"kenapa wajahmu seperti ini nak? ". tanya Jessy mengelus rahang Ariel
"Vivi mom..! dia dimana? gara-gara dia Aku stres mom". adu Ariel
"sana cari dia..! udah tau istrimu sedang hamil bahkan ia memelas sama mommy dengan nada bicaranya yang panjang tanpa rem kalau tidak bisa tidur tanpa dibelai perutnya olehmu, atau setidaknya mendengar suaramu, tapi kamu malah mengabaikan telfonnya". kata Jessy
"iya juga mom! Ariel terlalu memikirkan keselamatannya tapi dia malah begitu marah besar, sampai mengabaikan Ariel". jawab Ariel menggaruk kepala
"itu karna kalian lelaki batu..! satu es satu batu sama sekali tidak mengerti perasaan perempuan yang sensitif, udah tau perempuan suka mendebatkan hal spele apalagi berhubungan dengan nyawa, jujur dalam hubungan itu adalah hal yang paling utama, yang kedua adalah kepercayaan". ceramah Frans
"kalian melanggar kedua hal paling penting itu". ejek Frans
Jessy tersenyum lembut, "bagaimana bisa putra pertama Mommy kalah dewasa dengan Frans hmm?".
Ariel hanya diam memikirkan kata-kata Frans
"dia si petualang sayang". kekeh Ramon
__ADS_1
Nando, Aham dan Rion saling pandang saja tanpa berbicara sepatah katapun.
"kalian makanlah..! biar aku mencari istriku". Ariel mengecup kening Jessy sambil melirik Aham dan Rion
"baik Tuan Muda". jawab keduanya serentak
Jessy mematung memegang keningnya, ini pertama kalinya Ariel mencium keningnya.
"kenapa sayang? ". tanya Ramon
"tidak ada". jawab Jessy memeluk Ramon menyembunyikan wajahnya di belahan dada bidang suaminya.
Frans berlari mengikuti Nando dan yang lainnya mencari makan siang,
.
Varel mendatangi Rumah Shila, ia masuk ke Kamar Shila yang tengah tertidur pulas dengan pakaian tidurnya yang tipis.
"sayang? ". Varel menindih Shila dan mencium kening Shila.
"issh.. jangan ganggu! ". kesal Shila memutar tubuhnya kesamping hingga Varel terkekeh
Varel tersenyum usil mengendus leher Shila yang kini mulai kegelian dan Shila terpekik seketika dengan mata terbuka lebar.
"aaaahhhh". jerit Shila mendorong tubuh Varel namun saat melihat wajah pelakunya membuat Shila terbelalak.
"Om? ". tebak Shila memicingkan matanya lalu mengucek-ngucek kedua matanya demi memastikan dirinya kini tidaklah salah lihat.
Varel mendekat lalu menggigit leher Shila hingga gadis itu tersadar, ia mendorong lagi tubuh kekar Varel hingga Varel terjatuh dari ranjang.
"sayang? sakit loh". Varel mengelus-ngelus bokongnya yang sakit.
"kamu marah sayang? ". tanya Varel
"kenapa marah? sana balik aja ke China sekalian aja jadi kewarganegaraan sana, cari perempuan super seksi disana". ketus Shila
Varel menghela nafas
"maaf ya sayang..! aku hanya memikirkan keselamatanmu itu sebabnya aku berbohong karna tau kamu keras kepala sayang, aku bisa gila jika ada yang menggunakanmu karna lawan kami semua hanya sekumpulan pengecut sayang". jelas Varel duduk ditepi ranjang.
"aku tidak selemah itu Om! ". kesal Shila yang tak terima di lindungi hanya karna dianggap sebagai beban saja.
"bukan begitu sayang". Varel menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"aku tau kok Om.. Om tidak usah menjelaskannya padaku, aku hanya beban untukmu ya? aku tidak menyangka akan dianggap lemah oleh Pria yang aku cintai". kata Shila membuang muka
Varel terus saja meminta maaf pada Shila begitu juga Ariel, sepertinya Shila dan Vivi begitu sepakat untuk tidak memaafkan pujaan hati mereka begitu mudah.
butuh waktu berhari-hari bagi mereka untuk mendapatkan maaf Shila maupun Vivi, semarah-marahnya Vivi ia akan minta Ariel mengelus perutnya tapi tidur dibawah dan tidak ada jatah hingga Ariel hanya bisa memaki dan menyumpahi Liang Roy supaya membusuk di neraka.
.
"siapa? ". tanya Rion si kumis
"Ini.. Jack, dia bilang wanita yang disuruh untuk disekap bernama Desiana itu sudah ditahan oleh mereka". jawab Aham di botak tampan.
__ADS_1
"oh". jawab Rion yang seolah sudah tau
"siapa yang nyuruh? ". tanya Nando
"kalian kah? ". tanya Frans
"bukan, mana mungkin kami bisa memberi perintah Jack tanpa izin dari Tuan Muda". jawab Aham dengan acuh
"hah? ". kaget Frans, Nando.
"jadi abang yang perintahkan? ". tanya Frans
"iya ". jawab Rion dan Aham serentak.
"bukankah Desiana masuk Penjara? kenapa Abang menculik nya? ". tanya Frans heran
"kenapa tidak dibunuh saja sebelum masuk penjara?". tanya Nando
"kalian pikir Tuan Muda sebaik itu? jika sudah ada yang berani menjebaknya kematian terlalu mudah bagi mereka, dia akan mempermainkan orang itu sampai tak bersisa lagi selain cangkangnya saja". kata Rion dengan bangga
"ckkk...! beda sikit dengan Tuan Muda yang kejam main buang ke Pulau cacing saja". jawab Nando dengan datar
"heleeeh..! Tuan Muda kami lebih kejam". kata Rion dibalas anggukan oleh Aham.
"ckkk...! Abang Varel juga kejam bahkan tak punya hati cuma Kakak ipar aja yang mengembalikan hatinya". jawab Frans
"ehhh? ". Aham dan Rion tak terima
mereka berdebat hingga Nando menengahi, "kalian tidak bisakah diam saja? Tuan Muda kita itu sama, apa bedanya? ".
"beda". jawab Aham dan Rion serentak
"huuh...! ". Nando menghela nafas panjang sedangkan Frans hanya diam memikirkan kekejaman Ariel.
"lalu diapakan oleh abang mantan model Desiana itu? ". tanya Frans serius
"seperti kucing mempermainkan tikus sampai lemah dan tak bisa bergerak lagi lalu dibuang begitu saja". jawab Rion
"ckk... sama saja dengan Tuan Varel cuma bedanya dibuang ke Pulau cacing". jawab Nando
"diam".
Nando terkesiap mendengar ucapan ketus Rion, Aham dan Frans hingga Nando menggeleng kepalanya lalu memilih pergi dari sana.
"kenyang aku mendengar gosip kalian". gerutu Nando yang memilih pulang.
.
"heii.. kalian pergi semua lalu siapa yang bayar makanan ini? ". teriak Frans
Aham dan Rion buru-buru pergi hingga Frans berdecak kesal, "uang bisa membuat kawan berkhianat". gumam Frans lalu terkekeh pelan.
memang Frans banyak uang tapi cara Kedua orang setia abangnya itu melarikan diri sungguh lucu sekali, mungkin saja Ariel sering menipu mereka hingga selalu waspada terutama masalah uang.
.
__ADS_1
.
.