
.
.
Cappadocia
"aaaahhhhhh". pekik Shila begitu girang
Varel menggeleng gemas kepalanya, ia mengeluarkan ponselnya dan memotret kekasihnya dari belakang.
"bidadariku". gumam Varel menyunggingkan senyum tertampannya.
Shila seperti peri saat ini, "Om? ". panggil Shila tanpa menoleh
Varel menyimpan ponselnya dan berjalan ke arah Shila.
"apa kita bisa naik balon udara itu? ". tanya Shila berbinar
"tentu saja sayang..! kamu mau? ". tanya Varel
"mau dong..! ayo Om". ajak Shila tidak sabar
"sayang..? ". panggil Varel
"hmm? ". Shila menoleh ke Varel
"makan dulu ya? ". bujuk Varel
"hah? "
bunyi perut Shila membuat wajah Shila begitu malu, "hehe..! "
"ayo makan!". ajak Varel
setelah puas makan, Varel membawa Shila menyewa balon udara, kedatangan Shila membuat pengunjung negara romantis itu berdecak kagum, Shila masuk dalam jajaran perempuan tercantik didunia tentu saja mereka cukup tau Shila karna kecantikannya sangatlah unik.
Varel merangkul pinggang Shila menyadarkan orang-orang yang menatap pujaan hatinya untuk mengerti bahwa Shila hanya untuk nya saja.
"Udah om..! ayo! ". ajak Shila yang tau kekasihnya tengah cemburu karna Shila merasakan hawa dingin dari tubuh Varel.
Varel menggendong Shila dan membawanya masuk ke balon udara yang mereka sewa, Shila melompat-lompat senang disana betapa bahagianya dia didalam balon itu saat terbang ke udara.
"sayang? ". panggil Varel
"hmm? ". sahut Shila tanpa menoleh
"Maharani? ". panggil Varel sekali lagi
"iya Om? ". sahut Shila mulai kesal dan berbalik namun ia tertegun melihat Varel tengah bersimpuh dengan satu kaki.
"aku tidak pandai berkata-kata Romantis sayang, jujur saja aku sangat gugup sekarang, maukah kamu menikah denganku Maharani? jadilah ibu dari anak-anakku kita besarkan anak-anak kita bersama melewati semua masalah bersama? ". tanya Varel
Shila membekap mulutnya, matanya berkaca-kaca tak disangka Varel melamarnya di negara ini.
"Om? ".
"maukah kamu menikah denganku Maharani? jika kamu menolakku maka aku akan lompat dari sini". kata Varel sambil menyodorkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian pada Shila.
Shila yang tadinya terharu tertawa pelan, "apa om mau bunuh diri? "
__ADS_1
"iya". jawab Varel tanpa berpikir lagi
"tidak masalah". jawab Shila
"hmm? ". Varel tidak mengerti
Shila mengulurkan jemari lentiknya pada Varel hingga Varel tersenyum lebar mengambil cincin nya dan memasangkannya ke jari manis Shila, Varel mengecup lembut punggung tangan Shila.
"om harus hasilkan uang yang banyak untukku Om". kata Shila dengan serius
"baik Nyonya Varel". jawab Varel sambil berdiri
Shila terkekeh lalu memeluk Varel, Varel menciumi puncak kepala Shila setelah ini ia hanya memikirkan bagaimana menggelar pernikahan yang megah untuk kekasihnya supaya dunia tau Shila adalah miliknya, Varel ingin mengatakan pada dunia bahwa ia memiliki banyak uang hingga tidak membutuhkan istrinya bekerja.
Shila keluar dari dunia Entertainment karna Varel melamarnya tentu saja Varel harus menunjukkan seberapa kayanya dirinya hingga Shila tidak menyesal menikah dengannya dan memilih berhenti dari pekerjaannya.
.
mereka semakin dekat dan semakin mesra tapi tidak melakukan hal diluar batas, Varel sangat mencintai Shila dan tidak ingin merusak kepercayaan Papa Shila padanya.
"aku ingin kita bulan madu di Dubai sayang". kata Varel
"hmm.. boleh Om tapi aku pengen ke Bali". jawab Shila
"hmm? Bali? ". tanya Varel kaget
setau Varel negara Dubai adalah impian banyak wanita tapi mengapa Shila malah ingin bulan madu di dalam negeri.
"iya Om". jawab Shila
"kenapa masih memanggil Om hmm? bagaimana panggil aku sayang? calon Suamiku? kekasihku? pacarku? calon ayah dari anak-anakku?". tanya Varel dengan menggoda
Shila hanya bisa menganga, "apa?? ".
Shila mendorong kesal dada Varel, "panggilan macam apa itu? dasar mesum! ".
Varel tergelak keras, Shila membelakangi Varel dengan kesal tapi Varel memeluk Shila dari belakang dan mencium bahunya.
sejak Shila menerima lamaran Varel, Varel semakin gencar menggoda Shila sering membuat gadis itu malu sendiri bahkan kesal dan marah, tapi apa boleh buat dirinya sudah terlanjur mencintai Pria yang telah merajai hatinya itu.
mereka malah terlihat tenang-tenang saja tanpa tau apa yang terjadi dengan fans-fans Shila yang menebak Shila dan Varel sudah menikah, kini sedang bulan madu ke Cappadocia.
beberapa hari kemudian Shila dan Varel tiba di bandara Indonesia,
"kenapa mereka menatap kita seperti itu om? ". tanya Shila
"sayang..? panggilanmu? ". kata Varel
"iihh.. nanti aja kalau udah menikah ya? ". senyum manis Shila
Varel menghela nafas pasrah, Varel membawa 2 koper besar dengan satu tangannya sementara Shila tidak membawa apapun selain tas kecil yang disandangnya.
Ciitttt
"aaahhh". kaget Shila
"sialan...? ". Varel hendak marah pada pelaku mobil yang berani membuat Shila kaget.
"cepat Bang.. Kakak Ipar..! ". teriak Frans
"apa ini? ". tanya Shila panik
__ADS_1
"cepetan...! " teriak Frans
Varel dengan cepat menyimpan tas koper nya dibelakang, ia tidak tau apa-apa tapi tau gelagat Frans mengatakan sedang ada bahaya
didalam mobil.
"kenapa Frans? ". tanya Shila
"huuh..! wartawan Kak..! mereka tau kalian baru pulang dari bulan madu". jawab Frans
"apa? tapi kami bukan bulan madu". jawab Shila
"itulah sebabnya". jawab Frans
"kenapa wartawan bisa tau kami akan tiba sekarang? ". tanya Varel
"sepertinya ada penumpang pesawat yang sama dengan kalian, dia mungkin seorang wartawan dan memata-matai kalian pergi kesana bahkan sampai kembali". jawab Frans
"dasar aneh". umpat Varel
"kenapa Om? apa Om tidak suka ada wartawan yang mengikuti kita? mereka hanya cari berita kan? ". tanya Shila
"sayang. ! mereka mengganggu mood ku yang sedang baik, dasar cacing !". gerutu Varel
"cacing? ". beo Shila
"hmmm Wartawan seperti itu adalah cacing, mereka kurang kerjaan mengikuti kita hanya demi keuntungannya sendiri". jelas Varel
Shila tidak menyangkalnya karna apa yang Varel katakan memang benar.
"kamu tidak apa-apa sayang? ". tanya Varel
"tidak apa Om". jawab Shila tersenyum
Frans memutar bola matanya dengan jengah melihat kemesraan mereka, niatnya mau menolong malah dijadikan patung oleh pasangan itu.
setibanya di Mansion
"woww...! wartawannya banyak sekali". ujar Shila
"hmmm.. mereka ingin mewawancarai kalian, sudah berhari-hari mereka berkemah disini, terkadang aku heran para wartawan itu apa mereka tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu Privasi orang". gerutu Frans
"biar aku atasi nanti, kamu tidak perlu khawatir sayang". kata Varel mengelus kepala Shila
Shila mengangguk tanpa protes, sebelumnya Shila tidak keberatan dengan wartawan tapi sejak dirinya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya mengapa para wartawan semakin gencar mengejarnya?
Shila disambut baik oleh keluarganya, dan ternyata Suryo juga ada di Mansion ini.
"Papa? ". Shila berlari ke Suryo dan memeluk Papanya itu.
"bagaimana sayang? apa kamu senang disana? ". tanya Suryo
"senang.. sangat senang...! Shila naik balon udara". jawab Shila tersenyum senang.
"apa kamu menerima lamaran Varel sayang? ". tanya Suryo
Shila menautkan kedua alisnya lalu menoleh ke semua orang, "apa semuanya tau kalau Om Varel mau melamar Shila disana? "
semuanya mengangguk-ngangguk hingga Shila yang malu segera berbalik dan menyembunyikan wajahnya dipelukan Papanya itu, mereka semua tertawa melihat tingkah Shila yang malu-malu.
.
__ADS_1
.
.