
.
.
"aah...! ". kaget shila saat terdengar bunyi petasan, Varel dengan cepat menarik sisi lengan Shila dan menepuk-nepuknya seolah memberi ketenangan.
Shila melihat ke atas dimana banyak kertas warna-warni berserakan ke lantai, Varel mengelus kepala Shila karna tau gadis istimewa nya itu baru pertama kali melihat hal seperti itu.
"apa Shila bisa nyanyi? ". tanya Vinne dengan senyuman
Shila tersenyum dan mengangguk pelan yang artinya ia bisa bernyanyi,
"kenapa model kamu suruh bernyanyi, aku mau Dewi kita menunjukkan pesona nya dengan berjalan seperti model". Riz menyahut.
Varel seolah enggan melepaskan Shila, "bukankah acara sudah selesai? "
Duarrr..!!
Vinne dan Riz bagai kesambar petir, mereka akhirnya meminta maaf pada Shila, sementara Shila menepuk dahinya karna Shila lah yang merasa tidak enak Varel menolak permintaan 2 MC itu.
komentar Netizen kini ramai menertawai kedua MC itu, mereka juga menertawai Varel, sebenarnya mereka tau Pria Tampan berwajah dingin itu hanya didalam film, drama atau bahkan imajinasi saja tapi ternyata di dunia nyata mereka ada Pria super tampan berwajah dingin, hal itu membuat mereka iri pada Shila yang bisa meluluhkan hati si kulkas dingin nan tampan itu.
.
.
"om ngapain di tempatku tadi? ". tanya Shila bersidakap dada
"aku di undang". jawab Varel dengan santai memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya.
"siapa yang mengundang om? ". tanya Shila dengan kesal.
"Direktur TV acara ini". jawab Varel masih dengan tenang.
Shila berteriak kesal dan membuat Varel kaget segera mendekati Shila,
"kenapa??". tanya nya Varel yang tidak mengerti.
"om itu kan bukan artis kenapa menerima undangan mereka?? om kenapa sih akhir-akhir ini sangat aneh? om menggangguku silahkan saja tapi jangan menghancurkan acaraku". marah Shila seperti biasa meledak-ledak begitu saja.
"apa kau tidak suka kedatanganku? ". tanya Varel
"om itu tidak cocok berada di dunia entertainment, aku tidak tau om ingin mendapatkan perhatian siapa tapi aku mohon jangan libatkan aku !, aku tidak mau semua orang semakin salah faham pada kita, om tidak akan dapat jodoh selama gosip ini ada begitu juga sebaliknya". geram Shila
"siapa jodohku? siapa jodohmu? ". tanya Varel
Shila mengacak-ngacak rambutnya dengan frustasi, Varel sangat bisa membuatnya marah dengan sikap dinginnya itu yang tidak cocok dengan mereka (MC) yang awalnya kocak menjadi garing karna Varel.
"Shila..? ". Varel menangkup pipi Shila
__ADS_1
rambut Shila yang sudah berantakan pun menatap datar ke arah Varel.
"kau tidak suka aku datang? ". tanya Varel dengan lembut sambil merapikan rambut Shila.
Shila menggeleng, "om tidak cocok muncul di acara Varietyshow, jangan pernah menerima undangan seperti ini lagi, acara selucu apapun akan garing detik itu juga karna kedatangan om".
"aku mengerti..! aku minta maaf telah menghancurkan acaramu". ucap Varel dengan lembut membuat Shila menatapnya memicing.
"sungguh? ". tanya Shila
Varel mengangguk, "sekarang kita makan ya? aku sudah kelaparan".
Shila melihat perut Varel lalu mengangguk, Varel merangkul lengan Shila saat berjalan hal itu biasa bagi kalangan Shila karna Agus juga sering melakukan hal seperti itu padanya, berbeda yang melakukannya itu Varel, bukankah itu hal yang tidak wajar? mereka yang melihat kemesraan Varel dan Shila akhirnya tau Shila memang kekasih hati Varel walau Shila tidak mencintai Varel.
Vivi di belakang Shila senyam-senyum sendiri, ia merasa gemas dengan tingkah Shila yang tidak baper sama sekali dengan Varel padahal dirinya saja meleleh mendengar si kulkas 10 pintu berbicara lembut pada Shila bahkan meminta maaf pada Shila.
.
.
di Restaurant tepi pantai.
Shila ingin tempat sejuk dan Varel membawanya ke Restaurant yang cukup jauh, Vivi sibuk memotret pemandangan indah itu, Shila menyibakkan rambutnya yang mengganggunya, berkali-kali Shila menyanggulnya tetap saja terlepas karna angin pantainya sangat kencang.
Varel melihat seorang anak kecil jual ikat rambut, Varel memanggilnya.
"om yang memanggil anak kecil ini? ". tanya Shila melihat ke arah Varel
"aku beli semua daganganmu..! setelah ini pulanglah!". kata Varel membuat anak kecil itu tersenyum lebar mengucapkan terimakasih pada Varel lalu berlari meninggalkan semua dagangan ikat rambut anak itu.
Shila melongoh melihat semua model ikat rambut itu, "om ini untuk siapa? apa untuk Tante? ". tanya Shila
Varel mengambilnya satu lalu mengikat rambut Shila dengan cepat, Shila melihat ke arah Varel.
"om sudah biasa ikat rambut perempuan ya? ". tanya Shila
"sekali... saat mommy sakit dan aku anaknya sangat pintar belajar dalam sekali mencoba". jawab Varel
Shila mengangguk lalu senyumnya melebar karna rambutnya tidak lagi beterbangan seperti bendera.
cekrik..
Shila menoleh ke Varel yang tengah memotret dirinya, "kenapa om? om mau jadi stalker ku ya?? ".
"mommy ingin foto mu". jawab Varel dengan santai
"kenapa tidak bilang? cepat-cepat foto lagi aku akan berpose". Shila menepuk-nepuk lengan Varel untuk memotretnya ulang.
Varel tersenyum mendapatkan banyak potret Shila.
__ADS_1
"sini coba aku lihat om! ". pinta Shila menengadahkan sebelah tangannya
"tidak bisa! ". jawab Varel
Shila melototkan matanya, "cepat..! aku mau lihat". pinta Shila
"aku sudah mengirimnya semua ke mommy, dan buat pesan potret menantu kesayangan mommy yang narsis". ejek Varel
Shila mendelik kesal, "maka nya om cepat cari pendamping biar aku tidak disebut-sebut menantu oleh Tante Jessy".
"ck... aku tidak mau mommyku membunuhku karna menukar menantunya". jawab Varel dengan enteng
Shila mendengus, "dasar lemah! ".
"ya.. Mommyku memang kelemahanku". jawab Varel mengakui
"dan kamu! ". batin Varel
makan siang Shila begitu lahap karna masakan di restaurant itu sangat pas dilidahnya, sungguh tidak disangka olehnya.
"hei... rakus..! kau tidak menyisakan aku ikan bakar sedikitpun heh? ". Varel melirik ikannya yang juga disantap oleh Shila
Shila mengejeknya malah merampas nasi Varel bukannya marah Varel malah tertawa, alhasil Varel memesannya lagi karna ia suka melihat Shila makan dengan banyak.
.
di dalam mobil
"waah... enak sekali om..! sejak kapan om makan disitu? ". tanya Shila mengelus perutnya yang masih datar padahal Shila sangat kekenyangan.
"kalau aku lagi kehilangan ide aku akan kesana mencari solusi". jawab Varel
"bukan karna masakannya? ". tebak Shila
"hm.. bukan karna masakannya". jawab Varel menekan kepala Shila lalu mengusapnya lembut.
"badanku benar-benar tidak bisa bergerak lagi, mereka orang sumbar kan om? masakan itu masakan sumatera barat kan?". cecar Shila
"iya..! mereka memang berasal dari desa kampunganmu itu". jawab Varel
"aku ingin bertanya apa tubuhmu itu akan baik-baik saja? bukankah model harus menjaga berat badannya? ". ejek Varel
"aku bisa berolahraga, di kamarku ada ruangan fitnes". jawab Shila dengan sombong.
Varel menggeleng kepalanya pelan dengan senyuman tipisnya, dunia milik mereka berdua saja sementara Vivi dibelakang mereka sibuk bermain ponsel melihat hasil-hasil memotretnya tadi.
.
.
__ADS_1
.