Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
dia pria jahat!


__ADS_3

.


.


beberapa hari kemudian


Varel dan Nando kembali ke Indonesia bersama Suryo, Shila, Vivi juga Mang Aji.


Suryo tentu menyadari Varel selalu menatap dan melirik Shila, banyak perempuan seksi yang sedang mencari perhatian Varel di bandara Jerman, di dalam pesawat sampai di bandara Indonesia ini, tapi tatapan pria yang dikenal kejam dan tak punya hati itu hanya tertuju pada Shila,


Suryo sudah menyadarinya. di dalam pesawat, Shila menempel pada Suryo tapi disamping Shila juga ada Varel, saat Shila tertidur dan Suryo pura-pura tidur, Varel menyelimuti Shila bahkan mengelus kepala Shila sambil tersenyum, Suryo akhirnya sadar Varel tidak melakukan apapun.


para pramugari cantik di dalam pesawat tentu mencoba mencari peruntungan dengan mencari perhatian Varel nyatanya saat Suryo pura-pura tidur pun Varel tidak melirik wanita manapun.


"Pa..? Shila ke rumah Tante Jessy ya? Shila mau pamitan sama Tante Jessy karna sudah menjaga shila selama ini di Mansionnya". Shila


"kalau begitu tetaplah disana nak..! besok papa akan datang ke mansionnya dan mengambilmu secara baik-baik padanya". Suryo


"baiklah Pa..! papa jaga kesehatan ya? jangan sampai begadang ya? Shila akan menunggu Papa besok menjemput Shila". Shila


Suryo mengangguk lalu mengecup kening Shila dan membawa koper-kopernya dibantu mang Aji, Shila tidak melakukan apapun hanya melambaikan tangannya pada Suryo.


"dadaaah..! hati-hati paaa? ". teriak Shila


Nando membawa barang-barang Shila sedangkan Vivi membawa barang-barangnya sendiri, Varel memegang bahu Shila saat ada anak-anak berlari hampir menabrak shila.


"oh.. maaf anak kecil! ". ucap Shila pada anak-anak itu yang berlarian kejar-kejaran tak lihat situasi.


"maaf.. maaf..! ". ucap ibu dari anak-anak itu ikut berlari mengejar anak-anak nakalnya.


Shila menoleh ke Varel dengan jarak wajah yang cukup dekat, "ayo om..! pulang! ". ajak Shila dibalas anggukan oleh Varel.


Varel membukakan pintu untuk Shila, "masuk duluan! ". pinta Varel


Shila masuk duluan disusul Varel, Vivi dan Nando duduk didepan, sementara supir sudah pergi naik taksi setelah menyerahkan kunci mobil pada Nando.


di dalam mobil, "om? "


"hmm? ". sahut Varel


"tidak ada". cengir Shila membuat Varel menatap Shila.


"kau sedang apa hmm? ". tanya Varel menekan kepala Shila


"bukakan ini! ". pinta Shila memberikan botol air minumnya.


Varel mengerutkan keningnya, "kenapa aku? kau tidak bisa buka sendiri hmm? ".

__ADS_1


"aku sudah biasa minum dibukakan Om, biasanya Papa akan membukakannya untukku tanpa aku minta, kalau om nggak bisa biar aku minta bukakan sama kak Vivi". Shila hendak merebut botol air minumnya tapi Varel menjauhkannya dari Shila.


"aku bisa bukakan untukmu! aku tidak selemah itu". kata Varel


Vivi lega karna Shila tidak memberikannya pada nya, jika itu terjadi Vivi bisa mati duduk di tatap tajam oleh Varel nantinya, bagi Vivi lebih aman tidak dianggap sama sekali oleh Varel dari pada di tatap tajam oleh Varel lebih menakutkan dari apapun itu.


Shila tersenyum lebar menerima botol minumannya lalu meneguknya hampir tandas, Varel awalnya tersenyum namun tatapannya kini malah tertuju pada bibir Shila, Varel menggeleng kepalanya lalu dengan cepat memutar pandangan melihat ke arah lain.


.


.


.


malam hari


Shila tidur bersama Jessy khusus malam ini saja dan Varel malah meminta Shila dan Jessy tidur di kamarnya, awalnya Jessy tidak mengerti tapi karna penasaran ia menuruti saja permintaan tidak masuk akal Varel, hingga akhirnya Jessy sadar di tengah malam Varel menatap Shila yang tengah tertidur.


"anakku jatuh cinta pada Shila? yess...! ternyata apa yang Frans katakan memang benar, Varel memang sudah mencintai Shila, oh ya Tuhan..! ku mohon buatlah Shila juga mencintai Varel walau sedikit terlambat tidak apa". batin Jessy tersenyum memeluk Shila lebih erat.


Jessy sadar bahwa Shila pasti bukan gadis yang mudah untuk didapatkan, Suryono tak segan menolak lamarannya secara langsung padahal Jessy adalah Nyonya Besar Fox Group, hal itu membuatnya yakin kebahagiaan Shila adalah hal yang terpenting bagi Suryono bukan harta atau tahta, jika Shila memang mencintai seseorang maka Suryo tidak akan menolak pria itu dari kalangan manapun ia berada.


.


"terimakasih Nyonya dan Tuan Besar telah menerima putri saya dengan baik! ". ucap Suryo pada Jessy dan Ramon dengan serius.


Ramon mendekati Suryo dan menepuk bahu Suryo, "aku iri padamu memiliki putri seperti Shila".


mereka bercengkrama tentang apa saja yang Shila lakukan di mansion mereka, Suryo menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebab ia tau putri kesayangannya memang sedikit berbeda dirinya memakluminya tapi ia tidak enak hati jika Jessy dan Ramon tidak nyaman dengan sikap putrinya itu.


"kenapa kami tidak nyaman? haha... Shila sangat menggemaskan..! kami akhirnya mengerti bagaimana rasanya memiliki seorang anak perempuan". Ramon tertawa


"aku sangat menyayanginya Suryo jadi jangan merasa tidak enak hati, terimakasih telah mempercayainya padaku". kata Jessy dengan serius menundukkan kepalanya pada Suryo begitu juga Ramon


Suryo tersenyum ramah, "aku pikir kalian akan merasa tidak nyaman karna sikapnya selama ini, dia tidak suka di perlakukan istimewa oleh orang asing tapi jika dia sudah dekat dengan orang itu ia akan bertingkah manja dan banyak maunya".


"kami tau". jawab Jessy sambil tertawa mengingat permintaan Shila padanya membuatnya senang merasa dirinya sudah ada tempat di hati Shila.


.


.


di tempat lain


"om ngapain kesini? ". tanya Shila melihat sekeliling dimana saat ini adalah ruangan make upnya.


"kau akan kembali ke rumahmu kan? ". tanya Varel dibalas anggukan oleh Shila

__ADS_1


"bukankah aku hanya menumpang di tempat om selama Papaku pergi? papaku sudah kembali tentu saja aku harus pulang". jawab Shila


Varel memegang kedua pipi Shila dan menatapnya serius, "apa kau mencintai seseorang? ".


"iya..! " jawab Shila


"selain papamu". jawab Varel


Shila mengerutkan keningnya, "tidak ada om! kenapa emangnya? ". tanya Shila balik.


"itu sudah cukup bagiku". jawab Varel sambil mengulas senyum mengelus kepala Shila lalu pergi meninggalkan ruangan Shila.


Shila malah melongoh bingung, "kenapa om Varel makin aneh sih? dia memang aneh sebelumnya tapi sekarang semakin-semakin-semakin aneh". gerutu Shila


"Shila..? ". panggil Vivi yang baru saja masuk setelah Varel keluar dari ruangannya.


"om Varel kenapa masuk tadi kak? dia bilang apa ke kakak? ". tanya Shila


"Shila.. kami tidak sepertimu berani melawan perintah Tuan Muda". jawab Vivi


Shila berdecak, "kalian tidak akan tahan berdebat dengannya, dia sangat jahat". gerutu Shila


"kenapa begitu? aku suka Pria jahat". kata Vivi


Shila menganga, "kenapa? ". tanya nya heran


dimana-mana setau Shila perempuan baik itu menyukai Pria baik juga bukan pria jahat.


"itu artinya dia tidak memakai topeng, diluar sana banyak pria memakai topeng wajah baik padahal aslinya lebih jahat dari pria yang dikenal jahat". jelas Vivi


"kakak aneh". kata Shila


Vivi tertawa, "asalkan pria itu tidak pernah main perempuan karna dia jahat tidak suka merayu perempuan atau sebaliknya bukan? dia tidak main tangan walau kita kasar atau marah padanya, dia yang mau berubah demi kita itu adalah pria terbaik dan sangat sulit didapatkan dizaman sekarang".


Shila tampak berpikir, "gitu ya? ".


Vivi tersenyum, "kamu sangat beruntung Shila".


"beruntung apa? ". tanya Shila malah terlihat tidak tau apa-apa.


.


.


.


aaah... Gemes kan? haha.. itulah konfliknya si Tuan Muda Sombong yang tak berbalas cintanya.. selamat beraktifitas..!!

__ADS_1


.


.


__ADS_2