
.
.
.
di tempat lain
"aaah... akhirnya aku terbebas dari penjara! ". gumam Wanita begitu bahagia seolah mendapat berlian berharga detik ini juga.
"aku tinggal balas dendam! ". seringai wanita itu yang tak lain adalah Desiana.
"tidak ku sangka Tuan Muda Fox Group ada 2". gumam Desi dengan senyum terlebar menghiasi wajah lusuhnya.
cukup lama hidup dipenjara, dirinya harus menderita di dalam sana tanpa ada perawatan, tempat tidur nyenyak hingga wajah dan kulit di tubuhnya mulai kusam.
"kemana aku pergi ya? ". gumam Desi tampak berpikir
"Apartemenku". jawabnya senang
Desi mencari taksi hingga mendapatkannya namun ia harus diturunkan ditengah jalan karna kedapatan tidak punya uang.
"dasar orang jelek...! kalau nggak punya uang nggak usah sok-sok an naik taksi sana naik angkot! ". marah si supir taksi sambil berlalu dengan kecepatan tinggi
"dasar sialan kau Aki-aki... kau adalah orang pertama yang akan aku habisi...! brengs*kkkkk!". jerit Desi dengan mata berapi-api
Desi mengumpat dan memaki bahkan disela-sela makiannya dengan entengnya ia menyebut kedua Pria penguasa Fox Group.
"jadi yang aku jebak saat itu Tuan Ariel ya? ". gumam Desi berjalan dipinggir jalan sunyi
"pantas saja Tuan itu tidak mengirim orang lain, bahkan jika gagal pun saat itu tidak masalah, aku udah ada rencana lain". jawabnya sendiri karna tau Varel yang sebenarnya tidak akan mau datang jika janjiannya di kamar Hotel.
Varel asli pasti akan menyuruh orang lain datang kesana, karna Varel sudah menebak hal itu berbeda dengan Ariel yang tidak suka mengalihkan pekerjaannya pada Orang lain sebab ia terbiasa bertanggung jawab namun punya rasa penasaran yang cukup tinggi.
sebuah mobil melintas dan berhenti tepat didepan Desi, Desi yang merasakan firasat buruk segera berbalik untuk melarikan diri namun dari dalam mobil keluarlah segerombolan Pria berbadan besar berlari mengejarnya hingga Desi tertangkap.
"sialan kalian...! apa mau kalian...? aku tidak punya apa-apa bodoohhh! ". jerit Desi yang kakinya menjuntai diangkat oleh 2 Pria besar dan yang lainnya tampak melihat-lihat situasi yang aman atau tidaknya.
"tidaakkkk! ". teriak Desi
"Tolong...! Tolong akuuuu !! Tolong....!?? siapapun tolong akuu! ". teriak Desi menggema di hutan sunyi
"wanita ini ribut sekali". geram salah satu Pria
"tinggal pukul saja kepalanya". sahut yang lainnya
__ADS_1
"bah.. kalian tidak berguna sama sekali! ". ejek yang lainnya
"jangan sampai dia terluka nanti Tuan bisa marah jika tau kita melukainya sebelum Tuan kita yang menghabisinya". sungut yang lainnya.
"aah.. iya.. untung saja kau mengingatkanku". ucap yang pertama
"diamlah..! ikat saja muncungnya". kata yang lainnya memberi saran
"tiddaaak..! apa-apaan kalian.. berhentii..! jangan...!". Desi seperti ular yang tidak bisa diam bahkan badannya meliuk dan menggeliat meminta melepaskan diri dari mereka semua.
Desi di ikat dan tak bisa berteriak, ia menyumpah didalam hati akan menghabisi orang yang merusak kebahagiaannya yang baru saja keluar dari penjara.
"kenapa aku sial sekali? siapa yang berani melakukan ini padaku? aku tidak habis pikir bagaimana dia bisa tau hari ini adalah hari pertama aku dikeluarkan dari penjara?? ". batin Desi dengan marah
"tutup matanya..! nanti dia ingat jalan". perintah Pria didepan yang tak lain seorang pengemudi yang ditebak ketua anggota itu.
Desi menggeleng-geleng kepalanya tapi bagaimana pun mereka banyak dan Desi tentu saja tak bisa melawan.
Desi tidak tau dibawa kemana oleh orang-orang yang menculiknya saat ini, tapi yang jelas firasatnya sangat tidak enak.
sementara di tempat lain
Ariel dan Varel telah tiba di Bandara bersama orang-orang setia masing-masing, Frans meregangkan jemari tangannya merasa bahagia telah kembali ke Negara kelahiran dalam keadaan baik-baik saja.
"kenapa mereka? ". tanya Frans melihat Ariel dan Varel lebih dulu berjalan tergesa-gesa bahkan bisa mereka lihat masih sempatnya Ariel dan Varel saling menyenggol bahu satu sama lain terlihat lucu seperti bocah kecil yang sedang berebut masuk ke Toko mainan demi mendapatkan Mainan Limited.
Aham menggeleng kepalanya sedangkan Rion tampak menggerutu membawa semua barang-barang bos nya itu.
"mereka bucin sekali! ". kekeh Frans
"bukankah setiap laki-laki akan menemukan tulang rusuknya? tentu saja mereka akan mencintai tulang rusuk nya masing-masing". jawab Nando
"abang sudah menemukan tulang rusuk abang? ". tanya Frans meledek
"ckk.. cepat atau lambat akan bertemu juga, jika aku mendapatkannya akan aku buat dia mengandung terlebih dahulu". jawab Nando
"kenapa malah membuatnya bunting terlebih dahulu?". tanya Frans
"kenapa?". beo Nando seolah merasa lucu pertanyaan Frans
"dunia sekarang sangat bebas Frans, bahkan tidak saling mencintai saja berhubungan bad*n sudah biasa, huh apalagi saling mencintai". kekeh Nando
Frans menggeleng kepalanya, "itu hanya ada dipikiran lelaki brengs*k".
"heii... kita jadi Pria brengs*k hanya pada 1 perempuan saja bisa kan? lagian lelaki sejati tidak akan lari dari tanggung jawab". jawab Nando songong
__ADS_1
Frans tersenyum saja, memang benar semasa kampus Frans tidak ada mahasiswi yang masih gadis atau sangat langka, dan Pria yang masih Perjak* pun sulit ditemukan tapi hanya Frans maupun Varel tidak pernah berpikiran jahat karna mereka dididik keras oleh Ramon.
Aham tersenyum dibelakang mereka sedangkan Rion mengangguk membenarkan kata-kata Nando yang sangat benar, jadi Pria brengs*k hanya pada 1 perempuan dan Pria bertanggung jawab itu adalah Pria sejati yang sebenarnya.
Ariel tidak seperti Frans dan Varel karna dididikan Ramon tidak ada pada Ariel, Ariel dibesarkan oleh orang lain walau tidak bahagia tapi Ariel masih ada sisi Baiknya.
.
.
"apa..? Pak Joko dan Pak Anton belum sadar dari Koma? ". tanya Varel dengan nada cukup tinggi
"berisik kau! ". ketus Ariel
Varel mengabaikannya, "lalu di Rumah Sakit mana mereka? ". tanya Varel
"Rumah Sakit Sehati Tuan". jawab Pelayan serentak.
Aham dan Rion meninggalkan barang-barang bawaan mereka yang disambut baik oleh Pelayan Rumah Keluarga Varel, sesekali Rion menggoda Pelayan yang malu-malu kucing digoda oleh Rion yang berkumis tapi sangat manis seperti Orang jawa asli.
"cepat...! ". desak Aham yang menarik kerah Rion yang berjalan mundur tebar pesona pada Pelayan itu.
di dalam mobil.
"kenapa Mommy sama Papi tidak beritau kita kalau Pak Joko dan Pak Anton terluka parah ya? ". tanya Frans duduk dengan gelisah
"ssst.. diamlah! ". kata Ariel dan Varel serentak mereka saling pandang sebentar lalu membuang muka hingga Frans menekuk alisnya ditertawai oleh Nando.
Aham dan Rion berada di bangku paling belakang terlihat diam-diam saja mendengarkan pembicaraan mereka.
"dasar bucin aneh". umpat Frans
"jangan dipancing! ". bisik Nando
"mereka yang salah, siapa suruh menyembunyikan hal seperti itu pada tulang rusuk mereka? dihukum dengan hal yang sama ngamuk-ngamuk nggak jelas". gerutu Frans dapat tatapan tajam dari Ariel dan Varel.
Rion menahan tawanya sekuat tenaga, "Tuan Ariel benar-benar mirip dengan Tuan Varel, mereka berdua selain sama-sama tampan dan gagah juga punya sifat yang sama".
"hmm.. sama-sama menyebalkan". balas Frans yang mendengar gumaman Rion.
Nando dan Aham tersenyum menggeleng-geleng kepala saja.
.
.
__ADS_1
.