Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
kedatangan


__ADS_3

.


.


"kakakkk?". rengek Vika yang sudah tidak tau lagi mau bicara apa


"iya dek? ". sahut Vivi yang masih semangat '45


"kakak duduk aja deh.. ! biar Vika yang masak". Vika menarik kakaknya yang terlalu bersemangat itu dan duduk di kursi meja makannya.


Vivi tersenyum lebar dan ia segera membuka ponselnya, "eeh..? ini Ponsel Shila". gumam Vivi tersenyum lebar.


Ponsel Shila maksudnya Ponsel khusus untuk memposting apapun mengenai kegiatan harian Shila, ponsel itu sangat penting hingga dirinya kini bisa membuat senang adiknya.


"waah... Shila cantik sekali dengan pipi tembemnya". kikik Lucu Vivi


"kak Shila kak? ". Vika meninggalkan panci yang dipegangnya mendekati Vivi


"ini Kak Shila kak? ". tanya Vika berbinar seperti anak kecil.


"iya.. Ini Shila, bagaimana? ". tanya Vivi tersenyum mengelus kepala Vika


"Kak Shila cantik sekali tapi kenapa dia mengirim fotonya ke kakak? ". tanya Vika penasaran


"ini adalah ponsel usaha kakak". jawab Vivi sambil tersenyum


"maksudnya? ". tanya Vika semakin tidak mengerti


"hp ini adalah hp khusus untuk memposting semua kegiatan Shila, foto ini akan kakak posting di Akun pribadinya". jelas Vivi


"ya ampun kak.. aku pikir kakak bercanda memegang Akun sosmed Kak Shila ternyata itu memang benar". decak kagum Vika melihat Vivi begitu lihainya memposting Foto Shila yang terlihat menggemaskan dengan pipi Chubby nya itu.


"kenapa? kamu mau jadi artis dek? ". tanya Vivi terkekeh geli


"enggak..! aku tidak punya dewi keberuntungan seperti Kak Shila". geleng-geleng kepala Vika


"kenapa? ". tanya Vivi tertawa


"Kak Shila adalah satu-satunya artis papan atas yang tidak perlu menjaga imagenya tapi tidak ada haters, aku sangat kagum padanya, jika aku jadi artis mungkin harus pura-pura baik, aku tidak mau bekerja seperti orang munafik kak". jelas Vika


"iya juga dek". jawab Vivi menatap layar ponsel itu dimana postingan nya telah di sukai banyak penggemar Shila.


"Fans Shila benar-benar baik, mereka tidak pernah melukai hati Shila dengan mengotak-ngatik komentar buruk". ujar Vivi dengan senyuman tulusnya.


"itu sebabnya aku bilang begitu kak, Kak Shila itu punya dewi keberuntungan". jawab Vika kembali berjalan ke kompornya dan akan membuat menu masakan sederhana untuk makan mereka sekarang.


.

__ADS_1


.


"Dekkkk". pekik Vivi


"ehhh..? apa kak? ". sahut Vika berlari meninggalkan laptopnya ke arah Vivi


"Shila mau kesini". pekik Vivi


Senyum Vika mengembang sempurna, "benarkah kak?? ". tanya Vika berbinar penuh bintang.


"iya.. dia mau kesinii..!". Vivi tersenyum lebar membuat Vika bersorak riang idolanya akan menginjakkan kaki di Kota Bandung ini.


ditempat lain


"kamu mau ngapain ke Bandung lagi sayang? ". tanya Jessy mengelus rahang Ariel dengan penuh kasih sayang.


"aku ingin menemui seseorang mom". jawab Ariel sambil tersenyum tipis.


"siapa nak? ". tanya Jessy


"hmm.. nanti saja mom, saat aku kembali dari Bandung aku ingin mengatakan sesuatu". balas Ariel dengan tatapan serius.


Jessy terdiam, "kenapa tidak sekarang nak? ". tanya Jessy


"Aku belum punya keberanian untuk saat ini mom". jawab Ariel


Jessy terdiam karna ia merasa Ariel akan mengakui dirinya yang sebenarnya.


"bagaimana tidak? kamu adalah Putra mommy yang nakal". jawab Jessy tersenyum kembali mengelus rahang Ariel.


"baiklah..! aku akan mengatakannya kembali dari sana". jawab Ariel yakin lalu mendekat mengecup kening Jessy dan pergi meninggalkan Jessy yang terpaku.


Jessy meraba keningnya, matanya menatap sendu punggung Ariel sampai tak lagi terlihat olehnya, "kamu anakku nak..! anakku, darah dagingku, mommy sudah tau semuanya".


Ariel pergi ke Bandung sementara Nando di suruh mengurus perusahaan oleh Ariel, sudah pasti pria itu menggerutu karna awal-awal Ariel menggantikan Varel, Ariel begitu rajin dan jarang melalaikan tugasnya tapi semenjak tertarik pada perempuan Ariel juga sama seperti Varel sama-sama mengalihkan pekerjaan mereka pada si Asisten.


Shila bersama Varel sudah pergi ke Kota Bandung, ia tidak gemuk hanya bertambah 1 kg saja tapi hanya pipi Shila yang terlihat begitu menggemaskan tidak tirus seperti biasanya.


"kenapa aku tidak boleh menurunkan berat badan om?? ". kesal Shila


Varel terkekeh mengecup punggung tangan Shila, "kamu sudah sangat cantik seperti ini sayang".


"tapi berat badanku naik 1 Kg". jawab Shila dengan kesal


"kamu tidak gendut sayang hanya 1 kg tidak ada yang tau hanya timbangan saja yang tau kan? ". gemas Varel


Shila mengerucutkan bibirnya, setiap Kali Shila ingin berolah raga maka Varel akan mengganggunya alhasil niat mau berolahraga akan teralihkan dengan hal lain, Varel benar-benar tidak ingin Shila menurunkan berat badannya padahal sekarang Shila masih terlihat cantik bahkan bertambah cantik dengan pipi chubbynya itu.

__ADS_1


.


"apa disini sayang? ". tanya Varel mengurangi kecepatan mobilnya jadi begitu lambat saat masuk ke perumahan mewah.


"iya om disini memang, dimana ya? eeh.. belok kiri om". pinta Shila dan Varel pun belok Kiri.


Shila menatap serius titik lokasi Vivi hingga matanya melebar, "Stopp...!! "


Varel pun mengerem mendadak, "kenapa sayang? ".


"aku lihat kita sudah sampai". jawab Shila segera melepas seatbeltnya dan keluar dari mobil Varel.


Varel hanya menggeleng-geleng kepalanya, Shila menghubungi Vivi tak lama kemudian Vivi keluar dari rumah yang terlihat megah tapi tidak semegah tempat lainnya.


"Kakk? ". Shila berlari begitu juga Vivi, mereka berpelukan heboh seperti tidak berjumpa puluhan tahun lamanya.


Vika bertepuk tangan tak jauh dari Vivi dan Shila, ia terlalu malu mendekat ke Idolanya itu.


beberapa orang yang tinggal di Perumahan itu keluar dan menatap mereka, seketika mereka semua syok bercampur senang melihat Shila ada di pekarangan tempat tinggal mereka.


"Kenalkan Shila ini adikku Vika". Vivi menunjuk adiknya.


"haiii? ". sapa Shila tersenyum manis membuat gadis manis itu merona karna malu.


"sama siapa kamu kesini Shila? ". tanya Vivi


"aah.. aku melupakannya". Shila menggaruk kepalanya melihat Varel yang sedang memarkirkan mobilnya.


keluarlah Varel dari mobil itu, ia membenarkan topi hitamnya dan mendekati Shila, makin histeris saja pekikan tetangga-tetangga Rumah Vika, keributan dan perkumpulan mereka itu membuat sang pemilik Perumahan mewah itu datang, betapa kagetnya dia saat mendengar Shila dan Varel datang kesini sekarang ada di dalam Rumah Vivi (Manager Shila).


.


"eeh.. Ibu? ada apa bu? ". tanya Vika kaget saat buka pintu ada si ibu pemilik Rumah mewah ini.


"nak Vika.. Ibu bawa bronis nih, kamu bisa ambil nak". Bu Wilda begitu semangat memberikan kue nya ke Vika


Vika menautkan kedua alisnya, "terimakasih bu"


"Siapa dek? ". tanya Vivi sedikit berteriak


"ibu Wilda kak". jawab Vika


Vivi datang dan mempersilahkan Ibu Wilda masuk, betapa berbinarnya Wilda melihat sang idola ada di hadapannya tengah tersenyum ramah padanya, dan disamping Shila ada Varel dengan wajah datarnya yang memang tidak ramah hanya ramah pada Keluarga Shila saja.


orang penting seperti Shila dan Varel sangat sulit ditemui seperti saat ini, Wilda bahkan berjanji dalam hati akan bersikap baik pada Vika nanti saat Vivi kembali ke Kota Jakarta untuk bekerja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2