
.
.
.
"kau sedang apa? ". bisik Arif
"aku tidak sengaja". bisik Raisa juga
Frans melirik kesamping, "apa ada wajahmu menempel di belakang jas ku Raisa? ".
Raisa dan Arif melihat kepunggung Frans
"ada Tuan". jawab Arif terkikik
Frans melepaskan jasnya lalu melemparnya ke Raisa yang gelagapan menangkapnya.
"bersihkan wajahmu dijas ku..! ". titah Frans
"baik Tuan". jawab Raisa mengerucutkan bibirnya.
Raisa kan tidak minta didandani hingga wajahnya bisa begitu penuh dengan bedak tapi tidak berbeda jauh dengan tangannya, namun jika menabrak sesuatu dengan kuat tentu saja menempel.
setibanya di kamarnya.
Raisa langsung mencuci bersih jas Frans, lalu memberinya pewangi yang ia bawa dari Rumah.
"jemur dimana ya? ". gumam Raisa mengedarkan pandangannya
Raisa melihat ada pintu lain lalu meninggalkan jas Frans yang tergantung di dekat pintu Kamar mandi, Raisa membuka Pintu itu hingga ia memekik kedinginan.
"waah..? ini apa? ". Raisa berjalan ke arah balkon itu dan melihat pemandangan kota yang begitu indah.
"i.. itu Menara Eiffel? ". pekik Raisa dengan heboh baru tau kalau hotelnya dekat dengan Menara khas negara Paris itu.
Raisa tersadar lalu mengambil jas Frans dan menjemurnya di balkon, ia kembali masuk dan menutup pintu ke balkon karna ia tidak tahan dengan cuaca nya.
"seharusnya aku bawa jaket". gerutu Raisa
seperti yang dikatakan Frans, mereka bertiga tertidur pulas dikamar masing-masing sampai siang, Raisa merasa kasur itu begitu empuk dan luas hingga dirinya merasa bebas saat tidur disana malah keenakan sampai bangun kesiangan.
"hah? jam 11 lewatt? ". pekik Raisa kaget melihat jam dinding.
Raisa menghubungi keluarganya dan ternyata ada perbedaan jam disana dengan ditempatnya kini, walaupun ponsel Raisa tidak semahal milik Frans tapi setidaknya miliknya sudah bagus. sejak Raisa bekerja di Perusahaan Frans semua keperluan ekonominya terpenuhi walau kadang ada kurang tapi dicukup-cukupi.
Rayola begitu kagum dengan kamar Raisa, ia begitu heboh saat Raisa menunjukkan menara impian adiknya itu tak jauh dari tempat tinggalnya.
"waaah...!! Tuan Frans baik sekali kak!! biasanya penginapan dekat Menara itu sangat mahal apalagi menghadap menara itu, pasti lebih mahal". Rayola
__ADS_1
Raisa hanya tersenyum, adiknya hanya menebak-nebak saja, karna menurutnya semua ini kebetulan saja.
Adik-adik Raisa begitu kagum pada Frans yang baik juga iri pada kakaknya yang bisa pergi ke negara itu, tapi diam-diam mereka juga senang. ibu Lely bisa melihat sinar bahagia Raisa yang ada disana seolah melepas penat setelah bekerja banting tulang sejak Raisa berumur 17 tahun, tamat SMA.
Rizzo meminta kakaknya untuk menikmati semuanya dan lepaskan semua beban yang ada dipundak Raisa selama beberapa hari, Rizzo ingin kakaknya bahagia disana walau hanya dalam hitungan hari.
.
.
Raisa tersenyum senang berlari ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya didalam bath up, walau cukup lama Raisa coba-coba akhirnya bisa mengumpulkan air didalam bath upnya.
1 jam kemudian...
"lohhh? cara buang air nya gimana ya? ". gumam Raisa celingukan memegang semua benda didekat bath up itu hingga senyumnya melebar melihat air didalam bath up telah menyusut sedikit demi sedikit.
setelah berganti pakaian, Raisa yang terasa lapar memakan kue yang Frans berikan tadi malam hingga lidahnya meleleh.
"waah.. ini kue nya enak sekali...! jadi oleh-oleh di rumah kayaknya bagus". senyum lebar Raisa begitu semangat sampai ia merasa kenyang.
satu harian mereka hanya tidur, sedangkan Frans sudah ada yang mengantarkannya makanan. itu sebabnya ia memberikan kedua pekerja nya makanan ringan dan Kue untuk mengganjal lapar mereka disiang hari.
.
.
"ada apa Tuan? ". tanya Raisa menyembulkan kepalanya melihat Frans
Raisa pun mengangguk dan berlari ke dalam kamarnya mengambil ponselnya, barulah ia mengikuti Frans dan Arif.
"kita makan dimana Tuan? ". tanya Arif
"hari ini kita makan di Resto Hotel ini saja..! besok kita akan jalan-jalan". Frans
"hah? ". cengo Arif dan Raisa
"kenapa? kalian ada dinegara ini kan? sekalian saja aku ajak berkelana, asal kalian tau aku ini seorang pengembara hampir semua negara sudah aku datangi". Frans.
alhasil mereka bertiga makan di Resto, seperti biasa Raisa masih kesulitan makan dengan sendok, garpu nya yang lumayan besar dan tebal tidak seperti miliknya di Rumah.
"apa saya boleh makan pakai tangan Tuan? ". tanya Raisa dengan serius dan itu terlihat lucu.
"Raisa kamu tidak lihat mereka semua makan pake sendok?". bisik Arif.
"baiklah". jawab Raisa lesu terpaksa makan dengan sendok.
Frans hanya meliriknya sekilas, "jika kau percaya diri makanlah pakai tangan..! tapi cuci tanganmu dengan bersih".
Raisa tersenyum lebar sedangkan Arif hanya bisa menepuk jidatnya dengan Raisa, walau dirinya kampungan tapi tidak sekampungan Raisa.
__ADS_1
.
.
selama 2 hari kedepan Frans membawa Raisa dan Arif berkelana ke tempat-tempat bersejarah di Perancis, mereka tak bisa menahan diri untuk tidak berfoto ria disetiap tempat itu.
bahkan Raisa yang jarang berfoto pun ikut berfoto, hingga di hari ketiga Frans membawa mereka ke menara Eiffel.
"waahhhh!! ". Raisa dan Arif bersorak senang.
Frans terlihat santai saja karna ia sudah pernah ketempat ini, jadi saat Frans tiba di negara ini hanya ingin lihat-lihat saja itu pun jika ada perubahan.
"ayo ke gembok cinta". ajak Frans
mereka berlari mengikuti Frans hingga mengikuti orang-orang disana yang percaya akan mendapatkan jodoh jika memasang gembok khusus dan melempar kuncinya ke taman, siapa yang menemukan itu adalah jodoh mereka dan akan dipertemukan, berbeda jika berpasangan akan dibuang ke air didepannya.
"lebih baik aku simpan saja". batin Raisa tersenyum lebar memasukkan kunci itu ke tas kecilnya dan Frans melihatnya hanya bisa menahan senyum.
sungguh Frans membuat mereka senang, apalagi kini Frans mengendarai kapal sewaan, Raisa lah yang paling heboh seperti baru saja terlahir kembali tanpa ada beban didirinya.
cukup lama mereka berlibur alias bersenang-senang hingga hari ini Frans meminta mereka tidur puas esok hari supaya bisa kembali ke Indonesia keesokan harinya lagi dalam keadaan segar.
Raisa menceritakan kegiatannya pada adik-adiknya, Rizzo yang paling senang karna akhirnya kakaknya bisa bahagia, mereka akhirnya mengerti Frans memang Pria yang bisa membuat kakaknya bahagia dan semakin berharap Pria itu akan menjadi belahan jiwa kakaknya.
.
Indonesia
"bagaimana?". tanya Frans tertawa mendengar sahutan semangat mereka.
"hari ini cukup melelahkan karna perjalanan jadi istirahatlah kalian, karna besok-besok kalian berdua akan lebih sibuk dari yang lainnya. aku harap kalian bekerja keras untuk calon rekan bisnis kita yaitu Tuan Thinez dengan begitu kalian akan beri aku uang yang banyak".
"baik Bos". jawab mereka begitu semangat
"ya sudah..! ayo naik ke mobilku, aku akan antar kalian pulang". Frans menyerahkan kopernya pada supir keluarganya.
mereka pun menurut,
di dalam mobil Raisa terus tersenyum melihat kunci yang ia bawa dari negara itu, "siapa tau jodohku bukan dari sana, bisa saja jodohku hanya orang biasa di Kota Jakarta". batin Raisa.
.
.
.
wes.. wes.. esok-esok lai yoo.. selamat beraktifitas..!!
.
__ADS_1
.
.