Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Vivi


__ADS_3

.


hehe.. ada yang ingin Vivi sama Ariel jadi bakal Nae kabulin haha.. kita buatkan part khusus mereka karna Shila dan Varel masih aman-aman aja kok wkwkwk si Desi belum beraksi.. cuss... Happy Reading...!


.


.


Vivi tersenyum manis menaiki mobil bus tujuan ke Bandung, ia tidak membawa mobil Shila walaupun Shila mengizinkannya namun ia ingin menghabiskan waktu melihat pemandangan padahal bus masuk jalan tol, entah pemandangan apa yang dimaksud Vivi.


setibanya di stasiun bus di Bandung, Vivi memesan mobil online dan lanjut ke tempat tujuannya.


"apa Vika baik-baik aja ya? ". gumam Vivi penasaran karna selama ini Vika menjawab dia baik-baik saja tidak tau bagaimana kenyataannya.


"sudah sampai atu teh". kata pengemudi mobil online nya dengan sopan


Vivi tertegun lalu mengedarkan pandangannya, "benarkah pak? ".


"iya teh". jawab si pengemudi ramah


setelah Vivi membayar dan mengucapkan terimakasih, Vivi keluar dari Mobil itu dan mengedarkan pandangannya.


"tempat apa ini? ". gumam Vivi merasa khawatir melihat tempat tinggal adek kandung Vivi yang sebenarnya terlihat tidak layak.


Vivi berlari sambil mengikuti Maps yang dikirimkan Vika hingga tiba di sebuah rumah yang paling kecil dan rongsokan membuat hati Vivi sakit saja.


"Ya Tuhan". gumam Vivi dengan nada gemetar mengetuk pintu Rumah itu.


"siapaa? ". sahutan didalam membuat hati Vivi semakin gelisah karna ia sangat mengenal suara adiknya walaupun jarang bertemu


ceklek


"Sia...? ". suara dari dalam mematung seketika melihat sang kakak tersayang ada dihadapannya.


"kakak? ". pekik Vika dengan riang lalu memeluk Vivi dengan erat


"apa ini tempat tinggalmu Dek? ". tanya Vivi dengan nada bergetar


Vika terdiam lalu melepaskan pelukannya, "ayo masuk dulu kak..! Vika akan jelaskan". pinta Vika membawa masuk kakaknya.


"coba jelaskan..! kenapa kamu tinggal ditempat seperti ini? apa uang yang kakak kasih tidak cukup untukmu? ". tanya Vivi dengan marah


Vika tersenyum manis dan memegang tangan Vivi, "kenapa kakak marah sih? selagi Rumah itu bisa menjadi tempat tinggal, tempat berteduh tidak kehujanan juga tidak kepanasan itu sudah baik bagi Vika kak, bisa hemat uang kan? hehehe". cengir Vika


"katakan sama kakak kalau uangnya memang kurang, kamu tidak perlu berhemat lagi dek. ! kakak kerja dengan orang yang sangat baik dan banyak dapat uang". kata Vivi


"benarkah kak? ". tanya Vika ikut senang mendengar kakaknya banyak dapat uang


"maafkan Vika ya kak..! gara-gara Vika kakak harus banting tulang cari uang, tapi kenapa kakak bisa ada disini kak? apa kakak dipecat? ". cecar Vika


Vivi tersenyum, "Nona Shila memberi kakak liburan 3 bulan, karna itu kakak langsung kesini".

__ADS_1


"waah... Aku sangat mengidolakannya kak, di kampus juga banyak yang mengikuti style nya apalagi dia dikenal sebagai gadis impian sejuta umat". heboh Vika


"apa itu impian sejuta umat? ". tanya Vika penasaran karna ia memang baru tau hal itu


"karna dicintai oleh penguasa Fox Group". jawab Vika sambil tersenyum


Vivi pun ikut tersenyum, "sekarang cepat berbenah". pinta Vivi


"kenapa kak? kakak mau bawa aku kemana? ". tanya Vika


"cepatlah!! ". pinta Vivi yang langsung menghubungi mobil online


di rumah itu tidak ada apa-apa yang membuat Vika harus repot, Vika hanya bisa pasrah saat kakaknya membawanya entah kemana.


.


"kak ini dimana? ". tanya Vika


"ini perumahan yang sangat dekat dengan kampusmu kan? lihat kampusmu ada dibelakang sana!!". tunjuk Vivi


"terus apa hubungannya kak? disini biaya kos nya mahal kak". bisik Vika


"mahal karna fasilitasnya ada dek..! kakak tidak mau adek kakak satu-satunya menderita, kakak mencari uang untuk membuatnya senang bukan untuk melihatmu susah". kata Vivi membuat Vika berkaca-kaca haru.


"betapa beruntungnya pria yang akan menikahi kakak nanti". Vika berkata


"apa kamu mau menikah dengan kakak? ". kekeh Vivi mengelus kepala Vika


"mau kalau aku laki-laki aku pasti cinta sama kakak". jawab Vika dengan yakin hingga Vivi tertawa lebar.


.


keesokan harinya Vivi memasak sarapan apa adanya untuk adiknya lalu berangkat ke kampus dengan ceria karna bahagia bisa tinggal bersama kakaknya hal ini seperti mimpi bagi Vika.


"hati-hati dek..! ". teriak Vivi


"iya kak! " sahut Vika


Vivi melambai-lambai dan Vika membalasnya dengan senyum terbahagia nya.


"ya ampun.. adekku bahagia sekali". kekeh Vivi tersenyum manis


"sepertinya aku harus temui pemiliknya minta nomor hpnya untuk mengawasi adikku ini nanti". Vivi menemui ibu Kos dan membayar biaya kontrakannya selama 3 tahun kedepan bahkan Vivi meminta nomor ponsel ibu kos.


"kalau tidak salah kamu managernya Artis top Shila ya? ". tanya ibu Kos penasaran


Vivi tersenyum manis, "benar bu". jawab Vivi


"waah... aku fans berat Shila". kata si ibu kos dengan senang.


Vivi terkekeh, "lain kali aku akan mengajak Shila kesini bu".

__ADS_1


"benarkah?? ". tanya si ibu berbinar seketika


"iya bu, Shila sahabat baik saya". jawab Vivi


ibu Kos langsung begitu dekat dengan Vivi bercerita tentang Shila dan Varel,


"hubungan mereka baik-baik saja bu, jangan percaya media". kata Vivi


"iya kan? tapi ada yang bilang Shila punya simpanan". kata Ibu Kos membuat Vivi mengerutkan keningnya


"maksudnya Bu? ". tanya Vivi


Ibu Kos merogoh ponselnya dan membuka group Shila Lovers lalu memperlihatkan postingan akun seseorang, Vivi melihat foto itu dimana Shila digenggam mesra oleh Pria berjubah hitam yang wajahnya tidak terlihat jelas.


Vivi tertawa melihat hal itu, "itu Tuan Varel bu".


"benarkah? ". tanya bu Kos


"iya.. sebenarnya aku ingin menceritakan sesuatu dengan ibu tapi aku tidak tau ibu bisa jaga rahasia atau tidak". kata Vivi dengan nada setengah berbisik membuat ibu kos semakin penasaran


"apa itu? ". tanyanya membuat Vivi tersenyum.


"aku tidak tau ibu bisa dipercaya atau tidak karna ini menyangkut privasi sahabatku". jawab Vivi lalu pamit keluar dari Rumah ibu kos.


"tunggu.. Vivi.. aku bisa jaga rahasia". teriak ibu Kos lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


"Rahasia apa? iya juga sih dari postur tubuh pria berjubah hitam ini seperti tuan Varel tapi foto ini bagaimana? ". Ibu Kos menggesek foto tadi hingga terlihatlah Varel dengan berpakaian santai di tempat yang sama, itu lah yang membuat group ramai mengatakan Shila punya simpanan tanpa tau yang sebenarnya.


.


Vivi pergi ke Mal akan membeli kulkas, oven dan perlengkapan lainnya supaya dapur menjadi lebih sempurna, Vivi tau Vika sangat suka memasak bisa saja adiknya itu berbisnis kue nantinya dengan membelikannya Oven.


buughh..


"aahh..! maaf-maaf pak". cicit Vivi segera mengutip tas nya yang berserakan.


"kau jalan tidak bisa pakai mata heh? ". suara itu membuat Vivi terdiam


"tunggu.. kau memanggilku apa tadi? ". tanya suara itu dengan datar


"T.. Tuan Ariel? apa itu Tuan Ariel? bagaimana bisa?". batin Vivi melihat sepatu pria itu


Vivi perlahan mendongakkan kepalanya hingga Ariel kaget namun hanya sekejab sudah berubah datar.


"kau..? sedang apa kau di kota ini? ". tanya Ariel yang kenal dengan Vivi sebagai manager Shila.


"s.. saya datang ke kota tempat tinggal adik saya kuliah pak". jawab Vivi


"kau juga ikut-ikutan dengannya memanggilku bapak? ". tanya Ariel dengan nada kesal tapi wajahnya datar-datar saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2