Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
semua senang


__ADS_3

.


.


semua anak-anak kampus Vika kompak memuji Vika yang ternyata memang benar dekat dengan Shila


"aku tidak menyangka kau memang benar-benar dekat dengan Kak Shila Vika, aku pikir kau berbohong karna rumah kontrakanmu seperti itu". kata teman Vika


Vika tersenyum malu, "aku hanya berusaha untuk berhemat". cicit Vika


Shila tersenyum saja mendengarnya, "mohon adik-adik semua jaga Vika ya? kami hanya selisih beberapa bulan tapi karna Kak Vivi sangat menyayanginya aku juga menyayanginya, kakaknya sahabat baikku". kata Shila


"waaah... "


Vika tersenyum malu karna dapat sorotan kagum dari teman-temannya.


"boleh foto bersama kak? ". tanya teman Vika


"boleh". jawab Shila


Varel hendak beranjak pergi namun dicekal oleh Shila, "boleh bersamanya kan?". tanya Shila


"banyak rumor yang mengatakan aku berselingkuh darinya, aku tidak terima dan kalau bisa aku ingin kalian membantuku kalau hubungan kami baik-baik saja". sambung Shila lagi


"tentu saja Kak". jawab mereka serentak.


Varel tersenyum ke Arah Shila lalu merangkul pinggang kecil Shila, mereka berfoto bersama Varel dan Shila bergantian untuk mendapatkan foto yang memuaskan.


"hasil fotomu bagus juga Vika. ! aku rasa kamu bisa jadi seorang Fotografer". puji teman-teman Vika yang puas dengan hasil foto Vika


Vika kaget lalu tersenyum senang karna teman-temannya mulai mau berbicara dengannya, sebelumnya Vika di kucilkan karna terlihat berbeda dari yang lain terlebih lagi Vika tidak berpenampilan keren malah seperti gadis kampung saja hingga mereka menjauh dari Vika.


siapa yang akan percaya pada ucapan gadis kampung seperti Vika bahwa gadis itu kenal dengan Artis top seperti Shila.


"kak Shila boleh memakai baju desain ku kak? kami kekurangan model dan juga dia lagi dalam masalah". tanya seorang gadis berkacamata tebal yang ternyata juga dikucilkan karna terlalu serius dengan pekerjaan tidak peduli penampilannya.


"kau fikir kau siapa? baju desain mu itu mana ada yang mau jadi modelnya, asal kamu tau ya? Maya menolak bukan karna bermasalah tapi karna orang yang memintanya yang bermasalah". ejek teman-temannya yang lain


gadis berkaca mata itu menunduk lalu hendak pergi namun suara Shila menghentikannya


"baiklah..! aku akan jadi modelmu tapi beratku bertambah 1 kg apa ukuran bajunya pas denganku?". tanya Shila


semua yang mendengarnya kaget terutama yang mengejek Gadis berkaca mata tebal itu.


gadis berkacamata tebal itu berbalik dan berbinar kagum pada sosok idolanya, Varel menarik pinggang Shila tanpa malu mencium pelipis gadis istimewanya ini hingga banyak yang bersorak iri dengan kemesraan mereka.


Shila menoleh ke Varel, "om ngapain? ".


"menciummu". jawab Varel tersenyum gemas hendak mencium bibir Shila namun Shila dengan cepat menutup bibir Varel dan tertawa canggung ke orang-orang disekitarnya.


"maaf.. maaf.. dia hanya orang gila". ucap Shila membuat orang yang mendengarnya memucat takut Varel marah tapi Varel malah menatap gemas kekasihnya yang baik hati itu.

__ADS_1


"kak Shila memang baik bahkan kak Vivi saja sangat menyayanginya melebihi idola tapi saudara kandung". batin Vika tersenyum senang karna kebaikan hati Shila.


.


.


alhasil Shila mengenakan gaun hasil karya gadis berkaca mata tebal bernama Susi itu.


"terimakasih kak..! aku tidak punya uang untuk membayar kakak". cicit Susi


Shila terkekeh, "tidak masalah, sebagai gantinya kamu harus merekrut adikku ini menjadi bagian dari pekerjaanmu kedepannya".


"benarkah? ". tanya Susi berbinar


"iya.. kamu lihat sendiri kan hasil memotretnya? dia bisa menjadi rekan mu sebagai Fotografer". jelas Shila


Vika hanya menganga mendengarnya, dirinya di kampus jurusan keuangan namun tak disangka harus mengambil Fotografer, Vika hanya suka memotret atau bisa disebut hobbynya saja.


"kak..? ". Vika hendak protes namun ia urungkan melihat senyum manis Shila.


.


Shila berjalan dengan anggun diatas panggung, sebagai sang Juara Putri Indonesia season 7 tentu pengalaman dibidang modeling telah menyatu dengan kebiasaannya.


beberapa orangtua wali murid, Mahasiswa/i dan Dosen tak bisa diam sibuk memotret Shila yang berpose dengan gaun ciptaan Susianti jurusan desaigner.


sementara Vivi bersiul heboh sedangkan Ariel menatap datar pemandangan manusia yang norak itu,


"Huhu.. cuuuiit.. cuiit... Shilaaaa...!! kamu cantik sekaliii". heboh Vivi melompat-lompat ditempat


Ariel melirik Vivi yang bersorak seperti orang gila, dengan kesal ia menarik Vivi hingga terduduk dipangkuan Ariel.


"Tuan? ". pekik Vivi berusaha untuk berdiri melepaskan diri dari Ariel.


"berisik sekali lagi aku akan membungkam bibirmu ini". ancam Ariel


Vivi melebarkan matanya, "kenapa aku tidak boleh berisik? kalau begitu biarkan aku turun kesana". kesal Vivi


Ariel menggeleng kepalanya, "jangan jauh-jauh dariku".


Vivi mengangguk lalu meminta Ariel untuk melepaskannya, alhasil Ariel melepaskan Vivi namun diam-diam Vivi melihat sekitar lalu memekik ditempat ia melarikan diri dari Ariel saat pria tampan itu lengah.


Ariel berdiri dari duduknya dan tatapannya begitu gemas melihat Vivi yang berlari begitu cepat lalu terlihat olehnya Ariel saat Vivi menerobos kerumunan bersorak seperti orang gila disana.


"menarik sekali". gumam Ariel tersenyum simpul dibalik maskernya.


Ariel berdiri diatas tempat duduk seorang diri sementara kursi-kursinya kosong sebab mereka semua ada di bawah panggung seperti orang gila menyambut Shila yang hampir 3 bulan lamanya tidak muncul diatas panggung.


.


Ariel tiba di dalam kerumunan lalu merangkul leher Vivi dari belakang.

__ADS_1


"eeeh.. ehhh. eh... Siapa ini? siapa?? jangan curang ya? lepaskan aku..!". teriak Vivi namun orang-orang disekitar Vivi tidak ada yang membantu mereka malah mendorong Vivi supaya menjauh dari mereka dan mereka bisa lebih dekat dengan Shila yang sedang berpose anggun diatas sana.


"dasar brengs... ?" Vivi memutar kepalanya dan membelalak melihat pelakunya


"lanjutkan! ". titah Ariel


Vivi menelan salivanya bersusah payah, "t.. tuan?". cicit Vivi


"kau mau bilang aku apa tadi? lihatlah suaramu sudah hilang suaramu jadi jelek, jangan berteriak seperti orang gila". Ariel menggendong Vivi seperti karung beras sedangkan Vivi membelalak dibahu Ariel.


"T.. Tuan..? ". Vivi memberontak di gendongan Ariel.


Varel tak sengaja melihat pemandangan itu senyumnya tercetak jelas, ia tak bisa membayangkan bagaimana bisa gadis cerewet seperti Vivi itu mampu membuat hati batu Ariel tersentuh.


"baguslah..! setidaknya dia tidak menyukai Maharaniku". batin Varel tersenyum begitu tampannya melihat ke arah Shila mengabaikan saudara kembarnya itu.


Vivi memberontak di pelukan Ariel, ternyata Ariel membawanya masuk ke taksi yang ia berhentikan.


"Tuan mau bawa saya kemana? ". tanya Vivi dengan kesal


"aku ingin membawamu ke Kutub selatan". jawab Ariel


"Tuaaannnn? ". jerit Vivi


"berisik..! suaramu jelek". Ariel mengetuk kening Vivi


Vivi meringis sambil terbatuk-batuk karna suaranya memang serak habis berteriak seperti orang gila tadi.


Vivi menarik nafas menghembusnya perlahan, ia melakukannya berkali-kali hingga Ariel meliriknya.


"aku mau ambil mobilku". jawab Ariel hingga Vivi menoleh padanya.


"benarkah?". tanya Vivi dibalas anggukan oleh Ariel


"kenapa tidak bilang sejak tadi? ". kesal Vivi


"kau yang tidak bisa diam". Ariel meledek


Vivi hanya diam sambil menghela nafas lega karna tadi Vivi takut sebab ia mengira dirinya akan dilemparkan ke Jurang oleh Ariel.


.


.


.


Vivi juga rada polos ya? karna mana mungkin Vivi berani berpikir Pria setampan dan sempurna seperti Ariel mau meliriknya atau bahkan menyukainya? hohoho.. tidak mungkin kan?, Vivi tidak berani berpikir kesana.. wkwkkk..


.


.

__ADS_1


__ADS_2