
.
.
.
keesokan harinya.
Desiana mendatangi Perusahaan Fox Group, ia bisa masuk dengan menyebut nama Tetua Joko di tempat satpam namun saat di Resepsionis Desiana malah minta bertemu dengan Varel.
"aku yakin Tuan Varel pasti akan bersikap baik padaku, haha aku adalah pemenang yang sesungguhnya". batin Desi begitu bahagia
setibanya di lantai Ruangan Varel, kedua sekretaris CEO Fox Group berusaha menolak Desi namun wanita itu begitu keras bertemu dengan Varel hingga tak berapa lama kemudian Nando datang.
"ada apa ini? kenapa kalian mengganggu jam kerjaku? ". tanya Nando
"Maaf Tuan, tapi Nona Desiana begitu keras kepala ingin bertemu dengan Tuan Muda Varel".
Nando melihat ke arah Desiana yang terlihat begitu angkuh, ia tersenyum sinis.
"ada apa Nona jal*ng nya Tetua Joko bisa ada disini? apa kau tidak tau dimana Ruangan Tetua Joko? apa perlu aku antarkan kesana? ". sindir Nando
Desi memucat seketika, tingkah angkuhnya tadi hilang entah kemana apalagi kedua wanita pekerja Varel tampak menatap ke arahnya dengan tatapan tak percaya.
"Diana, Putri..! " panggil Nando pada kedua sekretaris meja tamu khusus CEO.
"iya Tuan". sahut Diana dan Putri sopan
"kalian antarkan wanita ini ke Pak Joko, jika dia tidak mau kalian hubungi Pak Joko biar dia menjemput wanita nya sendiri". ucap Nando dengan nada penuh penekanan
"baik Tuan". jawab Diana dan Putri
"Putri kamu hubungi Tetua Joko". pinta Diana
"iya". Putri langsung bergerak mengambil telepon dan menghubungi Tetua Joko
benar saja tak berapa lama Tetua Joko datang menjemput Desi,
"Kau harus jaga wanitamu Tetua, dia ingin bertemu dengan Tuan Varel". perintah Nando membuat mata Tetua Joko membulat seketika
"kau mau bertemu dengan Tuan Varel? mau apa? apa yang akan kau lakukan pada Tuan Varel? ". cecar Tetua Joko
"sialan...!!! kenapa begini jadinya? awas kau ...! jika aku jadi Nyonya Fox Group kau adalah orang pertama yang akan aku pecat". batin Desi menatap tajam ke Nando yang menyunggingkan bibirnya
__ADS_1
Desi ditarik Oleh Tetua Joko, ia memang begitu menggila pada Desi yang masih muda dan tubuhnya juga bagus, Pria hidung belang sepertinya tentu akan menyukai wanita seperti Desi.
.
Desi mengumpat dan memaki Nando yang membuatnya harus melayani hasr*t gilanya Tetua Joko yang cemburu dirinya mendatangi Varel, alhasil pangkal pah*nya sakit karna diserang berkali-kali.
Desi mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menaburkan sebuah bubuk obat di minuman Tetua Joko.
"seharusnya aku membunuhnya malam itu, dia pikir aku bodoh mau hidup dengannya? dasar busuk... pergilah kau ke Neraka Pria Tua busuk". batin Desi segera bangkit dan memungut pakaiannya
Desi membersihkan tubuhnya di kamar mandi Ruangan Tetua Joko lalu ia memaki Tetua Joko yang merusak bajunya, terpaksa ia menunggu pengantar barang yang mana ia harus memesan baju online dadakan.
Gosip Desiana adalah simpanan Tetua Joko pun menyebar di Perusahaan Fox Group, Desi yang berganti baju tentu membuat dugaan itu semakin diyakini.
"tidak disangka wanita secantik Desiana juga punya Daddy sugar haha".
"sudah aku bilang jangan terlalu iri dengan kehidupan wanita cantik dan seksi karna hampir merata mereka menjual tubuh nya untuk keuntungan sendiri".
"menjijikkan".
"tadi katanya berlagak angkuh mau bertemu Tuan Muda Varel, tau-tau dijemput paksa oleh Tetua Joko"
"haha... apa tidak ada Pria muda dan tampan di negara kita? kenapa harus Tetua Joko? ".
gosip segala gosip merendahkan Desiana membuat tangannya terkepal kuat hingga kuku-kukunya melukai tangannya sendiri.
wartawan yang berkemah di Gedung Fox Group tentu menunggu Desiana tapi wanita itu tidak berhenti sama sekali, ia terus melajukan mobilnya karna suasana hatinya sedang buruk.
.
"Tuan? ". sapa Nando
Ariel menatap ke arah balkon lalu melirik ke arah Nando, "apa kau sudah menjalankan rencanamu? ".
"sudah Tuan, saya merasa Desi meracuni Tetua Joko". kata Nando menggaruk kepalanya
"biarkan saja! itu malah membantuku menghabisi hama". jawab Ariel
"lalu kapan anda akan membongkar kedok mereka Tuan? ". tanya Nando
"besok pagi...! aku sudah tidak tahan melihat kesombongan wanita itu". jawab Ariel menyunggingkan bibirnya.
"baik Tuan". Nando
__ADS_1
.
ke esokan paginya
Varel tersenyum tipis menonton berita bahwa Tetua Joko meninggal di Rumahnya, dugaan diracuni tapi tidak ada jejak hingga media mengira Tetua Joko bunuh diri karna sudah ketahuan sebagai dalang yang membocorkan data-data Perusahaan Fox Group.
Shila duduk disamping Varel yang mana tangan Varel mengelus kepala Shila, Shila memakan roti sambil menonton berita itu.
"apa setelah ini Perusahaan Fox Group akan baik-baik saja om? ". tanya Shila
"hmmm..! dia memang pantas menjadi penguasa Fox Group". Varel memuji kemampuan Ariel
Shila tersenyum ke arah Varel, "aku yakin om akan melakukan hal yang sama"
Varel merangkul bahu Shila dan mereka kembali menonton berita sampai siang,
Perusahaan lain yang sedang mengadakan Live pun sedang mencari muka, mengambil kesempatan dalam kesempitan namun situasi seketika berbalik saat saham Fox Group melunjak tinggi karna Ariel berhasil membuktikan semua data-data yang dicuri itu adalah milik Perusahaan Fox Group, bahkan semua bukti diserahkan ke pengadilan.
semua wartawan yang berkemah di Gedung Fox Group mewawancarai Ariel yang sudah mau menunjukkan diri ke Publik, ia menjawab semua pertanyaan Wartawan bahkan masalah Desiana yang datang ke Perusahaannya pun ditanya.
"ada hubungan apa Tuan Muda dengan Model seksi Desiana?". tanya wartawan 1
"apa Tuan dan Model Desiana memiliki hubungan? ". tanya wartawan lainnya.
"kalian salah faham, dia itu bertemu dengan Tetua Joko". jawab Ariel singkat hingga para wartawan semakin heboh
"terimakasih". ucap Ariel melenggang pergi dibantu oleh satpam dan Nando masuk ke dalam mobil mengabaikan pertanyaan bertubi-tubi para wartawan.
seketika opini publik meledak menerka-nerka hubungan Desiana dengan Tetua Joko, ada yang menebak Desiana lah pelaku yang membunuh Tetua Joko hingga Desi di Apartemennya mengamuk menonton berita yang kini malah menyudutkannya sebagai orang terakhir yang menemui Tetua Joko.
Joko di putuskan oleh Desi hingga Tetua Joko nekat bunuh diri dengan meminum racun sampai meninggal dunia, begitulah tebakan hampir 70% Opini publik terhadap Desiana.
"aaaaahhhhh....! kenapa jadi beginiii??? tidaaaaakkkkk!! ini tidak benar, semua ini tidak benarrr... ". jerit Desi menggila di Apartemennya.
.
sementara di Apartemen lain Vivi menganga menonton berita Ariel yang begitu keren telah menyelesaikan masalah Perusahaan Fox Group dalam waktu hitungan menit padahal sudah hampir 1 minggu Ariel menunda-nunda nya.
"strategi? hah...! aku tidak mengerti rencana orang kaya seperti Tuan Ariel, kenapa tidak langsung dibongkar saja? Tuan sudah keren tidak perlu berlagak keren". dumel Vivi
Vivi mendumel dengan Rencana Ariel yang berhasil kini langsung menggemparkan Opini publik, mereka menyanjung-nyanjung Tuan Muda Fox Group yang sangat hebat bisa menyelesaikan masalah Perusahaan dengan baik.
.
__ADS_1
.
.