Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 11


__ADS_3

.


.


.


Frans berjabat tangan dengan pemilik Perusahaan terbesar di Thailand yang lancar bahasa mandarin dan tidak terlalu lancar bahasa inggris hingga harus butuh seorang penerjemaah.


Arif sampai tak bisa berkata-kata saat Frans begitu lancarnya menggunakan bahasa Mandarin, bahkan penerjemah pun sepertinya tidak ada gunanya diantara mereka.


dan sekali lagi Frans berjabat tangan dengan Pria itu, terlihat Frans tersenyum begitu tampan seolah mendapat tawaran yang menggiurkan.


"kita dapat tawaran kerja sama". bisik Frans ke Arif


"benarkah Tuan? ". tanya Arif tak percaya tapi terdengar suaranya begitu bersemangat.


"sepertinya Tuan Thinez sangat menyukai game baru kita". bisik Frans


Arif tersenyum lebar,


"bersiaplah..! nanti diakhir acara dia akan menemui kita lagi dan kau harus menjelaskan Game kita". titah Frans


"tapi saya tidak bisa bahasa mandarin Tuan". cicit Arif.


"bukankah ada penerjemaah? apa gunanya dia". kekeh Frans akhirnya Arif tersadar dan menggaruk kepalanya dengan kikuk.


acara dimulai tapi tampaknya Raisa begitu sibuk dengan kegiatannya menatap Kue-kue cantik itu bahkan mengambilnya dan memasukkan ke dalam kotak khusus yang tersedia lalu berjalan ke tempat Frans dan Arif duduk sambil tersenyum cerah memeluk kotak itu seperti benda berharga padahal hanya kue saja.


Raisa bahkan tidak berniat menggoda tapi dirinya memang sangat senang makan kue, apalagi kue nya lumer di mulut, senyumnya yang menawan itu tentu dilirik oleh seorang Pria yang juga pengusaha ternama di Indonesia, posisi nomor 2 setelah Player Game.


"ada apa Tuan Arga? ". tanya asisten Arga yang seperti teman bagi Arga.


"kau lihat gadis itu Zo? ". lirikkan Arga membuat Ezo melihat ke arah tatapan Arga.


"apa dia gadis Indonesia? ". gumam Ezo


"sepertinya memang orang Indonesia". balas Arga tersenyum tipis.


"tapi Tuan.. anda tidak lihat Tuan Thinez tadi berbicara dengan Tuan Frans". Ezo


"biarkan saja..! game nya memang bagus kan? pantas lah dilihat oleh mereka". balas Arga dengan santai.


Ezo hanya menganga lebar dan berdecak tak percaya, Arga tidak terlalu merasa bersaing dengan Perusahaan Frans karna menurutnya Perusahaan Frans itu sangat hebat dan pantas menyandang posisi Perusahaan Game terhebat nomor 1 di Indonesia.


Arga masih menatap Raisa yang kembali terhenti dan celingukan seperti seorang pencuri mengambil 3 kue cantik berbentuk hati. hal itu membuat Arga mengeluarkan suara tawanya hingga Ezo ngeri mendengar atasannya tertawa.


Raisa berlari dengan senyum manisnya itu ke arah bangku Frans, Raisa sudah biasa mengenakan heels 7 centi karna sudah hampir 4 tahun bekerja di Perusahaan Frans.

__ADS_1


"sudah? ". tanya Arif dan Raisa tersenyum cerah memeluk kuenya.


"kue itu tidak akan bisa kamu bawa pulang". ledek Arif


"aku makan dikamarku kok". jawab Raisa memeluk erat kue nya.


"tidak akan ada yang mengambil kue mu? dasar aneh". ejek Arif


Raisa memanyunkan bibirnya lalu Arif membisikkan bahwa Perusahaan Besar Thailand menawarkan kerja sama dengan mereka hingga Raisa berdecak kagum, dan tentu saja ia sangat siap saat diakhir acara nanti membantu Arif menjelaskan game barunya itu.


Frans naik ke mimbar acara dan menyampaikan sepatah dua kata dalam bahasa Perancis, Raisa terus saja mendengarkan Frans walau tidak mengerti tapi tangan dan mulutnya bekerja memakan kue-kue cantiknya, Arif hanya bisa menggeleng kepala melihat kesenangan Raisa yang suka sekali makan kue.


tak berapa lama kemudian Tuan Argantara si Posisi Perusahaan Game nomor 2 di Indonesia dipanggil dan Frans telah duduk, Arga melihat ke arah Raisa yang terpaku dengan memegang kue didekat mulutnya sementara mulutnya terbuka lebar dan matanya menoleh kiri-kanan dan belakang seolah mencari orang yang ditatap Arga.


Raisa memasukkan kue itu ke dalam mulutnya, "apa dia Doyan laki-laki? ". batin Raisa menebak sebab sebelah kiri-kanan dan belakang Raisa laki-laki semua.


"kamu kenal Tuan Arga? ". tanya Arif ke Raisa


"enggak". jawab Raisa


"aku merasa Tuan Arga melihatmu". bisik Arif.


"awalnya aku pikir begitu tapi aku rasa tidak, dia melihat Pria dibelakangku". bisik Raisa


Arif membekap mulutnya syok, "benarkah? ". bisik Arif dan dengan cepat Raisa mengangguk seolah hal itu paling benar.


Frans memicingkan matanya melihat arah mata Tuan Arga itu, Frans tentu tau tatapan itu ke Raisa yang seolah tidak menyadarinya padahal memang tidak sadar.


.


.


Tuan Thinez bersama penerjemahnya pun mendatangi Frans, Arif menjelaskan detail game nya dengan bahasa Indonesia dan Raisa juga ikut membantu saat Arif kehabisan kata-kata seolah mereka sudah dilatih padahal baru pertama kali mereka berbicara dengan orang hebat.


Tuan Thinez mendengarkan perkataan si Penerjemahnya dengan baik lalu mengangguk serius.


Frans tersenyum puas dengan penjelasan mereka, Tuan Thinez memuji kekompakan orang yang dipercaya Frans. Arif dan Raisa seperti sudah profesional saja bertemu dengan orang hebat bahkan terlihat tidak gugup. sebenarnya Arif gugup tapi karna ada Raisa tertutupi.


.


"bagaimana Tuan? ". tanya Arif


"mereka akan datang ke Indonesia membicarakan kerja sama dan akan langsung Kontrak jika cocok". jawab Frans


Arif begitu senang bersama Raisa, mereka berpegangan tangan dan melompat-lompat seperti anak kecil hingga Frans terkekeh.


"ayo kita makan..! kalian sudah bekerja keras". ajak Frans

__ADS_1


mereka berdua dengan senang hati mengikuti Frans, lalu makan bertiga disudut Ruangan makan yang telah tersedia.


"Tuan? ". panggil Arif


"hmm? ". sahut Frans


"apa Tuan Arga Pria Normal? ". bisik Arif dengan hati-hati


Frans melirik Raisa yang begitu sibuk dengan makanannya, terlihat sekali Raisa cukup kesulitan menggunakan pisau dan garpu itu.


"aku tidak kenal dia". jawab Frans membuat Arif mengangguk.


Frans mengambil piring milik Raisa lalu Raisa hanya mematung dengan garpu dan pisau mengenai meja tapi tidak bolong, ia tidak menyangka Frans akan mengambil piringnya.


Arif melihat apa yang Frans lakukan, ia tentu tau kalau Frans itu baik dan Arif menebak pasti Raisa senang karna setiap perempuan yang ada di Perusahaan Player Game begitu mengidolakan Frans sebagai Bos tiada duanya.


Frans tidak bicara sama sekali lalu memberikan piring milik Raisa yang telah ia potong-potong, hingga Raisa tersenyum lebar mengucapkan terimakasih pada Tuannya.


"hmm". jawab Frans terlihat tidak terlalu peduli dengan ucapan Raisa.


"Tuan Sempurna". batin Arif tersenyum.


Arif saja laki-laki sangat menyukai pribadi Frans, jadi menurutnya wajar semua perempuan di Perusahaannya menyukai Frans. bahkan jika Arif perempuan Arif pasti akan sangat menyukai Frans.


.


Raisa dan Arif menunggu Frans, tak berapa lama mereka menunggu akhirnya Frans datang membawa 2 kotak kue dan Makanan ringan lalu memberikannya ke Raisa dan Arif hingga mereka senang.


"ayo kita pulang..! besok kita bisa tidur puas". kata Frans


Arif tersenyum semangat begitu juga Raisa malah mengintip kue nya hingga tak sadar wajahnya menabrak punggung Frans.


"aduh..! ". Raisa mengelus keningnya.


beruntung kue nya tidak rusak karna Raisa tadi sempat menurunkannya tapi saat pandangannya sudah begitu dekat dengan punggung Frans tentu ia tidak bisa menghentikan langkah kakinya. alhasil menabrak punggung kokoh bos nya itu.


.


.


.


haha.. gemes...!!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2