
.
.
.
Varel berkata dengan nada lembut hingga yang mendengar suara Varel meleleh.
"aku menciptakan sebuah lagu yang akan aku persembahkan untuk istriku saat ini".
Shila tersenyum manis, ia merasa terharu dengan perlakuan Varel yang sangat mengistimewakannya, hingga banyak perempuan yang iri padanya.
baik Shila maupun Vivi adalah perempuan yang posisinya paling begitu di irikan oleh semua wanita, banyak beberapa wanita kelas atas mencoba menjilat Shila supaya kecipratan keberuntungan seperti Vivi dan Vika.
setiap orang yang dekat dengan Shila pasti akan bahagia, seperti, Vivi, Vika, Ujang, Aji, Joko, Anton semua bahagia karna dekat dengan Shila seolah keberuntungan itu memang ada, tapi Shila tidak mudah untuk didekati.
Nando dan Izal tidak terlalu dekat dengan Shila karna takut Varel cemburu, sudah tau Varel cemburuan.
"terimakasih". ucap Shila bertepuk tangan mengangkat gaunnya dan memeluk Varel dengan haru.
"iya sayang..! kamu mau main Piano? ". tanya Varel dengan lembut
Frans, Izal dan Nando memutar bola mata mereka dengan malas seolah dunia hanya milik mereka (Varel dan Shila) saja.
Shila duduk ditengah-tengah Varel, Varel tampak serius meraba jemari lentik Shila untuk menekan not not Piano dengan baik, betapa bahagianya Shila saat ia menguasai beberapa lirik.
"aku berhasil Suamiku..! haha". Shila berbalik dan memeluk Varel.
Varel terkekeh gemas, "janjiku bermain Biola akan segera aku penuhi".
"Suamiku bisa bermain Biola? ". tanya Shila tak percaya
"tentu saja..! sudah aku bilang aku menguasai banyak hal". jawab Varel tersenyum smirk.
Shila tersenyum lalu berbalik badan kembali ia menekan not-not Piano dengan 11 jari alias 1 jari telunjuk kanan satu jari telunjuk kiri hingga Varel gemas.
"ayo pegang jariku sayang!". pinta Varel
Shila menimpa jari-jari Varel dan mengikuti cara Varel menguasai semua not-not itu dengan kesepuluh jari tangannya.
.
"sudahlah..! sepertinya pesta dansa kita-kita saja". decak Ramon
Frans dan yang lainnya terkikik geli, "dunia mereka yang punya".
__ADS_1
Nando tersenyum, ia merasa ikut senang kebahagiaan Varel telah lengkap setelah menjadikan Shila istrinya.
"aku yakin Shila tidak akan menyesal telah memilih Tuan Varel dari pada Karirnya".
"ya ampun... ya Iyalah..! secara Tuan Muda Varel itu adalah uang, dari ujung rambut sampai ujung kaki semua nya uang, jika aku berada di posisi Shila aku tidak akan bekerja".
"Tuan Varel sempurna tapi Shila juga sempurna, entah bagaimana rupa anak mereka nanti".
beberapa tamu undangan tampak sibuk bergosip sementara Shila dan Varel sibuk dengan dunia Piano mereka.
.
Ariel membawa Vivi memperkenalkan Vivi sebagai calon Ibu anak-anaknya, walau mereka semua sudah tau tapi hati Vivi merasa bahagia seolah Ariel tidak malu memperkenalkannya pada Rekan-rekan hebat Ariel.
"istri anda manis sekali Tuan".
"dia tampak imut".
"selera anda yang seperti anak kecil ya Tuan? ".
mereka semua memuji Vivi yang malu-malu memeluk Ariel menyembunyikan wajahnya dibelahan dada sang suami, Ariel begitu gemas merangkul pinggang Vivi.
mereka tentu tau ada alasan mengapa Pria seperti Ariel jatuh cinta pada Vivi, mereka seorang pembisnis pasti ada pesona Vivi jika tidak? mana mungkin Ariel bisa tunduk pada Vivi.
tidak ada yang mencela Vivi setelah Vivi dan Ariel mengadakan pesta besar 2 minggu yang lalu, bahkan orang-orang yang membuli Vivi disikat habis oleh Ariel.
"iya kalian benar..! aku menghindari perintah Ramon dan merelakan perusahaanku bangkrut tapi apa boleh buat saat takdir memaksa ku datang ke kota ini lagi? Anakku bahkan bekerja keras saat aku sakit parah". Suryo menggeleng-geleng kepalanya.
"anda harus bangga Tuan, demi anak seperti Nona Shila aku rela mengorbankan 100 anak kandungku dengan ditukar 1 anak adopsi yaitu Nona Shila".
Suryo tertawa mendengar segala decak iri mantan rekan-rekannya yang begitu kagum pada Suryo bisa mendapatkan putri cantik dan baik hati seperti Shila.
Ujang dan Aji hanya tersenyum, mereka memang mengakui Shila sangatlah baik tak berbeda jauh dengan Suryo. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, mereka yakin Mama Shila akan bahagia dialam sana.
seorang Pemuda tampan tiba-tiba masuk membuyarkan kesibukan semua orang, Pria itu berjalan diikuti satu Pria tampan lainnya berpakaian formal terlihat begitu gagah.
"kenapa hening? ". gumam Shila mengedarkan pandangannya hingga matanya melebar melihat semua orang memberi jalan pada 2 orang Pria.
"ckk..! kenapa dia harus datang? ". gerutu Varel dimana Rival Cintanya datang.
"abanggg? ". pekik Shila begitu senang
Dr. Leon tersenyum tampan, ia kembali setelah beberapa bulan menghabiskan waktu di luar negri dan kali ini ia kembali demi Shila yang menganggapnya Abang nya.
Shila berdiri dan mengangkat gaunnya, ia berlari kecil ke Dr. Leon,
__ADS_1
"abang..? Ya Tuhan..! aku pikir abang tidak akan datang". Shila begitu bahagia memeluk Dr. Leon
sementara pria lain yang mengikuti dokter Leon adalah asistennya, dokter Junior yang setia mengikuti Leon karna menurutnya Leon adalah dokter Senior yang patut untuk di panuti olehnya, ia kaget melihat Leon membiarkan ada perempuan yang memeluk Leon.
sejak dulu Leon adalah dokter yang ramah tapi sejak Cinta pertamanya gagal ia takut patah hati lagi hingga memilih menutup hati pada wanita manapun, hingga membentuk kepribadiannya menjadi dingin dan tak tersentuh, itu sebabnya Asisten dokter itu kaget melihat Shila dibiarkan saja memeluk Dokter panutannya itu.
"maaf abang terlambat dek..! ". Ucap dr. Leon tersenyum simpul melihat wajah masam Varel.
"kamu tidak sadar suamimu cemburu hmm? ". kekeh Dr. Leon.
Shila menurunkan tangannya lalu tersenyum kikuk ke Suaminya, "maaf suamiku..! hehe.. kan kamu tau Dokter Leon adalah Abangku yang telah banyak membantuku dan Papaku saat itu".
Varel berdiri dan berjalan ke arah Shila, "aku tau sayang, aku berusaha menahan diri untuk tidak meninjunya karna aku tau jasa-jasanya".
tidak tau saja banyak para tamu undangan begitu syok melihat hal itu, Dr. Leon adalah sepupu jauh Varel tapi tak pernah muncul hingga kini muncul didepan semua orang ternyata Dr. Leon pergi karna kalah bersaing dengan Shila yang mencintai Varel.
"ini kadomu dek". Dr. Leon memberikan kado nya yang kecil ke Shila
"terimakasih bang! ". ucap Shila tersenyum manis.
Dr. Leon dan Varel saling bertatapan hingga orang lain merasakan tatapan sengit mereka semua, jujur saja Dr. Leon sudah melupakan perasaannya pada Shila tapi ia tidak terima jika Varel mempermainkan adiknya suatu saat nanti.
Dr. Leon turun mencari Suryo, mereka tampak begitu akrab hingga banyak wanita-wanita mencoba mendekati Leon, selain Frans, Nando ada Pria mempesona menjadi incaran wanita berkelas yaitu Dr. Leon.
"suamiku? ". panggil Shila
Varel menoleh ke Shila dan berubah lembut, "iya sayang".
"suamiku tidak marah kan?". tanya Shila dengan nada memelas
Varel tersenyum, "tidak sayang..! aku hanya perlu menekan rasa cemburuku supaya tidak mengekangmu dekat dengan abangmu, bagaimanapun kamu sudah menjadi istriku dan aku akan buat kamu hamil 7 anakku"
Shila membelalak, "a.. apa? ".
Varel tertawa memeluk Shila mencium sayang kening Shila yang tampak pucat membayangkan ia punya 7 anak kecil yang mirip Varel. bagaimanapun Shila masih muda memiliki sisi polosnya sendiri.
.
.
.
Dr. Leon comeback.. wkwk..
.
__ADS_1
.
.