Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
pengakuan


__ADS_3

.


.


.


"mau apa kalian? sana pergi..!! ". usir Varel


Jack seolah pura-pura tak dengar ia malah asik menatap Shila tanpa berkedip hingga Varel mulai menghalangi tatapan Pria itu.


"matamu mau aku congkel? ". tatap tajam Varel


"hehe...! ". Jack berlari dari Varel betapa geramnya Varel.


semua rekan-rekan Jack malah cekikikan melihat ketua mereka berlari-larian dengan Varel hanya karna perempuan, sementara yang mereka perebutkan sedang bercanda ria dengan Jessy.


"Shilaaa? ". teriak Vivi


"hehe.. hai.. kakak ipar? ". goda Shila


Vivi berjalan cepat ke arah Shila lalu memeluk gadis cantik itu dengan erat hingga Shila tertawa mengejek perut buncit Vivi.


"kamu nginap Shila? ". tanya Vivi berbinar


"iya kak, sesuai perintah kakak". jawab Shila


"kita tidur bertiga! ". seru Jessy


"setuju! ". sahut Vivi dan Shila semangat.


.


Varel dan Ariel sedang berkumpul bersama Jack, Nando, Frans serta Izal.


"ada apa ini? apa sedang mengadakan Reunian mendadak? ". tanya Frans heran


"ada apa sih? ini siapa? ". tanya Izal menunjuk Jack


Jack diam saja karna ia cukup kenal Izal yang seorang Sutradara terkenal.


"diamlah..! aku mau bicara serius". ketus Ariel


Varel diam dengan wajah datarnya, Jack melihat Ariel dan Varel bergantian sungguh melihat Tuan mudanya ada 2 benar-benar seperti bermimpi.


"cepat katakan! ". titah Varel dengan dingin


"diam kau! ". ketus Ariel


"ada apa? katakan saja kami tidak ingin mendengar perdebatan kalian". gerutu Nando dapat tatapan tajam dari Ariel maupun Varel


.


"Jefri Nikon adalah Pria Tua yang membeli ginjalku untuk anak perempuannya, caranya benar-benar membuatku marah bahkan membayarku hanya 200 Juta padahal harga ginjal tidak semurah itu, aku marah dan pergi begitu saja, saat aku sudah kuat aku merampas anak laki-lakinya yang kejam suka menyakiti wanita dan membayar dengan uang yang sama".


semua diam mendengarkan bahkan Jack saja baru tau cerita ini.


"lalu? ". tanya Izal


"apalagi? kami perang dan aku berhasil membunuhnya, sudah jelas aku melihatnya jatuh ke dasar jurang dan mobilnya meledak tapi tidak kusangka dia masih hidup". lanjut Ariel


Varel serius mendengarkan tanpa memotong pembicaraan Ariel sementara Frans mematung mendengar cerita Ariel yang benar-benar sangat menyakitkan, jika Frans diposisi Ariel belum tentu kuat melalui semua itu tapi Ariel bisa melewati kesulitan itu hingga menjadi pribadi yang lebih kuat.

__ADS_1


"jadi maumu? ". tanya Varel


"aku akan hadapi dia". kata Ariel dengan senyum tipisnya


"tidak usah bang, biar Frans saja". sahut Frans


"tidak boleh! ". tolak Ariel tegas


"biar saya Tuan". kata Jack


"dia mengincar Tuan Muda mu bukan kau". ejek Nando


"iya benar". sahut Izal


"aku bisa atasi tapi sampai aku selesai dengan rencanaku, aku berharap kalian bisa membantuku". kata Ariel dengan serius


"biar aku yang lakukan..! kau urus saja Perusahaan Ms. Paramastriku". ucap Varel tiba-tiba hingga semua mata melihat ke arahnya


"kau tidak perlu mengasihaniku". ketus Ariel


"siapa bilang? kau akan aku hajar membuat bangkit Perusahaanku, bukankah adil? kau memanfaatkan aku dan aku juga memanfaatkanmu? ". jawab Varel


Ariel tampak berpikir, "kau yakin? ".


"hmm". balas Varel


"jangan gegabah bang..! abang tidak pernah berhubungan dengan mafia". peringatan Frans


"Tuan muda lebih kejam dari yang kamu bayangkan Frans". kata Nando


"benarkah? tapi keliatannya bang Varel lebih lemah dari bang Ariel". gumam Frans


pletakk...!


Ariel hendak memukul Varel namun ditepis oleh Varel, "jangan berani kau memukulku? ". ketus Varel


"kau melukai adikku! ". bentak Ariel


Frans langsung berpindah tempat bersembunyi dibalik punggung Ariel hingga yang lainnya hanya geleng-geleng kepala berbeda dengan Jack yang melebarkan mata saja.


.


"pusing kepalaku mendengar perdebatan kalian". gerutu Izal


"hmm.. ". kekeh Nando


Frans diam melihat ke atas langit-langit kamarnya hingga Nando dan Izal melihat kearahnya.


"kenapa? ". tanya mereka serentak


"apa bang Ariel memang semenderita itu? aku udah tebak dia hidup dalam penderitaan tapi tidak ku sangka disaat kami sibuk kuliah dia malah sibuk mencari uang untuk mendapatkan ginjal baru untuknya". gumam Frans


"iya juga tapi aku selalu kesal jika melihat Ariel dan Varel bersama..! mereka seperti cahaya dan bayangan yang selalu bertengkar". jawab Izal


"iya juga". Nando membenarkan perumpamaan Izal.


.


ke esokan harinya


sesuai dengan janji Varel pada Ariel, Varel menggantikan posisi Ariel di Perusahaan Fox Group sementara Ariel menjadi CEO di Perusahaan kecantikan milik Varel yang baru saja berdiri beberapa minggu yang lalu.

__ADS_1


"kenapa Tuan menggantikan Tuan Ariel?". tanya Nando penasaran


"kau pikir apa? ". tanya Varel


"jika alasannya untuk membuat Perusahaan anda terkenal itu tidak mungkin karna saya percaya kemampuan anda Tuan". jelas Nando


"kau cukup pintar". kata Varel


Nando berubah datar, "Tuan aku sudah pintar sejak dulu bukan cukup pintar".


"aku hanya membantunya, setidaknya aku sedikit lebih licik darinya yang gegabah". jawab Varel dengan angkuh


"apaa? segitu dibilang gegabah? ". tanya Nando tak percaya akan ejekan Varel


"dia suka bermain-main, aku yakin Pria Tua itu akan dijadikan mainannya terlebih dahulu baru dibunuh". jawab Varel


"jadi maksud anda Tuan? ". Nando menebak dan Varel menatapnya hingga Nando bisa tau tujuan Varel.


"apa Nona Shila tidak akan marah Tuan? ". tanya Nando


"huuh..! aku harus buat pengakuan padanya, jika tidak? aku tidak akan bisa dapat maaf darinya lagi". Varel memijit pelipisnya


"maksud Tuan? apa Tuan hanya dapat maaf sekali?". kekeh Nando ditatap tajam oleh Varel hingga Nando terdiam


"jadi benar Tuan? cuma dapat maaf sekali? ". tanya Nando tak percaya


"jika aku tidak jujur ataupun tidak percaya padanya maka saat itu juga dia akan mengakhiri hubungan kami". jawab Varel dengan serius


Nando tercengang, "semudah itu? ".


"diamlah..! aku sedang memikirkan cara untuk mengatakannya secara langsung padanya". ketus Varel


.


Shila bersidakap dada menatap Varel yang kini meloncat naik ke kamarnya, Shila sudah tak terkejut lagi dengan kedatangan Kekasihnya itu.


"apa? ". tanya Shila dengan malas


"sayang.. aku ingin jujur padamu". Varel mendekat memegang tangan Shila


Shila berubah serius, "jujur apa? ".


"kita duduk ya? ". pinta Varel dibalas anggukan oleh Shila.


Shila mendengarkan cerita Varel sampai ia marah dengar kebenaran itu, tak disangka Pria itu begitu jahat hingga dicabik-cabik saja tidak cukup bagi Shila apalagi Ariel yang mengalaminya.


seketika Shila menangis mendengar alasan Varel yang ingin menggantikan Ariel, ia memeluk Varel dengan manja seolah kemarahannya selama beberapa hari telah hilang tanpa tersisa.


"kalau begitu kita hadapi bersama". kata Shila


"sayang? ". protes Varel


Shila mengalungkan tangannya dileher Varel dan menciumnya, Varel memeluk pinggang Shila malah memperdalam ciumannya karna sudah lama sekali rasanya Varel tak dapat menikmati bibir pujaan hatinya itu.


"aku mohon percayalah Om..! aku tidak akan menjadi beban untuk om". kata Shila menangkup rahang Varel dengan tatapan lembutnya.


Varel mendekap erat tubuh Shila, ia seperti makan buah simalakama jika tidak jujur Shila akan marah besar hingga hubungan mereka akan menjadi taruhannya tapi jika Varel jujur Shila akan bersikeras membantunya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2