Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menunda


__ADS_3

.


.


Vivi lega mendengar kabar bahwa dirinya tidak dipecat oleh Fox Entertainment karna berani masuk ke dalam pelukan Ariel, sungguh Vivi bukan sengaja melakukannya jika boleh Vivi memilih, maka ia akan dengan senang hati memilih jatuh tersungkur dengan lutut berdarah dari pada mengenai tubuh berharga Penguasa Fox Group.


"sudah kak..! jangan menangis lagi". kekeh Shila dapat dengusan oleh Vivi


"jika saja kamu tidak minggir hari itu mungkin aku akan baik-baik saja, aku hampir saja mati didalam kamarmu Shila". gerutu Vivi


"sudah.. hari ini aku harus syuting dengan siapa? Desi ya? ". tanya Shila dibalas anggukan oleh Vivi


"siapa Desi ya kak? kenapa aku baru tau di dunia modeling ada model namanya Desi?". tanya Shila penasaran


"entahlah, aku juga penasaran karna aku dengar tadi di gosipin kru kerja, wanita ini masuk lewat belakang". bisik Vivi


"apa maksudnya kak masuk lewat belakang? ". tanya Shila berbisik pula


"katanya Desi ini memikat Pak Jossy hingga bisa masuk dalam iklan ini". jawab Vivi


Shila mengerutkan keningnya, "benarkah? setauku Pak Jossy bukan tipe orang yang bisa dipengaruhi". Shila menggaruk kepalanya yang tak gatal


"dasar bodoh..! cara dia menatapmu saja sudah bisa aku tebak, dia mungkin keliatan ramah tapi dia itu tamu VIP Klub malam". bisik Vivi


Shila melebarkan matanya, "benarkah? ".


"hmm.. bayangkan saja banyak wanita-wanita yang rela menggoyang pingg*lnya diatas tubuhnya, diam-diam dia itu penjahat kelamin Shil". bisik Vivi


Shila terdiam mendengar cerita Vivi, ia penasaran sosok Desi itu.


"dimana Desi ini? memang sepopuler apa dia hingga berani membuat seorang Nona Muda Fox Group menunggu". kesal beberapa kru dengan marah


"apa ada model bernama Desi? kenapa bisa ada model amatiran disandingkan dengan Model Shila? Shila sudah profesional kan? ". kesal yang lainnya


"ada apa sebenarnya ini? kenapa wanita bernama Desi ini belum juga muncul". geram yang lainnya sudah berkipas-kipas kepanasan padahal ruangan berAC.


.


tak berapa lama kemudian seorang wanita seksi dengan penampilan super seksinya datang berlenggak-lenggok memakai kacamata hitamnya.


Shila melihat ke arah tatapan Vivi yang terlihat tidak senang, ia menaikkan sebelah alisnya melihat Desi.


"apa itu namanya Desi? ". tanya Shila


"hmm.. dia si jal*ng baru pak Jossy". kesal Vivi


Shila menatap tajam ke arah Vivi yang hanya dibalas kekesalan oleh Vivi, Vivi sangat tau Shila memperingatinya untuk berhati-hati dalam berbicara terutama menyangkut nama baik seseorang.


Desi berjalan ke arah Shila, jika wajah memang sangat cantik Shila namun jika baju Seksi menang Desi, tidak tau saja tubuh Shila juga sangat bagus namun sering memakai baju santai kecuali diacara-acara penting barulah Shila berpakaian ketat namun masih sopan tidak memperlihatkan asetnya hanya lekuk tubuhnya saja yang sangat seksi mungkin mirip gitar spanyol, itu sebabnya Pak Bangkara begitu menggilai Shila saat itu.

__ADS_1


"perkenalkan namaku Desiana". ujar Desi melepaskan kacamatanya menatap Shila sambil mengulurkan tangannya


Shila mengangguk dan berkata, "namaku Shila".


"mohon bimbingannya kakak senior". kata Desi dibalas senyuman oleh Shila


semenjak saat itu Desi lumayan terkenal berkat syutingnya bersama Calon penguasa Fox Group, walau bukan idola tapi setidaknya Desi kecipratan kepopuleran Shila karna membintangi iklan pertama kali bersama Shila yang sudah terkenal.


.


dalam waktu 3 bulan ia berhasil mendapatkan nominasi sebagai Aktris terhot karna sering main film dewasa 21+ keatas, berbeda dengan Shila yang memang sangat populer karna ikut ajang pencarian bakat Putri Indonesia, ditambah lagi Shila kekasih Varel dan Film pertamanya dengan Varel membuat Shila begitu membumi (terkenal).


"kamu yakin tidak mau ikut acara itu Nona Shila? ". tanya Heri (direktur Agensi Fox Entertainment).


"tidak bisa pak..! maafkan saya, saya ingin fokus dengan kuliah". jawab Shila sambil tersenyum


"berarti karir kesuksesan mu bisa saja akan diambil oleh Wanita bernama Desi itu ya? ". Heri


Shila terkekeh, "tidak masalah Pak".


"saya rasa tidak mungkin Pak, saya yakin jika Shila Comeback nanti pasti akan kembali terkenal karna dia bukan mengundurkan diri hanya menunda pekerjaan saja". sahut Vivi dengan senyum tulusnya.


"benar sekali, Nona Shila memiliki warna nya sendiri". jawab Heri mengakui


Vivi tersenyum menatap Shila, ia benar-benar sangat beruntung memiliki atasan seperti Shila, ia tidak membutuhkan atasan yang lebih baik lagi dari Shila.


.


"kenapa kak? ". tanya Shila


"bagaimana pekerjaanku? ". tanya Vivi sambil tersenyum membuat Shila terkekeh karna tau isi otak kecil managernya itu.


"tau kak..! kakak istirahat kan boleh ya? pergi saja ke Bandung untuk bersenang-senang kan? ". tanya Shila


"aku beri kakak liburan selama 3 bulan lah ok? ". Shila


"gajiku? ". tanya Vivi tersenyum lebar.


"iya.. iya.. aku akan tetap mengirimu pesan fotoku supaya kamu bisa up dengan akun sosmed di ponsel khusus mu kan?". jawab Shila dengan bibir mengerucut


"aaah.. terimakasih Shila kamu benar-benar sangat baik dan pantas saja Tuan Varel begitu menggilaimu". kekeh Vivi


Shila tersenyum saja sambil menggeleng pelan kepalanya akan tingkah Vivi yang suka menggodanya.


"bilang saja kamu mau lari dari Om Ariel". ejek Shila


"tidak... siapa bilang?". jawab Vivi tak terima padahal memang begitu kenyataannya.


"tapi Shila aku penasaran akan sesuatu". kata Vivi serius

__ADS_1


"apa? ". tanya Shila dengan tenang


"apa Tuan Ramon dan Nyonya Jessy tidak menyadari kalau yang ada di Rumahnya itu bukanlah Tuan Varel? ". tanya Vivi penasaran


Shila terkekeh, "mereka sudah tau". jawab Shila


"a.. apa?? ". pekik Vivi kaget hingga hampir memutar setirnya untuk berhenti tapi tidak jadi.


"ckk.. hati-hati kak, bahaya". peringatan Shila


"eeh.. iya Shil.. maaf.. maaf aku hanya kaget, jadi keluarga Tuan Varel sudah tau? sejak kapan? ". cecar Vivi


"sudah lama juga". jawab Shila dengan santai


"tapi Shila beberapa bulan yang lalu aku mendengar Tuan Varel hendak membawamu jalan-jalan ke Luar negri untuk merayakan ulang tahunmu ya? ". tanya Vivi


"dari mana kakak tau? ". tanya Shila


"netizen tau semuanya Shila". jawab Vivi dengan datar dan Shila terkekeh melihat itu.


"waktu itu tidak diizinkan oleh Papa, kami merayakan ulang tahun di Rumah saja dan Mommy, Frans serta Papi hanya mengirim kado karna tidak bisa datang". jawab Shila


"kenapa? karna takut diketahui Tuan Ariel? ". tebak Vivi


"hhmm benar sekali". jawab Shila


Vivi mengangguk-ngangguk tanpa berbicara lagi,


.


dihalaman parkiran Rumah Shila,


"kalau boleh tau apa hadiah Tuan Varel Shila? ". tanya Vivi yang kepingin tau tiba-tiba


Shila tersenyum lalu menunjukkan kalungnya hingga Vivi membekap mulutnya dengan ekspresi tak percaya.


"pantas saja kamu tidak mau mengganti kalung itu ya? ternyata pemberian Om kesayanganmu". ejek Vivi dibalas senyuman manis oleh Shila


"dimana Om Tampanku ya? aku merindukannya". kata Shila


Vivi memutar bola matanya dengan jengah, "sekarang kau begitu menggilainya ya? ".


"Kakak tidak tau saja bagaimana manisnya Om Raffan padaku, bagaimana aku tidak semakin jatuh cinta padanya coba? ". kesal Shila lalu senyam-senyum sendiri


Vivi tersenyum karna sangat tau bagaimana pengertiannya Varel pada Shila, siapa yang tidak iri dengan posisi Shila tapi Vivi sadar diri karna bukan siapa-siapa hingga berani bersanding dengan Orang hebat seperti Varel atau Ariel.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2