Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
mak tiri kah?


__ADS_3

.


.


di tempat lain


"kamu kenapa nak? ". tanya Jessy melihat Ariel dalam keadaan kacau


Ariel hendak berlalu namun di cekal lengannya oleh Jessy, "apa? ". tanya Ariel dengan nada cuek


"kenapa penampilanmu kacau seperti ini? apa kamu di perkos* oleh jal*ng?". celutuk Jessy


Ariel melebarkan matanya dan hal itu membuat Jessy terbahak makin saja mata Ariel ingin keluar seakan ingin menggelinding di lantai marmer saja.


"jadi benar kamu di perk*sa oleh wanita jal*ng?". ejek Jessy seakan bahagia membuat Ariel menjatuhkan rahangnya.


"apa dia memang mommy nya anak itu? kenapa dia benar-benar seperti mak lampir? ". batin Ariel merasa wanita didepannya ini adalah ibu tiri Varel


"sana pergi..! bersihkan tubuhmu". usir Jessy membalik tubuh pria yang ia pikir adalah putra kandungnya Varel.


Ariel berbalik pergi sesekali ia menoleh kebelakang dimana ibu kandungnya itu masih menertawainya.


"ibu macam apa yang tertawa melihat anaknya dilec*hkan oleh wanita lain? ". batin Ariel terheran-heran


"bersihkan tubuhmu sebersih-bersihnya Rel, mommy tidak suka bau parfum tante-tante di tubuhmu". teriak Jessy.


Ariel mengendus tubuhnya, ia berlari secepat kilat menaiki tangga hal itu membuat Jessy semakin terbahak.


.


"sayang? kamu kenapa? ". tanya Ramon melihat istrinya tertawa terbahak-bahak


"anakmu Pi, dia dilec*hkan wanita jal*ng". ejek Jessy seolah Anak Ramon bukanlah anaknya senang sekali tawanya.


"benarkah? lalu kenapa kamu malah senang sayang?". tanya Ramon menaikkan sebelah alisnya


"dia benar-benar kacau pi!". gelak tawa Jessy


"kacau kamu tidak takut ada wanita jal*ng yang datang kesini dan meminta pertanggung jawaban anakmu? ". tanya Ramon hal itu membuat tawa Jessy terdiam seketika


"benarkah ada wanita yang berani? aku akan atasi jal*ng itu dengan mudah". kata Jessy


"walau dia mengandung darah keluarga kita? ". tanya Ramon


"hmm..? aku apakan anak itu jika dia memang menyebarkan kecebongnya di rahim wanita jal*ng ya? sepertinya aku keluarkan dari KK boleh juga". ujar Jessy tampak serius


Ramon menjatuhkan rahangnya, "sayang.. dia anakmu".

__ADS_1


"anakku tidak akan melakukan hal serendah itu Pi..! aku sangat mengenalnya, kalaupun ada Wanita jal*ng yang mengaku mengandung anak putraku, sebelum wanita itu sampai ke aku Anakku pasti sudah membereskannya". jelas Jessy tanpa disadari Ariel mendengarnya.


"maksudmu sayang? ". tanya Ramon


"apa kamu pikir aku tidak tau anak kita itu sangat menggilai Shila? hmm? dia sangat mencintai Shila dan tidak akan menduakan Shila apalagi jika dia sampai gagal menikahi Shila". Jessy


"lalu? ". tanya Ramon


"lalu apanya pi? udah jelas Varel yang salah, kenapa dia datang ke lokasi syuting Shila? bukankah mereka sudah berjanji? bahkan Varel suka uring-uringan di kamar karna perasaannya tidak sebanding dengan Shila, Shila tidak mencintainya hanya Varel yang terus berjuang". Jessy menjelaskan dengan kesal


Ariel mendengarnya pun kaget, "jadi benar Shila tidak mencintai Varel? lalu bagaimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih? ". batin Ariel


"sayang.. Varel itu anak kita tapi kenapa tingkahmu malah seperti Shila anakmu hmm? ". tanya Ramon merasa gemas


"aku tidak punya anak yang pembangkang". Jessy bersidakap dada.


"ada apa ini? ". Ariel datang mendengar cekcok mulut kedua orangtua nya.


"akhirnya kamu datang juga, kesini kamu! ". Jessy berbalik lalu melambai-lambaikan tangannya seolah kode untuk Ariel datang.


Ariel datang lalu matanya membelalak saat Jessy menarik telinganya, "apa yang kau lakukan? ". tanya Ariel dengan marah


brakh


"aahhh". Ariel terduduk saat Jessy menendang tulang keringnya


"apaa?? kau? berani sekali kau memanggil mommymu kau hah? kau mau kartu atm mu aku blokir hah? ". amuk Jessy sudah persis seperti mak lampir


Ramon menggeleng kepalanya sambil duduk dibangku sofa.


"kenapa kamu menjewerku? lepaskan telingaku, telingaku terasa mau lepas". Ariel


"apaa? kamu? oh.. kamu benar-benar keterlaluan ya?". Jessy semakin menarik telinga Ariel hingga pria itu meringis kesakitan


"amm.. ampun Mom.. my". pekik Ariel terpaksa memanggil Mommy


Jessy melepaskan telinga Ariel lalu berkacak pinggang, "katakan..! kenapa Shila memutuskanmu? oh... tidak usah sudah pasti kamu yang salah".


Ariel mengusap-ngusap telinganya namun mendengar ocehan mak lampir itu membuatnya ternganga.


"hidup kami tidak sebahagia yang kau pikirkan". kata-kata Varel terngiang-ngiang di kepala Ariel.


Ariel menggeleng kepalanya, lalu Jessy memilih duduk disofa dan menonton TV saat ada iklan Shila, Jessy paling heboh disana seolah Shila itu adalah putri kandungnya.


Ramon berdiri lalu menepuk pundak Ariel, "kenapa kau membuat kesalahan hm? udah tau mommy mu sejak dulu ingin anak perempuan". ejek Ramon


Ariel membelalakkan matanya, "dia tidak ingin kami? lalu kenapa kami dilahirkan? ".

__ADS_1


Ariel mengatakan kami itu adalah Varel dan Ariel tapi menurut Ramon adalah Varel dan Frans.


"karna kami butuh keturunan, mommymu gagal mendidikmu jadi manusia baik tapi Shila adalah gadis baik tentu saja dia sangat menyayangi Kekasihmu, dia ingin anak yang bisa menemaninya ke salon, belanja di mal, beli sepatu, heels, baju, perhiasan dan lainnya kau bisa? ". Ramon terkekeh lalu kembali duduk disamping istrinya.


Ariel melihat Jessy yang begitu gila melihat iklan Shila, "dasar mak lampir mak tiri". gumam Ariel lalu berbalik pergi kembali ke kamarnya saja.


.


selama beberapa hari Ariel di dalam Rumah itu memang diperlakukan seperti anak tiri oleh Jessy, terkadang Ariel penasaran apa Jessy mencurigainya adalah Varel palsu tapi jawabannya tidak.


"mom? ". panggil Ariel


Ariel mendekati Jessy di dapur, sedangkan Jessy hanya melirik sekilas darah dagingnya itu, Jessy tidak merasakan Ariel ini bukan anaknya sebab sama-sama putranya ikatan darah itu bisa dirasakan oleh seorang ibu.


"masak apa? ". tanya Ariel


"masak ayam kecap". jawab Jessy


Jessy berbalik tapi Ariel ada dibelakangnya hingga panci yang ia pegang mengenai tangan Ariel.


"aawww". ringis Ariel


"astagah..! anakku". Jessy meletakkan asal panci tadi dan segera melihat tangan Ariel.


"cepat nak.. kesini! ". Jessy menarik lengan Ariel membawanya ke westafel,


"maafkan mommy nak! lagian kamu ngapaian dekat-dekat mommy? luka kan? aduh lecet deh tangan putra mommy". oceh wanita yang disebut mak lampir mak tiri oleh Ariel


Ariel terdiam kaku, sebelumnya ia terluka sebesar apapun tidak ada yang mau mengobatinya bahkan tidak peduli tapi sekarang mengapa ia ingin menangis saat di rawat oleh mak lampir itu.


.


"mom? ". panggil Ariel


"hmm? ". Jessy melihat ke arah Ariel


"jika mommy punya anak kembar apa yang akan mommy lakukan? ". tanya Ariel tiba-tiba


"apa yang aku lakukan? aku akan mencampakkanmu lalu mengambil anakku yang lain". jawab Jessy apa adanya


"kenapa begitu?". tanya Ariel terkejut dengan jawaban Jessy yang terlalu enteng


Jessy menghela nafas dalam-dalam


"huhh.. sebenarnya dulu mommy pernah bahagia saat dokter mengatakan mommy mengandung anak kembar dan mommy percaya karna perut mommy besarnya tidak seperti wanita hamil anak 1". tanpa sadar Jessy menceritakan masa lalunya dengan nada lirih


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2