
.
.
Varel melirik Shila disampingnya, Shila yang sadar di perhatikan menoleh ke Varel.
"apa Tuan? ". tanya Shila
Varel terkekeh, "peranmu hanya didepan orang sayang".
"tidak bisa..! bisa saja ada alat penyadap disekitar kita". ketus Shila
Varel terdiam, "siapa yang berani menyadapku? ".
"bisa saja Tuan kecolongan". jawab Shila tanpa beban
"yang ada didekatku akhir-akhir ini hanya Kamu, Nando, Izal, Ariel saja. kamu pikir mereka menyadapku? ". kekeh Varel
Shila diam membenarkan kaca mata tebalnya juga memeriksa tompelnya masih terpasang dengan baik atau tidak.
"kenapa kita lewat jalan ini Tuan? ". tanya Shila dengan heran
jalan yang mereka lewati bukanlah jalan yang aman, bahkan jika ada yang membegal mereka bisa saja langsung dibuang ke jurang hingga tidak ada yang tau.
"jalan utama macet sayang, disini lebih cepat". jawab Varel mengelus kepala Shila.
"awas Tuan...! ". teriak Shila
Varel memutar setirnya tiba-tiba hingga bunyi decitan rem begitu memekakkan telinga, ban mobil Varel berputar hingga membelakangi mobil yang tiba-tiba keluar dari persimpangan.
"sial..! pegangan sayang". pinta Varel
Shila berpegangan dengan kuat, ternyata mobil itu memang mengejarnya, Varel menambah kecepatannya yang mana mobil itu semakin gila saja mengejarnya.
"kamu takut sayang? ". tanya Varel
"tidak..! seperti Film laga Romans". jawab Shila masih sempat-sempatnya tersenyum
Varel mengelus kepala Shila singkat lalu fokus dengan laju mobilnya, Varel membelalak saat ada mobil dari depan alhasil ia membanting setir dan masuk ke jurang, sebelum itu ia meminta Shila untuk keluar tapi Shila tidak mau keluar karna Varel yang bersikeras tidak mau keluar.
"sayang.. ku mohon...! ". pinta Varel berteriak
"cepat Om...! kita keluar bersama". teriak Shila
Varel tak habis fikir dengan kekasih hatinya ini yang tidak ada takut-takutnya sama sekali, Shila dan Varel berpegangan tangan dan meloncat keluar lalu menggantung di pepohonan dibalik batu besar.
Varel memeluk Shila dengan erat saat mobilnya meledak terjun bebas beberapa puluh meter kesana, tak disangka jurang itu begitu dalam padahal keliatannya tidaklah dalam.
"om masih kuat bergantung? ". tanya Shila
Varel melihat keatas dimana ada batu menutupi mereka, mungkin Tuhan masih berpihak pada mereka hingga Varel dan Shila selamat, jika dipikir logika tidak mungkin Varel bisa menggantung di batang pohon itu padahal diatas mereka batu.
"dewi keberuntungan berpihak padaku". gumam Varel
Shila menautkan kedua alisnya, "maksud Tuan? ". tanya Shila
__ADS_1
"kamu disebut dewi keberuntungan sayang, berkatmu aku selamat". jawab Varel masih sempat-sempatnya ia tersenyum
Shila memukul bahu Varel, "masih sempatnya tersenyum hah?". marah Shila
Shila memang disebut dewi keberuntungan sebab apapun yang ia lakukan pasti akan terkenal, bahkan Shila tidak perlu memakai topeng saja fans nya tetap banyak walaupun sebagian fans tau Shila gadis Bar-bar.
"kenapa? aku senang dengan posisi kita". jawab Varel
"Om..! dibawah jurang..! om nggak waras ya? setidaknya kalau kita tidak mati pasti patah-patah itu pun kalau memang dewi keberuntungan ada padaku". kesal Shila
Varel terkekeh lalu menggoyang tubuhnya hingga Shila memegang bahu Varel yang berayun-ayun, saat merasa sudah cukup kuat Varel melempar tubuhnya yang memeluk Shila ke tepi batu yang ternyata ada gua.
"aahhh". pekik Shila
"sudah kan? ". jawab Varel sambil tersenyum
Shila memukul dada bidang Varel bertubi-tubi, situasi tidak lucu dibawa bercanda tapi Varel masih sempatnya mempermainkan serta bercanda disituasi ini.
Varel tertawa.
"om udah gila". marah Shila
"tapi ini dimana? ". Shila mengedarkan pandangannya dan melihat gua disampingnya.
"pantas aja ada batu diatas tadi, ternyata ada mulut gua dibalik ini". gumam Shila
Varel bangkit dan menahan tangan Shila, "jangan kesana..! kita disini sampai bantuan datang".
tiba-tiba mereka mendengar perintah dari atas untuk memeriksa mobil itu, ada yang tidak mau karna merasa yakin pengemudi didalamnya sudah mati.
"cepat periksa..! ". teriak Pria berambut merah yang tak lain adalah Jefri.
Varel terpaksa mengikuti Shila, tapi sebelum itu Shila meminta Varel untuk membantunya menutupi gua itu dengan dedaunan disekitarnya.
"udah kan? ayo masuk...!". ajak Shila
Varel dan Shila berpegangan tangan, Gua itu cukup sempit jadi Varel sedikit membungkuk sedangkan Shila juga menunduk.
"kenapa kita semakin jauh sayang? ". tanya Varel yang suara nya mantul.
"diamlah om..! kita ikuti saja lubang ini". jawab Shila
cukup lama Varel mengikuti Shila hingga lubang gua itu semakin kecil terpaksa mereka harus merangkak untuk melewati tempat itu,
"sayang? ". panggil Varel
Shila mengabaikannya hingga mereka melihat gua semakin membesar namun menurun, "aaahhh! ".
"sayang? ". Varel menarik tangan Shila lalu memeluknya
"hati-hati sayang..! ". kata Varel
"iya om..! ". jawab Shila
"kenapa tempat ini begitu bersih ya? ". gumam Varel heran
__ADS_1
"itu yang aku pikirkan om". jawab Shila
"mungkin hewan sering melewati tempat ini". jawab Varel
"iya.. om benar..! jejak kakinya tidak bisa dibohongi". jawab Shila
"kenapa jalan ini makin jauh sayang? ". tanya Varel
"iiissshh.. diamlah om..! kita lewati saja". jawab Shila mulai kesal karna sejak tadi Varel menanyakan hal yang sama.
baju Shila warna cream sudah keliatan kotor begitu juga Varel yang warna maron sudah keliatan kotor sekali, dan terowongan yang mereka lalui semakin menurun hingga Shila dan Varel beberapa kali terguling-guling ke dasar tapi Varel melindungi kepala sang kekasih.
"eeh.. ? ada cahaya om..! " tunjuk Shila semangat
Varel melihat arah tunjuk Shila dan memperingati Shila untuk berhati-hati,
"tenang aja om..! aku tinggal di hutan semua hewan buas mudah aku jinakkan". kata Shila dengan bangga
Varel terdiam lalu mengangguk saja seolah percaya padahal sebenarnya tidak percaya, benar saja saat keluar dari terowongan panjang itu ada hutan lebat yang begitu rindang.
"ini dimana ya om? kenapa aku baru tau ada hutan ini? ". gumam Shila penasaran
"sepertinya kita masuk ke hutan terdalam sayang, aku yakin hutan ini adalah hutan yang sama dimana mobil ku jatuh tadi". jawab Varel
Shila meraba tubuhnya dan tersenyum manis ponselnya ada tubuhnya, alias dikalungin.
"ponsel apa itu sayang? ". tanya Varel dengan gemas
"ini Ponsel buatan Korea Om". Shila memamerkannya.
Varel mengangguk karna ia tau teknologi namun tak disangka Shila membeli ponsel itu dimana orang lain berlomba-lomba beli ponsel Iphone tapi Shila malah membeli merek lain.
"kamu tau hal ini akan terjadi sayang? ". tanya Varel memicing curiga
"kan aku hanya berjaga-jaga om, om aja yang kurang waspada udah jelas dapat peringatan seperti itu".
Varel membenarkan, "mau bagaimana lagi sayang? kehadiranmu membuatku melupakan semuanya".
"dasar tidak waras". kesal Shila.
"ada satu orang yang waras saat jatuh cinta". kata Varel
"siapa? ". tanya Shila
"kamu". jawab Varel
Shila tampak berpikir, "itu pujian atau ejekan? "
Varel terkekeh dan Shila mendelik kesal, menurut Varel semua orang jatuh cinta pasti tidak normal tapi Shila yang jatuh cinta tidak berpengaruh sama sekali.
"tapi apa ada jaringan sayang? ". tanya Varel
DeG...!!
.
__ADS_1
.
.