
.
.
Varel berlari memasuki gedung Restaurant Fox Group, ia mengabaikan tatapan heran semua orang melihat Varel datang lewat pintu depan sementara tadi mereka melihat Varel masuk dan mengantar Pria tampan itu naik ke ruangan yang telah dipesannya.
Varel tiba dilantai 21, ia berlari mencari toilet perempuan hingga akhirnya ia tiba didepan nya tapi tidak berani masuk.
"sayang? ini aku". Varel berteriak dengan nafas terengah-engah
Shila keluar dengan langkah pelan dan Varel berlari ke arah Shila dan menangkup pipi Shila.
"kamu kenapa sayang? kenapa begitu pucat hmm? ". tanya Varel dengan panik
"om.. ada Pria yang mirip dengan om, aku pikir itu om dan aku.. aku.. "
Varel mengerutkan keningnya, "kamu bicara apa sih sayang?". tanya Varel
"Om..? apa om tadi tidak ada disini? ". tanya Shila
Varel semakin dibuat bingung, "aku sejak awal melihat mobilmu sayang, aku mencoba menghubungimu tapi tidak diangkat jadi aku menunggumu didepan mobil tapi kamu tidak ada, bukannya kamu bilang minta dijemput lalu kita sama-sama masuk ke dalam Restaurant kan? ".
Shila teringat hal itu, "lalu tadi siapa? ". tanya Shila dengan lemas
"tadi siapa apa sayang? ". tanya Varel melihat arah lain
Shila memeluk Varel seketika, "om.. bawa aku pergi..! ". bisik Shila dengan nada bergetar
Varel mengangguk, ia tidak peduli dengan ulang tahunnya jika kekasihnya yaitu Shila sebagai gadis yang sangat ia cintai sedang mengalami hal ini membuatnya khawatir dan tidak bisa berpikir hal lain lagi.
Shila pingsan dipelukan Varel karna syok, selama ia hidup di hutan tidak pernah dirinya melihat namanya hantu tapi saat pertama kali ia mengalaminya wajar saja Shila kaget dan jatuh pingsan.
Varel menggendong Shila dan membawanya pergi dari sana, sedangkan seorang Pria yang sangat mirip dengan Varel kini tengah menunggu Shila di Ruangan nya.
Pria itu tersenyum menatap dasi yang menjadi hadiah ulang tahunnya, "hari ini juga hari ulang tahunku dan kado ini untukku". gumam Pria itu semakin menebarkan senyumnya.
__ADS_1
"uuh... betapa manisnya kamu". gumamnya memejamkan matanya sambil bersandar di bangku nya.
Pria yang sangat mirip dengan Varel bagai pinang dibelah dua itu kini merasa terganggu dengan suara ponselnya.
"apa? ". tanya nya dengan geram
"ampuni saya Tuan... saya terjebak dan mobil yang dibawa oleh Tuan Muda Varel bukanlah Tuan Muda Varel melainkan Asistennya Nando".
"kau...? atasi pria itu, awas saja kalian menggagalkan rencanaku..! cari dia..! jangan sampai bertemu dengan Shila". maki Pria itu yang memang sangat pemarah.
"baik Tuan".
"Huh..! ". Pria itu membanting ponselnya namun tidak rusak hanya lecet saja
"apa dia sudah bertemu dengan Shila? oh.. adikku kau tidak bisa hidup bahagia memilikinya, aku akan merebut semua hak yang seharusnya menjadi milikku". desis nya dengan gigi gemeretak.
betapa kagetnya pelayan dan pekerja Restaurant melihat Varel keluar dari Lift sementara mereka yakin tadi melihat Varel berlari menggendong Shila dengan raut wajah khawatir.
"ada apa ini? ". gumam mereka saling pandang
di Rumah sakit.
"sayang? ". Varel bangkit dari duduknya dan menatap khawatir pujaan hatinya.
"dokter...? dokter..? Maharaniku sudah terbangun cepat kalian datang...!! ". teriak Varel menggema, ia lupa ada tombol darurat
Suster yang mendengarnya segera menghubungi dokter dan mereka mendatangi Ruangan Shila, tidak ada masalah serius yang terjadi pada Shila hanya syok ringan saja, tapi memang hanya Varel nya saja yang sangat khawatir dan membuat hal kecil itu bisa menggemparkan 1 rumah sakit saja.
Dokter Perempuan memeriksa Shila dengan sangat hati-hati, Shila melihat ke arah Varel yang tampak begitu cemas seolah Shila saat ini sedang sakit serius saja
"om..? ". Shila memaksa duduk hingga Varel panik dan mendekat segera membantu kekasihnya untuk duduk.
"hiks.. hiks.. " Shila memeluk Varel dan membuat para suster dan dokter berpaling lalu berjalan terburu-buru keluar ruangan itu sampai berebut pintu keluar.
"sayang.. kenapa sayang? ada apa? kenapa kamu bisa pingsan hmm? ". cecar Varel
__ADS_1
"om.. kado ku diambil oleh Pria yang sangat mirip dengan om, aku pikir itu om ternyata hantu.. aku takut dengan hantu Om.. aku tidak pernah mengira mataku ini bisa melihat hantu yang sangat mirip dengan om, aku sangat ketakutan saat hantu itu meraba dan meremas bahu, sampai lenganku". Shila
Varel terdiam lalu melepaskan pelukannya, " apa hantu itu berani menyentuhmu sayang? ".
"iya Om..! hantu". cicit Shila
Varel awalnya penasaran juga marah tapi ia segera menangkup pipi Shila lalu mencium kelopak mata kekasihnya itu, "sayangku.. cintaku.. Maharaniku..! aku akan menjagamu sayang, aku akan mencari Pria yang berani menyamar menjadi diriku, aku berjanji akan mencarinya".
Shila menatap Varel dengan bingung sementara Varel sibuk menyibakkan rambut dan meraba wajah pucat Shila, "itu manusia apa hantu om? apa om bisa melihat hantu?". tanya Shila dengan polos
Varel tersenyum, "aku bisa melihat hantu sayang, hantu manapun tidak akan lolos dariku".
Shila tersenyum seketika, "om bisa menangkap hantu? ". tanya nya berbinar seolah ada harapan baginya untuk berlindung
Varel tersenyum lembut mengecup mesra pipi Shila, "aku akan menangkap siapapun yang berani membuat kekasih istimewaku ini takut".
Shila menebarkan senyum manisnya lalu mengecup pipi Varel, "selamat ulang tahun om! aku akan membeli kado yang baru untuk om".
Varel terkekeh dan mengecup lama kening Shila lalu memeluk Shila dengan mesra mengelus punggung Shila seolah memberi ketenangan disana semua akan baik-baik saja.
mata Varel menatap lurus kedepan, ia teringat kata-kata Nando dan Izal beberapa jam yang lalu dimana Nando mendapatkan bukti namun jawabannya hanya 1 yaitu Varel sendiri, juga Izal mengatakan hal yang sama.
awalnya Varel tidak percaya namun karna kedua temannya itu memelas meminta dipercayai akhirnya mereka bertiga berpencar mengecoh musuh lalu bertukar mobil, namun Varel naik taksi dengan topi hitam menutupi wajahnya, Saat Shila mengatakan melihat hantunya tentu ia terkejut karna kata-kata Shila sama dengan Nando dan Izal yang yakin melihat pria dengan wajah serta penampilan yang sama dengan Varel.
jujur saja Izal dan Nando tidak bisa mengenalinya karna benar-benar mirip dengan Varel, mustahil bagi mereka bisa membedakannya kecuali orang teliti yang sangat mengenal Varel saja yang tau perbedaannya.
"siapa dia? kenapa wajahnya bisa sama sepertiku? apa aku punya kembaran? sepertinya aku harus bertanya pada Mommy dan Papi". batin Varel dengan serius
ia merasa masalah ini sangatlah serius, apalagi pria yang mirip dengannya itu menggunakan penampilannya mendekati kekasihnya, tentu Varel tak terima itu.
.
.
.
__ADS_1