Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
awal dari semua


__ADS_3

.


.


Shila tertidur pulas selama beberapa jam, ia hampir tidak tidur beberapa hari karna rasa pegal di kakinya menggunakan heels.


"nak? ". Suryo mengelus lembut kepala Shila


Shila menggeliat pelan, "hmmm? ".


Awalnya Shila enggan membuka mata namun ia teringat bahwa Papanya sedang berada di RS, sontak saja mata Shila melebar seketika.


"Papa? papa kenapa berdiri? ". tanya Shila panik melihat Suryo


Suryo terbatuk lalu dengan cekatan Shila membantu Suryo duduk disampingnya, Shila juga merapikan rambut Papanya dengan penuh kasih sayang.


"apa kamu lelah nak? tidak usah bekerja ya? Papa akan membayar semuanya nak.. Papa mohon jangan ikut dalam acara itu". pinta Suryo dengan lemah dan lembut.


Shila tersenyum lembut, "Papa bicara apa sih? selama ini Papa bekerja demi Shila dan demi Shila supaya tidak kekurangan Skincare serta ingin Shila sekolah tinggi, Shila melakukan ini belum ada apa-apanya dibanding semua jasa-jasa Papa".


"tapi Papa tidak ingin kamu mengekspos wajahmu nak..! hidup dijakarta ini sangat keras, pasti banyak wanita yang syirik serta dengki padamu". Suryo


Shila tertawa kecil, "Shila bahkan bisa melawan binatang buas, kenapa Shila tidak bisa melawan manusia? ".


"Shila... ". Suryo


Shila memeluk Suryo dengan manja, "Shila mencintai Papa..! bagi Shila papa adalah kehidupan Shila".


Suryo membalas pelukan Shila, "bagi Papa kamu adalah harta berharga Papa yang tidak boleh dilihat orang lain nak.. papa ingin kamu hidup aman dan bahagia".


Shila terkekeh, "papa jangan terlalu posesif ya? Shila tidak akan membuat harta berharga Papa ini lecet walau di lihat orang banyak".


"Kenapa kamu keras kepala sekali nak? tidak bisakah kamu mendengarkan papa? ". bujuk Suryo


"Papa juga bersikeras ingin membayar hutang-hutang Ini dengan kemampuan Papa, Papa sudah berumur sudah saatnya Shila yang bekerja, lagian Shila tidak mengeluarkan banyak tenaga, Shila cuma disuruh berpose, tersenyum dan pandai berjalan dengan heels saja sudah dapat uang banyak Pa". jelas Shila


"nak...? "


Shila mengurai pelukannya dengan Suryo, "Papa pikirin kesehatan Papa ya? hanya itu satu-satunya permintaan Shila".

__ADS_1


Suryo menghela nafas berat, ia menyesal telah bekerja begitu keras hingga dirinya sampai jatuh sakit dan pada akhirnya Shila lah yang menanggung semuanya, sungguh Suryo tidak pernah memikirkan kejadian ini.


"Papa harus sembuh terus kita ke makam mama ya?". kata Shila dengan serius


Suryo teringat istri tercintanya lalu matanya mulai berembun, "baiklah nak..! papa tidak bisa melawan keras kepalamu tapi Papa mohon jangan terlalu memaksakan diri ya? Papa mohon dengan sangat".


Shila mengangguk patuh sambil tersenyum manis dan memeluk Suryo dengan manja.


"Papa berjanji akan sembuh total lalu kita kembali ke desa Nak..! Papa yang akan membayar hutang kita, jangan terlalu memaksakan diri jika tidak menang nak, mereka semua akan bermain kotor dibelakang panggung, sudah Papa bilang kota Jakarta ini sangat keras". peringatan Suryo.


Shila mengerutkan keningnya mendengar perkataan Suryo tapi ia tidak menganggap spele perkataan Papanya itu, tentu saja Shila harus mempersiapkan mental untuk menghadapi kerasnya hidup di kota Jakarta ini.


.


"dokter Leon? dokter dari mana saja? kenapa saya tidak melihat anda? ". tanya Shila melihat Leon akhirnya muncul juga memeriksa keadaan Papanya.


"aku dipanggil oleh Kedua orangtuaku Shila, ya masalah tahta". jawab Leon malas


"tahta? ". beo Shila.


Leon berbinar seketika lalu menjelaskan situasinya, jika dirinya memberi tau identitasnya pada Shila mungkin saja Shila akan tertarik padanya, Leon berpikir Shila tidak akan ikut acara kecantikan itu lagi.


"aku akan memenuhi semua keperluanmu Shila, menikahlah denganku". pinta dokter Leon dengan serius.


Shila menepuk lengan Dokter Leon lalu melenggang pergi meninggalkan Leon yang tercengang.


"apa katanya? aku mengasihaninya? ya Tuhan.. cobaan apa lagi ini?". batin Dokter Leon masih mematung.


lamarannya di tolak, bukannya patah hati malah bengong seperti orang bodoh sebab Shila menganggap lamarannya sebuah lelucon bagi Shila, alasannya tidaklah masuk akal karna rasa kasihan.


"justru aku mengagumimu". dumel Leon dengan pasrah memijit pangkal hidungnya yang berdenyut seketika.


.


"kenapa kamu lama sekali Shila? ". omel Agus


"kenapa kak? bukannya acaranya akan di mulai beberapa jam lagi? ". tanya Shila dengan polos


"Oh God..!! inilah yang membuat semuanya semakin rumit, kapan kamu beli Handphone hah? zaman apa sekarang? kenapa ada makhluk yang tidak punya ponsel? ". gerutu Agus

__ADS_1


Shila nyengir kuda, ia tau fungsi ponsel tapi tidak memiliki benda itu karna ia memang tidak membutuhkannya saat di desa.


"saya tidak punya HP dan tidak ada uang untuk membelinya Kak Agus". jawab Shila dengan wajah polosnya itu hingga Agus ingin sekali meremas wajah mungil Shila.


"cepat kenakan gaun itu, aku membuat gaun khusus untukmu, aku yakin gaun yang kamu pakai akan menjadi sorotan publik". titah Agus mengenyampingkan rasa kesalnya tadi.


Shila dengan patuh mengenakannya lalu dengan cepat penata rias khusus Agus datang dari Paris, ia terpana melihat kecantikan Shila.


"Ya Tuhan..! wajah ini sangat sempurna". decak wanita paruh baya itu dengan bahasa inggris


Shila tersenyum kikuk karna ia tidak pernah dirias,


"apa bisa cepat dandannya madam? ". tanya Agus dalam bahasa indonesia


"tentu saja..! wajah ini seperti bayi tidak perlu memakai bedak tebal untuk menutupi pori-porinya, lihatlah wajahnya tidak ada celah sedikitpun, aku tidak dibayar pun rela menjadi penata riasnya selama acara ini berlangsung sampai selesai". pekik Madam Mirabella yang ternyata menguasai bahasa Indonesia dengan fasih.


Rambut Shila di tata seanggun mungkin, make Up Shila sangat tipis, bahkan bibirnya pun hanya memakai lipglos karna warna bibir Shila sudah merah alami.


"apa ini saya kak? kenapa aneh sekali? ". tanya Shila mendongak ke Agus yang begitu setia menunggunya sampai selesai berdandan.


"kamu ini darling..! jangan buat malu ya? acara sudah dimulai sejak tadi, karna kamu tidak datang jadi aku meminta mereka kamu berada di urutan terakhir, untung saja mereka setuju". decak Agus terkagum-kagum dengan paras Shila.


Shila dibawa oleh Agus langsung kebelakang panggung, wajah Shila yang cantik tentu jadi sorotan orang-orang belakang panggung.


"kita sambut seorang Putri Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat untuk naik ke atas panggung!". seru seorang MC terdengar oleh Shila


"pas sekali". decak Agus menghela nafas lega


"ayo darling..! demi Papamu! ". bisik Agus membuat Shila mengangguk semangat.


Shila memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam-dalam, ini adalah awal karirnya menuju pintu keberhasilan.


tak.. tak.. tak...


Shila berjalan pelan lalu menebarkan senyum tipis nya yang terlihat lebih dewasa, semua mata membelalak melihat Paras Shila, dari 1000 peserta Calon Putri Indonesia, Shila adalah yang paling terakhir namun kecantikannya yang pertama.


Kameramen menyorot paras anggun Shila dari dekat, bukan gaya atau cara Shila berpose jadi sorotan namun kecantikan Shila benar-benar tidak wajar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2