
.
.
Shila datang ke acara Undangan siaran TV.
"selamat datang Shila..? ". sapa Vinne yang pernah menjadi pembawa acara Variety show.
"haii..? sudah lama tidak bertemu Vinne? ". sapa Shila tersenyum lebar
"aaah...? Shila mengenaliku? ". tanya Vinne berbinar
"tentu saja". jawab Shila tersenyum manis
Vinne memekik senang memeluk rekannya Eka.
"waah.. kamu cukup terkenal Vinne". ujar Eka
"hehe.. ". Vinne nyengir
lalu mereka saling berjabat tangan dengan Shila, Karna sudah lama Shila tidak muncul di TV banyak orang yang begitu menanti Acara yang tengah mengundang Shila.
Shila menjawab sapaan semua orang yang ada di dalam acara, ia juga menyapa fans setianya.
"kami ada pertanyaan Shila". kata Eka
"iya". Shila mengambil boneka disampingnya dan memeluknya sambil menyibakkan anak rambutnya kebalik daun telinga.
"kenapa Shila tidak mau ikut acara Miss Grand Internasional tahun ini? ". tanya Eka
"iya Shila, apa ada alasannya? itu adalah jenjang karir yang sangat berlian bagi seorang model". sahut Vinne
Shila tersenyum, "jujur aku tidak bisa karna waktunya tidak pas dengan jadwal kuliahku, aku ingin mempercepat kuliahku supaya cepat tamat". jawab Shila dengan jujur
"bagaimana dengan karir? ". tanya Eka
"hmm.. aku sudah puas dengan karirku, aku tidak ingin serakah akan lebih baik jika kita memberi kesempatan untuk orang lain yang lebih menginginkan Karirnya". jelas Shila dengan jujur
"apa Shila tidak suka modeling? ". tanya Vinne penasaran
"iya Shila, kalau memang tidak suka kenapa jadi model? ". tanya Eka penasaran
"kalau aku boleh jujur cita-citaku mengadu nasib ke Kota ini untuk mendapatkan uang, aku bisa membiayai Pengobatan Papaku yang sedang sakit keras". kata Shila
"setiap orang punya Cita-citanya masing-masing dan terlebih lagi kekasihku tidak mengizinkanku ikut acara itu". sambung Shila lagi dengan senyum manisnya.
"aaaaahhhh". Eka dan Vinne menyadarinya pun berdecak iri
"iya juga mungkin tubuh kekasihnya tidak ingin diperlihatkan ke semua orang". kikik Vinne
"iya.. Tuan Muda sangat posesif ya? haha". sahut Eka
__ADS_1
"apa Shila tidak cemburu melihat dewi Cahyani menjadi perwakilan Indonesia? ". tanya Eka
Shila tersenyum, "tidak..! aku berharap itu baik demi karirnya".
"tapi Dewi Cahyani tidak menang ya? ". tanya Vinne
"iya hanya 15 besar". jawab Eka
"artis luar negri cantik-cantik jika dibandingkan dengan Shila, jika Shila masuk pasti Indonesia bisa masuk 5 besar". kata Vinne dengan bangga
Shila tertawa, "kak Cahyani juga cantik".
"iya kalian cantik-cantik dan juga tinggi". Eka menjawab tersungut-sungut
Vinne tertawa, "apa ada rencana akhir-akhir ini Shila? kenapa kamu tidak muncul di TV lagi? apa ada hubungannya dengan Managermu yang digadang-gadangkan tengah mengandung anak Tuan muda Ariel? ".
Shila terdiam, "dari mana kalian tau itu? ". tanya Shila penasaran
setau Shila hubungan Ariel dan Vivi belum dipublis ke publik tentu ia heran dari mana dapat kabar angin itu.
"Bukankah Tuan Muda Ariel saat-saat ini begitu menarik perhatian para wanita? ". kekeh Eka
"maaf aku tidak bisa menjawabnya". kata Shila menangkupkan tangannya
"kenapa Shila? ". tanya Eka dan Vinne serentak
"apa Manager Shila maaf.. sebelumnya Shila, kami tidak bermaksud menjelekkan managermu, akan tetapi lebih baik jika kamu membersihkan namanya". kata Vinne hati-hati
"iya Shila, semua wanita mengatakan kalau Nona Vivi menggunakan cara curang mendapatkan Tuan Muda Ariel, jika itu tidak benar bisakah kamu klarifikasi Shila? ini demi kebaikan nya juga kan?". Eka
Apa yang dikatakan Eka dan Vinne benar adanya, seharusnya Shila membantu menjelaskan yang sebenarnya supaya nama Vivi tidak tercemar.
"kalian salah..! Pak Ariel yang duluan jatuh cinta pada Kak Vivi". ujar Shila tiba-tiba sambil tersenyum
"hah? ". kaget Eka dan Vinne
"Pak Ariel tidak suka Perempuan Agresif, tidak suka perempuan bar-bar, tidak suka perempuan yang suka mencari perhatian, tidak terlalu suka perempuan seksi dan cantik tapi dia suka Perempuan Imut..! Kak Vivi sangat imut dan aku akui itu apalagi saat dia marah Pak Ariel yang paling senang". kata Shila
Shila menceritakan kepribadian Vivi pada semua orang yang membuat Ariel tergila-gila pada sosok Vivi, hingga Vinne dan Eka mengerti alasan Ariel jatuh cinta pada Vivi.
.
"terimakasih atas bantuan nya Shila..! apa ada kata-kata untuk para fans mu? ". tanya Vinne
"aku harap kalian tidak terlalu mencemaskanku, sebenarnya aku minta maaf yang sebesar-besarnya karna aku ingin mundur dari dunia hiburan". kata Shila membuat semua orang syok mendengarnya
"ap.. apa? ". Vinne dan Eka tertegun bercampur syok
"hhmm.. maaf ya? aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kekasihku, masalah uang kalian tau sendiri kan kalau kekasihku kaya raya". kata Shila tersenyum manis
"waaah... apa Tuan Muda Varel melamarmu Shila??". tanya Eka berbinar
__ADS_1
Shila tersenyum dan mengangguk saja sebagai jawaban padahal Varel belum sempat melamarnya, ia mengatakan hal itu supaya ada alasan untuk mundur dari dunia entertainment yang selama ini membesarkan namanya.
"waah.. ternyata kisah Film mu benar-benar sampai ke dunia nyata ya Shila? bukankah di dalam Film itu kamu juga rela meninggalkan semuanya dan menerima uluran tangan Leo saat itu ya? ". tebak Vinne
Shila tersenyum mengangguk membenarkan semua itu,
"waaahhh.. kalau aku jadi Shila juga akan melakukan hal yang sama, kenapa harus capek-capek bekerja jika suami sendiri seorang Milyader". ucap Eka begitu gemas dan iri
Vinne tersenyum sedangkan Shila hanya tertawa kecil.
.
kabar Shila mundur dari dunia Entertainment cepat menyebar keseluruh kota yang ada di negara Indonesia, mereka menyayangkan umur Shila yang masih muda tapi banyak juga yang iri sekaligus menyetujui alasan Shila.
jika seorang Varel yang melamarnya siapa yang bisa menolak? bukankah menjadi artis itu demi uang? lalu buat apa Shila mencari uang jika Varel sendiri adalah uang.
.
.
"aahhh". Shila menjerit kaget melihat Varel ada dihadapannya,
yang membuat Shila kaget saat ia keluar kamar mandi ada Varel didepan pintu tentu saja ia kaget dan berteriak.
"apa om? ". tanya Shila dengan datar
"kapan aku melamarmu sayang? ". tanya Varel dengan gemas.
Shila memutar bola matanya dengan jengah, "aku hanya berbohong supaya aku bisa keluar dari dunia entertainment, aku harap om mau membicarakannya dengan Pak Heri masalah kontrak".
"baiklah..! apapun yang kamu perintahkan akan aku lakukan". senyum manis Varel menarik pinggang Shila hingga masuk dalam pelukannya.
Shila tersenyum, "apa perlu kita jalan-jalan ke China om? ". tanya Shila berbinar
"bagaimana jika kita ke Cappadocia? ". tanya Varel
"hah? dimana itu? ". tanya Shila
"Turki, aku dengar itu termasuk negara teromantis di dunia". jawab Varel meradu hidungnya dengan hidung Shila.
"terus? Dubai? ". tanya Shila
"itu akan menjadi negara tujuan kita setelah menikah dan membuat calon bayi kita disana". bisik Varel
wajah Shila merah seperti kepiting rebus benar-benar terlihat lucu hingga Varel mengelusnya gemas.
"iiisssh..! ya udah kita kesana, kapan? ". tanya Shila pura-pura mengabaikan perkataan Varel tadi padahal warna wajahnya belum juga normal.
.
.
__ADS_1
.