
.
.
Shila pergi ke Mal bersama Vivi, ia berbelanja seperti biasa.
"mau beli apa Shila?? ". tanya Vivi dengan semangat karna ia baru saja gajian dan gajinya 2 kali lipat dari sebelumnya sebab kesuksesan Shila berimbas pada Fox Entertainment juga karyawan tetap Shila.
"hmm..? beli kado untuk om tampanku". jawab Shila tersenyum manis
"Oh Ya Tuhan..! aku lupa, Tuan Muda Fox Group ulang tahun kan? aku akan menemanimu berbelanja". Vivi merangkul lengan Shila sambil menggerutu karna melupakan moment penting itu.
Ulang tahun Varel adalah besok malam dan papan peringatannya sudah ada dimana-mana, vivi sudah melihatnya tapi tetap saja ia lupa hari ini ulang tahun Tuan Muda impian semua wanita yang ada di dunia ini.
Shila tersenyum manis mengikuti Vivi, Shila mengerutkan keningnya saat dirinya merasa diawasi namun ia menepis pikiran itu jauh-jauh karna ia memang selalu jadi pusat perhatian.
"beli apa Shila? ". tanya Vivi
"dasi". jawab Shila tanpa pikir panjang
"apaa?? cuma dasi aja? apa kamu tidak mau beli jam tangan? ". tanya Vivi memberi saran
"hmm? sepertinya begitu". Shila tersenyum hingga deretan gigi putihnya terlihat menambah kesan cantik Shila hingga beberapa pelayan yang melihatnya tidak tahan untuk tidak memotretnya, tangan mereka begitu gatal memegang ponsel dan memotret shila.
.
sepasang mata melihat gerak-gerik Shila, tatapan itu seolah sedang mengawasi Shila dari jauh, bibirnya tertarik keatas melihat betapa ceria nya gadis milik Tuan Muda Fox Group itu.
"aku akan merebutnya..! hadiah-hadiah itu akan menjadi milikku". seringai pria itu lalu berbalik pergi
Shila tidak menyadarinya, ia begitu fokus dengan benda-benda disekitarnya.
"kami memiliki jam tangan Limited beberapa hari lagi Nona, apa Nona menginginkan jam tangan ini, saya pernah berbicara dengan Tuan Muda yang menginginkan jam tangan ini tapi karna Nona adalah model Produk kami, maka kami akan berikan kemudahan untuk memilikinya serta mendapatkam diskon 75%".
"apa yang harus aku lakukan sebagai rasa terimakasih ku? ". tanya Shila
Vivi mendengarkannya saja sambil tersenyum,
"Nona hanya perlu memotret Logo ini lalu memostingnya di akun sosmed Nona". jawab Pelayan itu
"aah.. Akun sosmedku? Vivi? ". panggil Shila
"iya.. iya". Vivi menyahut karna Shila memang tidak memiliki akun sosmed melainkan Vivi yang membuatkannya dengan ponsel khusus pemberian Fox Entertainment untuk Shila
bagi seorang artis memiliki akun sosmed itu adalah hal biasa dan wajib bagi Shila memilikinya, tapi tidak ada yang memaksa Shila dan Vivi bersedia mengambil alih pekerjaan khusus itu yang akan menjadi uang masuk Nona nya juga dirinya karna memakai akun bank milik Vivi.
tapi jujur Shila tidak pernah meminta uangnya, malah Shila bilang uang itu untuk Vivi sebagai tunjangan rasa lelahnya bekerja dengan Shila siang dan malam tanpa mengeluh, jujur saja terkadang Vivi butuh uang karna adiknya masih kuliah di Bandung, Vivi memiliki adik perempuan yang pintar dan lulus sebagai siswa undangan disana namun karna besarnya biaya awalnya adik Vivi ingin mundur namun Vivi bersikeras membuat adiknya bernama Vika Yani untuk tetap kuliah dan Vivi bekerja keras untuk itu.
__ADS_1
sejak bekerja dengan Shila akhirnya Vivi tau cara bersenang-senang tanpa takut kekurangan uang, baginya Shila adalah uangnya, sahabatnya, saudaranya dan Vivi sangat menyayangi Shila yang baik hati walau terkadang terlalu polos hingga Vivi kesal.
"dimana jam tangannya? ". tanya Vivi celingukan
"jam tangannya akan datang 1 minggu lagi Nona". jawab pelayan toko hingga Vivi dan Shila saling pandang
"1 minggu? ". beo Shila dan Vivi serentak
"iya Nona..! barang ini sangat limited, diskon 75% harganya untuk nona hanya sekitar 120 Juta Rupiah saja".
Shila menganga dan Vivi tersedak air li*rnya sendiri hingga terbatuk-batuk
"jadi bagaimana? Om.. hmm. Tuan Muda Fox akan ulang tahun besok". tanya Shila menghilangkan rasa gugupnya karna ketahuan syok dengan harga diskon jam tangan itu
"berapa harga aslinya?". tanya Vivi dengan nafas tercekat
Vivi memijit pelipisnya mendengar harga asli jam tangan pria itu sedangkan Shila hanya membulatkan matanya.
"Shila.. cepat atasi itu kepalaku berkunang-kunang banyak uang keluar membuatku pusing". gerutu Vivi
"iya kak..! ". Shila mengangguk membiarkan Vivi pergi untuk mencari tempat istirahat sedangkan Shila langsung mencari kartu atm nya.
"Om Raffan pasti menyukai barang mewah, semua harga barang yang dikenakan dari ujung rambut sampai ujung kakinya memang sangat mahal, tidak ada yang murah sama sekali". batin Shila tanpa ragu mengambil pesanan jam tangan itu.
"transaksi berhasil Nona..! bisakah Nona mengisi Formulir ini? kami akan mengirimnya ke Alamat Rumah Nona saat barang limited ini tiba". kata Pelayan sopan dan ramah
sementara pelayan yang lain memberikan kartu atm Shila dengan sangat hati-hati, Shila tersenyum manis menyimpan kartunya lalu mengisi semua formulir kepemilikannya.
"kami akan bungkuskan dengan senang hati Nona, silahkan dipilih kertas kadonya".
Shila tampak kebingungan mencari desain kertas kado untuk hadiah spesialnya hingga tatapannya jatuh pada kertas Love berwarna merah hati yang sangat manis dipandang mata.
.
"baiklah..! terimakasih". ucap Shila
semua pelayan berjejer rapi dan memberi hormat pada Shila, bagi mereka pembeli yang belanjaannya melebihi 100 jutaan adalah pelanggan VVIP yang sangat dihargai.
.
ke esokan harinya
Shila tersenyum manis menatap kado nya, ia berjalan memasuki gedung Restaurant Fox Group.
kedatangan Shila disambut baik oleh Pelayan hotel dan tanpa ragu menuntun Shila berjalan ke Ruangan VVIP yang sudah dipesan Shila, Shila kaget saat seseorang menyentuh pundaknya.
"Om? ". Shila mengerutkan keningnya karna kesal Varel membuatnya kaget
__ADS_1
"kamu sedang apa sayang? ". tanya Varel
"sedang apa? bukankah om mau kita bertemu? ". kesal Shila
"aku memberi hadiah untuk om". senyum manis Shila
"terimakasih sayang! ". Varel menerima kado itu lalu memeluk Shila,
awalnya Shila tersenyum manis dipelukan Varel namun matanya terbuka seketika melirik dadanya dimana posisi jantungnya berada, "kenapa jantungku tidak berdebar kencang? ada apa ini? ". batin Shila merasa heran
"ayo Sayang..! ". ajak Varel merangkul bahu Shila
"tunggu Om..! ". Shila menghentikan gerakannya
"ada apa sayang? ". tanya Varel dengan heran
"tunggu ya om..? aku kebelet". senyum lebar Shila cengengesan lucu
Varel tersenyum dan mengusap bahu Shila hal itu membuat Shila melirik tangan Varel,
"jangan lama-lama ya? ". pinta Varel
Shila mengangguk lalu berjalan meninggalkan Varel,
didepan Cermin,
Shila sedang menatap wajahnya didepan cermin sambil menghidupkan air diwestafel, tangannya di cuci tapi pikirannya melayang entah kemana.
"kenapa sih? kenapa tadi jantungku tidak berfungsi tadi? kenapa gerakan tangan Om Varel berbeda? apa hanya perasaanku saja? ". batin Shila
Shila mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor kekasihnya lalu Varel mengangkatnya.
"sayang kamu dimana? aku didepan mobilmu sejak tadi". tanya Varel disebrang sana.
Shila tersentak kaget mendengarnya, matanya melihat ke arah luar.
"ada apa ini? lalu siapa tadi? ". gumam Shila dengan pelan
"sayang? ". panggil Varel
"om.. aku sedang di toilet lantai 21 tolonglah aku, kakiku lemas". pinta Shila
Varel berlari dengan cepat dan terdengar oleh Shila gerakan Varel yang sedang melawan angin hingga suara itu terdengar bising ditelinga Shila.
Shila memegang bahunya, "apa aku tadi barusan bertemu hantu? ". gumam Shila dengan tatapan tak percaya dirinya bisa melihat hantu
.
__ADS_1
.
.