
.
.
.
beberapa bulan kemudian.
hari kelahiran Shila pun telah tiba, ia melahirkan dengan normal dan tak banyak drama. sepertinya anak-anaknya tidak sabar ingin melihat dunia ini.
sementara Vivi sudah melahirkan bayi-bayinya 2 bulan yang lalu, Vivi datang menjenguk Shila bersama Ariel, mereka menggendong putra tampannya.
Vikram Dirga dan Vikri Dirga, Vivi dan Ariel di anugerahkan kedua putra tampan dan mirip dengan Ariel.
"Vikram sepertinya akan menyayangi putri kecilmu Shila". ucap Vivi semangat
putri kecil Shila digendong oleh Suryo, bayi cantik itu tampak begitu nyaman di gendongan kakeknya.
Shila yang berbaring di tempat tidur hanya tersenyum, Varel tampak bahagia menggendong Putra kecilnya yang diberi nama Reza Pratama Raffa, dan Putri bungsu nya diberi nama Ranisa cahyani Paramastri.
Varel dianugerahkan anak kembar laki-laki dan perempuan sedangkan Ariel anak kembar laki-laki.
"sini sayang.! kamu makan lagi sana,, dari tadi gendong Reza terus". Jessy mengelus-ngelus punggung Varel
"saking senangnya punya anak dia lupa makan". ledek Ramon
"sana makan bang". kekeh Frans
"iya sayang.. mending kamu makan ya? sekalian belikan aku bubur". pinta Shila dengan lembut
"saya akan jaga Nyonya Tuan". kata Sari (pengawal shila).
"baiklah sayang". pasrah Varel menatap lemas istrinya yang tersenyum lembut.
Varel terlalu bahagia menantikan hari ini hingga ia tidak sempat makan, apalagi pagi-pagi tadi Varel hendak pergi ke Kantor bahkan sudah hampir tiba di kantor betapa syok nya Varel saat tau Shila sudah di Rumah Sakit mengalami kontraksi, tanpa mikir apa-apa lagi ia langsung tancap gas ke alamat yang diberi Ramon.
semua keluarga Varel dan Ariel tampak sibuk berebut menggendong bayi-bayi mereka, walaupun anak Ariel telah lahir 2 bulan yang lalu tapi ia tidak mau meninggalkan kedua bayinya di Rumah.
Vivi ditemani Diani kemana-mana, pengawalnya itu tidak sama seperti Sari yang lebih manusiawi dari pada Diani yang dingin tak banyak bicara.
"sayang... kalian akan tumbuh menjadi pribadi yang hangat dan cerah, lihatlah sekeliling kalian, semua keluarga Daddy kalian begitu mengasihi kalian berdua". batin Shila tersenyum lembut.
rasa sakit saat melahirkan tadi telah hilang melihat kehadiran kedua bayi mungil berbeda jenis kelamin itu, ditambah lagi kasih sayang keluarganya pada bayi-bayi Shila bagaimana Shila tidak terharu.
Suryo yang paling bahagia disini, ia tak ingin memberikan cucu nya pada Ramon hingga Jessy terkikik melihat betapa posesifnya Suryo pada cucunya itu.
Shila tersentak saat keningnya merasakan benda kenyal ternyata sang suami tengah menciumnya lembut.
"terimakasih sayang, terimakasih banyak, kamu melahirkan bayi-bayi kita dan juga terimakasih sudah bertahan". ucap Varel berkaca-kaca
Shila tersenyum lebar menghiasi wajahnya yang tak sepucat sebelumnya, Varel membenarkan rambut Shila merapikannya.
__ADS_1
"iya sayang..! aku memberimu hadiah yang tidak bisa sayangku beli dengan uang, jangan lupa tambah uang saku ku ya? ". Shila mengelus rahang Varel
Varel terkekeh mengambil tangan Shila dan menciuminya bertubi-tubi, "aku akan berikan semua hartaku untukmu sayang".
"aah.. nggak asik". gerutu Shila
Varel tertawa lebar melihat wajah kesal Shila.
"kenapa hnm? mau tambah uang saku berapa kali lipat? ". tanya Varel.
" 3 kali aja udah cukup". jawab Shila kembali tersenyum.
"baiklah.. aku berikan asalkan sayangku ini bahagia jangan menderita seperti beberapa jam yang lalu". bisik Varel dengan lirih mengingat hal itu.
Shila tersenyum, "iya sayang, aku adalah wanita yang paling beruntung memilikimu sebagai suamiku".
"hhnmm salah.. aku adalah pria yang pa.. ling beruntung memilikimu sebagai istriku". ralat Varel
Shila terkekeh dan Varel memeluk Shila sebisa nya, mereka menatap ke arah keluarga nya yang begitu ribut karna satu bayi mungil itu mulai menangis.
dengan sangat terpaksa Jessy memberikan Reza pada Shila untuk diberi Asi sedangkan Nisa masih betah dan nyaman dipelukan Suryo yang membawa cucu nya ke sudut Ruangan.
Shila sudah tau cara memberi Asi anaknya, sebab saat ia hamil 8 bulan Shila meminta uang pada Varel untuk kursus ibu hamil dan banyak hal yang Shila pelajari, termasuk cara memberi asi bayi.
semua orang mulai putar badan, Varel menutup tirai untuk menutupi milik istrinya yang akan menyembul demi menyusui si buah hati.
"kenapa kamu bisa begitu profesional sayang? kamu terlihat sudah biasa memberikannya pada anak kita". tanya Varel yang tangannya sudah menjalar memegang bukit kembar Shila yang lain.
Varel mengangguk, "istriku pintar sekali menggunakan uang". puji Varel
Shila memukul-mukul tangan Varel, "sayang.. jangan ya? kasihan Reza". rengek Shila memelas.
alhasil Varel menelan ludah saja melihat betapa rakusnya Reza menyedot asi mommynya.
"sayang". rengek Varel dan Shila hanya menggeleng-geleng kepalanya mengelus kepala Varel yang terlihat begitu bernafsu saja saat ini.
Varel juga ikut geleng-geleng kepala untuk mendinginkan kepalanya, ia harus ingat perkataan dokter bahwa istrinya tidak boleh disentuh sampai sembuh.
.
.
.
1 tahun kemudian
Reza duduk tenang diatas tikar tebal, Reza membangun istana Puzzle nya, terkadang Vikram dan Vikri membantu nya bermain.
anehnya tidak ada yang merusak mainan Reza termasuk adik kecilnya padahal mereka masih bayi.
"sayang..? kenapa tidak bantu kakak? ". tanya Shila mengelus kepala Nisa
__ADS_1
"tatata..." Nisa hanya mengoceh seolah menceramahi mommynya.
Shila mengerutkan keningnya dan mengangguk-ngangguk, geleng-geleng walau tidak mengerti apa yang anaknya katakan tapi Shila tau bahwa Nisa mengetahui kesulitan kakaknya membangun istana Puzzle nya itu.
"anakmu bicara apa Shila? ". tanya Vivi tiba-tiba terkikik
"haha.. aku tidak tau yang jelas dia tengah mengomeliku jangan menganggu kakaknya". kekeh Shila.
Vivi tertawa, "anak-anakmu sangat pintar Shila, masih 1 tahun tau arti menjaga".
"anak-anak kakak juga pintar, jangan merendah kak". kesal Shila.
"aku jadi ingin punya anak perempuan". kata Vivi sambil tertawa melihat Nisa yang sangat imut dan menggemaskan saat bermain boneka.
Shila berkata, "Kak.. Nisa juga anakmu".
"iya.. iya.. kamu menang". jawab Vivi
mereka pun tertawa.
"dimana Vikram dan Vikri kak? ". tanya Shila
"biasa lah.. Mas Ariel bawa dia ke Kantor bentar". jawab Vivi menahan kesal.
"kenapa kakak kesal sekali? ". tanya Shila
"mereka anakku tapi selalu saja mau ikut dengan Mas Ariel, tidak mau dirumah saja seperti anakmu". gerutu Vivi
Shila tertawa, "kakak cemburu sama suami kakak sendiri".
hari-hari mereka begitu berwarna sejak hadirnya kedua malaikat kecil di Mansion itu, terkadang Suryo menginap 1 bulan untuk bermain bersama cucu-cucunya, lengkaplah sudah kebahagiaan mereka semua karna kehadiran sang buah hati membuat semuanya ikut bahagia.
TAMAT
.
.
.
terimakasih atas dukungan sayang-sayangku semua ya?? Novel ini tamat dengan ending memuaskan... hehe.. apapun dukungan kalian semua sangat berarti bagi Nae....
SAMPAI JUMPA DI NOVEL SELANJUTNYA
SALAM HANGAT DARI NAE...
.
.
.
__ADS_1