
.
.
.
sesampainya di Rumah.
Rizzo menyalami Frans lalu berlari memasuki Rumahnya meninggalkan Raisa berdua dengan Frans.
"Tuan anda terlalu berlebihan, jangan seperti ini Tuan". pinta Raisa menundukkan kepalanya.
Frans mendekat hingga Raisa mendongakkan kepalanya.
"anggap saja aku menolong orang, lagian aku sudah bilang kalau aku lagi banyak uang..! kau tau berapa keuntunganku hmm? kau akan pingsan jika aku katakan, jadi aku hanya membantu mu saja.. hmm.. lain kali bekerja lah lebih baik beri aku uang yang banyak ya?? ". kata Frans mencondongkan tubuhnya.
Raisa bisa menatap dari dekat wajah tampan Frans, "tapi saya merasa ini terlalu berlebihan Tuan". entah dapat keberanian dari mana Raisa bisa berani menatap mata Frans itu.
Frans tersenyum, "baiklah..! kalau begitu traktir aku makan enak lain kali bagaimana hmm? ".
Raisa seketika menebarkan senyum manisnya hingga sebelah lesung pipi nya terlihat jelas, "baik Tuan.. hmm.. kalau di hitung-hitung saya banyak traktir Tuan". gumam Raisa terlihat berpikir.
Frans menggeleng kepalanya pelan sambil menusuk lesung pipi Raisa, "aku makan enak sekali tapi cukup menguras dompetmu bagaimana?? ".
Raisa terpaku hingga Frans tergelak mengacak rambut Raisa, "sudahlah..! lain kali akan aku tagih". kata Frans.
Frans meninggalkan Raisa yang masih terdiam, Raisa menatap kepergian mobil mewah Frans dan tangannya memegang kepala juga sebelah pipinya.
"Tuan..? anda terlalu baik". gumam Raisa tersenyum tulus.
"aku hanya bisa berdoa semoga Tuan mendapatkan perempuan yang bisa membuat Tuan bahagia lahir dan batin". gumam Raisa begitu tulus lalu berbalik pergi memasuki Rumah kecilnya.
.
tak berapa lama kemudian motor matic baru milik Rizzo telah datang, lihatlah betapa baiknya Raisa malah memikirkan adik laki-laki nya padahal Raisa butuh kendaraan malah adiknya yang didahulukan.
"benarkah nak? ". tanya Ibu Lely tak percaya bahwa motor ini lunas bahkan sudah dibuatkan STNK nya atas nama Rizzo.
sebelumnya Raisa tidak mampu beli motor untuk Rizzo sebab Raisa bayar cicilan Rumah kecil mereka yang cukup mahal karna ambil jangka 3 tahun. belum lagi biaya lain-lainnya setidaknya Keluarga mereka punya tempat tinggal tetap dan tidak takut terusir lagi.
"kakak? terimakasih banyak atas semuanya..! Rizzo cuma bisa berdoa semoga kakak selalu bahagia". Rizzo memeluk Raisa dengan erat.
walaupun Rizzo lebih tinggi dari Raisa seolah Rizzo adalah abangnya tapi tak memudarkan rasa sayang dan rasa hormatnya Rizzo pada Kakaknya yang hebat itu.
"bukan kakak yang belikan". kata Raisa menekuk kedua alisnya hingga Rizzo tertawa.
__ADS_1
Ibu Lely hanya tersenyum mengelus kepala Raisa, "nak..! orang baik akan dapat balasan dari yang Maha Kuasa, ingat nak Tuhan itu tidak pernah tidur, kita tidak bisa balas kebaikan Tuan Frans tapi Tuhan akan membalas kebaikan Tuan Frans berkali-kali lipat".
"iya Kak..! doakan saja abang bos mendapatkan perempuan yang akan mencintainya begitu tulus dan tidak akan menyakiti hatinya". Rizzo
mereka bertiga saling berpelukan, Rumini tiba dengan sepeda nya dan turun dari sepedanya berlari ke arah motor baru yang ada di depan Rumahnya.
"Abaaaanggg? abang udah punya motor baruu?? wah.. wah.. wah.. kita ke pasar tidak perlu jalan kaki lagi ya bang? abang tidak perlu terlambat lagi ke kampus ya?". celoteh Rumini
Rizzo menutup mulut kecil Rumini dan Raisa hanya bisa terbelalak.
"kamu sering terlambat Rizzo? ". tanya Raisa dengan serius.
Rizzo menghela nafas hingga Rumini gelagapan karna mulutnya begitu ember bocor yang tak bisa ditampung.
"coba jelaskan sama Kakak". titah Raisa serius.
Rizzo terpaksa jujur pada kakaknya hingga Raisa begitu merasa bersalah, ia meminta maaf pada adiknya tapi malah Rizzo yang meminta maaf karna tau berapa besarnya pengeluaran keseharian mereka belum lagi uang kuliah dan cicilannya, bahkan saat Rumah mereka sudah lunas pun Raisa harus bayar tunggakan uang kampusnya Rizzo, sungguh Rizzo merasa malu tapi Raisa akan semakin marah besar jika Rizzo berhenti kuliah.
"kakak tenang aja..! setelah ini Rizzo akan jadi tukang ojek Online dan biaya nya pasti bisa bantu uang kuliah Rizzo kedepannya". Rizzo berkata dengan serius.
Bu Lely malah menangis karna ini semua salahnya yang tidak bisa mencukupi biaya hidup anak-anaknya hingga Rizzo dan Raisa memeluk Bu Lely tentu saja sibungsu kecil (Rumini) juga memeluk Ibu nya itu.
Rayola, Richa dan Ramon pulang sekolah bersama, mereka berlari masuk Rumah dan bertanya motor baru didepan Rumah mereka.
ke esokan harinya.
sekian lama Frans mendirikan Perusahaan Game nya kini telah dilirik oleh Perusahaan Game raksasa di Luar Negeri dan diundang ke acara besar yang akan diadakan di Paris.
Frans mengumpulkan seluruh karyawannya dan mengatakan kabar bahagia itu hingga mereka bersorak gembira.
"ok.. ok..! sekarang aku harus ke Paris dan bawa Arif, kamu Arif bawa satu asisten yang kamu percaya bisa membantumu". Frans ke Arif
Arif melihat ke Raisa lalu menunjuk Raisa karna gadis itu yang selalu membantunya tanpa pamrih, bukan karna suka tapi karna hati Raisa memang baik dan pekerja keras.
"ok.. aku akan beli tiket besok pagi kita bertiga akan pergi ke Paris... dan kalian semua..? kalian akan aku liburkan 7 hari bagaimana?? ". tanya Frans
mereka semua bersorak gembira,
.
"kakak mau kemana? ". tanya Rayola berteriak heboh saat tau kakaknya akan ke Paris.
Richa hanya bisa menggeleng kepalanya karna tau Rayola suka sekali dengan negara itu, Rumini bertanya pada Richa apa itu Paris dan dengan sabar Richa menjelaskan negara itu.
"waah..! ". Rumini begitu berbinar-binar mendengar cerita sang Kakak.
__ADS_1
"iya dek! ". jawab Raisa mengelus telinganya yang terasa berdengung dengan teriakan Rayola.
"padahal Rayola yang ingin kesana tapi ternyata kakak yang pergi menginjakkan kaki di Tanah Paris". sungut Rayola
Raisa tertawa lebar, "kalau begitu doakan uang kakak banyak ya? kakak ingin membantu adik kakak yang manis ini kuliah di Paris".
"tidak kak..! Rayola akan ambil beasiswa dan tidak akan merepotkan kakak". elak Rayola tersenyum lebar.
Raisa tersenyum, Richa dan Rumini juga ikut bangga dan mendoakan keberhasilan Rayola.
Raisa telah menyiapkan segala pakaiannya di dalam koper kecilnya, Raisa punya koper tapi milik bersama-sama dengan adik-adiknya.
di Bandara
"Raisa? kamu cepat sekali datangnya? ". Arif datang membenarkan kacamatanya mendatangi Raisa.
"tadi aku diantar oleh adikku Pagi-pagi buta, wajarlah kami tidak bisa lewat jalan tol". cengir Raisa
"sarapan? kamu udah sarapan? ". tanya Arif penasaran sepagi apa Raisa tiba nya karna setau Arif jalan biasa lumayan jauh dan macet.
belum sempat Raisa menjawab, seorang Pria tampan keluar dari mobil hitam milik Keluarga hebat yang punya Perusahaan Fox Group.
"eeh.. itu Tuan Frans". Arif menunjuk Frans
Frans berjalan dengan tangan satu dikantong celananya dan tangan lain menarik kopernya, kacamata hitam dan topi putih serta gaya Frans yang casual membuat Raisa sempat terperangah, ia segera menggeleng kepalanya.
"ayo jalan..! " ajak Frans
Arif dan Raisa pun segera mengekori Frans, kedatangan Frans di Bandara tentu menjadi pusat perhatian, mereka kenal Frans adalah Putra Bungsu Perusahan Fox Group dan CEO Player Game yang sangat disegani oleh saingan Perusahaan Game lainnya.
Frans membagikan Tiket mereka,
"wwahh..! Gilaa..! kita dibelikan tiket VVIP". bisik Arif berbisik ke Raisa
Raisa melihat Tiketnya dan membelalak, "apa tiket ini mahal? ".
"ya iyalah". jawab Arif berbisik.
Raisa hanya bisa berjalan seperti robot memegangi tas kecilnya sebab Kopernya sudah dibawa entah kemana, tapi yang penting Arif mengatakan Koper itu tidak akan hilang.
.
.
.
__ADS_1