
.
.
.
sekitar jam 01.10 malam, Varel merangkul pinggang Shila membawanya ke Apartemen, sebenarnya Shila bisa saja menginap di hotel tapi Shila tidak ingin ada di hotel.
alhasil Varel membawa istrinya pulang ke apartemen, sementara keluarganya yang lain menginap di hotel.
"kenapa sayang? ". tanya Varel
"Suamiku..? tolong suamiku lepaskan resleting gaunku". pinta Shila malu-malu
Varel tersenyum lembut lalu tangannya yang nakal malah meraba-raba punggung mulus Shila, mengukir sesuatu disana.
"apa itu suamiku? ". tanya Shila penasaran
"tanggal pernikahan kita". jawab Varel memeluk Shila dari belakang, Shila tersenyum manis.
"lalu apa yang kita lakukan? ". tanya Shila
"kita tidur saja, besok sore kita harus ke Dubai". kata Varel mengelus sayang kepala Shila
Shila tersenyum, betapa beruntungnya memiliki Varel jika saja Varel menginginkan tubuhnya tak peduli selelah apapun, Varel pasti memakannya tapi kenyataannya tidak.
setelah membersihkan diri lalu berganti pakaian, Varel merentangkan tangannya diatas ranjang, Shila mendekat jujur saja ini bukan pertama kalinya ia tidur dengan Varel, padahal hanya sebatas tidur saja tapi mengapa Shila masih saja gugup.
"hmmm..? istriku yang sangat cantik, istirahatlah malam ini sepuasnya sebelum aku benar-benar memakanmu sehabis-habisnya". bisik Varel membuat Shila merinding.
"jangan gugup! ". gemas Varel
Shila memutar tubuhnya menghadap Varel, "iya suamiku".
Varel mencium kening Shila lalu memeluknya dengan mesra, siapa yang tidak tahan dengan bentuk tubuh Shila dibalik baju transparannya itu tapi apa boleh buat? Varel tidak bisa memaksa karna ia yakin jika sudah sekali menyentuh Shila akan ketagihan, lebih baik dirinya menahan diri malam ini.
toh Shila sudah menjadi miliknya, Varel akan mengutamakan kebaikan Shila bukan keegoisannya.
.
kabar pernikahan Shila dan Varel tentu menjadi buah bibir berbagai kalangan, pernikahannya yang megah, perlakuan Varel yang istimewa hingga banyak yang mengerti alasan Shila memilih Varel dari pada Karirnya.
keesokan harinya, Shila dan Varel bersiap-siap ke Dubai, ia sudah menjanjikan Dubai sebagai malam terindah untuknya maupun Shila.
"kenapa harus di dubai sih? ".tanya Shila
"karna janjiku, aku akan membuat hadiah istimewa untukmu". bisik Varel
Shila tersenyum mengelus rahang Varel dengan lembut, "Suamiku adalah hadiah teristimewa untukku, kenapa suamiku bisa jatuh cinta padaku? ".
"entahlah sayang..! kamu unik dan berbeda". jawab Varel
"hmm? ". Shila menautkan alisnya.
"kamu sangat menantang, dan aku ingin menakhlukkanmu tak disangka akulah yang tergila-gila padamu". jawab Varel tersenyum mengingat masa lalu.
__ADS_1
sementara keluarga Varel dan Shila masih tertidur pulas akibat kelelahan karna semalaman mereka harus berdiri dan menyambut tamu.
.
Nando menatap datar pemandangan di Luar, "Tuan Muda tidak berubah, Ms. Paramastri tetap di limpahkan padaku". gerutu Nando.
Nando akan bekerja di Perusahaan kecantikan milik Varel yang kini tengah sibuk-sibuknya, ia tidak tau harus bahagia atau senang saat ini.
"dia senang aku yang merana mengurus perusahaannya". gumam Nando dengan kesal.
sudah dipastikan Varel dan Shila sedang bermesraan di dalam pesawat, mereka terbang dari Bandara Indonesia hingga beberapa jam cukup melelahkan tapi melihat pemandangan indah di Bandara negara romantis itu membuat Shila melupakan letihnya.
Varel membawa Shila ke satu tempat lalu menyewa kamar khusus yang sangat tenang banyak ikan-ikan disana
"waaahhh". Shila memekik senang melihat pemandangan itu.
.
Shila berbalik badan saat mendengar Varel tengah mengeluarkan melodi indah yaitu Biola, Shila terperangah seperti anak kecil ia mendekat ke Varel dengan mata berbinar.
"apa suamiku belajar? ". tanya Shila penasaran
"aku beberapa kali menghadiri pertemuan sayang dan ingatanku sangat tajam hanya sekali melihat dan mendengar aku bisa melakukannya". jawab Varel dengan angkuh
Shila tertawa lebar, "nyanyikan 1 lagi! ". pinta Shila memelas.
Varel menurutinya, mereka sangat bahagia sesekali Shila berlari kecil saat dikejar-kejar oleh Varel yang tengah menggodanya.
"hap...! ". Varel memeluk Shila dari belakang.
Shila tertawa namun ia terdiam saat mendengar bisikan Varel, "apa aku boleh melakukannya sekarang? ".
awalnya Shila sangat tegang hingga Varel mengajarinya untuk lebih tenang, Shila melakukannya dengan sangat baik.
"derrrttt! ". Shila merasa tubuhnya tersentrum saat Varel mencumb* lehernya.
tangan Shila meremas bahu Varel tapi tangan kekar Varel mengambil jemari lentik Shila itu dan menautkan jemari mereka disamping bahu Shila.
tak berapa lama pemanasan Shila mulai meracau dan mengeluarkan leng*han panjang yang berhasil membuat Varel semakin semangat.
cukup lama bermain Varel menatap wajah Shila yang merah, sungguh benar-benar merah.
"S.. suamiku? ". cicit Shila dengan suara serak
Varel memperlakukannya dengan sangat lembut, sebenarnya Shila takut sebab Vivi pernah mengatakan melakukan hubungan itu sangat sakit dan sulit berjalan keesokan harinya, itu sebabnya ia begitu tegang.
namun ketakutan Shila seolah lenyap saat Varel mencumb* nya, apa Suaminya itu begitu ahli membuat pada wanita melayang?
"iya sayang..! pejamkan matamu". bisik Varel parau
Shila semakin menggelinjang tak karuan saat Varel bermain di payud*r* sintalnya, terlihat sekali Shila masih begitu polos tak pernah disentuh.
"uuuh...! ". Shila melengkungkan tubuhnya seperti busur panah yang siap meluncur membuat Varel semakin bersemangat saja.
"kamu siap sayang? ". tanya Varel dengan senyum tampannya.
__ADS_1
"hmn.. siap-siap". jawab Shila mengangguk-ngangguk tak ingat apa-apa lagi
"ahhhh! ". Shila terduduk seketika saat daerah V nya merasakan hal yang berbeda.
"aah... sakit..! ". jerit Shila memeluk Varel dan mencakar-cakar punggungnya.
"hanya sebentar setelah itu aku akan membawamu melayang". bisik Varel
Shila menghapus air matanya, ia masih memeluk Varel dan melakukan apa saja yang bisa membuatnya meringankan rasa sakitnya.
benar apa yang Varel katakan Shila kini mulai meleng*h, meracau, memekik saat Varel membawanya terbang tinggi.
suara desah*n dan cecap*n memenuhi ruangan itu, sementara baju mereka sudah berserakan dimana-mana.
.
.
"bagaimana? seru kan? ". goda Varel membuat wajah Shila merah sungguh malu.
"mau lagi? ". tanya Varel membuat Shila tampak berpikir
"aku lelah suamiku..! besok saja bagaimana? ". tanya Shila dengan lembut
"baiklah..! semoga anak kita benar-benar terbentuk disini". kata Varel mengelus perut datar Shila.
"kenapa bisa secepat itu? dan kenapa harus dubai suamiku? ". tanya Shila
"aku hanya ingin Perusahaanku merambat ke Dubai". jawab Varel memeluk Shila.
Shila ternganga mendengarnya, "dasar pembisnis".
Varel tergelak, ia memeluk Shila yang membelakanginya karna kesal alasan Varel itu.
mereka memejamkan mata di malam bahagia, Varel tidak ingin memaksa keinginannya untuk kembali membawa Shila terbang tinggi ke langit ketujuh, perjalanan dari Indonesia ke Dubai sudah cukup melelahkan.
.
.
pagi-pagi Shila menatap akuarium cantik dibalik kamarnya, ia hendak berdiri dan berjalan kesana tapi mengapa ia terjatuh lagi saat mencoba berdiri.
"a.. ada apa ini? ". gumam Shila
Shila teringat kata-kata Vivi yang mengatakan hal itu sangat sakit saat keesokan paginya dan sulit berjalan.
.
.
.
maaf tidak memuaskan..! hehe.. sudah berusaha loh... wkwkwk..
.
__ADS_1
.
.