
.
.
.
di Pasar.
"Raisa..? ". panggil Eric memegang pergelangan tangan Raisa.
Raisa yang kaget memutar kepalanya dan matanya langsung merah menyala, ia menepis tangan Eric dengan kasar.
"mau apa kau? ". tanya Raisa dengan sinis
"aku Ayahmu berani kau berkata kasar padaku? ". Eric
Raisa tertawa sumbang, "kau ayahku? apa kau tidak salah? aku tidak punya Ayah, Ayahku sudah mati". jawab Raisa.
"ikut aku! ". Eric menarik tangan Raisa tapi Raisa sekali lagi menepis tangan Eric lalu berlalu meninggalkan Eric.
Eric berlari mengejar Raisa dan menarik paksa tangan Raisa, Raisa berteriak meminta tolong hingga orang-orang pasar menolong Raisa.
"aku ayahnya! ". bantah Eric dengan tegas
"Bohong Pak..! saya bahkan tidak mengenalinya, Ayah saya sudah mati". jawab Raisa tegas
"sana pergi..! dasar Pria tua ! kalau mau menipu orang jangan dipasar". usir orang-orang yang ada disana.
Eric di tarik paksa keluar dari Pasar hingga Eric berteriak marah, ia mengepalkan tangannya dengan kuat.
"apa hanya karna jadi Istri Tuan Frans dia jadi besar kepala ya? awas saja apa yang akan aku lakukan, Lely wanita yang lembut mudah bagiku untuk mengurusnya, aku akan minta uang 1 M padanya". seringai Eric yang akhirnya warna nya terungkap juga.
saat Eric tau Raisa adalah Istri Frans membuatnya geram karna anaknya lebih berhasil darinya, entah dimana Lely dan anak-anaknya yang lain tinggal.
Raisa kembali berbelanja perlengkapan kue sebab yang sebelumnya dibeli telah habis karna Suaminya telah mengacaukan tepung-tepungnya dan perlengkapan lainnya.
belanjaan Raisa cukup banyak lalu memasukkannya ke Mobil nya yang dibelikan Frans untuknya, mungkin mobil itu tidak semahal milik Frans tapi menurut Raisa mobilnya sudah sangat mahal dan istimewa.
__ADS_1
Raisa melihat Eric membuntutinya dengan Ojek, ia menghela nafas.
"dasar Pria tidak tau diri..! entah apa rencananya? untung saja Mas Frans sudah memindahkan Ibu dan adik-adikku pergi dari Rumah itu". ucap Raisa lega.
Raisa tau kalau Eric tidak akan bisa menyusulnya sampai masuk ke Apartemen, ia ingin menunjukkan pada Eric bahwa dirinya sudah tidak butuh dia lagi, Raisa sudah bisa mengangkat derajat Ibu dan adik-adiknya.
"silahkan Nona! ". ucap Satpam dengan sopan ke Raisa.
"terimakasih Pak". ucap Raisa
Satpam pun tersenyum ramah, Frans mengatakan pada Satpam yang berjaga kalau Raisa adalah Istrinya jadi jika Raisa masuk ke Gedung Apartemen itu tidak boleh melarangnya.
seperti biasa Eric tidak bisa masuk ke Gedung Apartemen itu padahal berapa kali ia katakan kalau Raisa adalah anaknya, mereka tidak percaya dan mengusir Eric.
setibanya di Dapur Raisa mulai memasak Kue, sedangkan Frans yang sedang libur ada di Ruangan Kerjanya melakukan Vidio Call dengan keponakan lucunya, Shila dan Vivi mengomeli Frans yang sibuk dengan dunianya sehingga membawa kabur Raisa padahal diMansion juga bisa tinggal.
"jangan mengira kakak tidak tau otak kotormu itu ya?". tanya Shila memicing
"sebelumnya siapa yang bilang menikah itu biasa aja hah? sekarang siapa yang keenakan sampai membawa kabur Istri cuma karna tidak mau diganggu iya kan? ". sambung Vivi
"Cieeeee!!!". kedua Kakak ipar Frans pun begitu rempong.
mereka suka sekali menggoda Raisa itu sebabnya Kedua wanita cantik itu ingin Raisa tinggal bersama mereka, tapi Frans tanpa beban mengatakan tidak mau kembali karna tidak mau diganggu.
"menikah memang enak". ujar Frans dengan santai.
kedua Wanita cantik itu tertawa keras, mereka begitu senang akhirnya Frans bisa menjilat lud*hnya sendiri, Frans bilang wanita tidak ada yang beres apalagi mantannya itu tapi tidak mencela Shila dan Vivi atau yang lainnya, Frans bilang kalau gadis dimasa kini sulit didapatkan apalagi yang mau memilih suami dari pada Karir.
"udah ya Kakak ipar..! Raisa sedang masak di dapur, sepertinya sudah kembali, bye..! ". Frans mematikan VC nya secara sepihak tanpa peduli kedua kakak Iparnya tengah mengomel-ngomel tak terima.
.
.
di tempat lain
Eric tidak menyerah mencari tempat tinggal baru Lely hingga ia melihat Rizzo yang sedang berkendara motor sebagai tukang Ojek Online, segera Eric menghentikan Ojek didekatnya lalu meminta Ojeknya mengikuti Rizzo.
__ADS_1
memang Rizzo sudah besar, wajahnya tidak seperti dulu lagi tapi Eric tau kalau itu Rizzo karna mirip dengan Lely dan Raisa.
"disini dia tinggal? ". gumam Eric melihat Perumahan mewah yang dimasuki oleh Motor Rizzo.
Rizzo tidak pernah meminta uang pada Raisa untuk menanggung biaya hidupnya, bagi Rizzo uang Kuliah sudah aman itu adalah yang terbaik yang lainnya biarlah Rizzo mencari sendiri, Rizzo hanya ingin kakaknya bahagia setelah banyaknya penderitaan yang dilalui Kakaknya demi menjadi tulang punggung Keluarganya.
Eric bisa masuk ke kawasan Perumahan mewah itu tapi Ojeknya tidak bisa, Eric cukup kewalahan mencari Rumah Lely karna hampir setiap tempat Rumahnya besar dan sangat mewah bagi ukuran Eric.
"sialan...! kenapa aku campakkan dia malah bahagia?? rumah disini pasti mahal sekali". gumam Eric.
"anak itu harus bisa memberiku uang 1 M supaya bisa beli Tanah dan buat Rumah yang bagus juga di Puncak". gumam Eric.
Eric yang hampir 2 jam mencari tempat tinggal Rizzo tadi pun menyerah, ia keluar dari kawasan Rumah itu, padahal Eric sudah menemukan Rumah Lely tapi tidak melihat motor Rizzo tadi jadi tidak tau Rumah Lely.
Rizzo mengeraskan rahangnya melihat Eric yang mengikutinya, ia memasukkan motornya langsung ke Garasi dan menutupnya supaya Eric tidak tau, ia baru menyadarinya saat di gerbang Perumahannya tanpa sengaja melihat Spion.
"mau apa Iblis tak bertanggung jawab itu? ngapain dia kesini? masih berani mencari kami, entah apa tujuannya? pasti dia tau sesuatu kalau kami sudah sukses tidak sesusah dulu saat dia meninggalkan kami semua". batin Rizzo.
Rizzo mencari Lely dan mengatakan yang sebenarnya, Rizzo tau Ibunya itu sangat pemurah jadi sengaja Rizzo memperingati Ibunya untuk tidak memaafkan Pria itu lagi.
"tidak akan Nak..! Ibu tidak akan memaafkannya". jawab Lely tegas
Rizzo menghubungi Raisa, Raisa yang tau segera mendatangi Rumah Lely, Rizzo sampai kaget saat Raisa membawa mobil segera Rizzo membukakan pagar dan mobil Raisa masuk.
Rizzo menutup Gerbang lalu Raisa segera membawa Rizzo yang masih terbengong dengan mobilnya, Raisa berkumpul bersama Lely dan Rizzo betapa tersayatnya hati Lely yang semakin membenci Pria yang pernah singgah dihatinya.
"dia punya anak seumuran Ramon kak? ". tanya Rizzo dengan tangan terkepal.
"iya dek..! dia sangat menyayangi anaknya entah apa tujuannya datang kesini, tadi kakak juga jumpa dengannya dipasar". Raisa.
Lely semakin bertekad tidak akan memberi izin pada Pria brengs*k itu untuk masuk ke Rumah ini walau bukan miliknya tapi Rumah ini kemuliaan dari menantunya yang baik hati, hatinya yang tidak enak menerima kebaikan Frans langsung luluh mendengar perkataan Frans kalau Rumah ini tidak ada apa-apanya dibanding pengorbanan Lely melahirkan Raisa yang sangat Frans kasihi, Lely menjadi yakin kalau Frans adalah Pria yang sangat sempurna untuk Putrinya tidak memandang rendah putri sulungnya.
.
.
.
__ADS_1