Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
ungkapan hati antara tepat dan tidak tepat


__ADS_3

.


.


"Shila.. buka.. Shila...! ". Carol menggedor-gedor pintu mobil Shila hingga Shila terkejut.


"kenapa Pak Carol?". gumam Shila keheranan.


beberapa kru memperhatikan Carol yang mulai aneh, mereka berlarian dan menarik Carol menjauh dari mobil Shila.


"lepaskan...! kalian tidak tau siapa aku hah?? lepaskan aku..! aku hanya ingin menemui Shila.. jangan ikut campur dengan masalahku..!". teriak Carol


"Shilaaa...! aku sudah cukup bersabar menunggumu..! kau berlagak polos padahal tau perasaanku kan? Shila...? kau mencintaiku kan? katakan padaku...! Shilaaa...! ". teriak Carol meronta-ronta


tiba-tiba saja Carol tersungkur karna pukulan seseorang, Carol meringis memegang sudut bibirnya yang berdarah.


Carol melihat ke arah pelaku, "oh.. Tuan Muda bertepuk sebelah tangan". Carol berdiri tegak mengelap sudut bibirnya yang berdarah.


"kau jangan sombong..! apa kau fikir Shila baik padamu karna dia mencintaimu? kau salah besar, jangan berlagak sok pintar bahwa kau tau tentang Shila jika kau mengenal Shila kau tidak akan bertindak bodoh seperti ini". ejek Varel tidak menyebut Shila dengan sebutan biasanya yaitu Maharani.


"tau apa kau tentang dewiku? kau hanya orang menyedihkan tidak mendapatkan cinta dewiku". maki Carol


Varel meninju Carol sekali lagi, "aku tidak marah akan hinaan kau tapi aku tidak akan terima karna kau sudah membuat nya ketakutan ulah gilamu itu".


Carol bangkit dan berusaha memukul Varel tapi Varel mengelak, hingga Carol terjatuh.


"oh... kau meremehkanku ya? aku bisa melawanmu". Carol melepaskan kancing bajunya satu lalu menaikkan lengan bajunya ke atas.


beberapa orang yang melihat mereka hanya menonton tidak berani ikut campur, Nando berlari ke arah Shila yang dengan cepat Shila membuka pintu mobilnya.


"kenapa om? ". tanya Shila ke Nando juga memanggil om ke Nando


"apa Nona baik-baik saja? ". tanya Nando


"kenapa emangnya? aku baik-baik aja om, apa ada masalah? ". tanya Shila balik


"Nona jangan panik ya? saya melihat seseorang membekap serta mengurung Vivi di dalam gudang, Vivi mencoba menghubungi Nona tapi ponselnya terjatuh, beruntung saya menemukan Vivi setelah mengikuti orang-orang mencurigakan itu". Nando


"maksud om apa? kenapa ada orang yang menculik kak Vivi? aku mau lihat Kak Vivi". Shila hendak pergi tapi di tahan oleh Nando


"Nona..! Vivi masih dalam pengaruh bius, sebelum saya datang dia berusaha melawan rasa kantuk efek bius itu dan mencoba menghubungi anda untuk tidak membukakan pintu mobil pada siapapun." Nando


Shila tersentak, "apa-apaan ini om? kenapa bisa begitu? apa masalah nya? siapa yang melakukan hal itu? ".

__ADS_1


"Pak Carol, dia fans gila Nona..! saya harap anda belajar dari Benny, dan Carol, jangan karna mereka mengaku Fans anda langsung percaya". peringatan Nando


Shila mendadak khawatir, "lalu dimana kak Vivi sekarang Om? "


"Vivi sekarang ada di Rumah Sakit Nona, kami sudah membayar seseorang untuk menjaganya". jawab Nando


Shila berucap syukur, ia tidak pernah menyangka menjadi publik figur memiliki masalah rumit seperti ini, bagaimanapun Shila itu adalah gadis kampung yang polos tidak bisa membedakan yang baik dan yang buruk , Shila mungkin mudah percaya orang lain dan hal itu tidak aman bagi Varel.


.


Shila berjalan mengikuti Nando dan ia membekap mulutnya seketika melihat perkelahian Carol dan Varel,


"Om? ". gumam Shila


Varel seolah ada ikatan menoleh ke Shila, Carol mengambil kesempatan itu memukul Varel hingga terkena tiang listrik.


Shila membelalakkan matanya, Nando hendak berlari menghajar Carol namun gerakannya terhenti melihat Shila berlari duluan dan melompat tinggi menekukkan lututnya mengenai rahang Carol hingga jatuh pingsan.


Shila memutar kepalanya dan berlari kearah Varel, "om? om tidak apa-apa?? ". tanya Shila


"kepalaku sedikit sakit". jawab Varel mengulum senyum tertahannya.


"inilah gadis bar-bar ku..! jadilah kuat seperti ini Maharaniku, jangan biarkan fans membuatmu lemah". batin Varel


Nando menggeleng kepalanya untuk segera sadar lalu meminta para kru untuk membawa Carol ke kantor polisi, Carol dikenal publik jika seperti itu baik Varel maupun Nando tidak bisa mengirimnya ke pulau cacing


berita Carol ditangkap polisi pun tersebar luas, masyarakat membuat tag Tuan Muda Fox Group untuk memberi pengawal pribadi buat Shila.


.


"om? om baik-baik saja? ". tanya Shila memegang bahu Varel dan menatapnya serius.


Jessy dan Ramon saling pandang, mereka pun keluar dari ruangan Varel namun saat keluar mereka berdua bertemu Suryo yang kini sedang membuat usaha nasi padang, Shila membangunkan ruko di sebrang Rumah Shila untuk usaha Suryo.


Suryo menjual semua sawahnya di desa nya, tidak ada alasan untuk Suryo kembali kesana sementara Shila sudah menikmati hidupnya tinggal di kota sebagai model papan atas yang dicintai masyarakat dan tidak memiliki haters.


"bicara di luar bagaimana? ". tanya Jessy


Suryo mengangguk, dan Ramon merangkul Suryo layaknya teman dekat.


Ramon, Jessy dan Suryo sedang membicarakan hal serius sedangkan Varel di ruangannya malah berlagak sakit supaya bisa mencari perhatian Shila.


"kenapa om tidak beri tau aku kalau Pak Carol itu harus diwaspadai? ". tanya Shila dengan serius

__ADS_1


"bukankah aku sudah pernah mengatakannya, apa kau percaya? apa tidak masuk ke telingamu? ". ejek Varel mengetuk telinga Shila.


"aku pikir saat itu om hanya bercanda, mana aku tau om sedang berkata jujur". Shila kembali fokus dengan kupasan jeruknya.


"Maharani..? ".


"hmm? ". Shila menoleh ke Varel, Shila sudah terbiasa di panggil Maharani oleh Varel.


"apa kau mencintai seseorang selain papamu? ". tanya Varel


Shila mengerjabkan matanya, "kata siapa om? aku tidak mencintai siapapun selain papaku". jawab Shila dengan santainya.


"apa aku tidak ada artinya dimatamu? ". tanya Varel membuat Shila menatap Varel dengan serius


"apa kau sama sekali tidak tertarik padaku? " . tanya Varel tak kalah serius.


"tertarik? tentu saja..! sebenarnya aku mengira om sangat jahat tidak tau sopan santun, dan tidak tau etika, pria kejam yang tidak mengerti perempuan, lama kelamaan aku mengerti om adalah om jahat tapi ada sisi baik yang membuat om menjagaku karna mommy om". Shila


"awalnya aku memang menjagamu karna mommyku tapi entah sejak kapan aku memiliki perasaan padamu Maharaniku". jawab Varel


Shila melebarkan matanya, "om bicara apa?".


Varel memegang tangan Shila, "aku tidak memaksamu untuk membalas perasaanku tapi aku mohon jaga dirimu baik-baik, aku tidak selamanya ada disisimu 24 jam untuk menjagamu dari pria brengs*k".


Shila terdiam kaku matanya mengerjab-ngerjab dan mulutnya terbuka lebar, ia tidak menyangka apa yang dikatakan orang-orang tentang perasaan Varel padanya itu benar adanya.


"om..? ". cicit Shila


"berikan jeruknya!! untukku kan? ". senyum tipis Varel mengetuk hidung Shila.


Shila menyerahkan kulit jeruk nya, hingga Varel menatap Shila.


"ke.. kenapa? ". tanya Shila dengan canggung


Varel tersenyum, "apa aku makan kulit jeruk? ".


"aah.. maaf om". Shila mengambil kulit jeruk itu membuangnya ke tong sampah dan jeruknya yang sudah dikupas diberikan pada Varel.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2