Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menumpang


__ADS_3

.


.


.


selama Shila tinggal bersama Keluarga Varel, selama itu juga Shila semakin dekat dengan Jessy yang mengasihi Shila layaknya seorang anak perempuan, Shila merindukan kasih sayang ibu tentu menyukai perhatian Jessy.


"om kenapa lama sekali? ". tanya Shila


Varel menoleh ke arah Shila, "kau tidak takut tidur satu kamar denganku? ". tanya Varel bukannya menjawab pertanyaan Shila.


"kenapa emangnya om? aku malah merasa nyaman tidur sama om, bukankah om tidak tertarik padaku? seharusnya aku lebih aman bersama Pria yang tidak tertarik padaku kan? ". Shila


Varel tersenyum tipis, "kau seperti anak bayi". kata Varel tidak nyambung lalu mengusap kepala Shila dan pergi ke kamar mandinya.


Shila kembali memainkan ponselnya dan tiba-tiba ada panggilan luar negri, ia segera mengangkatnya, sebelumnya Shila sendiri yang menghubungi nomor itu tapi sekarang nomor itu yang menghubunginya balik.


"mang Aji?? ". sapa Shila melambai cerah


"iya neng..! pak Suryo sedang di periksa Neng". lapor Aji memperlihatkan Suryo yang sedang di periksa dengan alat canggih.


Shila tersenyum haru, "semoga Papa cepat sembuh ya mang..! "


pembicaraan mereka terus berlanjut, Shila hanya bisa mengawasi Suryo dari jauh sementara Suryo dilarang memegang ponsel sampai pemulihan selesai.


beberapa menit kemudian Varel keluar dan mendengar ocehan Shila, Varel tersenyum miring lalu memilih masuk ke Ruang gantinya.


selama 1 bulan ini Varel harus tinggal 1 kamar dengan Shila, sementara Shila tidak mau merepotkan Jessy yang lebih memilihnya dari pada Ramon suaminya sendiri, Shila kan bukan siapa-siapa mengapa Jessy mementingkannya dari pada suaminya sendiri? untuk itu Shila memilih tidur 1 kamar dengan Varel, tidur sendiri pun Shila takut.


di Rumah Shila ada mang Ujang yang menghuni Rumah Shila.


"Om..? ". panggil Shila


"omm? om ngapain di dalam sana? ". tanya Shila mengetuk-ngetuk kamar mandi


"apa??". Varel menyahut dari ruang ganti nya


"eehh?? kok om bisa pindah? ". tanya Shila dengan bingung melihat Varel ada di Ruang ganti padahal Shila yakin Varel tadi masuk ke kamar mandi.


"mau apa hmm? ". tanya Varel mendekat hingga jarak Shila dan Varel cukup dekat.


"aku boleh ambil minum dikulkas om? ". tanya Shila berbinar


"aku kira apa! ". Varel menekan kepala Shila lalu berjalan ke arah sofanya.


"yes..! ". Shila berlari ke arah kulkas Varel dan mengambil minuman dinginnya.

__ADS_1


Shila kaget Varel berbaring di Sofa.


"om kenapa di tempat tidurku? ". tanya Shila melihat ke arah ranjang Varel yang kosong dan bersih.


"kau tidurlah disana bocah..! aku tidur di sofa". kata Varel sambil memejamkan matanya.


Shila memperhatikan kaki Varel yang panjang hingga tidak muat di Sofa itu.


"Om tidur di ranjang aja, aku mau tidur di sofa om, lagian sofa om kan sofa mahal aku nyaman tapi Om tidak muat lihatlah kaki om kepanjangan". Shila


Varel membuka matanya dan menatap tajam ke arah Shila.


"aku berbaik hati memintamu tidur di ranjangku tapi kau malah mengejekku? ". Varel


"siapa yang mengejek om sih? om nyaman tidak tidur di sofa dengan kaki bergelantungan kayak gitu?". tanya Shila dengan sabar


Varel melihat kakinya sendiri, jujur dirinya memang tidak nyaman tapi masih menjaga ego nya itu adalah hal terpenting baginya.


"om tenang aja..! aku udah biasa tinggal di desa om, bahkan tidur di lantai pun aku juga bisa, jangan remehkan gadis desa ya om? aku tidur tidak memilih tempat, asalkan tidak terkena hujan saja itu sudah patut di syukuri". Shila


Varel bangkit dan menatap manik mata Shila.


"di lantai? ". beo Varel


"iya om.. sana om balik aja ke Ranjang besar om, sepertinya itu memang dibuat khusus untuk om ya? panjang king size om tidak wajar". kekeh Shila yang terlihat lucu dimata Varel.


Varel bangkit dan berjalan ke arah Ranjangnya, bodo amat di ejek Shila bukankah Varel sudah berbaik hati meminta Shila tidur di Ranjangnya tapi bukannya merasa senang, Shila malah menertawai kakinya.


"selamat malam om! ". ucap Shila menarik selimutnya sampai menutupi lehernya.


Varel menyunggingkan senyumnya, "selamat malam bocah..! ". sahut Varel.


begitulah hari-hari mereka selama 1 minggu Shila tidur di kamar Varel, Awalnya Varel tidak suka tidur bersama bocah itu tapi lama kelamaan kehadiran Shila seperti warna tersendiri dikamarnya yang biasanya tidak ada suara sama sekali, jujur saja selama di kamarnya sendiri pun Varel tidak banyak berbicara.


ke esokan harinya.


"kak Agus kenapa nggak kesini kak? ". tanya Shila di telfon


"Shila... datang sendiri ya? kakak sudah memperkerjakan seorang manager baru untukmu! ". balas Agus dengan centil


"terus aku pergi naik apa? bukannya mobil Shila lagi kempes ban ya? ". tanya Shila


"numpang sama Tuan Muda kan bisa? perjalanannya lewat situ bukan? ". kata Agus lalu mematikan panggilannya secara sepihak.


Shila mengerucutkan bibirnya menatap layar ponselnya,


"kenapa sayang? ". tanya Jessy yang tiba-tiba mengejutkan Shila

__ADS_1


"hehe.. ini Tante.. Kak Agus tidak mau jemput Shila". jawab Shila nyengir


"Varel..? ". panggil Jessy yang mana Varel tengah melewati mereka


"kenapa mom? nanti aja ya? Varel sibuk". Varel tetap saja melanjutkan langkah kakinya.


"bawa Shila nak..! ". Jessy mendorong Shila yang melebar kaget disuruh satu mobil dengan Varel.


Varel melihat sekilas, "cepat..! "


"dengar sayang? ". Jessy membukakan pintu mobil Varel dan mendorong Shila untuk duduk di dalam mobil Varel.


Shila tersenyum canggung saat Jessy melambaikan tangannya setelah menutup pintu mobil Varel, tanpa berbicara Varel melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mansionnya.


hening...


hening...


"kenapa? apa kepalamu terbentur? ". ejek Varel melirik Shila


"maaf om..! Shila tidak berniat mengganggu pekerjaan Om". cicit Shila


Varel mengusap kepala Shila, "bukankah Agensimu aku lewati bukan? kita satu jalan lalu kenapa kau berpikir aku terganggu karnamu? "


"terimakasih om! ". ucap Shila sambil tersenyum dan Varel mengangguk datar.


Shila tidak lagi tegang di mobil Varel sampai tiba di tempat tujuannya, Varel tidak mengatakan apa-apa lagi. Shila keluar dari mobil Varel itu sudah keajaiban dan jarang sekali Varel mau menumpangi seseorang di dalam mobil mewah kesayangannya itu.


Shila berlari dengan heelsnya masuk ke gedung Agensi besar milik Keluarga Varel juga,


"kenapa lama sekali darling? ". tanya Agus dengan nada centil


Shila memutar bola matanya dengan malas, "kakak sih tidak jemput aku?"


Agus terkekeh lalu menarik lengan Shila, "ayo aku kenalkan pada manager barumu! ".


"perempuan atau laki-laki? ". tanya Shila berbisik


"perempuan, dia sangat pekerja keras dan cocok denganmu darling". bisik Agus juga


Shila mengangguk pelan, ia tau Agus sangat sibuk dan Shila juga tidak memaksa Agus untuk tetap menjadi menagernya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2