Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 26


__ADS_3

.


.


.


sore hari Raisa pulang jalan kaki ke Apartemen tempat tinggal nya bersama sang suami namun ditengah jalan Frans datang terlihat tidak suka melihatnya berjalan kaki.


"siapa suruh jalan? ". tanya Frans tak suka


"maaf mas..! tadi aku jalan sama teman-teman aku, aku tidak mungkin bilang ke mereka kalau aku naik ke mobil mas, aku belum siap memberi tau mereka semua mas". jawab Raisa memegang tangan Frans


Frans berdecak, "cepat atau lambat mereka akan tau juga".


"iya mas..! setidaknya sampai hari itu tiba biarkan aku mempersiapkan diri ya? ". pinta Raisa memelas.


Raisa menggoyang tangan Frans dan tampang Pupple Eyes, Ia sangat mencintai Frans tapi menghadapi para penggemar suaminya jujur saja ia juga butuh waktu.


"kalau begitu tidak usah bekerja! ". pinta Frans


"mas..? setidaknya biarkan aku bekerja sebulan ini aja ya? aku ingin sekali menciptakan game baru yang unik, aku mendapatkan ide saat kita berada di Puncak". memelas Raisa


Frans pun menuruti Raisa dan membawa istrinya dengan hati-hati ke Mobilnya bahkan membukakan pintu untuk sang istri.


"loh..? kok dilewati mas? ". tanya Raisa melihat gerbang gedung Apartemen mereka telah terlewatkan.


"kita beli perlengkapan kulkas". jawab Frans dan hal itu membuat senyum Raisa terbit.


saat berbelanja Raisa membeli banyak sayur-mayur di Supermarket, sebenarnya ingin ke Pasar tapi tidak ada Pasar sore-sore begini.


sementara Frans membeli banyak makanan untuk Istrinya tak lupa ia membeli banyak ice cream tapi belum dikeluarkan karna takut nanti cair entah kapan istrinya itu selesai berbelanja.


"apa kamu tidak mau beli baju sayang? Shooping? ". tanya Frans


Raisa tersenyum manis menggeleng kepalanya pelan, "Kedua kakak ipar sangat baik membelikanku banyak pakaian Mas, aku tidak butuh apapun lagi".


"tapi itu di Mansion sayang, untuk di Apartemen belum ada". jawab Frans


Raisa menggeleng-geleng kepalanya saat Frans menyeretnya ke Toko baju, Raisa tak bisa berkata-kata saat Frans dengan mudahnya mengambil baju seperti sebuah permen saja.


setelah puas berbelanja, terakhir Frans beli banyak Ice Cream.


"mas yakin tidak mau aku bantu bawa? ". tanya Raisa merasa bersalah melihat suaminya yang membawa banyak barang-barangnya.


"aku tidak selemah itu sayang". jawab Frans


"aku juga tidak lemah Mas..! aku bisa membawa 3 tabung gas dengan 1 tanganku". jawab Raisa serius.

__ADS_1


Frans pun memilih menuruti permintaan istrinya, apalagi Raisa terlihat tidak nyaman melihatnya banyak membawa barang padahal itu semua hampir miliknya Raisa, salah Frans juga sih yang banyak beli baju dan sepatu untuk Raisa.


.


di Apartemen


Raisa dan Frans menyusun belanjaan di kulkas, setelah selesai mereka terduduk di kursi meja makan lalu meneguk botol air mineral namun Raisa masih terlihat kuat hanya saja kakinya yang lelah sejak tadi mondar-mandir di Supermarket cukup lama bahkan mereka kembali saat langit sudah gelap.


Raisa melihat semua baju-baju baru nya diatas ranjang tempat tidur mereka, ia ingin merapikannya tapi Frans menangkap tangan Raisa lalu menarik tangan Raisa pelan dan berbaring di sofa.


"tidur disini saja ya? besok aja beresin semuanya". kata Frans sambil memejamkan matanya memeluk Raisa dengan erat seperti sebuah bantal guling.


anehnya Raisa tidak kesulitan bernafas malah membenamkan wajahnya di belahan dada suaminya mencari tempat teraman disana, ia juga lelah karna seharian bekerja.


Hari-hari mereka begitu manis, bekerja di Kantor saling bercumbu di Ruangan Pribadi Frans semua sudah Raisa rasakan tapi ia tidak mau merusak atau mengganti pakaiannya nanti teman-temannya curiga, Raisa hanya cukup menjaga pakaiannya tidak basah karna keringat saja kalau rambut basah bisa dikeringkan dengan cepat.


suatu hari di tempat lain


"siapaaa? ". teriak tetangga rumah lama Ibu Lely


"ini katanya Rumah Ibu Lely ya buk? dimana orangnya? kenapa rumahnya di Kontrakkan? ". tanya Pria yang sudah berumur yang tak lain dan tak bukan adalah Eric.


"orangnya sudah pindah pak..! anda terlambat". teriak yang lainnya


alhasil Eric pergi dari sana, ia baru saja dapat kabar kalau tempat tinggal Lely dan anak-anaknya di Kontrakan kecil itu bahkan itu rumah sudah menjadi milik Lely berkat jeri payah Raisa.


sejak saat itu Frans terlihat menjaga jarak darinya walau tidak terlalu jelas tapi Eric sudah tau ada perbedaan diantara sikap Frans sebelumnya dan sesudah Raisa mengenalinya.


Eric sampai pergi ke Kota demi meminta Raisa untuk tidak memberitau Frans, hingga tiba-tiba Eric mendengar percakapan seseorang kalau Frans si bungsu Fox Group tinggal di Apartemen ternama.


"pasti Raisa tinggal disana". tebak Eric


Eric segera pergi ke Apartemen ternama yang harganya bisa dibilang mencengangkan karna fasilitasnys sangatlah mewah dan pantas dengan harganya.


Eric bertanya pada Satpam tapi tidak ada yang menanggapi Eric karna mengira Eric hanya Pria gila yang mau mengacau saja.


mobil Frans tiba melewati Eric yang tengah berusaha membujuk satpam sementara Satpam yang lain membukakan pintu untuk Frans.


Raisa didalam Mobil tidak melihat Eric, ia hanya fokus melihat ponselnya cara memasak kue lembut yang lumer dilidah.


di parkiran


"sayang? ". panggil Frans


"iya mas". Raisa langsung menyimpan ponselnya.


"kenapa mesti buat kue hmm? kan bisa beli". tanya Frans

__ADS_1


Raisa tersenyum,, "aku suka memasak mas".


"lihat kedepan..! ". pinta Frans


Raisa melihat ke arah depan dan melihat sebuah mobil mewah di hadapannya.


"apa itu mas? ". tanya Raisa


"itu mobil untukmu". jawab Frans


"haaah?? ". Raisa malah melongoh bodoh.


Frans terkekeh, Raisa menggeleng-geleng kepalanya dan ingin menolak tapi si Raja tidak mau menerima penolakan, Raisa tidak bisa membawanya bekerja bukan karna Raisa tidak tau cara bawa mobil tapi karna tidak mau teman-temannya berpikir yang tidak-tidak tentangnya.


Raisa biss bawa mobil karna pernah menjadi seorang supir panggilan, ia punya berbagai macam pekerjaan demi mendapatkan uang.


"kalau begitu ambil ini!". pinta Frans memberikan sebuah kartu sakti ke Raisa.


"ini?? ". Raisa tergagap


"kartu itu sangat hebat bisa membeli apapun yang kamu mau". jelas Frans


"tapi ini berlebihan mas". tolak Raisa


"terima..! aku senang dengan perubahanmu diatas ranjang sayang, aku tau kamu sangat kelelahan bekerja lalu juga melayaniku dan itu semua hadiahmu yang membuatku senang". ujar Frans


"kenapa mas sangat baik padaku? ". tanya Raisa dengan serius.


Frans tertawa lalu mengatakan hal yang sama bayar dengan tubuh Raisa, alhasil Raisa tertawa kecil merasa lucu karna dirinya seperti Baby sugarnya Frans, setelah menyenangkan Frans dibayar dengan harta dan kemewahan seperti sekarang ini.


di Apartemen


hampir setiap tempat Frans meminta Raisa melayaninya, kini Raisa dan Frans tengah bercint* diatas meja makan.


Alasan Frans ingin berduaan dengan Raisa karna hal ini, Frans mau puas-puasin bersama Raisa tanpa ada yang mengganggu pantas saja keluarganya begitu bahagia dengan pasangan masing-masing ternyata saat bercint* dengan seorang yang dicintai rasanya beda.


"huh.. huh.. huh..! ". Raisa sampai kewalahan melayani suaminya.


"sudah mas..! jangan kasih aku apa-apa lagi, aku sudah tidak kuat". rengek Raisa yang terengah-engah


Frans tertawa, "aku akan beri kamu kemewahan apapun itu yang penting aku bahagia".


Raisa menggeleng-geleng lemah kepalanya, ia sampai tidak bisa memasak sebab dapur sudah berserakan dengan tepung, telur dan banyak hal lain lagi sudah seperti kapal pecah karna ulah suaminya yang semakin liar saja padanya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2