Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 15


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi


semua karyawan yang berlibur menikmati keseruan di Hotel itu, segala fasilitas telah disewa oleh Frans betapa hebat dan kaya nya Frans.


Raisa dicecar banyak rekan-rekannya, Raisa malah menjawab dengan ketus kalau penasaran kenapa tidak bertukar kamar saja? Raisa merasa tercekik tidur diruangan yang sama dengan Frans walaupun Bos nya itu baik tapi tidak baik untuk jantungnya juga.


"Ariff?? ". rengek Raisa dengan tampang lucunya hingga yang lainnya tertawa keras.


"maafkan aku Raisa..! aku minta maaf yang sebesar-besarnya, aku tidak sanggup berdekatan dengan Bos sungguh Raisa, aku bisa melakukan apapun untukmu tapi tidak untuk ini ya? ". Arif malah bersimpuh hingga semua rekan-rekannya semakin tertawa keras.


Drama Raisa meminta dan merengek pada teman-temannya pun gagal total hingga suara Frans mengagetkan mereka akan jalan-jalan hingga semua orang bersorak gembira.


.


.


di wahana


"haii? ". sapa seorang Pria duduk samping Raisa.


Raisa menoleh lemah dan terbelalak melihat Pria itu yang tak lain adalah Argantara, Raisa kenal karna Raisa pernah mencoba melamar pekerjaan di Perusahaan Game milik Arga tapi dihina oleh Pria ini tentu saja Raisa mengingatnya sampai sekarang.


"kau Raisa kan? kenalkan aku Arga". Arga mengulurkan tangannya.


Raisa melihat arah depan, ia seperti patung tak menanggapi kata-kata Arga apalagi ditambah telinganya di tulikan oleh Raisa.


"aku sudah mengingatmu..! aku hanya ingin minta maaf". ucap Arga


"iya..! tidak masalah, kalian orang berpendidikan tau apa masalah keluarga". ketus Raisa


"masalah keluarga? aku kan sudah minta maaf". kata Arga


"maaf ya Tuan Arga, aku tidak semurah hati itu. semua kata-kata yang anda ucapkan pada saya hari itu sampai sekarang masih membekas dihati dan pikiran saya, kenapa tiba-tiba minta maaf?". Raisa mendelik malas.


"benarkah? kalau begitu katakan apa yang ada dipikiranmu, aku akan mendengarnya". Arga


"tidak perlu..! kau tidak akan bisa mengatasi masalah orang miskin sepertiku". kata Raisa dengan malas.

__ADS_1


"tap...?". Arga berbicara tapi Raisa menyelah.


"tenang saja..! aku tidak akan memberi tau siapapun tentang kelainanmu". potong Raisa dengan malas dan terdengar tidak bersemangat.


"kelainan? ". beo Arga tidak mengerti


Raisa melirik sekilas Arga lalu berkata, "aku tau kau suka pisang, tenang saja aku tidak akan memberitau siapapun jadi kau bisa pergi bermain".


"suka pisang? aku tidak suka buah pisang". jawab Arga masih belum mengerti.


Raisa yang masih begitu sabar menjelaskan apa yang dirinya maksud hingga Arga menjatuhkan rahangnya tak percaya akan ada seorang perempuan yang mengatakannya Guy? hei...? Arga pria normal dan pernah pacaran dengan Artis serta model papan atas.


"kau tidak kenal Indah si model papan atas? ". tanya Arga serius.


"siapa memangnya? aku hanya tau tapi dia tidak kenal aku". jawab Raisa tidak nyambung karna pikirannya sedang kalut.


"nah..! dia mantan aku, aku cukup populer". Arga berkata dengan bangga.


Raisa mendengus dan mengusir Arga karna menurutnya tidak perlu sopan santun pada Bos mulut kejam seperti Arga. Raisa ketika di marahi oleh Arga saat itu sampai down 2 hari tidak bekerja part time hanya mengurung diri dikamar saking stresnya. ia begitu benci dengan Pria bermulut kejam yang tak pernah menghargai jeri payah orang lain hanya tau cara menilai covernya saja.


Orang seperti itulah yang harus disingkirkan di dunia ini, saat itu Raisa begitu marah hingga banyak menyumpahi Arga akan terkena karma. jika orang berpendidikan yang benar-benar cerdas pasti akan menilai setelah membaca sebuah buku bukan berkomentar saat melihat cover buku saja. anak TK pun bisa memberi komentar saat melihat cover buku.


"heii...? aku Argantara..? kau tidak menghormatiku?". kesal Arga


Raisa yang geram mendorong Arga dan mengatakan Arga sudah gila meminta Pria tampan itu untuk segera jauh-jauh darinya.


"dasar orang kejam". gerutu Raisa


Raisa memilih pergi hingga tak sengaja ia melihat Frans duduk di bangku panjang tepat dibawah pohon rindang.


"ini dia idolaku..!". senyum manis Raisa menangkupkan kedua tangannya


Raisa tersadar geleng-geleng kepalanya lalu menepuk-nepuk kedua pipinya.


"jangan jatuh cinta pada idolamu Raisa? sadar dirilah..! tapi Pria seperti Tuan Frans sangat langka dan diantara 100 pria hanya Tuan Frans yang terbaik". Raisa berceloteh tanpa sadar kakinya melangkah ke Frans.


"haiihh? ". Raisa memukul kepalanya dan berbalik tapi perkataan Frans membuatnya mendumel dalam hati menyalahkan diri yang tak bisa menahan langkah kakinya sendiri.


"aku sudah melihatmu..! kemarilah". Frans


Raisa nyengir dan berbalik berjalan mendekati Frans lalu Frans melirik bangku disampingnya dan Raisa pun duduk karna tau Frans memintanya duduk.


"sedang apa Arga disini? ". tanya Frans

__ADS_1


"tidak tau Tuan, dia hanya Pria gila yang tadi minta maaf padaku". jawab Raisa


Frans dan Raisa bercerita akrab hingga tanpa sadar menciptakan benih-benih kenyamanan satu sama lain.


"sudah aku bilang dia normal dan terlihat tertarik padamu". Frans


"tidak tuan..! dia hanya menutupi alibinya saat berpacaran dengan perempuan lain, dan menurut aku Pria yang tertarik padaku itu hanya pria tidak normal". jelas Raisa dengan kesal.


"bagaimana jika dia memang tertarik padamu? ". tanya Frans


"hah? tidak mungkin Tuan". jawab Raisa tertawa


"aku serius". jawab Frans.


"aku tidak menyukai Pria sombong, bodoh dan sok berpendidikan itu, bahkan anak TK saja lebih pintar darinya. dia sangat berbakat menjatuhkan mental orang lain hanya itu yang bisa aku puji darinya". jawab Raisa dengan serius.


"menurutmu bagaimana Pria berpendidikan itu? ". tanya Frans


lama-lama Raisa merasa terpojok hingga izin dari Frans yang terkekeh karna tau Raisa hanya mencoba melarikan diri saja.


di Toilet.


"ada apa dengan kedua pengusaha itu? apa mereka perang kehebatan? lalu kenapa memintaku menilainya? semua orang juga tau kalau Tuan Frans sangat hebat". dumel Raisa


setelah itu Raisa bergabung dengan teman-temannya untuk melepas stres akibat pembicaraan kedua Pria hebat itu yang membuat Raisa sakit kepala dengan bermain wahana.


"Tuan? ". panggil Zo orang kepercayaan Arga


"dia dendam padaku Zo". kekeh Arga


Zo menepuk jidatnya seketika, "pertanyaan macam apa itu Tuan? tentu saja dia dendam karna saat anda mengatakan hal kejam itu dia mengurung diri dikamar, jika anda memang menyukainya kenapa tidak menerimanya saat itu? ".


"hei.. mana aku tau dia sangat imut, jika saja dia tersenyum manis seperti malam itu saat bertemu denganku mungkin saja aku akan menerimanya". balas Arga tidak terima


Zo sekali lagi berdecak sebal, "karyawan yang melamar pekerjaan itu sangat formal dan menjaga sopan santun, kalau dia senyam senyum saat bertemu anda itu bukan bekerja tapi menggoda anda Tuan".


"aku rela digoda olehnya Zo". Arga


Zo tak bicara lagi karna menurutnya Arga sudah gila.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2