
.
.
siapapun tau betapa besarnya cinta Varel pada Shila, dan kisah cinta mereka begitu abadi didalam Film FirstLove yang semakin membesarkan nama Shila dan Varel.
Ariel berjalan ke arah Shila, "sayang? ". panggil Ariel
beberapa kru tampak sibuk kini saling pandang lalu memberi hormat, tanpa menunggu diusir mereka segera meninggalkan lokasi syuting itu hingga Shila geram pada Pria itu.
"ada apa lagi om? bukankah kita sudah putus? ". marah Shila
"apa kamu sama sekali tidak mencintaiku sayang? apa semua perasaanmu palsu? ". tanya Ariel berakting seakan-akan seperti pria yang cintanya dibuang sia-sia
"aku hanya mencintai om Raffan". jawab Shila
"siapa Raffan? kau selingkuh dariku? ". tanya Ariel dengan nada meninggi
"selingkuh? ". sinis Shila mengulangi kata-kata Ariel.
"lalu siapa pria bernama Raffan itu? apa dia lebih baik dariku? ". tanya Ariel dengan mata memerah
"pria yang sangat baik dan lebih dari segalanya dibanding om". jawab Shila
Ariel mencekal tangan Shila, "katakan siapa selingkuhanmu? ".
"kapan kita pacaran om?". tanya Shila dengan wajah datarnya
"apaa?? jadi selama ini kau hanya memanfaatkanku hah? gadis licik...! berani.. kau...?" Ariel terlihat marah memegang kerah baju Shila tapi Shila menepisnya dengan cepat.
Ariel tersentak merasakan kekuatan Shila yang bisa menepis cengkraman tangannya.
"memanfaatkan? Apa kata-kata itu tidak menusuk om? om pikir hanya karna rupa dan tubuh om sama dengan Om Raffan membuatku terkecoh hah? kami melalui banyak hal, cara om mendatangiku sudah jelas om bukan Om Raffanku". bentak Shila
"om bahkan tidak tau siapa itu Om Raffan". kata Shila dengan nafas memburu
"apa maksudmu aku kenal siapa Raffan? ". tanya Ariel berlagak tidak tau maksud kata-kata Shila
"dimana Om Raffanku...? kenapa om menyamar mengambil posisinyaaa?? om mungkin bisa membohongi siapapun tapi om tidak bisa membodohiku.. ! kalian sangat berbeda". kata Shila dengan datar dan dingin lalu melenggang pergi namun Ariel mengejar Shila
"apa maksudmu Shila? ". tanya Ariel
"apa perlu aku kasih tau om itu bukan Om Raffan? entah apa yang om lakukan pada pacarku hingga meninggalkanku, hanya karna om kembarannya jangan harap bisa menipuku". geram Shila lalu menepis tubuh kekar Ariel hingga mematung ditempat setelah ditepis Shila walau hanya bergeser sedikit supaya Shila bisa lewat saja.
"kau tau aku bukan dia? ". tanya Ariel dengan serius
__ADS_1
pertanyaan Ariel membuat Shila menghentikan langkah kakinya, "ya "
"bagaimana caramu membedakan kami? bahkan mommy dan Papi nya tidak mencurigai ku sama sekali". tanya Ariel
Shila berbalik menatap Ariel lalu bersidakap dada, "karna darah Papi dan Mommy mengalir ditubuh om, firasat mereka sebagai orangtua tau kalau om itu adalah darah daging mereka, wajar mereka tertipu tapi aku tidak, hatiku dan hati Om Raffan telah menjadi satu cara kalian memperlakukanku sangat berbeda, cara kalian menatapku juga berbeda, bahkan panggilan kalian pun berbeda".
"memangnya apa panggilannya padamu? ". tanya Ariel dengan serius
"aku tidak akan mengatakannya karna kalian tidak sama, jika om memang penasaran kenapa tidak bertanya padanya dan bicara lebih akrab, aku mohon berhentilah bermain-main dengan perasaanku, aku hanya mencintai 1 lelaki yaitu om Raffan bukan Om Ariel". kata Shila
"kau tau namaku? ". tanya Ariel dengan tangan terkepal
"jangan menyalahkan siapapun om, aku sudah mencarinya sendiri, sejak om datang ke acara syutingku menggagalkan pekerjaanku saat itulah aku tau om bukan om Raffan, aku mencari taunya sendiri tanpa campur tangan om Raffan, bahkan sampai sekarang aku tidak tau keberadaannya". jelas Shila lalu meninggalkan Ariel yang terlihat sangat keren tentunya dimata Ariel.
Ariel teringat tawa Varel saat itu mengatakan Kekasihnya sangat tau perbedaan mereka.
"dia memanggil Shila apa? aku harus cari tau, aku akan membuatnya percaya dirinya bisa tertipu, aku dan dia tidak ada bedanya". gumam Ariel berbalik pergi
Ariel mencari tau panggilan Varel pada Shila melalui Nando yang kini berlagak tidak tau Pria didepannya ini bukanlah Varel, Nando telah bertemu dengan Varel asli berkat bantuan Shila.
Nando akhirnya mengerti alasan Tuan mudanya, mau tidak mau Nando harus bersikap biasa saja seolah tidak tau siapa Pria didepannya sekarang.
"hmm.. Aku tidak tau Tuan, setauku anda memang tidak pernah memanggil Nona dengan panggilan Shila". Nando tampak berpikir
"kau cari tau cepat! ". titah Ariel
Ariel berdecak kesal lalu meninggalkan Nando yang berlagak bodoh dan tersenyum seketika, "dia sama bodohnya dengan Tuan Muda". bisik Nando
.
"mommy sudah sadar? ". tanya Ariel yang kini duduk dihadapan Jessy
"kenapa kamu bawa mommy kesini Rel? kamu tau mommy sudah muak dengan baju Rumah Sakit?". gerutu Jessy
"mommy sering ke Rumah Sakit? ". tanya Ariel terlihat terkejut
"ada apa denganmu nak? bukankah kamu yang membuat mommy masuk rumah sakit hmm? kamu menolak menantu-menantu pilihan mommy". marah Jessy melempar bantal yang ada disekitarnya ke wajah Varel
Ariel tersentak, "mommy sebenarnya aku ini anak mommy atau bukan sih? aku Varel anak mommy kan?? ".
"dasar anak nakal..! dunia juga tau kau anakkku". geram Jessy makin melempar bantal yang didekatnya hingga tidak ada lagi bantal disekitarnya.
Ariel mendumel kesal karna Jessy terlihat tidak seperti ibu kandung melainkan ibu tiri.
"dasar mak lampir! ". decak Ariel membuat mata Jessy nyaris keluar dari sarangnya.
__ADS_1
"aaapppaaaa?? ". jerit Jessy membuat telinga Ariel berdengung mendengar suara Jessy
brakhh.. brukk.. brakkh..
"awwwh.. momm.. " pekik Ariel
pintu dibuka dan Ramon menganga melihat Jessy tengah memegang bantal dan Ariel dibawah dengan penampilan kacau.
"apa yang kalian lakukan? ". tanya Ramon segera menutup pintu
"momm.. Papi tolong Mak lampir ini! ". protes Ariel
"apaaa? ". Ramon membelalak tak percaya
Jessy semakin kesetanan saja memukul dengan bantal dan menerjang putranya tapi tidak membuat Ariel terluka hanya kacau seperti gembel saja,
.
.
"kenapa kau memanggil Shila? biasanya kau tidak pernah memanggil menantu kesayanganku Shila". tanya Jessy dengan sinis
Ariel melihat ke Jessy seketika, "mommy tau apa panggilanku pada Shila? ". tanya Ariel semangat
"kenapa matamu berbinar? kau benar-benar lupa panggilanmu sendiri? ". tanya Jessy semakin sinis seolah tidak merestui anaknya itu dengan Shila simenantu kesayangannya.
"kenapa tingkahmu berbeda nak? kau melupakan panggilan Maharanimu? ". tanya Ramon pun terheran-heran.
"Maharani? ". beo Ariel
"KayShila Paramastri Maharani, kau memanggilnya Maharani kan? jangan pura-pura lupa deh..! dasar anak lampir". gerutu Jessy begitu dendam pada putranya seolah tak terima Ariel menyebutnya mak lampir.
Ariel menyunggingkan senyum tipisnya, "terimakasih mom..!". ucap Ariel beranjak pergi meninggalkan Jessy
Jessy dan Ramon saling pandang bingung, namun Ariel berlari keluar Rumah Sakit dengan raut wajah bahagia seolah baru saja dapat harta karun.
"Maharani? pantas saja dia tampak kebingungan saat aku memanggilnya Shila". gumam Ariel tersenyum miring.
.
.
.
tak kan bisa menipu Shila, hahaha.. Shila tau perbedaan Om Ariel dengan Om Raffan nya... wkwkwk..
__ADS_1
.
.