
.
.
di tempat lain
Shila sedang mengotak-ngatik pekerjaannya, sejak Shila memutuskan untuk fokus dengan Kuliahnya Varel meminta Shila untuk tinggal di Apartemennya tentu harus melewati tahap Omelan, Peringatan, serta ancaman dari Suryo.
Varel malah bahagia dapat ancaman oleh Suryo, bahkan Varel dengan senang hati memberikan lehernya ke Suryo jika dirinya memang melanggar peringatan dari Suryo.
"sayang? ". Varel datang membawakan susu dan roti untuk Shila
Shila mengangguk lalu menerima susu itu tapi saat Shila hendak meminumnya Varel merampasnya dan Varel mengelus kepala Shila.
"panas sayang..! aku tiup ya? ". kata Varel dibalas anggukan oleh Shila sementara Shila kembali fokus dengan layar laptopnya.
Suryo ingin libur selama 3 bulan demi putrinya tapi pada kenyataannya orang-orang langganannya tidak menerima usulan Suryo yang ingin libur hingga mau tidak mau Suryo harus tetap berdagang walaupun tidak sampai malam tapi tetap saja Suryo tidak bisa menjaga putrinya, itulah sebabnya Suryo percaya Varel yang tidak bekerja karna ada Ariel yang bekerja, Suryo meminta pada Varel untuk menjaga pola makan putrinya jangan sampai jatuh sakit.
Suryo pekerja keras tentu ia mengenal putrinya juga sama, jika Shila serius apapun akan dilupakan termasuk perutnya yang lapar apalagi jika duduk dilayar laptop, mata Shila bisa saja berubah hitam jika tidak diatur jam tidurnya oleh seseorang.
"udah sayang..! udah dingin". kata Varel dan Shila meneguknya sampai habis dan meletakkannya
Varel dengan telaten menghapus bibir Shila yang belepotan susu, Varel menyuapi Shila makan roti dan Shila menerimanya.
"jangan terlalu dekat dengan laptop sayang". kata Varel dibalas anggukan oleh Shila
Varel mengecup pelipis Shila lalu membawa pergi nampan bekas sarapan Shila.
Varel sama sekali tidak mengganggu Shila, ia persis seperti Seorang Ayah yang mengawasi Putrinya, Varel bisa melihat Shila saja sudah membuatnya senang dan ia tidak butuh hal lainnya lagi.
malam hari
"udah sayang..! udah malam". Varel menekan kepala Shila
Shila menoleh ke arah jam dinding dan Varel yang tengah menatap lembut dirinya, Shila merentangkan tangannya dan Varel menggendong Shila setelah dapat kecupan sayang dibibirnya.
"kemana Om? ". tanya Shila melihat Varel membawanya ke Kamar mandi.
"gosok gigi, cuci muka dan cuci kaki". jawab Varel
Shila mengerucutkan bibirnya dan Varel hanya tertawa lebar menduselkan hidungnya dengan hidung Shila.
mereka tidak melakukan apapun hanya berpelukan saja di atas ranjang, Shila tidak melakukan apapun hanya fokus dengan pekerjaan kampusnya karna Shila begitu gigih ingin menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, sedangkan Varel sudah berubah dari pekerjaannya yang seorang CEO menjadi Chef pribadi untuk Shila.
Varel menonton TV Miss Grand International yang menjadi perwakilan Indonesia adalah Dewi Cahyani dimana Wanita itu adalah juara 2 dari Ajang Putri Indonesia season 7.
__ADS_1
"ckk... kekasihku jauh lebih cantik darinya". gumam Varel terkekeh geli melihat pakaian Miss International yang sangat terbuka ala barat.
"beruntung saja Maharaniku menolaknya, jika dia menerimanya entah apa yang akan aku lakukan pada siaran TV ini yang meminta Maharaniku memakai pakaian seperti telanj*ng ini". gerutu Varel mengganti siaran TV nya.
Varel malah menonton cara memasak alias pekerjaan Chef, menontonnya begitu serius karna ia sangat pandai merekam dan mengingat sesuatu dengan otak kecilnya yang seperti monster saja.
"apa aku masak menu ini ya? ". gumam Varel tersenyum lebar
Varel dengan senang hati memasakkan Shila hingga tidak terasa tubuh Shila sedikit berisi bahkan pipinya terlihat chubby karna mulai jarang berolahraga fokus dengan laptopnya itu saja.
"udah om..! lihatlah pipiku semakin berisi". kesal Shila yang tak terima Varel kembali menyodorkannya makanan
Varel terkekeh malah dengan gemasnya ia menciumi pipi Shila yang tampak lebih berisi, "kamu malah terlihat sangat menggemaskan sayang".
Shila mendorong tubuh kekar Varel, "aku mau lanjutin..! ". kesal Shila tapi bukan Varel namanya jika ia tidak bisa memaksa kekasihnya makan.
.
siang harinya Suryo datang ke Apartemen Varel dan Varel yang ada di Ruang tamu segera membukakan pintu.
"papa? ". senyum Varel mengambil alih barang-barang bawaan Suryo
"dimana Shila nak? ". tanya Suryo
Varel membawa Shila ke kamar Shila dan terdengar oleh Suryo putrinya itu tengah mengomel.
"udah Om..! aku bisa jadi bab* buntal jika om terus saja memberikanku makanan". cerocos Shila tanpa melihat pelakunya.
Varel tertawa kecil lalu meninggalkan Suryo dengan Shila seolah sengaja untuk memberi ruang pada Papa dan anak itu.
"eeh..? Papa? ". Shila menoleh mendengar suara Suryo
Suryo kaget melihat pipi Shila yang semakin berisi, benar-benar terlihat menggemaskan.
"Papa? ". Shila berdiri tegak lalu memeluk Suryo yang tertawa
"Papa..? lihat apa yang Om Raffan berikan padaku? dia membuatku jadi bab* buntal dalam 1 bulan". adu Shila membuat Suryo terbahak
"papa senang putri cantik Papa jadi ikan buntal? ". kesal Shila mendongakkan kepalanya
"Papa khawatir kamu tidak makan sayang dan akan kurus tapi tidak disangka putri kesayangan Papa bahagia sekali ya? bahkan sudah menjadi ikan buntal yang lucu". ejek Suryo
"iishhhh.. Papa". rengek Shila tak terima diejek ikan buntal
sebenarnya Shila malah terlihat lebih cantik dengan Pipi Chubby tapi pekerjaannya yang menjadi seorang model membuatnya harus menjaga berat badan, padahal berat badan Shila hanya menambah 1 KG saja tidak ada yang tau hanya pipinya saja yang terlihat lebih berisi, dan juga alasannya karna Shila tinggi.
__ADS_1
.
"terimakasih nak..! papa harap kamu terus mengawasi pola makannya". ucap Suryo menepuk pundak Varel
"iya pa..! " Varel tersenyum saja ke Suryo
"oh ya.. kenapa kembaranmu bisa ada di Bandung? ". tanya Suryo penasaran
"darimana Papa tau? ". tanya Varel
"dari mang Ujang, dia mau buka usaha jualan baju disamping Ruko papa dan belanjanya disana". jawab Suryo
"iya Pa..! dia sedang mengurus hal kecil, aku sendiri juga heran kenapa dia selalu turun kelapangan sendiri jika ada hal yang tidak dia sukai karna tidak wajar ". kekeh Varel heran dengan karakter Ariel yang terkadang berbeda darinya.
"itu karna dia tau arti tanggung jawab". jawab Suryo
"dia lebih mirip dengan Tuan Ramon saat masa mudanya". sambung Suryo lagi
Varel menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"kamu juga nak, hanya saja cara kalian berbeda". jelas Suryo yang tau pikiran Varel
"lalu bagaimana tempat makan Papa? mang Ujang buka usaha sendiri Papa bagaimana? ". tanya Varel
"Papa mencari karyawan yang lain lah, kenapa papa harus menghalangi nya yang mau buka usaha sendiri". jawab Suryo terkekeh
"Mang Aji bagaimana Pa? ". tanya Varel
"Mang Aji katanya mau beli Apartemen dan Mobil baru mau buka usaha sendiri katanya". jawab Suryo terkekeh
Varel hanya bisa tersenyum dengan ketulusan Suryo memperlakukan anak buahnya, jika diluar sana banyak cara bos untuk tetap mengikat Karyawannya dengan alasan hutang tapi Suryo malah berbeda.
.
.
.
hehe... Terimakasih selamat beraktifitas pagi..! muah.. muah...
.
.
.
__ADS_1