Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
Bonus Ekstra Part. 22


__ADS_3

.


.


.


Pagi-pagi


Raisa terbangun dengan kaget, "haeeh..? aku terlambat kerja".


Raisa mengangkat selimutnya dan hendak lari namun baru berpijak saja ia sudah terduduk kembali, Raisa terlihat linglung.


"bagaimana caraku bekerja? aku pikir bangun tidur sakitnya sudah hilang". gumam Raisa kebingungan.


Raisa berusaha untuk berdiri tapi malah melihat kakinya gemetar, "sst... perih! ".


Raisa berdiam diri sambil memikirkan cara untuk bisa bekerja dengan kaki seperti ini, kalau dipaksakan jalan Raisa pasti aneh.


ceklek...!


Raisa menoleh ke arah pintu dan melihat Frans masuk membawa nampan sarapan roti dan susu serta ramuan herbal.


"Mas? ". Raisa berdiri tapi Frans melihat kaki Raisa yang gemetar membuat Raisa malu dan memilih kembali duduk.


Raisa menepuk keningnya seketika, ia baru menyadari suaminya adalah bos nya, minta izin pada Frans kan masalah selesai.


"kenapa memukul kepalamu sendiri sayang?". tanya Frans menahan senyum.


Frans mengira Raisa memukul kepalanya sendiri karna malu berpura-pura sok kuat dihadapannya padahal tidak sama sekali.


"tidak Mas..? aku hanya lupa kalau bosku suamiku". cengir Raisa


Frans tertawa lalu duduk disamping Raisa, "sarapan ya?? aku tau kakimu tidak akan kuat berjalan, aku sudah mengatakan pada Keluargaku dan mereka mengerti".


Raisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Frans memegang tangan Raisa dan mengecupnya lembut.


"tidak usah malu ! mereka tau istriku hanya gadis polos yang diperdaya oleh otak laki-laki licik sepertiku". ujar Frans


Raisa tersenyum malu, Frans menyuapi Raisa dengan hati-hati hingga Raisa tak henti-hentinya menatap Frans, entah kemana rasa malu sebelumnya hanya karna diperlakukan lembut oleh Frans.


Raisa diperlakukan seperti Ratu oleh Frans, bahkan saat mandi pun di gendong dan Frans meminta maaf tidak bisa memandikan Raisa karna takut dirinya malah memakan Raisa hingga wajah Raisa merah seperti kepiting rebus saat Frans berbalik meninggalkannya.


"aaah...! ". Raisa menangkup kedua pipinya sendiri saat mengingat malam panasnya di Bath Up dan pancuran Shower.


Raisa menggeleng-geleng kepalanya memilih fokus membersihkan dirinya dengan pipi merona,


.


"ciee...! pengantin baru mau kemana nih? ". goda Vivi


"haha..! ". Shila tertawa lepas melihat wajah Raisa yang memerah malu dan bersembunyi dilengan Frans.

__ADS_1


"kenapa malu-malu hmm? ". kekeh Jessy


"V.. Vikri dimana Kakak ipar?". tanya Raisa dibalik lengan Frans yang tersenyum


"biasalah Raisa, dia ngekor sama Papanya". jawab Vivi dengan kesal


"Anak-anakku tidak seperti anak-anak Shila yang betah didalam Rumah". gerutu Vivi melihat Anak-anak Shila tengah menonton TV di ruang tamu ada juga yang main game yaitu anak laki-laki kesayangan Varel dan Shila.


"sudah.. sudah..! jangan diganggu pengantin baru mau jalan-jalan". Jessy menengahi


alhasil Shila, Jessy dan Vivi mengantarkan sepasang pengantin baru yang mau jalan-jalan itu, Frans merangkul pinggang Raisa yang masih malu-malu didepan keluarga barunya.


"tunggu disini ya? biar aku ambil kendaraan kita dulu". Frans mengusap kepala Raisa lalu berbalik meninggalkan Raisa bersama Keluarganya.


"cieee...! gimana MPnya?? ". tanya Shila


"pasti hareudang kan?? ". sambung Vivi


"ya iyalah..! Lingerienya gimana? ". tanya Jessy


Raisa melebarkan matanya lalu menutupi bagian tubuhnya dengan kikuk hingga ketiga wanita cantik depan Raisa tertawa terpikal-pikal.


"hei.. Raisa kami perempuan". sungut Vivi lalu kembali tertawa


"ahahaha". mereka tertawa sahut-sahutan.


Raisa semakin malu menutupi wajahnya, "jangan menggoda Raisa Mommy, Kakak ipar". keluh Raisa


"waah.. udah lancar manggil Mommynya". goda Jessy


Motor Frans tiba di dekat Raisa, "ayo sayang..! ". ajak Frans


Raisa berbalik dan senyumnya melebar melihat kendaraan Frans adalah motor bukan mobil, Jessy bertanya apa mereka tidak kehujanan nanti tapi Frans ingin membawa perempuan yang dicintainya naik motor kesayangannya hingga Vivi dan Shila semakin gencar saja menggoda Raisa yang semakin malu saja.


"hati-hati di jalan! ". teriak Vivi, Shila dan Jessy serentak


Frans memasangkan helm di kepala Raisa lalu membukakan pijakan kaki untuk Raisa, tak bisa dipungkiri Raisa sangat senang naik ke motor besar Frans.


"cieee...! ". goda ketiga wanita genit itu, senang sekali mereka menggoda Raisa yang pemalu.


Frans menutup kaca helmnya dan Raisa memegang pinggang Frans namun tangan Frans menarik tangan Raisa hingga memeluk Frans.


.


"Mas ini mau kemana?? ". tanya Raisa sedikit berteriak.


"ke Puncak! ". jawab Frans


Raisa mengeratkan pelukannya saat Frans menarik gas motornya, setibanya di jalan sunyi Raisa berteriak senang berdiri dipijakan motor dan memegang bahu Frans.


betapa senangnya menikmati masa pacaran dengan Frans, terkadang berhenti di tepi jalan makan bersama hingga tiba di sebuah Vila mewah di bawahnya banyak kebun teh.

__ADS_1


"Mas ini..?". Frans mengedarkan pandangannya melihat pemandangan alam itu dengan mata berbinar sambil turun dari motor Frans.


"iya..! ini Vilaku". jawab Frans membuka helm Raisa dan meletakkannya di motornya.


Frans memeluk Raisa dari belakang hingga Raisa tersenyum lebar, "Mas sejak kapan punya Vila ini? ". tanya Raisa


"sejak aku memiliki Perusahaan Playergame". jawab Frans


"ayo masuk..! ". ajak Frans


"kenapa?? aku masih mau disini mas". elak Raisa


"kamu tidak lihat disana sangat gelap hmm? ". tunjuk Frans


Raisa membelalak melihat awan hitam mendekati mereka hingga dalam hitungan detik hujan mengguyur Raisa yang cepat ditarik Frans masuk ke Vila.


"sudah aku bilang kan ?". kata Frans meledek menyibakkan rambut Raisa.


"motor mas gimana? ". tanya Raisa


"motorku sudah masuk ditempat teduh, jangan pikirkan itu". jawab Frans


didalam Vila


Raisa sampai tak bisa menutup rahangnya saking mewahnya fasilitas Vila Frans tak berbeda jauh dengan fasilitas Hotel penginapan President suite.


"ayo masuk! ". ajak Frans mengulurkan tangannya.


Raisa menyambut tangan Frans, mereka berdua seperti berpacaran hanya saja sudah halal dan tidak takut lagi akan masalah keluarga nantinya karna sudah aman dan tidak akan ada fitnah di kalangan masyarakat.


Jika ada yang ragu bisa saja Frans menunjukkan surat nikah mereka nanti.


"mas ini indah sekali.. bagaimana caraku membayarnya? ". tanya Raisa


Frans menyeringai, Raisa melakukan kesalahan dengan bertanya bayarannya.


"bayar dengan tubuhmu! ". kata Frans tersenyum miring dan misterius.


Raisa melihat ke arah Frans dan mengerjab-ngerjabkan matanya, "hah?? ".


"ayo sayang..! kamu sendiri yang bertanya bayarannya kan?". Frans melepas bajunya hingga Raisa menelan salivanya bersusah payah.


di tengah hujan deras yang menerpa Vila itu, sepasang pengantin baru malah menghabiskan waktu di kamar karna Frans meminta Raisa membayarnya.


malam hari Raisa melakukan VC dengan keluarganya dan menunjukkan kemewahan di Vila itu dan adik-adik Raisa yang heboh ingin berlibur kesana, Frans memeluk Raisa dari belakang.


"lain kali abang akan bawa kalian kesini! ". ujar Frans serius


"yeeehhhh". sahut mereka gembira


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2