Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
pertengkaran biasa


__ADS_3

.


.


"anda tidak akan bisa pergi dari sini Tuan". kata Desi akhirnya menunjukkan wujud aslinya yang terlihat begitu serakah


Ariel berdecak, "kau fikir aku bisa kau takhlukkan? ". ejeknya dengan dingin


Desi melirik lilin kecil yang ada di dekat Ariel, tentu sorot mata Ariel menajam ke arah tatapan Desi seolah tau apa yang dipikirkan jal*ng itu.


"dasar jal*ng...!". umpat Ariel segera membekap mulutnya sendiri


Desi tertawa keras, "aku akan menjadi Nyonya Fox Group Tuan Muda".


Ariel mengambil lilin itu lalu melemparnya ke ranjang Desi hingga Desi terbelalak dengan cepat mencoba memadamkan api yang dengan cepat menyebar sebab bahan selimut di ranjang itu terbuat dari kapas.


Ariel memukul-mukul pintu hingga tak berapa lama pria yang ia kenali membukakan pintu untuknya,


"cepat..! ". titah Varel yang wajahnya begitu mirip dengan Ariel


Ariel menutup mulutnya, ia tidak bisa marah karna memang butuh bantuan saat ini.


Varel menutup pintu Kamar itu, Desi sibuk memadamkan api, ia lupa dengan tujuannya saking tak ingin dirinya mati dilalap si jago merah.


"aaah.. padamkan apinya.. sialan.. dimana air? ". bentak Desi yang begitu panik


api semakin besar melalap selimut kamar itu, Desi mengambil air dan menarik selangnya sekuat tenaga ia menyiram ranjangnya hingga berasap dan Desi terkulai lemas sambil terbatuk-batuk, wajahnya sudah menghitam dibagian-bagian tertentu.


sementara Varel membawa Ariel pergi melalui lift namun berhenti di lantai 2 karna ada orangtua Desi menunggu di lantai 1, Varel membawa Ariel lewat jalan pintas.


"kau menolongku? ". tanya Ariel dengan suara serak


"diamlah..! kau bisa mengatasi semua masalah di Perusahaan tapi kenapa masalah kecil seperti ini saja kau terjebak? ". marah Varel


"diam kau.! ". ketus Ariel.


"iya aku diam tapi kau diam juga". ketus Varel


"kemana kau bawa aku? ". tanya Ariel dengan kesal


"aku membawamu ke kuburan". jawab Varel ketus


"aku akan menggentayangimu". jawab Ariel dengan tajam namun masih terlihat lemas.


"apa hebatnya jadi hantu". decak Varel dengan nada mengejek


"jangan remehkan aku anak bodoh..! aku akan mencincangmu dengan pisau melayang". geram Ariel


"diam kau! ". ketus Varel


"kau yang tidak bisa diam". balas Ariel dengan nada menantang


"berisik..! ". ujar Varel ketus


"kau...? " Ariel terbatuk saat darahnya terasa mendidih (alias marah).

__ADS_1


"sudah aku bilang diam". ejek Varel


"diam kau.. berisik! ". balas Ariel


saudara kembar yang sudah lama terpisah itu ternyata memiliki kepribadian yang sama, benar-benar terdengar lucu jika ada yang mendengar pertengkaran mulut mereka.


Varel membawa Ariel ke Apartemennya, beberapa orang sempat ada yang kaget di parkiran melihat ada 2 Varel.


"ckk..? " decak keduanya serentak


"aaahhhh". jerit orang itu berlari ketar-ketir seperti melihat hantu


Varel dan Ariel saling pandang


"diam..! ". ucap mereka serentak


"pasang maskermu! ". titah Varel


"kenapa aku harus memakai masker? kau saja". balas Ariel menolak


"cepat pasang! bisa pingsan jika ada manusia yang melihat wujudmu yang meniruku". ancam Varel


"enak saja kau bilang aku menirumu.. kau yang meniruku". jawab Ariel tak terima


"berisik sekali kau..! pasang maskernya". Varel memaksa memakaikan Ariel masker


Ariel yang tak punya tenaga hanya bisa mengumpat, menyumpah serapahi Varel tapi Varel hanya dengan santai menjawab


"berisik..! ". balas Varel


.


"apa kau lihat-lihat? ". Varel melototkan matanya


Gibran berdecak pelan, "apa sifatnya juga sama sepertimu tuan? ". tanya Gibran


"dia lebih keras kepala dan bodoh dariku". jawab Varel dengan sombong


Gibran melihat Varel dan Ariel bergantian, "apa Nyonya tau dia punya 2 anak gagah dan tampan? ".


"tentu saja dia tau bodoh..! tapi satu lagi Frans". jawab Varel


Gibran menjatuhkan rahangnya, "dan dia tidak diakui? ".


"mommyku hampir gila karna hilangnya dia, bukannya kau tau orang yang menculikku hari itu? ". ketus Varel


"aah.. iya.. aku selalu bertanya-tanya apa yang bisa membuat perhatian mereka teralihkan darimu, tapi apa hubungannya? ". tanya Gibran


"dia yang hilang, mommy dan Papi berusaha mencarinya hingga mengabaikanku begitulah akhirnya". jelas Varel.


"Ya Tuhan..! dia memang mirip sekali denganmu Tuan, mungkin tidak ada yang bisa membedakan kalian". decak Gibran akhirnya mengerti penjelasan Varel.


Varel tertawa kecil membuat Gibran menoleh pada Varel.


"ada apa Tuan?". tanya Gibran dengan kesal

__ADS_1


"ada satu orang yang tau perbedaan kami". jawab Varel


"siapa? mommymu? ". tebak Gibran


"Nona Shila". jawab Nando tiba-tiba


Gibran terkejut namun melihat kearah Nando, "kau juga tau Nan? "


"tentu saja..! Tuan muda sangat aneh akhir-akhir itu setelah putus, bagaimana bisa pria yang tergila-gila pada Nona Shila terlihat baik-baik saja setelah putus dari Nona Shila". kekeh Nando


"Nona Shila bisa membedakan kedua saudara kembar ini? ". tanya Gibran sekali lagi dibalas anggukan oleh Nando


Varel tersenyum tipis saja karna ia memang sangat bangga pada kekasihnya yang tau perbedaan mereka.


tak berapa lama kemudian Ariel bangun dan mendengar pembicaraan Varel dengan Nando, Gibran


"apa yang harus saya lakukan pada jal*ng itu tuan? ". tanya Nando


"biarkan saja dia bersenang-senang terlebih dahulu". jawab Varel


"lalu Tuan membiarkan wanita licik itu menang? ". tanya Gibran yang sangat mengenal sosok Desi


"ck.. kenapa kau bertanya padaku? tanyakan pada Ariel". decak Varel


"Tuan.. anda kan juga Tuanku". gerutu Nando


"ya kau benar Nan.. tapi apa yang Tuan Varel katakan memang benar, biarkan Tuan Ariel yang mengatasinya, mendengar ceritamu aku rasa dia jauh lebih baik mengatasi perusahaan tidak seperti Tuan Varel yang hanya menyuruh orang hingga dapat tamparan keras dari Nona Shila". sindir Gibran


Varel menatap tajam ke arah Gibran, Nando tertawa lebar.


"Nona Shila benar-benar keren saat itu, aku hampir saja kehilangan separuh nyawaku melihat keberanian Nona Shila menampar Tuan Muda didepan banyak orang". kekeh Nando


"kau..? " Varel menjitak kepala Nando


Nando nyengir sambil minta ampun


"kenapa dia belum sadar juga? ". tanya Varel melirik Ariel yang pura-pura masih tidur


"hei.. Tuan.. saudara kembarmu itu terkena efek obat bius penenang yang bisa membuatnya tertidur dan lemas dalam jangka waktu beberapa jam, wanita itu sangat licik aku pikir dia berubah ternyata hanya topengnya saja". decak Gibran


"aku tidak peduli, aku mau dia sadar supaya Perusahaan kembali baik-baik saja". ketus Varel


"bukankah anda juga bisa mengatasinya Tuan? ". tanya Nando dengan heran


"aku tidak mau mengambil hak nya, dia adalah saudara kembarku dan dia lahir duluan di dunia ini otomatis Perusahaan Fox Group adalah miliknya". jelas Varel


"anda tidak menginginkan Perusahaan Itu Tuan? ". tanya Gibran


"untuk apa? aku bisa membangun Perusahaanku sendiri". jawab Varel dengan angkuh


sudut bibir Ariel terangkat tipis tak ada yang menyadarinya, ia merasa kehangatan mengalir dibenaknya mendengar dirinya diakui oleh Varel sebagai saudara kembarnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2