Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tidak mengerti


__ADS_3

.


.


satpam yang menolak Varel tadi sebenarnya sudah gemetar tapi bagaimanapun ia hanya menjalankan perintah demi tidak terjadi gangguan saat pesawat hendak lepas landas, namun saat Shila meminta Varel meminta maaf padanya yang rendahan ini, Varel malah mengucapkannya walau terdengar tidak ikhlas tapi bibir kejamnya itu mampu meminta maaf.


"maaf ya Pak..!". ucap Shila mewakilkan karna Varel terlihat tidak ikhlas meminta maaf


"i. iya Nona.. tidak apa.. saya yang minta maaf ini demi keamanan banyak orang". balas satpam dengan sopan


"sayang..? ". Varel mulai merengek ke Shila hingga yang mendengar hal itu membelalak hampir menabrak manusia lainnya saking seriusnya melihat Varel.


Shila tersenyum kikuk ke orang lain, "apaan sih om.? sana pergi..! ". Usir Shila


Varel menggoyang-goyang tangan Shila yang kini ia genggam seperti anak-anak saja hingga Nando ingin sekali muntah darah saat ini, sedangkan Vivi yang menganga dengan cepat menutup mulutnya.


cukup panjang drama Varel yang tidak ingin meninggalkan Shila pun akhirnya Pria Kejam nan Dingin itu sudah pergi, Shila menghela nafas lega


"kenapa om Raffan jadi begitu? ". gerutu Shila


"tapi sangat imut". senyum lebar Shila seketika hingga Vivi menggeleng kepalanya pelan akan ocehan Shila sendiri.


selama ini Shila tidak punya kakak ataupun adik perempuan, kini Shila punya abang yaitu Dr. Leon dan kekasih Yaitu Varel sekaligus adiknya yang lucu Varel juga, karna tingkahnya sangat imut seperti anak kecil.


.


.


selama 1 minggu kedepan Shila tidak bertemu dengan Varel begitu juga Varel yang tidak bisa bersama Shila karna tuntutan pekerjaannya yang menunggunya di London.


kini Shila sedang berada di halaman Mansion Keluarga Varel.


"Eeh.. Nona? ". sapa satpam berlari membukakan pintu untuk Shila


"iya Pak..! apa Tante ada dimansion pak? ". tanya Shila dengan ramah


"ada non.. ada...! silahkan masuk non! ".


Shila mengangguk mengucapkan terimakasih lalu berlari memasuki mobil Varel, Shila langsung memarkirkan mobil Varel di tempat parkiran yang sudah tersedia.


seperti rumahnya sendiri, Shila berlari memasuki Mansion mewah itu.


"Tante...? ". teriak Shila dengan ceria


"eeh..? iya sayang?? ". sahut Jessy cepat yang sedang berkumpul dengan teman-temannya


"Tanteeee...? Shila kangennn! ". pekik Shila berlari ke arah Jessy lalu memeluk Jessy yang juga mengatakan hal yang sama


Shila membuka matanya lalu matanya mengedar, kini mata Shila membelalak sempurna, "T.. Tante? ".


"iya sayang? ". sahut Jessy melepaskan pelukannya


"Tante lagi sibuk ya? haha.. Maafkan Shila Tante". ucap Shila hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Jessy


"mau kemana menantu ku sayang". gemas Jessy menarik Shila ke arah teman-temannya

__ADS_1


"kenalkan teman-teman..! ini Shila menantuku kekasihnya putra sulungku Varel". Jessy dengan bangga memperkenalkan Shila


"iya halo..? Shila..? kami tau Shila menantumu kan berita semua membahas tentang Shila juga anakmu". kekeh teman Jessy


shila memperkenalkan diri dengan muka memerah malu, ia seperti kehilangan keanggunannya didepan ibu-ibu tukang gosip ini, tapi mereka malah menyukai Shila yang bersikap apa adanya bukan ada udang dibalik batu.


Shila menawarkan diri memasak untuk teman-teman dekat Jessy, tentu saja disambut meriah oleh mereka, dizaman sekarang jarang sekali ada perempuan super cantik bisa memasak.


.


benar saja saat ini teman-teman Jessy begitu iri dengan Jessy yang memiliki menantu idaman seperti Shila, sangat cantik, berpenghasilan, pandai memasak, dan sopan pada orang yang lebih tua.


"Tan? ". panggil Shila


"iya sayang! ". Jessy menoleh ke Shila


"kenapa mereka bisa ada di dalam Mansion? Shila tidak melihat ada mobil didepan Tan". tanya Shila merasa heran


"kenapa begitu sayang? ". tanya Jessy sambil terkekeh


"biasanya emak-emak seperti itu akan bawa mobil sendiri". jawab Shila


"kamu benar sayang.! mereka bawa mobil dan parkirnya dibelakang". jawab Jessy


"oohh.. Pantesan Shila tidak melihat mobil lain didepan". jawab Shila mengangguk-ngangguk mengerti


"sekarang temanin Tante ke Salon yok sayang? Tante ingin kerimbat nih". ajak Jessy


Shila hanya bisa menurut, Jessy memanjakan Shila hingga Shila tidak bisa menjawab lagi saat sang calon mertua membelikannya banyak tas, baju, gaun, sepatu, heels, Shila menolak karna tidak ada lemari namun bukannya berhenti Jessy malah membeli lemari untuk Shila.


.


.


"Papa..? Tante Jessy kenapa seperti ini Pa? Shila jadi pusing banyak sekali baju, sepatu, heels serta gaun untuk Shila.


Suryo tersenyum sedangkan mang Aji juga mang ujang membantu perabot lemari diangkat menuju kamar Shila.


"ya sudah..! sana kamu mandi nak? dagangan Papa habis hari ini, apa ada yang mau Shila beli nak? ". tanya Suryo


"Papaa...? jangan membuat kepala Shila tambah pusing". gerutu Shila


Suryo terkekeh mengusap kepala Shila, sesampainya dikamar Shila bukannya membereskan belanjaannya Shila malah tepar di tempat tidurnya dengan posisi telungkup.


"aah... aku tidak lelah berjalan hingga 20 KM tapi kenapa keliling Mal juga belanja ini dan itu membuat ku lelah?". decak Shila


awalnya Shila hendak tertidur namun terdengar suara panggilan ponselnya, Shila dengan cepat bangkit mengeluarkan ponselnya dan membenarkan rambutnya.


"halo Om?? ". sapa Shila dengan senyum lebarnya


Varel mulai merengek mengatakan dirinya merindukan Shila dan sangat ingin terbang ke sisi Shila lalu memeluk Shila, Shila hanya tersenyum mendengar rengekan Varel.


awalnya Shila berpikir Varel adalah Pria Cab*l tapi mengapa semakin Shila mengenalnya malah seperti bocah kecil yang minta disayang oleh Mama dan Papanya.


.

__ADS_1


.


di Rumah Sakit


"bang? kenapa dengan abang? ". tanya Shila yang kini sedang menemui abangnya yaitu dr. Leon


Leon tampak sibuk membenahi berkas-berkasnya, "aku akan kuliah lagi di Jerman Shila". jawab Leon dengan serius sambil sesekali menatap Shila tersenyum


"kuliah lagi? ". tanya Shila


"iya.. aku ingin ambil gelar spesialis". jawab Dr. Leon


"berapa lama abang disana? ". tanya Shila dengan polos duduk dibangku Leon


"tergantung bagaimana aku menyelesaikan studyku disana Shila". jawab Leon


"kamu mau ikut aku kesana? kita menikah". tanya Leon membuat Shila terdiam menatap Leon


"maksud abang apa? aku adikmu kan? kenapa malah mau menikah denganku? ". tanya Shila dengan heran


"tidak ada..! aku hanya bercanda". jawab Leon tersenyum kecut menatap berkasnya.


"kamu memang seperti ini Shila.. sangat tidak peka, kenapa aku dibilang bercanda atau kasihan padamu? tapi saat Varel menyatakan perasaannya padamu kamu malah percaya dan aku tau kamu menghindarinya". batin Leon


"abang? ". Shila memegang tangan Leon


Leon melepaskan berkasnya lalu berbalik menatap Shila.


"Abang kenapa? apa ada masalah disini?". tanya Shila dengan penasaran


"aku mencintai seseorang tapi dia sudah ada yang miliki". jawab Leon


"benarkah? siapa bang? ". tanya Shila berbinar


"dia sudah menjadi milik orang lain". jawab Leon


"apa dia sudah menikah? ". tanya Shila


"belum". jawab Leon


"kenapa tidak direbut? ". saran Shila


Leon terkekeh, "Pria itu sangat mencintainya, aku tidak akan menang melawannya jika gadis itu menerima perasaan pria itu".


"apa Abang sangat menyukainya? ". tanya Shila


Leon mengangguk, "sangat, tapi aku tidak mau memaksanya karna dia tidak pernah menatapku".


Shila menghela nafas berat, "baiklah..! terserah abang saja, jika abang sudah menyerah aku hanya bisa berdoa semoga abang menemukan belahan jiwa abang yang sesungguhnya".


Leon tersenyum kecut, bahkan saat Leon menggambarkannya begitu jelas tetap saja Shila tidak mengerti.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2