Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
salah faham kah?


__ADS_3

.


.


"halo...? Papa? ". sapa Shila tersenyum lebar dengan nada ceria seperti biasa seolah tidak terjadi apa-apa dengan Shila sebelumnya.


"kamu dimana nak? papa sangat khawatir? apa Tuan Muda Fox Group memaksamu? ". tanya Suryo


Shila terkikik lucu, "tidak Pa..! Shila memang ingin ke puncak, Shila tidak berani bicara langsung ke Papa karna Papa pasti ngomel bilang Shila bolos kerja... hehe..!".


"lain kali beritahu Papa nak..! Papa tidak akan mengomelimu, ya sudah lah.. Papa mengerti pekerjaanmu memang sulit, Papa minta maaf Nak..! bagaimana jika kamu berhenti menjadi model nak? Papa bisa bekerja sekarang".


Shila terkekeh, "Papa..? Shila akan mengurangi 60% pekerjaan Shila bagaimana?? Shila sangat suka dunia Modeling Pa..? Ya Pa..? ". rengek Shila


Suryo tak bisa berkata-kata lagi jika Shila sudah bilang sangat suka, Shila sangat mirip dengan Suryo dari segi sifat dan keras kepala mereka, Jika Shila sudah bilang suka maka tidak ada yang bisa melawannya.


.


.


Shila bermain sepeda di sekitar area Vila Pribadi Varel bersama Vivi,


"Shila kamu tidak lihat jadwal kuliah? ". tanya Vivi


Shila menghentikan kayuhan sepedanya, "maksud Kakak? apa dosenku mengatakan sesuatu? ".


"mereka ingin mengadakan pertemuan antar mahasiswa/i online yang ada di aula hotel Fox Group". jawab Vivi


"kenapa berkumpul? bukankah belajarnya memang sistem online ya? kami tidak pernah bertatap muka hanya Dosen menjelaskan kami menyimak dan bertanya lewat rekaman suara". tanya Shila dengan heran


"dosenmu menikah dan dia mengundang mahasiswa/i nya". jawab Vivi dengan datar karna Shila yang kuliah tidak tau acara kampusnya sendiri malah Vivi yang tau padahal bukan Vivi yang kuliah.


"hehe..! biarkan saja kak..! aku tidak mau datang, kami tidak pernah dekat dengan dosen". jawab Shila kembali mengayuh sepedanya.


"tetap saja dia dosenmu Shila". gerutu Vivi mengayuh sepeda dan mengejar Shila.


Shila tertawa riang melupakan semua masalah yang menimpanya, Vivi tersenyum karna ia senang Shila baik-baik saja.


"beruntung Shila memiliki Tuan Muda, jika aku cerita tentang apa yang Tuan Muda lakukan saat Shila tertidur memarahi seorang dokter karna tidak mengizinkan memeriksamu mungkin Shila akan berpikir, tidak bagi perempuan lain". batin Vivi yang tau Sifat Shila yang aneh bin unik dan ajaib.


jika perempuan lain pasti akan jingkrak-jingkrak lalu menyombongkan diri karna telah berhasil membuat seorang Tuan Muda Fox Group tergila-gila pada nya tapi Shila malah berbeda, karna perbedaan itulah Varel begitu menggilainya.

__ADS_1


.


"apa om Raffan belum juga bangun ya? ". gumam Shila


Shila melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 17.12 sore, sejak pagi Varel tidur tidak terbangun sedikitpun hanya sekedar meminta makan.


Shila berjalan pelan masuk ke kamar Varel lalu mengedarkan pandangannya, ia duduk di sofa dan menghidupkan TV di kamar Varel seperti Rumah sendiri saja.


20.26 malam


"kenapa om belum bangun juga sih? ". Shila melihat ke arah Varel yang tidur masih dengan posisi yang sama


Shila menghubungi Gibran dan Gibran langsung memeriksa keadaan Varel saat tiba di puncak, ia mengangguk-ngangguk.


"Tuan Muda hanya kelelahan karna tubuhnya terlalu dipaksakan bekerja tanpa istirahat Nona boneka". jelas Gibran


"tapi Om Raffan tidak bangun hanya sekedar minta makan atau minta minum". jawab Shila


"Tuan Muda baik-baik saja Nona, saya memasangkan cairan infus untuk membuatnya tidak lapar karna ia butuh istirahat total Nona". Gibran membenarkan tali infus Varel.


Shila mengangguk lalu Gibran memeriksa Nando dikamar lain,


"mereka berdua gila bekerja ya? kenapa mereka bisa seperti ikan keluar dari air? bahkan Ikan pun masih bergetar mereka tidak sama sekali". gerutu Gibran kesal pada Varel juga Nando adalah PaPeRoms (Pasangan Pekerja Romantis).


Shila menggeleng kepalanya seolah melupakan kejadian tadi malam yang diculik oleh Pria tidak waras itu.


Varel datang hampir ditengah-tengah perjalanan Shila, bagaimana Varel tau Shila ada di hutan hingga begitu berani berjalan kaki tanpa membawa kendaraan tiba di hadapan Shila.


"lagian om Raffan baik padaku kan? aku kira dia baik karna Tante Jessy tapi ternyata tidak? jika om tidak mengungkapkan perasaannya bagaimana aku bisa tau? ". batin Shila mengerjab-ngerjabkan matanya


Shila bangkit dari duduknya saat mata Varel perlahan terbuka, Shila ingin melarikan diri tapi Varel dengan cepat menangkap pergelangan tangannya.


"Maharaniku? aku benar-benar sangat merindukanmu". ucap Varel dengan suara seraknya khas bangun tidur


Shila menelan salivanya mendengar suara Varel yang seksi, Shila ingin sekali mengambil suara itu untuk menjadi miliknya.


"aaah...! " pekik Shila saat Varel menarik pergelangan tangannya hingga kini Shila tertidur di samping Varel.


Varel memejamkan matanya lalu memeluk Shila dengan erat, "aku sangat mengantuk ! aku baru bisa tenang setelah menyelesaikan bedeb*h gila itu".


Shila menautkan kedua alisnya, "om apakan pak Carol? ".

__ADS_1


"...?". Varel mendengkur pelan


Shila mengguncang pelan bahu Varel, "om apakan Pak Carol? ".


"...hmm?... aku membuangnya ke Pulau Cacing". jawab Varel dengan suara kurang jelas tapi Shila mendengarnya


Shila semakin bingung, "apa itu pulau cacing? ". tanya Shila


"neraka dunia". jawab Varel memeluk Shila lebih erat hingga Shila mematung


Shila berusaha untuk melepaskan pelukan Varel tapi tetap tidak bisa karna Varel memeluknya begitu erat hingga semut pun sulit untuk masuk tapi ajaibnya Shila tidak sesak nafas karna pelukan Varel itu yang erat seolah tidak memberi celah.


.


Shila yang lelah hanya bisa diam sambil menatap ke arah Varel yang tertidur seperti anak kecil, bibir Shila melengkung keatas.


"ternyata om tidur tidak ada garang-garangnya sama sekali" . batin Shila tersenyum lebar


Shila meraba-raba kantong celananya hingga akhirnya ia menemukan spidol hitam, dengan usilnya Shila mengukir bunga dan kumis di wajah tampan Varel yang tidak terusik sama sekali saat memeluk dunianya.


.


Shila tertawa cekikikan melihat hasil karya nya,


brakhh


"sayang? ". panik Jessy membuka pintu kamar Varel diwaktu yang tidak tepat.


Shila membelalak syok karna ia tau suara itu, "tante?? ". tebak Shila


Jessy yang awalnya panik berubah sumringah seketika berjalan ke arah Shila yang terlihat tidak bisa lepas dari pelukan putranya.


"tante..? tante jangan salah faham ya? om Raffan ini tiba-tiba meluk Shila karna berpikir Shila ini bantal guling". jelas Shila


"iya sayang.. iya.. mana bantal gulingnya? ". tanya Jessy menahan tawa ikut saja drama Shila yang merupakan gadis polos.


"hehe.. di sofa tante..! tadi Shila pake buat nonton". jawab Shila nyengir


Jessy mengambil bantal Varel lalu memberikannya ke Shila, Shila makin panik karna wajah tampan Varel sedang jelek karna dilukis oleh Shila, Jessy bisa marah besar serta salah faham pada Shila yang telah membuat jelek wajah Varel.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2