Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menerima


__ADS_3

.


.


Konferensi Pers


Varel, Shila dan Elis mengadakan pers, mereka mengklarifikasi masalah yang menimpa Elis baru-baru ini, sebenarnya Varel tidak peduli tapi karna belahan jiwanya meminta bantuan padanya dengan segenap jiwa ia menurutinya.


"jadi saat itu Nona Shila salah faham? ". tanya Wartawan


"iya.. saya salah faham". jawab Shila


semua yang mendengarnya berbisik-bisik mengatakan Shila terlalu ceroboh, hal itu membuat senyum Elis terbit seketika padahal saat ini Shila membantunya.


Varel menggenggam tangan Shila hingga semua wartawan yang berbisik-bisik kembali memotret tangan Varel dan tatapan Varel pada Shila


Elis melebarkan matanya melihat hal itu, sementara Shila menatap ke arah Varel.


"maafkan aku Maharaniku, karna aku kamu jadi dalam masalah". ucap Varel


"hmm? ". Shila dengan bingung


"aku akan katakan yang sebenarnya". Varel


Varel akhirnya mengatakan semuanya pada Wartawan, ternyata apa yang Elis lakukan hari itu memang menyatakan cinta pada Varel tapi Varel malah menyalahkan dirinya yang kejam dan tak berperasaan.


"semua ini salahku..! bukan salah wanita itu atau salah Maharaniku, aku yang tidak punya hati menolaknya, aku tidak tau bagaimana perasaan cinta itu hingga akhirnya Tuhan membalasku jatuh cinta pada gadis bar-bar lalu aku baru merasakan yang namanya di tolak". Varel


"jadi secara tidak langsung anda mengatakan Nona Elis memang benar menyatakan perasaan pada anda Tuan? ". tanya salah satu reporter


"hmm". jawab Varel


"lalu mengapa tadi anda mengatakan tidak?". tanya reporter lainnya


"karna nya". Varel menatap Shila dan mengecup tangan Shila didepan banyak orang.


Shila hanya mengerjab-ngerjabkan matanya, ia mendengarkan semua kata-kata Varel.


"aku tidak peduli apapun tapi hanya satu yang aku pedulikan yaitu ketenangannya, kenyamanannya, kebahagiaannya semua hal baik yang menimpa padanya bukan hal buruk". Varel


"apapun yang dia minta aku akan kabulkan itu walau aku enggan melakukannya". sambung Varel lagi


"lalu mengapa anda mengatakan yang sebenarnya Tuan Muda? ". tanya reporter yang lainnya lagi.


"karna aku tidak tahan kalian mengatainya". jawab Varel


"bagaimana baiknya hati gadis bar-bar ini hanya aku dan keluargaku yang tau serta Papanya, dia gadis desa yang bahagia dengan kehidupannya hingga Papanya sakit mengubah pemikirannya, niatnya untuk mendapatkan uang demi biaya kesembuhan Papanya, saat dia aku berikan kesempatan untuk meminta sesuatu padaku, aku malah tercengang yang dia minta padaku hanya membuatkan Papanya Passport". Varel terkekeh hingga para wartawan ikut tertawa mendengar curahan hati Varel apalagi tawa Varel yang sangat langka ada juga yang memotretnya.

__ADS_1


alhasil semua yang tadinya berbisik-bisik mengatai Shila yang terlalu ceroboh mengatakan Elis menyatakan perasaan malah memuja Shila yang sangat beruntung mendapatkan hati Varel.


Elis sejak tadi memerah darah, ia mengepalkan tangannya hingga memutih


.


di depan pintu yang lumayan jauh dari wartawan


"om? ". Shila


"hnm? bukankah aku membersihkan nama wanita itu kan? lalu apa menurutmu aku rela kekasih hatiku yang baik hati di cela padahal mereka tidak tau apa-apa kenyataannya". Varel memegang tangan Shila


Shila tersenyum, "aku mau jadi pacar om! ".


Varel terdiam lalu menatap Shila dengan raut wajah tak percaya, ia tak menyangka Shila akan membalas perasaannya.


"kamu serius Maharani? ". tanya Varel


"iya.. aku mau jadi pacar om". jawab Shila kembali dengan senyuman


Varel menggendong Shila lalu berlari membawa Shila yang awalnya terpekik kaget namun ikut tertawa, para wartawan yang tadinya membubarkan diri segera memotret pasangan itu untuk dijadikan artikel.


.


"terimakasih sayang..! aku tidak akan membuatmu menyesal telah menerimaku". Varel menangkup pipi Shila lalu mengecup kening Shila cukup lama


pengorbanan Varel dengan mengatakan keburukannya malah membuat semua orang memuji serta memuja Shila yang bisa membuat seorang Pria kejam, dingin tak berperasaan seperti Varel tunduk pada Shila.


"muahhh! ". Varel mencium kening Shila berkali-kali lalu memeluknya dengan mesra


Shila melingkarkan tangannya di pinggang Varel, "om sangat mirip dengan papaku, aku suka sama om".


"aku mencintaimu! ". balas Varel yang tidak tersinggung Shila hanya menyukainya sementara Varel malah Mencintai shila.


Shila tersadar situasinya dimana semua para wartawan memotret mereka, "om...? ayo kita pergi!". ajak Shila


Varel melepaskan pelukannya lalu tertarik saat Shila menariknya, alhasil mereka berlari berdua dan para reporter berbondong-bondong mengejar Shila dan Varel.


.


.


di Kamar Varel


Varel bersiul senang saat berendam di dalam bathup kamar mandinya, ia terkikik, tertawa, tersenyum seperti orang tidak waras mengingat hari bahagia nya tadi.


Varel tidak menyangka Shila akan menerima cintanya, sungguh sebuah keajaiban disaat Varel hanya melakukannya demi perasaan tak disangka semuanya berbuah manis.

__ADS_1


sementara di kamar Shila, Shila membaca artikel yang membahas tentang dirinya bersama Varel


"kenapa masalah Elis tertutupi? kenapa malah adegan pelukan kami? apa-apaan mereka ini? ". gerutu Shila


"hah? ". Shila tersentak melihat judul besar artikel yang lain


"Nona Shila akhirnya membalas Perasaan Tuan Muda". begitulah judul besarnya


Shila merasa ada yang tidak beres ia pun membacanya, mulut Shila ternganga membaca artikel itu yang sudah persis seperti Novel


"bagaimana dia bisa tau ceritanya? apa dia pembuat Novel? ". gumam Shila tak percaya


Shila melebarkan matanya saat melihat artikel seperti Novel itu menjadi trending topik sebagai Artikel terpanas minggu ini.


.


"sayang? ". panggil Suryo


"iya Pa? " sahut Shila berjalan ke arah Suryo


"kamu menyukai Tuan Varel nak? ". tanya Suryo


Shila tersenyum lalu bergelayut manja di lengan Suryo, "maaf ya pa? awalnya Shila tidak pernah mengira Shila akan menyukai om tak punya hati itu, tapi seiring berjalannya waktu dia berubah, Shila menyukainya Pa".


"apa karna Pers itu? ". tanya Suryo tersenyum


"itu hanya penetapan saja Pa.. awalnya Shila tidak berniat menerimanya tapi cara dia memperbaiki nama baik Shila dengan memberi tau pada dunia dirinya sangat kejam dan tak berperasaan, dia tidak peduli di hina atau dikata-katai tapi Om tidak terima jika Shila jadi bahan cemoohan publik". Shila


"dia melakukan hal yang benar, dia sudah dikenal kejam tak berperasaan tapi baik dalam hal pekerjaan, semua orang sudah tau itu tapi tidak pernah mempengaruhi omset penjualan". Suryo


"iya pa..! om Shila sangat keren! ". jawab Shila tersenyum lebar


Suryo terkekeh mengecup puncak kepala Shila lalu berkata, "putri Papa sudah dewasa dan tau arti cinta ya? sepertinya papa harus bersiap menunggu pernikahan kalian ya? "


"papa..? Shila masih berumur 20 tahun, Shila belum mau menikah". jawab Shila membuat Suryo tertawa.


"jadi kamu mau berpacaran terus hmm? dia pria dewasa hati-hati menjaga dirimu nak". Peringatan Suryo


wajah Shila mulai merah seperti tomat hal itu membuat Suryo tertawa.


"Papa salah faham aja..! om tidak akan melakukan itu pada Shila". bela Shila


"om kan Cab*l?apa iya ya? tidak mungkin". batin Shila malah ragu namun ada kesan percaya karna Varel tulus padanya pasti tidak akan merusaknya kan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2