
.
.
.
Frans melepaskan ciumannya dengan dahi menyatu ia berkata, "ayo kita menikah..! ". Frans
Raisa membelalak seketika, ia tak percaya pria yang baru saja resmi menjadi kekasihnya mengajaknya menikah? Raisa tidak bisa berkata-kata.
Frans mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, "aku mendapatkan ini sebagai hadiah, semoga saja pas di jarimu".
Frans membuka kotak itu dan berisi cincin berlian kecil yang membuat Raisa semakin tak bisa berkata-kata, lidahnya terasa kelu.
"pas sekali..!". Frans tersenyum melihat cincin itu ternyata pas sekali di jari manis Raisa.
Raisa menggerakkan jemari tangannya,
"kamu mau menikah denganku? ". tanya Frans
Frans merasa gadis yang tidak pernah bercium*n seperti Raisa harus cepat dinikahi, ia tidak ingin kehilangan gadis ini apalagi Saingan nya juga seorang Pengusaha Game yakni seperti Argantara.
Raisa menatap Frans dengan serius, "Mas beneran? tidak akan menyesalinya? ".
"aku ingin dirimu..! ". jawab Frans
Raisa tidak berpikiran negatif hanya berpikir Frans ingin menikahinya, ingin Raisa menjadi istrinya.
"ayo kita pulang..! ". ajak Frans mengelap bibir Raisa lalu menenteng heels Raisa sambil merangkul pinggang Raisa.
Raisa tidak menjawab itu karna tidak tau mau jawab apa? Frans sangat Gentle, tidak main pacaran tapi langsung diajak Nikah padahal mereka pacaran 1 bulan saja belum cukup.
di dalam mobil
Raisa sampai tidak mengantuk sama sekali, ia merasa ini hanya mimpi jika ia tidur dan bangun semua ini akan lenyap, mimpi indah ini akan hilang.
"tidak ngantuk? ". tanya Frans melihat Raisa lalu tangannya menekan pelan kepala Raisa.
Raisa menoleh ke Frans dan menggeleng kepalanya, padahal jam 9 itu mata Raisa tidak akan tertolong lagi tapi kenapa jadi melek? apa karna lamaran Frans tadi? tidak ada yang romantis saja sekali tapi Raisa begitu luluh, hatinya meleleh seperti lilin namun tak berani mengungkapkannya.
"kalau ngantuk tidur aja..! aku akan menggendongmu". kata Frans
Raisa tersenyum saja, bagaimana dirinya bisa tidur?
setibanya di Mansion keluarga Frans
Frans menggenggam tangan Raisa yang berusaha untuk pergi tapi pinggangnya Raisa ditarik sampai benar-benar tiba di ruang tamu.
hanya Jessy dan Ramon saja di Ruang tamu, keluarga kecil Varel tidur di Rumah Suryo, sedangkan Keluarga kecil Ariel pergi ke Luar negri urusan bisnis.
__ADS_1
Vivi tidak sanggup membiarkan Anak-anaknya ikut dengan Ariel tanpa pengawasannya, alhasil ia pun ikut demi menjaga sang Putra yang selalu ngekor kemanapun Papanya pergi.
"Loh...? siapa dibelakangmu Frans? ". tanya Jessy
Ramon juga celingukan melihat gadis yang bersembunyi dibalik punggung Frans.
"Mom.. Pi..! Frans mau menikahinya". kata Frans langsung
Ramon yang tadi sedang minum sambil mengintip Raisa pun sampai menyemburkan air minumnya, Jessy berdecak tidak suka.
"Mommy tidak terima menantu seperti Erin, Raisa itu cukup baik". tolak Jessy yang belum tau siapa gadis yang bersembunyi dibelakang Frans.
"apa-apaan kamu Frans?? kenapa malah membawa Erin? dia tidak pantas denganmu, gadis yang kamu bawa saat Pesta ulang tahun Anaknya Leon lumayan juga". Ramon juga tak senang.
Frans tersenyum, "kamu dengar Raisa?? Papi dan Mommyku menyukaimu".
"Raisa? ". beo Ramon dan Jessy
Raisa sedikit demi sedikit menunjukkan dirinya hingga seluruhnya terlihat namun wajah Raisa menunduk ketakutan bercampur gugup.
"aaah...! kamu mau menikahi Raisa ya? kenapa tidak bilang?? haha..!". Jessy bangkit dan mengangkat dagu Raisa yang wajahnya memerah.
"nah.. Papi setuju..! kita pesta besar bagaimana? ". tanya Ramon pun ikut berdiri
"Raisa tidak mau Pi..! dia belum siap". jawab Frans
Frans tersenyum saja, ia senang Jessy dan Ramon menyambut Raisa dengan baik hingga Raisa yang tadinya takut dan tegang pun menjadi lebih baik.
.
"ya sudah..! kalau begitu kita adakan lamaran bagaimana? ". tanya Jessy
"Frans sudah melamarnya Mom..! tidak usah lamaran, tunangan langsung ijab kabul aja". jawab Frans
"udah ngebet Mom, anak bungsu kita ini! ". decak Ramon ke Jessy
"diam Pi". ketus Jessy
alhasil keluarga Frans tidak memaksa Raisa yang tidak mau pernikahannya di umbar, Raisa merasa dirinya tidak pantas tapi bagaimana lagi? Raisa tidak bisa munafik kan? dia sangat menyukai Frans bahkan sebelum Frans melihatnya.
.
ke esokan malamnya
Raisa dan Frans menikah di Mansion Keluarga Frans mengundang pak penghulu untuk menikahkan mereka, hanya di sanalah tempat teraman yang bisa melindungi kerahasiaan diantara mereka sesuai permintaan Raisa.
doa dilantunkan, Ibu Lely berpelukan dengan Rayola dan Richa, Rizzo menghapus air matanya yang tak bisa berhenti menangis haru.
keluarga Raisa tidak menyangka keluarga Frans memperlakukan mereka seperti manusia tidak seperti orang kaya lainnya yang memperlakukan mereka seperti Virus atau pengemis yang menyedihkan.
__ADS_1
"apa-apaan ini? ulang ijab kabulnya!! kenapa tidak menunggu abang tertua nya hah? ". omel Ariel berjalan ke arah Frans dan Raisa yang sudah saling cium tangan dan kecup kening.
"aku abangnya! ". tiba-tiba saja Varel datang.
"dia adikku..! aku baru datang dari Luar Negri tapi adikku bukannya menungguku malah menikah langsung heh? tidak bisa..! cepat ulang lagi! ". titah Ariel
panjang Drama antara mereka hingga Ijab kabul di ulangi, keluarga Raisa sampai terbengong-bengong dengan Ariel dan Varel yang bertengkar mulut padahal selain kembar mereka sudah dewasa, sudah punya istri dan anak.
Rumini bermain bersama Anak-anak Shila dan Vivi, sedangkan Shila dan Vivi menarik tubuh suami masing-masing untuk memisahkan sikembar tak akur itu.
"kenapa takut? mereka memang suka berdebat". bisik Frans
Raisa tersenyum malu, Frans mengelus pipi Raisa yang sangat lembut betapa cantiknya Raisa sedang berdandan seperti ini.
Dr. Gibran dan Vika tiba, Leon dan Ayu juga datang, Nando dan istri, tak lupa juga Suryo, hanya mengundang kerabat dekat Frans saja yang bisa dipercaya tidak akan membeberkan pernikahan mereka ke publik.
Raisa mendapatkan ucapan tulus keluarga saja sudah membuatnya senang, Frans bisa melihat betapa cerahnya senyum Raisa saat Shila, Ayu, Vivi memberi ucapan selamat dan tak lupa juga kado mereka menjadi satu.
Frans memicingkan matanya ke arah Shila dan Vivi, "kakak ipar..? ingat ya? Raisa sangat polos jangan beri dia baju-baju yang kalian beli".
"biarin..! biar kamu puas buka nya". kata Vivi
"iya juga". Frans dengan tampang lucunya membenarkan perkataan si kakak ipar yang sudah Pro itu.
Raisa hanya menatap mereka bergantian, tidak mengerti maksudnya tetap tersenyum walau penasaran.
.
"selamat ya kak..! Rizzo senang Kakak menikah dengan abang Bos..? eehh..? bukan bukan maksudnya abang ipar". Cengir Rizzo
"mereka baik sekali Kak..! kakak beruntung". bisik Rayola
"abang ipar sayang banget sama kakak apalagi cara dia mengambilkan kakak makanan dan menyuapi kakak makan". Richa
"mana Ramon dan Rumini? ". tanya Raisa tersenyum lembut mengalihkan pertanyaan mereka.
"mereka diajak main sama anak-anak sultan". jawab Rayola
"anak sultan yang memiliki jiwa biasa". jawab Rizzo
jujur saja Raisa tak bisa berucap dirinya bahagia pada Frans saking bahagianya Raisa menikah dengan Frans, ia juga harus tetap rendah hati karna mengingat Vivi yang begitu ia kagumi tanpa diduga dirinya juga masuk ke keluarga yang sangat ia idolakan itu.
Keluarga Frans tidak seperti keluarga Kaya raya di luar sana.
.
.
.
__ADS_1