Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
memarahi


__ADS_3

.


.


Shila keluar dari Taksi dan mendongak tinggi melihat gedung raksasa dihadapannya.


"dasar orang kaya tidak punya Etika sama sekali, bagaimana bisa orang terhormat seperti itu mempermainkan perempuan? aku ingin bertanya apa dia tidak memikirkan ibu nya saat mencari orang untuk menggantikan posisinya? ". gumam Shila dengan mata berapi-api


Shila berjalan tanpa memakai alas kaki, Shila menyibakkan rambut panjangnya lalu menyanggulnya dengan sangat cepat dan pasti terlihat sangat unik, jelas sekali Shila memang dasarnya cantik dengan style asal apapun tetap sangat menarik.


"permisi! ". sapa Shila di meja resepsionis


"Iya Nona.. ada yang bisa saya bantu? ". tanya wanita cantik itu dengan sopan namun matanya tak lepas menyorot wajah Shila.


"saya ingin bertemu dengan Tuan Muda Fox Group". pinta Shila dengan serius.


"apa sudah membuat janji Nona? ". tanya wanita itu dengan sopan


"dia masuk ke kamarku, anggap saja ini impas". batin Shila


"sudah". jawab Shila


"baik Nona..! silahkan masuk! ". jawab salah satu resepsionis menemani Shila masuk ke lift mengantarkannya ke Ruangan Varel.


seketika semua karyawan yang ada di Lobi berkumpul dan bergosip-gosip tentang Shila yang lebih cantik aslinya, Shila adalah satu-satunya perempuan yang sangat di irikan oleh semua perempuan yang ada di Indonesia ini karna punya sedikit tali keberuntungan untuk bisa menjalin hubungan dengan Varel.


mereka tidak tau saja bagaimana sifat bar-bar gadis anggun itu saat sedang diprovokasi, gadis secantik Shila juga memiliki tanduk dan taring jika emosinya tidak stabil maka semua itu akan terlihat jelas tanpa bisa di tutupi dengan akting.


.


"Tuan Muda sedang Rapat Nona, apa Nona mau menunggu disini? ". tanya resepsionis sopan


"hmm.. apa saya tidak boleh masuk? ". tanya Shila


"jika Tuan Muda marah bagaimana Nona? dan saya mohon tidak perlu berbicara formal pada saya!".


Shila melihat nametag wanita itu, "baiklah Nana, oh ya? dia tidak akan marah padaku! karna seharusnya akulah yang marah padanya".


Resepsionis bernama Nana itu membelalak kaget, kata-kata Shila seperti salah diartikan oleh Nana yang tidak tau makna yang dimaksud Shila.


"baik Nona". Nana menunduk sopan tidak lagi berbicara karna Shila sendiri merasa yakin Varel tidak akan marah.


Nana di cegat oleh kedua sekretaris Nando, "ada apa??"

__ADS_1


"sepertinya terjadi sesuatu, bukankah dia pemenang PI season 7?".


"dia datang menemui Tuan Muda, sepertinya sangat penting hingga Nona itu ingin masuk ke Ruangan Rapat". jelas Nana lalu pamit pergi.


Shila mengetuk pintu ruang rapat,


Varel di dalam ruangan rapat menatap tajam ke arah Nando, semua yang ada di Ruangan rapat saling menatap satu sama lain.


Nando bangkit dari duduknya dan berlari kecil membuka pintu Ruangan Rapat.


"aakkhhhh! ". kaget Nando membuat semua orang melihat ke arah Nando.


Shila berwajah datar dengan tatapan tajam seperti sebilah pedang, "mana om cab*l itu? ". tanya Shila


"N. Nona? kenapa kesini? kami sedang rapat". cicit Nando


Shila menerobos masuk dan mengedarkan pandangannya, Varel kaget melihat kedatangan Shila.


"kenapa dia?". batin Varel teringat Mommy nya yang sedang marah besar juga seperti Shila (menyeramkan).


Shila berjalan tanpa alas kaki dan Varel melihat itu menautkan kedua alisnya.


"apa saya punya masalah dengan anda Om? kenapa anda mempermainkan saya? ". tanya Shila dengan tatapan tajam


"kau tidak lihat aku sedang sibuk? ". tanya Varel dengan dingin.


brakhh


semua orang terlonjak kaget dan Varel melihat ke arah tangan Shila yang mengebrak meja.


"jika anda tidak mau tidur dengan sang juara Putri Indonesia tidak ada yang bisa memaksa anda, tapi beda jika anda menyuruh orang lain menggantikan posisi anda". marah Shila


Varel menyeringai tipis, "oh.. kau menyesal karna bukan aku di dalam sana".


plak....


Shila tanpa ragu menampar Varel didepan banyaknya karyawan Varel yang ada di ruangan itu.


duarrrrr....!! semua orang menahan nafas melihat penampakan itu.


Shila menarik kerah baju Varel dan menatapnya begitu jijik.


"aku??? aku jijik dengan Pria seperti kalian mengerti...? jika anda tau kalau anda begitu berkuasa lalu mengapa menyuruh orang menggantikan anda terlebih lagi dia pria tua yang menjijikkan.. jika anda memang berkuasa apa masalah anda hah?? tidak bisakah anda menolak mereka secara baik-baik lalu tawarkan uang.. bukankah anda punya uang? apa anda bangkrut memberi uang pada mereka?? aku tidak tau isi otak kotor kalian sebagai pria berkuasa yang suka menindas manusia lemah".

__ADS_1


"kau sedang apa?? berani sekali kau menamparku? ". Varel berdiri tegak dan menatap Shila yang lebih kecil darinya.


"apaaa?? apa anda juga sipengecut yang juga memukul perempuan?? ". bentak Shila dengan mata berapi-api.


"anda fikir semua wanita itu murah*n hah? mereka hanya tidak berdaya karna tidak punya pilihan lain, semua orang ingin sukses walau harus menjilat". marah Shila berkacak pinggang.


Varel menatap tajam dan semakin mendekat ke arah shila.


"berani sekali kau ya?? apa kau tidak tau siapa aku??". marah Varel


"kenapa anda yang marah?? seharusnya saya yang marah karna anda sudah membuang per*w*n 6 gadis pemenang putri Indonesia tahun sebelumnya pada Pria Tua itu...! dan anda juga sama dengan masuk ke kamar saya ditengah malam....?? ".


Varel dengan cepat membekap mulut Shila lalu menatap sengit ke arah Nando yang baru saja sadar dari syoknya lalu mengusir semua orang yang ada di Ruangan Rapat.


"ikut aku..! ". bentak Varel


Shila dengan ganas menggigit tangan Varel, Varel yang geram menggendong Shila dibahunya membawanya keluar dari Ruang Rapat.


"lepaskan aku...! Om.. Lepaskan aku... anda jangan macam-macam ya...? ". jerit Shila memukul-mukul punggung Varel yang terbatuk-batuk karna pukulan Shila.


banyak yang melihat Varel menggendong perempuan untuk pertama kalinya tentu raut wajah mereka syok seperti melihat hantu, Nando dengan cepat mengatasi situasi.


Varel melempar Shila di ranj*ngnya yang ada di Ruangan Khususnya, Shila berdiri tegak membenarkan rambutnya dimana sanggulnya terlepas.


"kau sengaja membuat malu aku hah? ". bentak Varel


"anda yang membuat saya seperti ini, karna anda Pria Tua itu melec*hkan saya di Kantornya". teriak Shila makin marah


Varel terhenyak.


"anda sangat berkuasa, apa yang membuat anda tidak berdaya hingga meminta orang lain berada di tempat anda selama ini hah? apa anda pikir kami bisa menolak perintah atasan? terlebih lagi kami hanya orang tidak penting, bukankah anda berkuasa? tidak bisakah anda menolak kami baik-baik?? apa harus merendahkan kami seperti ini? apa anda tidak punya seorang ibu? jika anda tidak punya tidak bisakah anda memikirkan nasib mereka para perempuan yang tidak berdaya?". cecar Shila yang kini berkaca-kaca seketika.


"jika bukan karna anda semua tidak akan serumit ini kan? kalian yang membuat acara, kalian yang membuat dan memberi hadiah, kami hanya ingin berhasil, apa salah jika mereka ingin jalan pintas? saya juga perempuan, saya bukan seorang ibu tapi saya pasti akan sangat sedih jika memiliki putra seperti anda". Kata Shila dengan mata memerah lalu berjalan menepis tubuh Varel yang beringsut sedikit.


Shila menghapus sisa air matanya lalu keluar dari Ruangan Varel, Varel melihat ke arah Shila yang tidak memakai alas kaki.


Shila jika marah, amarahnya yang suka meledak-ledak itu harus dilampiaskan jika tidak kepalanya akan sakit dan dadanya akan sesak.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2