
.
.
.
Raisa datang ke Perusahaan seperti biasa tapi tidak membawa mobilnya hanya berjalan kaki saja, hampir 1 bulan Raisa bekerja dan hari ini adalah hari terakhir Raisa bekerja karna Game impiannya telah meluncur di pasaran.
"Raisa? ". panggil teman-teman kerja Raisa
"hmm? ". sahut Raisa menoleh ke Rekan-rekan kerjanya yang bergerombolan mendatanginya.
"kata Atik kamu keluar dari Apartemen mewah depan ya? ".
DeG!!
"iya Raisa aku melihat kamu keluar dari sana".
"kenapa jalan Raisa?".
"kamu punya Apartemen disana ya? ".
"kamu Baby Sugar Raisa? aku tidak menyangka".
pletak..!
semua rekan kerja Raisa bertanya tanpa rem pada Raisa.
Raisa berdebar kencang tapi bibirnya tersenyum lalu menautkan kedua tangannya.
"sebenarnya aku bekerja menjadi ART untuk nambah biaya". cicit Raisa dengan malu-malu.
"hah?? ". cengo mereka semua.
"kan aku udah bilang Atik jangan Shuzon muluk".
"pikiran si Atik didengarin".
semua teman kerja Raisa pun membubarkan diri sementara Atik hanya garuk-garuk kepala lalu pergi dari Raisa.
Raisa menghela nafas lega, "aku sudah mengira kalau akan ada hari seperti ini terjadi, salah Mas Frans yang harus tinggal disana". batin Raisa.
Raisa bekerja seperti biasa, mereka tak heran saat Raisa punya kerjaan sampingan yaitu ART karna mereka tau kalau Raisa butuh uang atau disebut sebagai perempuan pekerja keras demi mendapatkan uang.
"Raisa? ". Arif mengetuk meja Raisa hingga Raisa menoleh ke Arif.
"iya? ". sahut Raisa
"kamu dipanggil Tuan Frans". kata Arif lalu berlalu meninggalkan Raisa.
Raisa pun mengambil salah satu berkas penting dan buku kecil bersama pulpen, Raisa berlagak sebagai Karyawan.
__ADS_1
Raisa masuk ke Ruangan Frans setelah mengetuknya cukup lama,
"Tuan? ". panggil Raisa berjalan perlahan ke Ruangan Frans.
"dimana dia? ". gumam Raisa mengedarkan pandangannya.
Raisa terpekik saat tangannya di tarik oleh Frans hingga kepalanya terbentur dada bidang Frans.
"aduuh...! ". ringis Raisa.
"sakit? ". tanya Frans memegang kening Raisa.
"tidak apa mas". jawab Raisa mengelus keningnya sambil nyengir kuda.
"huh..! kenapa tidak bawa mobil hmm? siapa yang menyuruhmu jalan? aku beli mobil untukmu bukan untuk dipajang". Frans mencecar sambil bersidakap dada.
Raisa tersenyum manis lalu memegang lengan Frans, bagi Raisa Pria dihadapannya adalah miliknya oleh sebab itu Raisa berani menyentuh Suaminya.
"kakimu sakit? pake heels kenapa jalan kaki hmm?". tanya Frans merapikan anak rambut Raisa sedangkan tangannya yang lain merangkul pinggang Raisa.
"tidak apa mas..! lagian Apartemennya enggak jauh kok, menurutku sangat dekat". jawab Raisa.
"kalau kamu pakai sepatu biasa untuk berolahraga mungkin dekat tapi beda kalau pakai Heels sayang". kata Frans
Raisa cengar-cengir, Frans hendak mencium bibir Istrinya tapi tiba-tiba saja Raisa mual.
"maaf mas..? bukan karna mas..! tapi sejak kemarin perut aku mual". jelas Raisa takut Frans berpikir Raisa menghindari suaminya.
Raisa membekap mulutnya lalu berlari ke Kamar mandi, Frans menyusul Raisa demi memastikan Istrinya baik-baik saja.
Raisa dibawa ke Rumah Sakit, berita Raisa mual-mual membuat 1 Perusahaan penasaran terutama si Atik yang tukang kepo kalau Raisa bisa saja punya suami di Apartemen itu, kalaupun ART pasti menikahi Bos nya.
Atik tidak bilang Raisa itu simpanan hanya Istri yang disembunyikan, Raisa mungkin malu memberitau mereka semua kalau Raisa terpaksa menikah dengan seseorang demi membayar hutang seperti di Novel-novel.
di Rumah Sakit.
Shila dan Vivi datang ke Rumah Sakit mencari Raisa ternyata dokter mengatakan kalau Raisa tengah mengandung, Dokter bukan orang bodoh melihat bagaimana perhatiannya Frans pada Raisa jadi bisa menebak kalau Frans itu suami Raisa.
Shila dan Vivi memekik senang lalu mengatakan pada Raisa bahwa mereka berdua juga mengandung sama seperti Raisa.
Shila dan Vivi juga datang ke Rumah Sakit memeriksa keadaan ternyata tengah hamil, betapa terharunya kedua wanita cantik itu bahwa Tuhan kembali mempercayai mereka memiliki keturunan lagi.
"terimakasih kakak ipar". ucap Raisa dengan malu-malu.
"apa bang Varel dan bang Ariel tau Kak? ". tanya Frans ke Shila dan Vivi
"hadiah". jawab Shila dan Vivi serentak.
Frans memutar bola matanya dengan jengah, ia fokus ke Istrinya dan bertanya apa yang Raisa butuhkan terlihat sekali Frans menyayangi Raisa memperlakukan Raisa begitu manis seperti Raisa itu seorang Ratu.
"kamu tidak boleh bekerja sayang". kata Shila serius.
__ADS_1
"iya Raisa..! kamu harus tinggal bersama kami". sahut Vivi
"iya Kakak ipar..! Raisa sudah mengundurkan diri di Perusahaan Mas Frans dan fokus pada anak kami". jawab Raisa tersenyum tulus mengelus perutnya.
Shila dan Vivi mencubit pipi Raisa malah membuat Frans kesal menjauhi tangan kedua kakak iparnya itu. sontak saja kelakuan Frans dapat amukan masa dari Shila dan Vivi yang memukuli punggung Frans.
"cepat beritau sikembar kalau tidak Frans yang akan kasih tau". ancam Frans
sikembar yang Frans maksud adalah suami kedua wanita cantik itu.
Shila dan Vivi mendengus lalu berpamitan pada Raisa yang tertawa sambil mengangguk, setelah memastikan kepergian kedua kakak iparnya pun Raisa melihat ke Frans.
"kenapa mas begitu sama kak Shila dan kak Vivi? ". tanya Raisa
"kamu tidak tau sayang kedua Kakak iparku itu wanita bar-bar, mereka bisa menjinakkan Pria kasar dan kejam seperti kedua abang-abangku artinya mereka bukan wanita sembarangan". gerutu Frans
Raisa tertawa cekikikan,
sejak saat itu Raisa tidak bekerja di Perusahaan Frans membuat para Karyawan Perusahaan PlayerGame bertanya-tanya.
"cepat tanyakan pada Bos kita Arif, kamu paling dekat dengan Tuan Frans". desak teman dan rekan kerja Arif meminta Arif untuk bertanya pada Frans.
tidak ada yang tau mengapa Raisa tiba-tiba mengundurkan diri, apa benar yang dikatakan Atik kalau Raisa tengah hamil dan mengundurkan diri.
"Tuan? ". Arif masuk ke Ruangan Frans dengan ragu-ragu bertanya.
Frans menutup berkasnya menatap Arif dengan serius, "rahasiakan yang kau tau Arif".
"hah? jadi Raisa memang hamil Tuan? ". tanya Arif seketika membekap mulutnya karna keceplosan.
"hmm... hamil anakku! ". jawab Frans
duaaarr...!!
Arif seperti terkena sambaran petir seketika mendengar dari bibir Atasannya kalau Raisa tengah hamil anak Frans.
"kami sudah menikah jadi rahasiakan semuanya". tegas Frans lalu melirik ekor matanya hingga Arif segera keluar dengan pandangan tak percaya, langkah kaki Arif juga seperti robot rusak yang dipaksa jalan.
Arif tidak suka pada Raisa sebagai lawan jenis hanya suka sebagai Partner kerja tapi selama ini Arif bertindak suka-suka pada Raisa, maksudnya tidak ada sopannya alias tidak memikirkan kasta.
semua rekan-rekan Arif mencecar Arif tapi Pria berkacamata itu seperti bisu tidak bisa berbicara mengabaikan pertanyaan mereka semua.
di ruangan kerja Frans.
Frans bekerja lebih cepat supaya cepat pulang dan membelikan martabak pisang keju, coklat untuk istrinya, Raisa tinggal di Mansion Jessy dan Ramon.
.
.
.
__ADS_1