
.
.
.
"haaahh?? ". pekik ke lima adik Raisa bahkan Lely pun sampai tak percaya putri sulungnya memiliki kekasih yaitu Frans yang berasal dari keluarga orang kaya.
"kamu yakin nak?? Ibu merasa Tuan Frans derajatnya terlalu tinggi diatas kita". Ibu Lely
Raisa juga mengatakan hal yang sama pada Frans tapi Frans malah tidak suka saat dirinya menolak hanya karna perbedaan si kaya dan si miskin, Raisa juga menjelaskan Vivi dan Shila bukan orang Kaya Raya tapi Jessy dan Ramon sangat menyayangi mereka.
Raisa juga mengatakan bahwa Frans ingin perempuan yang mencintainya dengan tulus hingga mau meninggalkan Karir demi cinta, sementara mantan kekasihnya Frans dulu malah memilih karir pada akhirnya Frans memutuskan mantannya alasannya karna LDR tapi nyatanya mantan Frans tidak terlalu memikirkan Frans yang minta putus seolah Frans hanya bercanda supaya mantannya pulang.
"Kakak benar juga ma..! jika Rizzo jadi abang bos pasti lebih memilih kak Raisa, kenapa harus memilih perempuan yang berkarir? bukankah Rizzo mendirikan Perusahaan supaya banyak uang? Rizzo bisa membiayai kehidupan perempuan yang telah Rizzo pilih". Rizzo
"artinya abang bos sangat pintar". Rayola
"terlalu pintar". sahut Ramon
"jenius dan bisa menilai berlian dalam diri kak Raisa bahkan mengatakan Kasta bukan apa-apa". Richa
"Rumini juga mau punya pacar seperti abang bos". Rumini terlihat senang.
"apa abang Bos melakukan sesuatu pada kakak?". tanya Rizzo
"tidak..! Tuan Frans pria yang sopan". jawab Raisa
"kakak selamat yaa?? kakak harus mencintai abang bos dengan baik, buktikan padanya kalau abang bos tidak salah menyukai kakak". Rayola memeluk kakaknya dengan senang bahkan sampai terharu merasa kebahagiaan kakaknya sudah terlihat.
Lely pun mengucapkan selamat,
2 hari berikutnya.
Raisa membuat 2 kotak bekal makan siang, ia membuat untuk dirinya juga sang pacar.
Raisa berlari riang keluar Rumahnya tapi terhenti melihat sebuah mobil dan keluarlah seorang supir, "Nona..? saya jemputan Tuan Muda Frans! ".
"Tuan Frans? kenapa menjemputku? ". tanya Raisa bingung.
Raisa merasa curiga sebab mobil itu bukan milik Pacarnya atau milik keluarga Frans, "maaf.. ya? aku ada ketinggalan sesuatu".
Raisa berbalik masuk ke Rumahnya dan berlari ke kamarnya, Ibu Lely sampai bertanya tapi Raisa hanya mengatakan mengambil barang yang ketinggalan.
Raisa menghubungi Frans yang langsung diangkat oleh Frans.
"Mas..? ". panggil Raisa
__ADS_1
"hmmm? ". Sahut Frans
"apa Mas meminta supir menjemputku? ". tanya Raisa
"Tidak..! kenapa? apa kamu mau aku jemput? ". tanya Frans
"disini ada mobil dan supir yang mengatakan Mas yang menjemputku". kata Raisa
"oohh.. dia berani menggunakan namaku? lari sayang..! aku tidak pernah meminta orang menjemputmu". Frans
Raisa pun mematikan panggilannya namun tersadar akan sesuatu, "S. ..S.. Sayang? ". beo Raisa
Raisa menggeleng-geleng kepalanya untuk menyadarkan diri, ia terpaksa berangkat kerja lewat pintu belakang hingga Ibu Lely bertanya-tanya tapi Raisa hanya meminta Lely untuk tidak berbicara dengan suara keras.
Raisa telah merasa aman didalam angkot, "leganya..!! siapa itu? kenapa bawa-bawa nama pacarku? ". gumam Raisa lalu tersadar menutup mulutnya dan tersenyum malu.
"sadar.. Raisa.. Sadar...! Tuan Frans bisa ilfil padamu nanti, jangan keliatan ya kalau kamu menyukainya". batin Raisa mengingatkan diri.
.
makan siang
Raisa mengendap-ngendap membawa 2 bekal makan siangnya ke arah Ruangan Frans, ia ingin menjadi pacar perhatian supaya Frans merasa di prioritaskan dari pada dirinya sendiri.
"sedang apa Raisa? ". tanya salah satu rekan kerja Raisa
"oh". jawab nya lalu pergi
Raisa melihat kepergian teman kerjanya itu dan mengelus dada, ia lega karna temannya itu percaya lalu Raisa mengetuk pintu Ruangan Frans dan membukanya.
"dimana Mas Frans? ". gumam Raisa pelan sambil berjalan pelan menelusuri Ruangan Frans yang luas.
Raisa meletakkan makanannya di meja sofa lalu mengedarkan pandangannya hingga tak berapa lama Frans muncul dari balkon dan itu membuat Raisa menjerit kaget, Frans tertawa lebar melihat keterkejutan Raisa.
"Mas? kenapa mengagetkanku? ". tanya Raisa dengan kesal
"sedang apa? mau mencuri ya? ". tanya Frans mencondongkan sedikit tubuhnya.
Raisa menggeleng kepalanya, "aku bawa sarapan, Mas mau? ".
"Huuh...! ". Frans menghela nafas.
"kenapa Mas? Mas tidak suka? ". tanya Raisa kebingungan
"aku jadi ingin cepat menikah". kata Frans sambil duduk disofa dan membuka bekal makan siang yang Raisa siapkan.
Raisa memegang kedua pipinya yang merona, "Mas baru pacaran 3 hari denganku sudah memikirkan menikah? apa mas tau kepribadianku? ". tawa renyah Raisa juga duduk di sofa Frans.
__ADS_1
"penyayang..! itu saja sudah cukup bagiku". jawab Frans dengan santai
Raisa pun tak bisa berkata-kata, lalu Frans menanyakan ciri-ciri mobil yang menjemputnya dan Raisa menjawab sampai mengatakan plat mobilnya, Frans bisa menebak kalau Mobil itu milik Arga.
"sudah aku bilang Arga tertarik padamu". jawab Frans
"tapi bagaimana bisa Mas? aku tidak pernah bertemu dengannya selain acara malam itu". jawab Raisa
"mungkin saja kamu begitu asik makan kue dan dia melihatmu tersenyum apalagi lesung pipimu ini, Pria manapun akan jatuh cinta padamu". Frans menusuk pipi Raisa.
Raisa menjatuhkan rahangnya, adik-adiknya Raisa memang selalu mengatakan kalau senyum Raisa sangat cantik apalagi lesung pipinya, tak disangka itu akan sama dimata Pria sehebat Frans, bahkan Arga pun jatuh cinta padanya?
.
pulang dari kantor
"Raisa..? ". panggil Arga mendekati Raisa yang membelalak segera melarikan diri.
"Raisa tunggu...! Raisa...! ". teriak Arga mengejar Raisa hingga lupa dengan mobilnya
Raisa naik ojek lalu meninggalkan Arga yang terlihat terengah-engah mengejarnya, tak sampai disitu Arga mendatangi Rumah Raisa hingga gadis itu tidak berkutik.
"pergilah..! aku tidak punya urusan denganmu". usir Raisa dengan serius.
"kenapa kau tidak mau naik mobil tadi pagi? ". tanya Arga
"siapa suruh kamu membawa nama Atasanku". kesal Raisa
"dia malaikatmu kan? aku adalah calon suamimu, jadilah pacarku Raisa..! aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan padamu, aku berjanji akan memperbaiki sifatku". Arga mendekat tapi Raisa melangkah mundur.
Raisa memperingatkan Arga untuk tidak lebih dekat, Raisa menarik nafas dalam-dalam lalu mengatakan padanya Frans bukan hanya malaikatnya tapi juga Pria idamannya, cara Frans memperlakukan orang miskin sepertinya membuat Raisa mencintai Frans bahkan diam-diam berdoa supaya memiliki Suami seperti Frans yang baik.
"aku juga kaya". Arga
"aku tidak suka uangmu..! jika aku sudah bilang benci tidak akan bisa jatuh cinta padamu, tapi jika aku memaafkanmu itu mungkin saja. kalau menikahh?? maaf aku tidak bisa, menurutku uang tidak bisa menjamin kebahagiaan, hanya Cinta yang bisa membahagiakan sepasang kekasih dan harta itu hanya bonus jika Tuhan berbaik hati". Raisa
"benarkah? aku memang punya kesalahan padamu tapi aku manusia yang bisa berbuat salah kan? ". Arga
"aku tau..! tapi maaf...! aku mohon carilah wanita lain yang lebih berpendidikan tinggi setara denganmu, aku tidak selevel denganmu karna kamu seperti diatas awan bagiku". Raisa
Arga membandingkan dirinya dengan Frans yang tak berbeda jauh tapi Raisa mengatakan keluarga Frans sangat baik tidak seperti Ibu Arga yang juga sama kejamnya seperti Arga.
"kau pernah bertemu dengan mamaku? ". Tanya Arga.
.
.
__ADS_1
.