
.
.
"si Leon ini ya?? dia berani menantang anakku". gumam Jessy dengan kesal
"tidak usah dipikirkan sayang.. kita harus tetap tenang dan doakan saja Shila memilih mencintai anak kita, lagian Leon menantang dengan cara pria sejati". bujuk Ramon
"papi diam..! aku harus beritau Cici supaya putranya itu memilih mundur". kata Jessy hendak pergi
"udah mom..! biar Varel yang atasi, lagian Varel tidak tersinggung dengan tantangannya malah membuat Varel akan lebih berusaha untuk mendapatkan hati Shila". ujar Varel dengan serius
"kamu yakin nak?? ". tanya Jessy
"itu baru anak Papi". balas Ramon hingga Jessy melototinya, Ramon segera bersiul melihat arah lain.
"sekarang varel mau pulang". Varel bersiap pergi dan Jessy serta Ramon mengikuti Varel yang tampak sedang berpikir.
Varel tidak melakukan apa-apa tapi Jessy yang memiliki ikatan darah dengan Varel tentu menyadari apa yang sedang dipikirkan putra sulungnya.
"Ya Tuhan...! buatlah Shila mencintai Putra sulungku, masalah Leon aku yakin dia bisa mendapatkan wanita lain karna pribadinya memang hangat dan ceria seperti Fransku, berbeda dengan putraku yang yang satu ini, jika dia tidak mendapatkan cinta pertamanya maka ia akan berubah drastis berdampak buruk pada kepribadiannya yang akan semakin dingin hingga sulit jatuh cinta lagi". batin Jessy
.
.
"ada apa Shila? kenapa dari tadi kamu nampak melamun? ". tanya Vivi penasaran
Shila menghela nafas panjang, "apa kata orang-orang ternyata benar Kak..! Om Raffan memang menyukaiku".
"Mmmffftt... ". Vivi menahan tawanya dan hal itu membuat Shila menatapnya kesal hingga Vivi tidak tahan pun tertawa terbahak-bahak.
Shila menatap datar managernya itu yang sudah seperti teman baginya.
"kamu baru menyadarinya si cantik yang begitu polos". ejek Vivi
Shila mendelik kesal, "bukannya kasih solusi malah membuatku terpojok, sekarang beritau aku kenapa aku harus merasa canggung menemuinya? bukan aku yang mencintainya kenapa aku pula yang harus merasa tidak nyaman ungkapan cintanya itu".
"apalagi? terima dia menjadi kekasihmu". balas Vivi
pletak..!
geram Shila menyentil kening Vivi yang mengaduh kesakitan sambil mengelus keningnya.
"jangan salahkan aku tidak sopan, enak sekali kakak bilang terima dia.. masalahnya aku tidak menyukainya sama sekali". kesal Shila
__ADS_1
"tidak sama sekali? ". decak Vivi
"hmm.. tidak sama sekali". jawab shila tampak berpikir sejenak
"bohong..! kamu tertarik padanya, tidak perlu berbohong padaku, jika aku ada di posisimu, aku akan membalas perasaan Tuan Muda yang dikenal jahat serta bersih dari skandal wanita, Tuan Muda yang dikenal dingin seperti kulkas 10 pintu itu dia malah tiba-tiba menghangat saat berada didekatmu". Vivi berdecak kagum mengingat semua yang Varel lakukan untuk Shila.
Shila menghela nafas mendengarnya, "kenapa aku bisa tidak menyadarinya sama sekali ya? sekarang aku harus bagaimana? kenapa aku yang malu bertemu dengannya? bukan aku yang mengungkapkan perasaan".
"ck.. sudah beribu kali aku bilang Shila.. ya terima saja Tuan Muda Fox Group itu". balas Vivi dengan begitu sabar
sudah berapa kali Shila mondar-mandir menanyakan hal yang sama sementara Vivi sudah mulai berbuih menjawab untuk terima saja cinta Varel.
.
.
ke esokan harinya
"abang Leon kesini?? ". pekik Shila dengan senang
"iya.. tapi Tuan Muda Varel juga kesini!". sambung Vivi dengan gembiranya.
Shila melebarkan matanya, "om Raffan kesini? mampus aku". batin Shila
"kenapa Shil? apa kamu mau sesuatu? ". tanya Vivi yang tidak tau isi otak cerdas Shila.
"iya. aku mau minum jus". jawab Shila dibalas anggukan oleh Vivi yang dengan cepat berlalu membeli jus untuk Shila.
"aku tidak bisa menemui om Raffan.. aku harus jawab apa saat berhadapan dengannya? kenapa aku jadi canggung? ". decak Shila mondar-mandir gelisah.
Shila mendengar suara langkah kaki, ia menoleh sekeliling hingga ia melihat jendela tanpa pikir panjang ia melepas heelsnya dan melompat kebalik Jendela.
Shila benar-benar berusaha menghindari Varel dengan bersembunyi di balik Jendela saat ia mendengar suara langkah kaki
"Maharani? ". panggil Varel tersenyum saat membuka pintu dan tak melihat Shila di ruangan itu.
"minggir..! ". ketus Dr. Leon menepis tangan Varel sampai ia masuk juga mencari Shila.
Varel menaikkan sebelah alisnya melihat heels Shila yang tergeletak, ia melirik ke arah Jendela.
"larilah sejauh manapun maharaniku..! aku akan menemukanmu dimana pun kamu pergi". batin Varel segera melangkah pergi keluar dari ruangan itu.
dr. Leon sibuk mencari Shila sampai ke dalam lemari, ia juga menanyakannya pada kru syuting yang mengcasting Shila.
Varel berusaha menghubungi Shila tapi tidak diangkat seolah Shila memang menjaga jarak darinya.
__ADS_1
"kamu pikir bisa lari dariku maharaniku sayang? tidak akan ku biarkan dirimu jauh dari jangkauanku". gumam Varel memasukkan ponselnya karna ia merasa tidak ada gunanya menghubungi Shila jika gadis itu sengaja tidak menjawab panggilannya.
.
.
Shila berlari mengendap-ngendap hingga tiba di area parkiran.
"dimana Kak Vivi? ". gumam Shila menatap sekeliling.
Shila melihat mobil nya datang, ia tidak berpikir apa-apa malah langsung masuk dilihat dari plat mobilnya adalah miliknya.
"Kak.. Vivi...? eeehhh? siapa kau?? ". pekik Shila menatap sekeliling.
Shila berusaha melawan saat pria itu hendak memberi sesuatu padanya, pukulan dan tendangan dadakan Shila cukup kuat hingga membuat Pria itu kewalahan Shila mulai kehilangan kesadarannya, matanya perlahan tertutup dan melihat Vivi yang tangan di ikat kebelakang dengan mulut diikat kain juga dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"kak? ". batin Shila
mobil melaju dengan kencang hingga Varel melihat mobil Vivi pergi melintasinya.
"sial...! dia benar-benar bebas". decak Varel dengan cepat berlari ke arah mobilnya dan menghubungi Nando.
Nando mencari pengawal bayaran dari kelas atas dan disuruh mengikuti alat pelacak yang dihidupkan Varel untuk Nando supaya tau tempat tujuannya.
Varel membawa mobil lain yaitu mobil baru ia beli beberapa menit yang lalu, Varel dapat kabar bahwa Carol melarikan diri dari penjara hal itu yang membuat Varel khawatir mendatangi Shila namun gadisnya itu malah menghindarinya layaknya virus.
mobil Tuan Muda Fox Group sudah diketahui masyarakat luas, demi Shila ia membelinya cepat untuk bisa mengikuti pelaku yang bebas dari penjara saat mencoba menculik Shila tanpa dicurigai sedikitpun, Varel sudah tau hal ini akan terjadi tapi ia berusaha mencoba menjelaskannya pada Shila namun karna ungkapan perasaannya kemarin membuat Shila tidak nyaman hingga menghindarinya, hingga Varel tidak bisa memberi tau Shila bahaya yang mengejar kekasih hatinya itu.
"awas saja kau..! aku sendiri yang akan mengantarmu ke pulau cacing". geram Varel dengan tatapan nyalang bak monster yang baru saja bangkit dari dunia lain.
Varel tidak menyangka Carol masih berani melawan Varel dengan mencoba menculik Shila, memang dasarnya Carol itu tidak waras seharusnya Varel tidak terlalu menganggap remeh Carol yang sejak awal memiliki nyali besar untuk melawannya.
.
.
.
.
oupsss !!! maaf besok lagi ya?? tenang aja Shila bakal baik-baik aja... wkwkwk.. selamat beraktifitas...
.
.
__ADS_1