Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
siapa? (part. 4)


__ADS_3

.


.


"huuh.. ! saat Mommy mu mengandungmu semua baik-baik saja dan dokter memang mengatakan Mommy mu punya anak kembar tapi zaman dulu belum ada teknologi canggih zaman sekarang, Papi tidak mengerti mengapa saat melahirkan kalian hidup kami berubah". Ramon menghela nafas


"maksud Papi? ". tanya Varel


"kalian diincar oleh orang misterius, Mommy mu masih dalam keadaan koma dan tidak sadar telah melahirkan bayi kembar, Papi saat itu khawatir padanya dan melupakan kalian hingga salah satu bayi kami menghilang dan Papi tidak mau membuat mommy mu stres hingga berujung kematian dan memilih menutup semuanya rapat-rapat". Ramon berbicara dengan lirih juga bergetar


Varel memijit pelipisnya, "Ya Tuhan...! ". batin Varel


"tapi dari mana kamu tau nak? Papi tidak pernah mengungkit hari itu kan? Papi yakin tidak ada yang membocorkannya karna sudah sangat lama dan anak Papi tidak ditemukan walau Papi sudah berusaha". Ramon


"ada Pria yang sangat mirip dengan Varel Pi". ujar Varel


"apa? ". Ramon membelalak tak percaya


"kamu yakin nak? ". tanya Ramon


"menurut papi dari siapa Varel tau? Awalnya Varel tidak percaya tapi Nando dan Izal percaya karna melihat langsung lalu Maharani...? ". gumam Varel


"kenapa Maharanimu? ". tanya Ramon khawatir


"Pria itu mengincar Maharani Pi, sebenarnya apa masalahnya? jika kami memang saudara kembar kenapa dia tidak datang kesini? semua tau tentang Varel kan? alamat kita ada dimana-mana, kenapa dia malah main sembunyi-sembunyi seperti ini? ". Varel dibuat dilema


"lalu bagaimana keadaan Shila? ". tanya Ramon


"maksud papi? ". tanya Varel tidak mengerti


"apa maksudmu mengincar Shila? katakan yang jelas". ketus Ramon


Varel memutar bola matanya tapi menceritakan juga secara singkat hingga Pria itu mengambil hadiah ulang tahunnya.


"apa maunya sebenarnya pi? jika dia ingin Fox Group Varel akan berikan dengan senang hati karna Papi sendiri mengatakan Varel memang punya saudara kembar, tapi Varel tidak terima memberikan Maharani Pi, dia segalanya bagi Varel". decak Varel


"Ya Tuhan..! apa yang sebenarnya terjadi? kenapa bayi yang menghilang 27 tahun kini kembali dalam situasi seperti ini? sebenarnya apa yang terjadi dengan anakku?". Ramon awalnya syok saat tau bayinya yang hilang 27 tahun yang lalu masih hidup namun tak mengerti mengapa anaknya seperti sengaja menyerang saudara kandungnya sendiri (Varel).


"Papi tidak tau pelakunya? ". tanya Varel


"siapa pelakunya? ". tanya Ramon balik

__ADS_1


"ck.. ". Varel berdecak


"lebih baik papi cari tau yang sebenarnya, kenapa mommy tidak tau perihal anaknya yang lain? ". tanya Varel dengan heran


"mommy mu hanya berusaha melupakan kejadian 27 tahun yang lalu, semuanya terjadi begitu mendadak, papi tidak punya siapa-siapa saat berusaha mempertahankan Fox Group untuk itu Papi berjuang sendiri tapi musuh mengetahui kelemahan Papi dan hal itu tidak bisa dielakkan". Ramon


"perusahaan hampir bangkrut selama beberapa bulan kami keluar dari Rumah Sakit, lalu Papi bangkit untuk memperbaiki segalanya dan pelan-pelan Papi mengajari mommy mu, hanya kamu alasannya bertahan nak? jika kamu juga tidak ada mungkin Mommy mu sudah tidak ada sejak dulu". Ramon


"Firasatnya sebagai Ibu sangat kuat, dia bahkan sadar telah kehilangan separuh jiwanya tapi papi sengaja menutupi semuanya dengan pura-pura tidak tau semua itu". Ramon


Varel terdiam mendengarkan cerita Ramon, untuk pertama kalinya mereka berbicara tanpa bertengkar seperti biasa, Varel tidak tau harus berbuat apa ia yakin saudara kembarnya hidup menderita diluar sana tapi keluarganya malah baik-baik saja bahkan menutupi semua masalah itu demi keselamatan Jessy yang takut mengganggu mentalnya.


"masalah kamu diculik saat kecil, itu juga bagian dari masalah ini nak, untuk kedepannya kamu harus berhati-hati semakin kamu memiliki hal yang luar biasa maka ujianmu juga tidak bisa dianggap remeh". Ramon


Varel berubah dingin seketika, "dia hanya perempuan Gila Pi jangan bahas hal itu padaku".


"hm... kamu tidak tau saja betapa gilanya Papi dan Mommymu saat itu bahkan Mommy mu sering jatuh sakit dan dilarikan ke Rumah Sakit". gerutu Ramon


.


.


Varel menatap potretnya dengan tatapan serius, "saudara kembar? dia abang ku? ". gumam Varel


Varel memejamkan matanya, "apa maumu sebenarnya? aku bisa memberikan segalanya tapi tidak dengan Maharaniku". gumam Varel dengan nada pelan


ke esokan harinya


Shila memutar kepalanya saat melihat seorang Pria datang dengan penampilan luar biasanya, Shila menaikkan sebelah alisnya hingga kekacauan pun terjadi, syuting dibatalkan karna kedatangan pria itu.


"Tuan Muda". salam hormat semua orang menyambut Varel


"ada apa dengan Tuan Muda? biasanya menyamar menjadi pria culun? ". gumam Vivi pelan lalu menutup bibirnya seketika melihat ke arah Shila


Shila menatap sekeliling, "situasi apa ini? kenapa Om Raffan datang dengan penampilannya yang seperti itu? ". batin Shila


"sayang..? ". Varel tiba dihadapan Shila dan menyibakkan rambut Shila


"om ngapain kesini? ". tanya Shila


"aku ingin melihatmu". jawab Varel dengan senyuman

__ADS_1


Shila memicingkan matanya, "om terbentur sesuatu ya? ". tanya Shila dengan kesal


"kenapa sayang? apa ada yang salah? ". tanya Varel seolah tidak tau masalahnya


Shila menjatuhkan rahangnya, "Om Lupa sama Janji Om? ". tanya Shila dengan nada tak percaya


"janji? janji apa sayang? ". tanya Varel semakin mendekat sedangkan Shila melangkah mundur hingga heelsnya tergelincir hampir jatuh.


"aahh". Pekik Shila


Shila ditarik oleh Varel hingga hidungnya menabrak hidung Varel namun tidak saling menyakiti, Shila menautkan kedua alisnya.


"lepas om..! ". kesal Shila dengan mata melotot galak


"aku merindukanmu sayang! ". Varel memeluk Shila dengan mesra


Shila semakin dibuat keheranan, hatinya terasa berbeda, "coba panggil aku om..! ". pinta Shila


"saa... yaaanng.. " Varel memanggil dengan nada manja


"om..! aku harus syuting kenapa om datang kesini? ". tanya Shila berusaha menolak pelukan Varel yang membuatnya malu dan ingin marah


malu bukan karna apa-apa melainkan malu karna dilakukan didepan umum, "lepaskan aku om..! om aneh deh..? ".


"aneh? kenapa aku aneh sayang? ". tanya Varel merentangkan tangannya


"aku mau syuting tolong jangan ganggu aku..! ". titah Shila mendorong kesal dada bidang Varel


Shila berbalik pergi dengan alis mengkerut, ia tidak mengerti mengapa Varel berubah, Varel yang sebenarnya tiba dengan penampilan culunnya hingga tiba-tiba langkahnya terhenti melihat wajahnya sendiri ada tak jauh dari Shila berada.


"Ya Tuhan..! jadi aku benar-benar memiliki saudara kandung? ". batin Varel yang kini menyamar menjadi Leo


sebelumnya diceritakan oleh Nando, Izal tentu Varel tidak percaya berdasarkan penjelasan Nando, Izal akhirnya Varel percaya 50%, saat Shila yang syok mengira melihat hantu 80% diberitau oleh Ramon 90% namun sekarang Varel melihatnya langsung tentu ia percaya 100%.


Varel tidak mau membuat Shila takut, alhasil ia hanya mengamati dari jauh apa saja yang dilakukan oleh Pria yang sangat mirip dengannya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2