Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
merawat


__ADS_3

.


.


di dalam mobil Vivi mengomel-ngomel tak senang tentang Elis, sedangkan Shila memeluk tubuhnya sendiri karna sangat kedinginan.


"mana jaketnya Kak? aku kedinginan ni! ". rengek Shila


"iya.. iya..! buka gaun mu yang basah itu, aku tidak menghidupkan AC sama sekali". jawab Vivi


Shila membuka gaunnya yang basah, wajahnya mulai memucat Shila memang tidak tahan AC namun ditambah disiram air bukankah semakin dingin hingga tubuh Shila kini menggigil.


"kak.. cepat pulang! ". pinta Shila


"iya. iya.. " jawab Vivi


.


sesampainya di Rumah Shila melirik situasi tidak ada Papanya sama sekali, "papa pasti masih berdagang, syukurlah". batin Shila berlari dengan kaki menjinjit menuju kamarnya dilantai 3.


Shila segera membersihkan dirinya dengan air hangat, merasa belum cukup ia masuk ke dalam bath up dan berendam air hangat.


setelah berganti Pakaian, Shila melihat ponselnya dan terbelalak mendapat pesan bahwa Varel kini sudah ada didepan Rumahnya, tanpa aba-aba lagi Shila berlari ke balkon dan melihat Varel tersenyum melambaikan tangannya.


Shila kembali masuk kamar menyambar jaketnya lalu keluar dari kamarnya, ia berlari menuruni tangga.


"eeh..? ". Shila kaget saat Varel sudah ada didepan pintu Rumahnya sambil melebarkan tangannya.


Shila tersenyum lalu mempersilahkan Varel masuk, "cepat masuk om? om kenapa bisa disini? katanya 1 minggu disana". cecar Shila


Varel menghela nafas panjang, ia berjalan memasuki Rumah Shila lalu menyambar memeluk kekasih hatinya itu.


"aku sangat merindukanmu sayang". bisik Varel


Shila mengelus punggung Varel, Varel mengerutkan dahinya merasakan tubuh Shila cukup panas.


"sayang? ". Varel melepaskan pelukannya dari Shila


"apa om? ". tanya Shila menyahut


"kenapa tubuhmu panas? ". Varel memegang dahi Shila dan memang panas


"benarkah? ". Shila memegang pipinya yang memang terasa hangat bukan panas.


"ada apa sayang? coba ceritakan! ". pinta Varel


Shila mengerjab-ngerjabkan matanya saat pandangannya mulai berat, "om? "

__ADS_1


Varel menangkap tubuh Shila, "sayang? ada apa sebenarnya? kenapa tubuhmu bisa panas? ". Varel menggendong Shila membawanya masuk ke kamar Shila dilantai 3


Shila tidak berbicara hanya menekan-nekan alisnya yang mana bisa membuatnya sedikit lebih baik


setibanya di kamar, Varel menghubungi dokter perempuan bernama Mika, Mika dan Gibran teman satu angkatan tentu Gibran sendiri yang menawarkan Mika pada Varel untuk mengobati Shila karna tau Varel sangat cemburuan.


.


"nona Shila hanya demam biasa Tuan, anda menolongnya dengan cepat jika dibiarkan sampai besok pagi mungkin Nona Shila bisa di rawat di Rumah Sakit". jawab dr. Mika


"apa yang terjadi dok? kenapa Maharaniku bisa demam?". tanya Varel


"saya tidak tau alasannya Tuan, coba anda tanyakan pada Nona Shila atau Managernya mungkin". jawab Dr. Mika yang memang tidak tau asal usul penyakit demam di tubuh Shila.


"terimakasih! ". ucap Varel melihat arah lain


Mika melihat ke arah Varel seketika, ia tidak menyangka Varel mau merendahkan dirinya mengucapkan terimakasih pada nya, bukankah seorang penguasa Fox Group kejam dan tak punya hati? mana mungkin mau berterimakasih jika ia bisa memberi uang yang banyak untuk seseorang.


"ternyata rumor itu benar". batin Dr. Mika melihat Shila


"sama-sama Tuan". Jawab dr. Mika


"aku tidak akan mengantarmu, kau bisa keluar sendirikan? ". Varel dengan tenang


"iya Tuan.. saya mengerti, saya permisi! ". ucap Dr. Mika lalu berbalik pergi sambil tersenyum


Varel menyelimuti Shila lalu mengecup lama kening Shila, "sayang..? maafkan aku! " ucap Varel merasa apa yang terjadi pada Shila mungkin salahnya


Wajah Varel semakin menggelap, matanya terpejam kini nyalang dengan memerah, ia mematikan panggilannya dengan Vivi beralih menghubungi Nando.


.


"berani sekali dia menyiram tubuh kekasihku, Maharaniku tidak tahan AC tapi disiram air mana bisa ditahan olehnya, aku akan membuatmu mati membeku". geram Varel dengan marahnya.


"apa yang kau lakukan pada kekasihku akan aku balaskan padamu lebih menyakitkan". desis Varel menatap sendu Shila yang masih tertidur dengan wajah yang tak lagi sepucat sebelumnya.


tangan Varel terkepal kuat, ia segera keluar dan mendatangi tempat dagang Suryo yang tak jauh bersebrangan dengan Rumah Shila, kedatangan Varel membuat heboh orang-orang didalamnya.


siapapun tau dagangan itu milik Keluarga Shila dan mereka datang awalnya karna ingin mencoba tanpa diduga masakan Suryo memang enak, tentu pelanggannya semakin banyak, mereka berharap akan bertemu Shila secara langsung tak disangka mereka malah bertemu Varel.


"nak? ada apa? ". tanya Suryo


Varel berbisik ditelinga Suryo hingga Suryo panik dan hendak pergi namun ditahan oleh Varel,


"Om tenang saja, Varel sudah membawa dokter untuk merawatnya, Om fokus dengan dagangan Om Varel yang akan menjaga Shila". kata Varel


Suryo tampak ragu tapi melihat dagangannya masih banyak juga banyak orang didalamnya tidak mungkin Suryo mengusirnya keluar.

__ADS_1


"baiklah nak..! om mohon jaga baik-baik putri Om, om akan selesaikan ini dengan cepat". Suryo


"jangan terburu-buru om, jangan sampai Shila meneteskan air matanya jika om jatuh sakit lagi". peringatan tegas Varel membuat Suryo tersenyum.


"baiklah nak..!". Suryo menepuk-nepuk pundak Varel yang menunduk cukup lama lalu meninggalkan tempat itu tak menoleh kiri-kanan.


"aaaahhh". sepeninggal Varel tempat dagangan Suryo bergetar seketika karna jeritan wanita-wanita rempong didalam sana melihat Varel secara langsung.


.


ke esokan paginya


Shila perlahan membuka matanya, perutnya terasa berat seperti tertimpa sesuatu ia melihat ke bawah dan melihat tangan Varel melingkar diperutnya sedangkan Varel tertidur dibawah dengan posisi duduk dengan kepala menghadap ke Shila.


Shila mengulum senyumnya lalu tangannya terangkat mengelus rambut Varel hingga Pria itu tersentak lalu melihat Shila yang sudah membuka matanya.


"sayang?". Varel bangkit lalu meringis seketika


"kenapa om? ". tanya Shila khawatir


"kakiku sedikit keram". jawab Varel tersenyum


"tunggu sebentar ya sayang! aku akan buatkan bubur untukmu". Varel mengelus kepala Shila sambil meluruskan kakinya yang panjang.


Shila mencoba untuk bangkit tapi melihat Varel menggeleng pun kembali berbaring.


.


Varel merawat Shila dengan penuh cinta, Shila terus saja tersenyum ia merasakan kasih sayang papanya didalam diri Varel saat merawatnya demam.


"minum susunya sayang". Varel berkata dengan lembut


"om? ".


"hmm? apa ada yang kamu mau maharaniku? ". tanya Varel menyibakkan rambut Shila


"tadi udah makan bubur, jahe, dan sekarang susu". protes Shila


"sayang Susu tidak menambah berat badan, ayo minum selagi hangat". pinta Varel


dengan bibir mengerucut ia terpaksa meminumnya, jujur perut Shila terasa penuh tapi kekasihnya ini memaksanya untuk tetap minum.


"habiskan sayang! ". pinta Varel


.


Suryo berlari memasuki kamar Shila dan Varel langsung melangkah mundur memberi jalan pada Pria tertinggi yang memiliki Shila yaitu Papanya Shila.

__ADS_1


.


.


__ADS_2