Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tidak mengerti


__ADS_3

.


.


"aku ingin sekali merobek mulutmu! ". ucap Varel dengan dingin


"saya ingin sekali mengobrak-ngabrik isi kepala om". balas Shila tak kalah dingin


Varel memalingkan muka, ia tidak habis fikir pada gadis biasa ini yang berani melawannya, entah apa yang dimilikinya hingga begitu tidak takut akan ancamannya.


"sekarang aku mau pergi..! om jangan pegang-pegang aku atau aku laporkan ke polisi, om tau kan aku seorang model papan atas tahun ini". ancam Shila dengan senyum smirknya.


Varel melebarkan matanya beralih menatap Shila, "kau sedang mengancamku? ".


"tentu saja..! jangan karna om kaya om seenaknya saja menyentuh perempuan". ketus Shila lalu melenggang pergi.


"gadis itu sombong sekali, dia bahkan tidak punya apa-apa tapi nyalinya tidak wajar". gerutu Varel memijit pelipisnya


sungguh Varel benar-benar tidak tau cara mengatasi gadis bar-bar seperti Shila, sebenarnya Varel bisa saja membuat Shila menderita tapi ada hati yang harus ia jaga yaitu mommynya, Varel akan dihapus oleh Jessy bahkan dikeluarkan dari Kartu Keluarga Jessy Ramon.


"kalau bukan karna mommy kau sudah tamat sejak kau menamparku". desis Varel dengan mata terpejam.


Varel memang tidak punya hati juga tidak tau cara menghargai perempuan tapi satu yang Varel ketahui yaitu menjaga perasaan mommynya walaupun Varel tidak tau hal yang benar dan salah akan tetap melukai hati mommynya.


"bagaimana caraku bisa membuat mommy berbicara padaku lagi? aku terlalu enggan meminta bantuan pada gadis sombong itu". gerutu Varel dengan frustasi.


Jessy yang mendiaminya sampai sekarang benar-benar membuat Varel frustasi, ia tidak tau harus bagaimana cara membujuk mommynya karna Varel sendiri memang tidak pernah tau cara merayu.


.


"apa mau nya sebenarnya? menarik tanganku sampai kelantai ini apa dia masih waras? dia membawaku ke lantai itu cuma mau bilang kalau aku hutang maaf padanya? atas dasar apa aku berhutang padanya?"


"apa dia fikir kekuasaannya pun bisa membeli permintaan minta maaf? dasar orang kaya tidak tau etika, tidak tau dasar ucapan maaf itu adalah ketulusan jika tidak tulus itu bukan permintaan maaf, enak aja aku disuruh minta maaf sama pelakunya, seharusnya dia yang minta maaf".


Shila mendumel sendiri di dalam lift, ia benar-benar geram dengan kelakuan 1 pria yang sangat berkuasa di kota Jakarta itu.


tring...!!


Shila melihat seorang wanita cantik menatapnya,


"ehh..? kenapa nyonya ini menatapku begitu ya?". batin Shila melihat penampilan wanita itu sudah bisa Shila tebak dia orang kaya raya.


Shila keluar dari lift lalu menunduk sopan pada Jessy, Jessy menghadang jalan Shila hingga Shila menghentikan langkah kakinya.


"kamu baik-baik saja Shila? ". tanya Jessy serius.

__ADS_1


Shila menatap Jessy seketika, "baik Nyonya! ada yang bisa saya bantu? ". tanya Shila


"dimana Pria yang menarik tanganmu tadi? ". tanya Jessy


Shila tersentak, "pria tadi? "


"iya.. entah apa yang dia lakukan saya sebagai mommynya minta maaf padamu Shila!". Jessy menangkupkan kedua tangannya


Shila membelalak mendengarnya, ia dengan cepat memegang tangan Jessy, "tidak Nyonya. ! Tuan Muda hanya meminta maaf pada saya". jawab Shila berbohong.


"benarkah? dia meminta maaf padamu? kenapa? dia sangat arogan tidak mungkin meminta maaf padamu nak? apa yang dia lakukan hingga mau menjatuhkan harga dirinya dengan meminta maaf padamu? ". cecar Jessy


"ya Tuhan..! Nyonya ini sangat mengenal darah dagingnya, apa yang harus aku lakukan?". batin Shila tersenyum kikuk.


tiba-tiba Shila menemukan ide, "ah.. pak Bangkara melec*hkan saya Nyonya, Tuan Muda memecatnya dan meminta maaf pada saya karna tidak menemui saya secara langsung dan menolak saya dengan cara baik-baik, dia menyesal telah meminta Pria Tua itu untuk masuk ke kamar itu, dan syukurlah Saya tidak masuk ke kamar itu Nyonya".


"Pria Tua bangka itu melec*hkanmu?". pekik Jessy


Shila tersenyum lalu pamit pergi dari Jessy, Jessy tidak bisa menahan Shila karna tidak mau mengikat Shila secepat itu.


"jadi dia tau salahnya? baguslah dia mau meminta maaf". gumam Jessy tersenyum lembut ke arah Lift seolah menatap putra sulungnya yang arogan mau meminta maaf.


Shila berbohong hanya karna tidak ingin menyakiti hati seorang Ibu, sebagai sesama perempuan Shila sangat tau bagaimana perasaan seorang Ibu jika memiliki anak seperti Varel pasti hanya akan membuat sedih jika Shila jujur mengatakan kelakuan buruk putranya.


.


.


Varel terhenyak saat Jessy menunggunya, "kamu udah pulang nak? ".


bak kesambar petir di malam hari disapa oleh Jessy, Varel menoleh cepat ke arah Jessy yang akhirnya mau berbicara padanya.


Varel berjalan cepat ke arah Jessy, "mommy sudah mau bicara sama Varel? ".


"Shila mengatakan kamu meminta maaf padanya, mommy tidak marah lagi jika Shila saja memaafkanmu! mommy sempat kaget saat mendengar dari Shila kamu meminta maaf padanya tadi diacara pesta". Jessy membantu melepaskan jas Varel.


Varel terdiam, "dia membelaku? atau menutupi sifatku? sebenarnya apa mau gadis itu? ". batin Varel yang tidak mengerti Shila.


"mommy merasa Shila bisa merubahmu nak..! Mommy dengar dari Frans kalau dia datang ke kantormu dan menamparmu ya? dia marah-marah karna Pria Tua itu melec*hkannya karnamu iya kan?". Jessy


Varel menggaruk tengkuknya yang terasa dingin.


Jessy tertawa pelan, "sana bersihkan tubuhmu! ".


Varel mengangguk masih menatap Jessy. Jessy mengelus rahang Varel, "apa??".

__ADS_1


"tidak ada mom". jawab Varel lalu berlalu meninggalkan Jessy.


Frans mengatakan memilih mundur untuk mencoba mendekati Shila pada Jessy karna Frans tau Abangnya tengah tertarik pada Shila dan hal itu membuat Jessy senangnya minta ampun.


Frans tidak ingin terlibat cinta segita dengan saudara kandungnya sendiri terutama saingan cinta nya adalah abangnya, Frans memang tau abangnya dingin dan sangat arogan tapi Frans tau Varel tipikal Pria yang licik dan cerdik, jika Varel menyukai sesuatu pasti akan di genggam dengan berbagai cara.


.


.


Shila di kontrak kerja oleh Agensi Fox Group tapi Direkturnya sudah berubah, Shila menerima kontrak kerja itu lalu berjabat tangan dengan Direktur baru nya bernama Hery, umur 30 tahun.


"bagus Shila..! kamu dapat kontrak kerja dengan agensi ini? hehe.. karirmu akan terus meroket darling". gemas Agus.


Shila mendengus, "hari ini aku udah bebas kan kak? aku mau menemani Papa masuk ke kebun binatang".


"oh.. iya..! hati-hati darling! ". bisik Agus dengan nada centilnya.


Shila memutar bola matanya dengan jengah, "iya".


Shila berjalan ke arah mobilnya namun kedatangan mobil mewah menghadang jalannya membuat Shila melihat ke arah mobil itu.


"orang kaya mana lagi ini yang tidak tau etika? ". decak Shila berjalan ke arah mobil itu.


Shila kaget melihat Varel keluar dari mobil itu, "ternyata orang yang sama".


"kau bicara apa? ". tanya Varel dengan dingin


Shila mengangkat bahunya acuh,


"cepat masuk..! ". titah Varel


"tidak bisa! jadwal saya saat ini membawa ayah saya ke kebun binatang". tolak Shila membuat Varel melototkan mata dibalik kacamata nya.


"kau barusan menolakku? kau fikir aku tidak sibuk? ". tanya Varel dengan galak


"lalu siapa yang mengajak anda bertemu saya om? saya tidak pernah tuh". ketus Shila melenggang pergi masuk ke mobilnya.


Agus berdiri ditempat dengan mata melotot dan tubuh kaku, ia nyaris saja tumbang melihat seorang Varel mengejar seorang perempuan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2