
.
.
.
benar apa yang Varel katakan bahwa Jack dan kawan-kawan yang berpenampilan seperti preman berkelas itu disambut dengan baik oleh Jessy.
"kalian sabar ya? silahkan dimakan Kue-kue buatan Tante, hehe... maaf ya cuma sedikit wajarlah Tante tidak menduga akan kedatangan tamu". Jessy begitu ramah memperlakukan mereka
situasi jadi hening saling menyenggol satu sama lain, benar-benar kikuk sebab sebelum tau kebaikan Jessy mereka juga membenci keluarga ini yang membuat Ariel begitu dendam.
"sayang? ". panggil Jessy
Vivi yang tadinya berjalan ke arah dapur berhenti seketika membalik badan, semua Pria bertato melihat ke arah Vivi tentu perut buncit Vivi menjadi pusat perhatian, siapa kira-kira suami Vivi tidak mungkin Ariel kan? atau bisa saja Frans sibungsu keluarga Varel.
sementara mereka tau siapa Varel yang memiliki kekasih si cantik juara Putri Indonesia season 7.
"Mommy? ". Vivi nyengir berjalan ke arah Jessy.
Jessy tersenyum, "kamu ngapain sayang?". tanya Jessy
"hmm.. itu.. mom.. hmmm? ". Vivi gelagapan menjawabnya
"hmm? jangan bilang kamu mau buang susu Ibu hamil itu ya? ". tebak Jessy
Vivi melebarkan matanya lalu memainkan jemari tangannya sambil menggoyang-goyang bahunya seperti anak kecil yang ketahuan melakukan kejahatan.
"oh.. Tuhan..! ". gemas Jessy
"kamu mau kena marah sama Ariel hmm?". gemas Jessy mencubit pipi Vivi
"Tuan Ariel? ". beo mereka semua serentak dengan mata membulat tak percaya
"eh..? mereka siapa mom? ". tanya Vivi mengalihkan perhatian karna Vivi adalah gadis licik yang menggemaskan hingga ia selalu lolos dari amarah siapapun.
"aaah.. mana suamimu sayang? ". tanya Jessy tersenyum karna tau Vivi hanya mencoba mengalihkannya saja.
"dia sedang mandi Mom..! nanti akan turun katanya mau buatin Vivi susu". jawab Vivi tersenyum
"oh.. ya udah sini Mommy antar ke mereka..!". Jessy merangkul bahu Vivi
diam, hening? syok! tentu semua orang-orang Setia Ariel tak percaya bahwa gadis manis ini adalah istrinya Ariel yang mereka kenal sebagai Tuan Sempurna.
mereka yang wajah pas-pasan saja menginginkan wanita yang sempurna dari segi apapun, tak disangka Ariel yang memiliki rupa sempurna malah memilih gadis manis ini.
"haloo...? aku Vivi..? kalian siapa? ". tanya Vivi ceria
seketika mereka semakin membelalak hingga Vivi garuk-garuk kepala, Jack berdehem lalu berdiri sambil membenarkan jaketnya, baginya Tuan sempurna seperti Ariel jatuh cinta dengan gadis manis ini pasti ada kelebihan nya hingga bisa membuat Ariel jatuh hati.
__ADS_1
"nama saya Jack Nona, saya orang Kepercayaan Tuan Muda Ariel". jawab Jack menunduk sopan dan mengulurkan tangannya.
Vivi melihat tangannya lalu menyambut tangan Jack dengan senyum cerahnya, Jack hendak mengecup punggung tangan Vivi tapi ia tertegun seketika saat teman-temannya menepuk-nepuk bokongnya.
"issh.. ganggu saja kalian! ". kesal Jack hendak melanjutkan aksi manisnya.
"sempat kau meletakkan bibir mu dikulit istriku, mulutmu akan aku robek detik itu juga". kata Ariel menggelegar
Jack mematung sedangkan Vivi terdiam seketika, wajahnya yang berbinar redup seketika berubah masam.
"dasar tidak romantis sama sekali! ". gerutu Vivi mendumel panjang tanpa rem sambil berjalan menghentak-hentakkan kakinya ke Dapur.
Jack membeku, ternyata Vivi bisa bicara begitu panjang uniknya hanya sekali bernafas saja.
"Tuan Muda! ". Jack memutar tubuhnya cengar-cengir melihat wajah marah, serta aura dingin tak bersahabat dari tubuh atasannya itu.
teman-teman Jack hanya bisa menahan nafas, hanya gadis manis seperti Vivi bisa membuat Tuannya begitu cemburuan bahkan tak suka tangan istrinya dikecup oleh Jack, padahal hanya perkenalan yang sejak dahulu sudah dipercayai Jack.
.
Jack hanya bisa pasrah saat di ancam oleh Ariel, "lalu bagaimana dengan wanita itu Tuan? ". tanya Jack
"ckk..! kenapa bertanya padaku? kalian tinggal memainkannya seperti biasa". jawab Ariel
"tapi Tuan, bukankah saat itu anda bilang ingin menghabisinya sendiri? ". tanya Jack
Jack hanya bisa menganga lebar mendengar penuturan Ariel yang jauh dari ekspetasinya, bagaimana bisa Ariel berubah drastis hanya karna istrinya sedang hamil.
sedang sibuknya mereka berbicara Varel tiba-tiba datang hingga semua mata melihat ke arahnya.
"ck... kau tidak lihat ini Ruanganku?". decak Ariel dengan tajam
"ckk.. kau fikir aku masuk tanpa tujuan? ". ketus Varel.
Jack dan kawan-kawan kembali menjatuhkan rahang selebar-lebarnya melihat dengan mata kepala sendiri Varel dan Ariel berdebat, mereka tak menyangka Ariel bertengkar dengan saudara kembarnya terlihat lucu seperti Ariel marah-marah dengan bayangannya sendiri.
"apa maumu? ". tanya Ariel dengan ketus
"aku penasaran siapa Pria Tua rambut warna merah yang datang ke Perusahaan, dengan santainya dia mengatakan aku ini adalah kau? ckk.. dasar Pria Tua gila berani sekali mengancam akan membalasku! kau mengenalnya? ". Varel berbicara dengan dingin
Ariel menautkan kedua alisnya, "Pria Tua berambut merah? ".
"yaah.. dia sudah tua, hanya saja rambut dan warna alisnya merah". jawab Varel
"pak Jefri Nikon! ". seru salah satu orang kepercayaan Ariel hingga semua mata tertuju padanya.
"Pria itu? kau yakin? ". tanya Ariel memicing tak percaya
"iya Tuan, hmm.. tunggu Tuan". Pria itu tampak merogoh ponselnya dan mencari-cari foto Pria yang dimaksud Varel lalu menunjukkannya ke Varel.
__ADS_1
"iya.. tapi kenapa rambutnya kuning? ". tanya Varel
"hmm? ". semua orang melihat ke arah Pria yang menebak orang itu adalah Pak Jefri.
"saya pernah bilang ke Bang Jack kalau saya melihat Pak Jefri di stasiun kereta api tapi bang Jack tidak percaya saya Tuan".
Jack termenung, "iya Tuan.. saya pernah mendengarnya tapi tidak mungkin karna dia sudah mati itu sebabnya saya tidak percaya".
"ckkk..! musuhmu banyak sekali". gerutu Varel
"kau fikir hidupmu tidak banyak musuh? ". ketus Ariel
"aku banyak musuh dari kalangan bisnis sementara kau diikuti musuh yang memiliki dendam yang kuat, jika dendam sudah menguasai akal maka mati tidak akan membuat mereka takut". ejek Varel
"ck.. diam kau! ". ketus Ariel
"kau yang diam". balas Varel
"kau jangan memancing amarahku! ". peringatan Ariel
"berisik..! ". ketus Varel
mereka terdiam sesaat lalu melihat ke arah orang-orang yang membeku menatap mereka.
"apa kalian patung? ". bentak Ariel dan Varel serentak.
"diam..! ". marah Ariel dan Varel bersamaan lalu membuang muka ke arah lain.
Jack dan yang lainnya tidak mampu berkata-kata, tak disangka akan melihat pertengkaran itu.
.
Jack dan yang lainnya seperti dapat rezeki nomplok, mereka melihat Shila secara langsung, siapa yang tidak terpesona dengan kecantikan Shila.
"sayang? ". Varel memeluk dan mencium sayang kening Shila
"issh.. om awas..! ganggu aja! ". kesal Shila mendorong tubuh Varel kesamping.
Shila memekik senang memeluk Jessy yang menjulurkan lidahnya ke Varel,
Lagi-lagi Jack dan kawan-kawannya kembali syok melihat Jessy menatap Varel seperti musuh bebuyutan saja bahkan wajah kesal Varel terlihat lucu bagi pria berwajah datar nan dingin seperti Varel.
"apa mereka memang keluarga kaya yang dikenal sangat harmonis? ". batin Jack
.
.
.
__ADS_1