Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menyelinap


__ADS_3

.


.


.


"tante??". panggil Shila


"iya sayang? ". sahut Jessy dengan lembut


"bisakah tante keluar dulu? Shila akan menyusul heheh". pinta Shila


"iya sayang..! kalau begitu tante keluar ya? ". Jessy pun tersenyum keluar dari kamarnya Varel.


Shila menghela nafas lega lalu berusaha melepaskan pelukan Varel, bukannya melonggar malah semakin erat hingga Shila mulai kesal dan melepas paksa lengan kekar Varel itu.


"Maharani? ". panggil Varel


"aku mau keluar om..! tidur aja sendiri..! nih bantal guling om peluk". Shila memberikan bantal guling yang diberikan Jessy tadi.


Varel malah menghela nafas pelan, ia hanya memeluk Shila saja dirinya enggan memeluk bantal guling.


Shila keluar dari kamar Varel dan menemui Jessy, Varel bangun dari tidurnya lalu mengedarkan pandangannya.


"hari dan jam berapa sekarang ini? ". gumam Varel lalu terkejut melihat ada infus di sampingnya.


"kok bisa ada..? ". Varel melepaskan selang infus itu lalu berusaha bangkit dan berjalan ke arah kamar mandinya.


awalnya Varel belum sadar wajahnya sendiri lalu saat ia berkaca terkejut.


"apa itu? ". gumam Varel lalu menggeleng-geleng kepalanya


Varel mempertajam penglihatannya hingga ia bisa melihat dengan jelas wajahnya yang penuh dengan ukiran.


"kenapa wajahku bisa seper...? ". ucap Varel tergantung teringat Shila yang ia peluk tadi


Varel bukannya marah malah terkekeh gemas, ia mencuci wajahnya sampai bersih sambil senyam-senyum sendiri.


.


diluar Shila masak bersama Jessy, ternyata wanita berkuasa itu sangat merindukan masa-masa Jessy masak bersama Shila.


"akkh...! " Shila kaget bukan kepalang saat ada tangan yang menariknya hingga tubuhnya melayang naik di bahu Varel.


"apa-apain ini Om? ". pekik Shila memukul punggung Varel


"Varel apa yang kamu lakukan? turunkan Shila! ". titah Jessy dengan nada tak senang.


"kamu apakan wajah tampanku Maharaniku?". tanya Varel membuat Shila semakin panik.


"om lepaskan aku..! hehe..! aku tadi kesal karna om menganggapku bantal guling memelukku sampai aku tidak bisa melepaskan diri". cengir Shila

__ADS_1


Jessy akhirnya mengerti mengapa Varel menggendong Shila bukan karna marah malah gemas dan mengancam membalas Shila


"tante..? tolong Shila tante..! ". pinta Shila memelas.


"mom..! Maharani ini perlu di beri balasan, untung Varel tidak serangan jantung melihat wajah Varel sendiri di depan cermin". kata Varel


"menantumu ini sangat nakal Mom!". sambung Varel lagi membuat Jessy tertawa seketika


"siapa menantu? Aku anak angkat Tante ya? jangan macam-macam Om..? aku laporin polisi? ". kesal Shila mengayun-ngayun kakinya


Varel membawa Shila pergi ke Kamarnya, lalu menjatuhkan Shila diranjangnya dan Varel menindihnya mengunci pergerakan kedua tangan Shila


"om? sakit". pekik Shila menatap tajam


Varel melonggarkan tangannya, sebenarnya tidak sakit hanya saja Shila ingin lari saat ini jadi harus sedikit berbohong.


"lepaskan aku om..! ". protes Shila


Varel bangkit dari ranjangnya lalu menarik Shila kembali dan berdiri hingga masuk dalam dekapan Varel.


"om mau ngapain? ". tanya Shila curiga


"aku harus membalasmu sayang". seringai Varel membuat Shila merinding seketika


"om? om bukannya mengatakan menyukaiku kan? kenapa ada balas dendam? ". cecar Shila dengan panik sambil berusaha melepaskan lingkaran tangan Varel di pinggangnya.


"justru karna aku mencintaimu maka nya aku hanya membalas dengan kecupan sayang.. ! aku tidak mungkin melukis dilehermu". kekeh Varel melihat wajah panik Shila yang sangat lucu.


"dengan tanda cinta". jawab Varel


Shila melebarkan matanya, walaupun ia tidak tau apa itu tanda dileher tapi ia bisa merasakan hal itu tidak baik hingga Shila berusaha untuk kabur.


Varel tertawa gemas dengan kelakuan Shila malah takut dikecup oleh Varel, "lalu kenapa kamu mencoret wajahku sayang? jika bukan kamu pelakunya aku sudah merusak wajah orang itu"..


Shila makin merinding mendengarnya, "kalau begitu Om mau menggambar di wajahku kan? silahkan saja..! aku lebih memilih digambar dari pada menerima hukuman om yang cab*l itu". teriak Shila


Varel terbahak mendengarnya lalu dengan cepat mengecup bibir Shila hingga Mata Shila seperti ingin keluar dari sarangnya.


"hanya hukuman kecil ini saja! ". kata Varel lalu melepaskan tubuh Shila


Varel mengelus pipi Shila lalu pergi dari kamar itu sambil menyentuh bibirnya sendiri jangan lupakan senyum penuh kemenangannya itu.


"apa barusan aku kehilangan cium*n pertamaku? ". gumam Shila dengan lemas lalu merosot hingga terduduk lemah di lantai dengan tatapan kosong sejenak hanya sebentar saja berubah jadi tatapan kesal ke arah pintu keluar Varel tadi.


.


.


Shila kembali ke kamarnya setelah liburan beberapa hari di Puncak Bogor bersama Varel dan Jessy, sejak Varel mengecup bibirnya sejak saat itu juga Shila langsung kebur bersama Vivi ke Kota Jakarta.


"cium*n pertamaku? ". gumam Shila dengan kesal.

__ADS_1


Shila yang kesal karna hal itu berbeda dengan Varel dan Jessy malah khawatir mencari Shila, mereka mengira Shila di culik, mereka melihat CCTV, rupanya Shila kabur bersama Managernya tanpa mengatakan apa-apa.


"kamu apakan Shila Rel? ". tanya Jessy dengan kesal


"Varel hanya mengecupnya". jawab Varel membuat Jessy melebarkan matanya.


"mengecup apa? kamu belum pacaran dengannya sudah berani mengecupnya? apa kamu tidak berpikir? kamu sungguh berpikir Shila memang milikmu?". Jessy


Varel menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "tidak Mom..! Varel tidak melakukan apa-apa hanya sebuah kecupan saja karna hukuman dia menggambar diwajah Varel".


"ya Tuhan..! apa IQ mu menurun drastis putraku? kenapa sejak jatuh cinta kamu malah terkesan sangat bodoh hmm? apa kamu tidak sadar Shila itu gadis polos? gadis unik? dia mana suka di cium oleh orang asing". geram Jessy


"Varel bukan orang asing Mom..! dia memang milik Varel". jawab Varel dengan serius.


"sekarang bagaimana kamu mengatasi masalah yang kamu buat? Shila kabur karnamu kan? mommy bahkan belum sempat bersama dengannya hanya masak beberapa jam saja". Jessy memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.


.


.


di malam hari


Shila memekik saat ada seseorang masuk ke kamarnya, matanya melotot saat mendengar suara itu adalah milik suara Varel.


"om Raffan? ". gumam Shila


"ini aku Maharaniku". bisik Varel


"om ngapain masuk ke kamarku lewat balkon? ". tanya Shila dengan kesal


"kenapa kamu kabur maharaniku? apa kamu belum juga tertarik padaku? apa kurangnya aku?". Varel mendekat lalu tangannya mengelus wajah Shila


"om bicara apa sih? minggir Om..! aku mau tidur". usir Shila sambil menutupi tubuhnya yang memakai piyama transparan.


Varel mengikuti Shila hingga Shila berbalik menatapnya tajam, Varel menarik pinggang Shila dan memeluknya dengan mesra.


"aku sangat merindukanmu Maharaniku, kamu tidak tau betapa gilanya aku saat kamu tidak ada tadi disisiku ! aku fikir kamu diculik lagi sayang". kata Varel dengan lirih hingga Shila tertegun


Shila hanya memikirkan perasaannya sendiri karna kesal pada Varel menciumnya tapi ia tidak memikirkan perasaan orang lain, jika di pikir-pikir Shila sangat kekanakan sementara Varel begitu dewasa, selalu sabar menghadapi sifat Shila itu.


.


.


.


satu anak-anak satunya memiliki sifat dewasa, wah.. cocok sekali perpaduan hal itu... hehe..


.


.

__ADS_1


__ADS_2