
.
.
"kau tidak tau malu ya? ". ejek Ariel berubah dingin seketika
"anak saya adalah anak kebanggaan saya tuan, saya memberikannya pada anda itu sama seperti saya menyerahkan harta karun saya pada anda, tapi anda mempermalukan putri saya seperti itu". jelas Pak Roza menahan amarah
"lalu kenapa tidak kau simpan saja harta karunmu itu? bagiku dia tidak berharga sama sekali, bahkan emas perak lebih bernilai dibanding anak yang kau sebut harta karunmu itu". sindir Ariel dengan tatapan tajam
Pak Roza mengepalkan tangannya, "jangan merendahkan putri saya Tuan atau saya akan kehilangan rasa hormat saya pada anda". ancam Pak Roza
Ariel tertawa dingin, "kau fikir aku takut? ".
Pak Roza mengebrak meja Ariel hal itu membuat Nando kaget akan keberanian pria itu tapi tidak bagi Ariel yang memasang wajah dinginnya, ia sama sekali tidak terkejut dengan watak asli Pak Roza
"kau hanya orang baru diPerusahaan, aku dan Papimu sudah lama bekerja sama sejak dulu tapi karna kau hubungan kami harus hancur, kau begitu sombong dan angkuh". maki Roza yang terlihat begitu marah
"siapa yang angkuh? kau yang menjilat papiku mungkin bisa tapi kau tidak bisa menjilatku, kau yang merendahkanku dengan memberikan sampah padaku, kenapa tidak kau yang datang sendiri hah? kenapa kau harus memberikan putrimu padaku? kau fikir aku tidak tau isi otak licikmu itu? ". seringai Ariel yang masih terlihat duduk santai di kursi kebesarannya
"kau bilang aku menjilat? dasar orang sombong, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti, aku akan buktikan kekuasaanku di Perusahaan ini dengan membuatmu dipecat dari tempat ini". ancam Pak Roza
"silahkan saja! dan aku akan bongkar kebusukanmu selama ini". seringai Ariel
"apa maksud mu? ". tanya Pak Roza dengan tangan terkepal muka memerah darah
"kau fikir aku tidak tau? mentang-mentang Perusahaanku begitu bergelimang uang masuk, kau bisa memakai uang itu sesukamu? dengan uang itu kau juga mempermainkan gaji karyawanmu? aku bisa dengan mudah menjungkir balikkan Perusahaan kecilmu itu". Kata Ariel dengan seringai liciknya
Pak Roza memucat seketika, "mana mungkin..! kau sama sekali tidak ada bukti". bentaknya marah
"kau fikir kita sama? aku berbicara seperti ini karna ada bukti..! dan juga aku menemukan ini". Ariel mengambil sebuah map dari laci meja nya dan melemparnya ke Pak Roza
Pak Roza benar-benar mengkilap marah, ia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan begitu hina oleh anak dari Rekan kerjanya selama ini, sungguh sebuah penghinaan yang tidak bisa dimaafkan.
Pak Roza membelalak melihat isi map itu adalah foto-foto Putrinya tidur dengan pria bule dalam keadaan tak berbusana, ia mengambil sebuah surat dan disana adalah bukti Desi melakukan operasi beberapa kali untuk mempersempit area V nya supaya tidak ada yang tau dirinya tidak lagi murni.
"kau lakukan saja rencanamu dan aku akan hancurkan Perusahaanmu lalu karir dan kehormatan harta karunmu itu". ejek Ariel
Pria paruh baya itu gemetaran membaca surat-surat itu, Putrinya sudah hampir puluhan kali operasi untuk membuatnya selalu murni.
__ADS_1
Nando menganga melihat semua itu, ia tidak menyangka Ariel begitu hebat jika Varel pasti akan memintanya untuk mengerjakan pekerjaan itu mencari permasalahan Pak Roza tapi Ariel malah melakukannya sendiri dan Nando tidak tau apa-apa padahal dirinya seorang asisten Tuan Muda Fox Group.
.
Nando bisa melihat baju Pak Roza basah karna keringat padahal Ruangan sangatlah dingin, Pria itu tampak sibuk menyembunyikan kebusukan putrinya dan berjanji tidak akan membuat Ariel jatuh dari posisinya
"Tuan? ". Nando mendekat dan menatap kagum Ariel
"ckkk..! aku memang jauh lebih hebat dari Tuan Lamamu itu". jawab Ariel dengan sombong
Nando tertawa pelan, "anda memang sangat hebat Tuan".
"sejak kapan kau tau aku bukan anak itu? ". tanya Ariel serius tiba-tiba tapi memasang tampang datar
"Vivi yang memberi tau saya Tuan". jawab Nando
"Vivi? siapa Vivi? ". tanya Ariel
"manager Nona Shila". jawab Nando
"oh.. Manager gadis Arogan, ckk.. dia itu sangat sulit dibohongi, bagaimana dia tidak terpesona padaku? aku lebih hebat dari kekasihnya itu". decak Ariel menggeleng kepalanya mengingat kekasaran Shila selama ini pada Ariel.
Ariel tak bisa menahan tawanya mendengar cerita Nando, betapa bahagianya dia saat ada seorang manusia yang berani memaki, menghina juga merendahkan Varel, diam-diam Ariel tau bagaimana perjuangan cinta Varel hingga Shila jatuh cinta padanya.
"mereka cinta sejati Tuan, saya harap Tuan mengerti dan akan membuka hati pada wanita lain". kata Nando
"ck..! kau fikir aku bodoh? aku tidak mencintai gadisnya itu tapi aku hanya ingin membuatnya bingung, gadis Arogan sepertinya memang harus dipermalukan yaitu dengan cara dia tidak mengenaliku, tapi pada kenyataannya dia memang sangat mengenal anak itu". decak Ariel
Nando tersenyum, "saya pikir anda jatuh hati padanya".
"entahlah..! aku memang merasa dia gadis yang menarik tapi aku bosan dengan tingkah Arogannya itu, aku suka gadis yang manis dan imut bukan gadis yang sombong juga bar-bar". jawab Ariel dengan santainya
"kenapa anda tidak suka gadis bar-bar Tuan? ". tanya Nando penasaran
"aku tidak suka ya tidak suka". jawab Ariel dengan ketus
Nando memutar bola matanya dengan jengah, "ternyata sifat, wajah, Tinggi dan kecerdasan sama tapi mereka memiliki tipe gadis ideal yang timbal balik". batin Nando entah ia harus senang atau sedih mendengar kebenaran itu.
.
__ADS_1
Jessy mendatangi Rumah tempat tinggal Shila, Shila yang sedang makan mie pun terkaget dengan kedatangan Jessy.
"mommy? ". pekik Shila
Jessy tersenyum lembut lalu mendekati Shila dan memeluk Shila layaknya putri kandungnya sendiri.
"kenapa kamu sendiri sayang? ". tanya Jessy
"oh.. kak Vivi tinggal di Rumah ini sekarang Mom tapi lagi keluar, katanya mau TF untuk biaya adiknya sekolah". jawab Shila
"papa, mang Aji dan mang ujang juga sibuk di depan jualan hehehe". cengir Shila malu-malu
"bahaya nak..! lain kali pintunya di kunci kalau lagi sendiri jika ada bahaya bagaimana? ". Jessy
"iya mom.. mommy sama siapa? ". tanya Shila
"sama Frans tapi dia didepan katanya mau coba masakan papamu". jawab Jessy
Shila mengangguk pelan, "mommy kenapa? kok matanya bengkak? habis nangis ya? ". Shila melihat mata Jessy pun menjadi khawatir
Jessy tersenyum lembut menggenggam tangan Shila, "dimana Varel nak? ". tanya Jessy dengan lembut namun dengan nada bergetar
"maksud Mommy? ". tanya Shila tidak mengerti
"mommy tau yang tinggal bersama kami bukan Varel nak..! dimana Varel sayang? mommy yakin kamu pasti tau kan? ". ujar Jessy membuat wajah Shila memucat seketika.
.
.
.
terimakasih... selamat beraktifitas pagi..
.
.
.
__ADS_1