Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
menyamar


__ADS_3

.


.


pagi-pagi


Varel mengecup pipi Jessy hingga Ramon melotot


"apa yang kamu lakukan anak nakal? kenapa kamu mencium istriku? ". marah Ramon


"Istri Papi itu mommyku". jawab Varel memeluk Jessy yang menggeleng-geleng pusing dengan tingkah cemburu suami dan putranya itu.


"kamu cari perempuan lain..! jangan cium-cium istriku". Ramon menarik Jessy dari pelukan aneh Varel.


Varel mendengus, "dasar pasutri tua". gerutunya


"bodo! kamu mau jadi Pasutri juga kan? cari calonmu lalu nikahi dia". ketus Ramon


Jessy mendorong Ramon hingga menjauh darinya, "sama anak sendiri juga cemburu! ". decak Jessy menatap tajam sang suaminya


"sayang". Ramon merengek hingga Varel bergidik ngeri mendengarnya


"diam! ". ketus Jessy membuat Ramon terdiam menatap tajam ke arah putranya sendiri seolah saingan cintanya saja padahal darah dagingnya sendiri.


Jessy berjalan ke arah Varel, "ada apa nak? kenapa kamu terlihat bahagia hmm? ". tanya Jessy


Ramon mendengus meneguk jus nya dengan hati terbakar cemburu padahal Jessy berbicara manis pada darah dagingnya sendiri bukan pada Pria lain.


"Varel dan menantu kesayangan mommy sudah resmi menjadi sepasang kekasih". jawab Varel


Jessy mengerjabkan matanya, "Shila? ".


"iya.. siapa lagi menantu kesayangan mommy? dia menerima perasaan Varel". jawab Varel


"bagus itu..! cepat lamar dia dan nikahi dia supaya kamu tidak cium-cium mommymu". sahut Ramon


"menikahinya bagaimana? dia masih muda Pi, Papi jangan turuti rasa cemburu yang tidak wajar itu". omel Jessy


"huh..! lebih baik Varel pergi kerja ya mom? ". kata Varel yang kehilangan selera makan karna ocehan Papinya yang super cemburu


Jessy yang bahagia juga kehilangan mood nya karna kecemburuan sang suami yang tidak berujung, "semakin tua semakin cemburuan, apa kamu tidak lihat anak kita sudah dewasa? kamu pikir kita masih muda seperti dulu? aku sudah tua mana ada yang menarik dariku sekarang".


"kamu masih menarik sayang". balas Ramon


Varel buru-buru pergi mengambil sepotong roti, ia benar-benar malas berada di tengah-tengah pasutri tua yang menjengkelkan itu padahal Pasutri Tua yang disebut Varel itu adalah kedua orangtuanya sendiri.


.


"hmm..! ". Varel membalas sapaan para karyawannya dengan senyuman tipisnya yang sedikit lebih ramah dari pada sebelum-sebelumnya


"huaaah..! "


brakhh.

__ADS_1


"ada apa ini? apa sudah mau kiamat? kenapa Tuan Muda tersenyum? ".


"gilaaa..! Tuan Muda terkena apa? apa kepalanya terjedut sesuatu? ".


"Tuan Muda kenapa? ".


"manis sekali.. "


"sepertinya Tuan Muda menyukaiku".


gosip-gosip karyawan Fox Group yang menyukai Varel sudah berubah tidak datar, tidak dingin dan tidak acuh seperti biasa, sungguh hal yang sangat menyenangkan bagi mereka semakin membuat karyawan Fox Group semangat bekerja lebih keras.


"Tuan Muda? ". panggil Nando yang merasa ada aroma-aroma cinta melayang-layang di udara


"apa?". sahut Varel


"ada rapat penting di Hotel Fox Tuan". jawab Nando


"baiklah..! ayo kita berangkat". ajak Varel berdiri dari duduknya


setelah selesai dengan pekerjaan Varel, Varel akan datang ke Lokasi syuting Shila menjadi seorang Pria Culun, hal itu membuat Nando ingin tertawa tapi Nando berusaha menahannya supaya tidak disembur oleh bisa Tuan Kejamnya itu.


"bagaimana penyamaranku? ". tanya Varel membenarkan kaca mata besar nya yang menambah kesan culunnya.


"sangat sempurna Tuan Muda". jawab Nando dengan muka memerah menahan tawa


"kenapa wajahmu? ". tanya Varel


"saya sedang menahan buang angin tuan". jawab Nando berbohong


Varel segera meninggalkan Nando lalu menyetop taksi sedangkan Nando masih menahan tawanya hingga Varel sudah tidak terlihat ia tertawa terbahak-bahak.


"Nona.. Anda sangat menakjubkan..! Tuan Muda rela berubah jadi Pria seperti itu demi anda sungguh anda sudah merajai hatinya". gelak tawa Nando merasa puas


dahulu Varel selalu gila bekerja dan gila penampilan, tanpa segan ia membuat bangkrut satu usaha jika Varel tidak suka dengan penampilannya, sungguh kejam memang? tapi sekarang Varel malah membuat dirinya tampak culun demi menemui pujaan hatinya yang tidak ingin didatangi oleh si penguasa Fox Group.


.


Shila syuting iklan seperti biasa, lokasi syuting begitu ramai dengan reporter mewawancarai Shila menanyakan tentang hubungannya dengan Varel. Shila tidak menjawab apa-apa hanya tersenyum menangkupkan kedua tangannya,


"Shila..? " panggil Vivi


"hmm? ". sahut Shila


"apa kamu pacaran dengan Tuan Muda? ". tanya Vivi


"hmm". jawab Shila fokus dengan ponselnya setelah dapat istirahat dari sutradaranya.


"apa maksud 'hmm' itu? ". tanya Vivi memastikan


"iya". jawab Shila menatap Vivi sekilas


Vivi melebarkan matanya, "iya? maksudnya apa?".

__ADS_1


Shila menghela nafas panjang, "tadi kan kakak tanya aku pacaran dengan om Raffan kan? aku menerimanya". jelas Shila


"aaahh". jerit Vivi membuat semua orang menatap Vivi yang meminta maaf seketika


"kakak berisik sekali sih". gerutu Shila mengusap-ngusap telinganya.


Vivi menganga, "udah mirip dengan Tuan Muda saja kamu Shil"


"benarkah? tapi menurutku tidak kak..! memang telingaku sakit mendengar kakak berteriak". jelas Shila


"apa yang membuatmu menerima Tuan Muda? sebelumnya berapa kali pun aku mengatakan padamu untuk terima saja Tuan Muda kamu tetap saja mengabaikanku Shil, sekarang ada apa? ayo katakan? ". tanya Vivi penasaran


"saat Pers membuatku yakin Om pria yang terbaik, seperti kata kakak, Pria jahat yang mau berubah demi kita itu adalah Pria yang patut untuk dipertahankan hanya memikirkan perasaan kita bukan harga dirinya semata". jawab Shila


"kamu sangat bijak Shila..! ". decak Vivi merasa kagum


"bijak dari mana? aku hanya belajar dari kakak". jawab Shila dengan kesal membuat Vivi terkekeh malu.


.


Varel datang dengan penampilan culunnya tapi masih terlihat sangat tampan jika di tatap lama, "rasanya beda saat datang tanpa diketahui orang lain". batin Varel menyunggingkan senyum tipisnya


brakkh


"woiii". bentak salah satu kru memaki Varel yang berubah culun


Varel melebarkan matanya ke arah Pria itu, semua melihat asal keributan Itu.


"jalan pakai mata! apa kau tidak punya mata? percuma pakai kaca mata besar itu, kau mengganggu pekerjaan orang". maki orang itu


"apa kau lihat-lihat? ". bentak Pria itu dengan geram lalu memungut semua barang-barangnya dan pergi meninggalkan Varel


"maaf? ".


Varel melihat ke arah asal suara lembut itu.


"ada yang bisa aku bantu?". tanya Shila dengan lembut pada Varel


Varel terdiam, ia tidak mengira Shila akan berkata sopan padanya.


"mereka sangat sibuk, maafkan mereka ya? aku meminta untuk cepat menyelesaikan syuting jadi mereka sedikit terburu-buru, kamu tidak apa-apa kan? ". tanya Shila


"aku tidak apa-apa Maharani". jawab Varel


Shila melebarkan matanya dan menatap pria culun didepannya dengan seksama, "kenapa kamu memanggilku Maharani? hanya om Raffan yang memanggilku dengan sebutan itu! suaramu kenapa bisa mirip dengan...? ". tergantung


"Om? ". tebak Shila dengan mata melebar


"iya..! bukankah aku boleh menemuimu tapi tidak sebagai penguasa Fox Group kan? ". bisik Varel semakin jatuh cinta saja pada sosok Shila yang lembut pada dirinya


pantas saja Jessy begitu menyayangi Shila, ternyata dibalik sifat bar-bar Shila ada sifat lembut yang membuat siapapun menghangat karnanya, Shila tidak pernah memandang rendah siapapun.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2