Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
berkas palsu?


__ADS_3

.


.


.


"Tuan..?". panggil Nando ragu-ragu


"apa? ". sahut Varel dengan malas


"ada seorang perempuan yang ingin bertemu dengan anda, katanya dia ingin menjadi sekretaris anda Tuan". jawab Nando menggaruk-garuk kepalanya


"apaa?? aku tidak terima pekerja perempuan". tolak Varel.


"dia sudah mendapat izin anda Tuan". jelas Nando lagi


"apa maksudmu? ". tanya Varel


"dia bilang kalau Tuan Muda Fox Group telah memberinya Izin". jawab Nando sekali lagi


"sial...! ini pasti kerjaan Ariel". geram Varel


alhasil Nando mendatangi perempuan yang dimaksud nya dan membawa gadis itu ke hadapan Varel,


"Tuan..? ". sapa Nando


"hormat saya Tuan muda". sapa gadis itu mengikat tinggi rambutnya, berkacamata tebal, tompel kecil diatas bibirnya dan memakai behel gigi.


Varel sejenak memperhatikan gadis itu, "Maharani?". tebak Varel


Nando tercengang melihat ke arah gadis itu, "Maharani? apa ini Shila? ". gumam Nando


"hehe..! om mengenaliku rupanya! sepertinya aku harus tambah penyamaran lagi". gumam Shila membenarkan tompelnya.


Varel bangkit mengitari meja nya dan melihat dari dekat wajah Shila, "ini memang kamu sayang? ".


"kok om bisa kenal aku sih? ". tanya Shila penasaran melepaskan tompel kecil dan kacamatanya.


Nando ternganga dengan cepat Ia pamit undur diri, tinggallah Varel bersama Shila.


"kenapa kamu menyamar menjadi sekretarisku sayang? ". tanya Varel memegang bahu Shila dan menatapnya lembut


"om belum jawab kenapa bisa kenal aku? apa penyamaranku begitu jelas? ". tanya Shila


"tentu saja aku mengenalmu sayang". jawab Varel mengelus pipi Shila


"iya kok bisa? ". kesal Shila


"hanya dengan menatap matamu juga bentuk tubuhmu aku tau ini kamu". jawab Varel


Shila menganga lalu Varel mengecup sayang kening Shila,


"kenapa menjadi sekretarisku sayang? ". tanya Varel serius


"aku sedang menganggur Om, 3 bulan lagi aku bisa bekerja tapi sepertinya aku sudah mulai bosan bekerja, Kak Vivi sudah menikah, lebih baik kita nikah yuk..! ". senyum lebar Shila


Varel menjatuhkan rahangnya, "kamu yakin sayang?".


"hmmm, biarkan aku disisi Om saja". jawab Shila


"tapi usiamu masih 21 tahun sayang, karirmu bagaimana?". Varel mengingatkan


"memang kenapa? tujuanku menjadi artis juga bukan keinginanku semata, aku ingin kaya untuk mengobati Papa tidak lebih, sekarang papa sudah sembuh aku tidak mau mencari uang lagi, biar suamiku saja yang mencari uang untukku". senyum lebar Shila


Varel memeluk Shila dengan sayang, "iya sayang..! aku akan memberimu uang yang banyak, aku akan bekerja keras untukmu".

__ADS_1


"tapi untuk itu om harus bawa aku kemana-mana ya? aku ingin menjadi sekretaris om". pinta Shila berbinar


"apa kamu bisa sayang? ". tanya Varel penasaran


"tentu saja Om..! jurusan aku kuliah apa? ". kesal Shila merasa di ragukan


Varel tertawa, "baiklah..! aku akan membawa boneka cantikku ini kemana-mana, tapi kamu harus bawa senjata api kemana-mana sayang".


Shila tersenyum lebar dan mengangguk patuh.


Varel menghubungi Nando, "segera siapkan Ruangan Sekretaris untuk Nona Rara! ".


"baik Tuan". sahut Nando


"Rara? ". beo Shila


"aku akan memanggilmu Rara di kantor sayang". kata Varel


"apa penyamaranku sempurna om? ". tanya Shila memakai kacamata dan tompelnya.


"lumayan, tapi matamu terlalu indah untuk tidak dikenali". goda Varel


"iih.. kan aku pakai kacamata". jawab Shila


.


Shila kini ada di Ruangan Pribadinya, "Rara? ". gumam Shila tersenyum manis melihat nametag nya.


"Oke.. Shila.. Oups...! Ok Rara sekarang kamu bukan Artis tapi berperan sebagai Sekretaris cantik yang bersembunyi dari kejaran orang.


sejak saat itu Shila menjadi Rara, jujur saja Varel semakin jatuh cinta pada kekasihnya itu yang begitu serius bekerja hingga menjadi sekretaris profesional yang cekatan.


di kantin


"heiii...? ".


"iya? ". sahut Rara


"jangan sok-sok an menjadi perempuan paling sempurna ya dimata Tuan Ariel, dia sudah punya kekasih".


Shila yang menjadi Rara tersenyum saja, "menurutmu aku cantik? "


"tidak ". jawab mereka semua serentak


"nah tu tau..! tenang saja aku tidak akan berubah alur". jawab Rara


"maksudmu? ". tanya salah satu dari mereka tak mengerti.


"tujuanku kesini hanya bekerja untuk mendapatkan uang bukan yang lain". jawab Rara lalu membawa satu nampan makanan.


"baguslah". jawab mereka dengan lega.


jujur saja mereka tidak suka Ariel jatuh cinta pada Rara, secara selera Ariel kan yang sederhana seperti Vivi tak menutup kemungkinan Ariel bisa saja jatuh cinta pada gadis sederhana itu.


Rara masuk ke Ruangannya dan memilih makan disana, ia tidak bergaul dengan siapapun bukan karna tidak mau berteman tapi memang Rara menjadi Sekretaris Ariel banyak yang tidak suka.


Rara mengangkat panggilan telfon, "yahh.. dengan Rara Sekretaris Tuan Muda Ariel, ada yang bisa saya bantu?".


"sayang? ".


Shila menghela nafas, "ada apa Tuan? ".


"kemarilah..! bantu aku !". pinta Varel terdengar manja


Shila membawa makan siangnya sambil berjalan ke arah Ruangan Varel, ia masuk dan dengan santainya berjalan ke arah Varel lalu ia duduk di sofa.

__ADS_1


Varel berjalan ke arah Sofa membawa beberapa berkas nya ke meja sofa.


"aku makan dulu ya om? ". kata Shila (Rara)


"iya sayang! ". jawab Varel tersenyum


Shila menatap datar Varel yang sedang menganga meminta disuapkan, alhasil Shila menyuapkan Varel juga, sepiring berdua.


.


"jadi ini berkas asli atau palsu sayang? ". tanya Varel


"aku yakin ini palsu om, tintanya tidak asli". jawab Shila


"benarkah? ". tanya Varel


Shila memicingkan matanya menatap Varel, "om pura-pura tidak tau atau benar-benar tidak tau? "


"kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? ". tanya Varel


"om tau ini palsu tapi membuang-buang waktuku dengan menanyakan hal yang sama". ketus Shila


"tidak sayang, aku benar tidak tau lihatlah ini perbedaannya ! 2 berkas ini tidak ada bedanya bahkan melihat tandatangan nya saja sama". jelas Varel


"eleeehh". Shila mengabaikan Varel


.


Varel pergi ke sebuah hotel diikuti Shila yang menyamar menjadi Rara, Nando merasa lega sejak adanya Shila pekerjaannya menjadi lebih ringan dari biasanya.


brakkhh..


Varel melemparkan berkas palsu yang ada ditangannya.


"berani kau menipu ku? ". Varel memasang wajah datarnya dan hawa yang super dingin.


"ini tidak benar Tuan". bela Pria itu dengan tangan bergetar


"jangan membohongiku bedeb*h...! kau fikir aku bocah yang bisa kau tipu hah? ". sinis Varel


"Tuan Ariel ini tidak benar". bela nya sekali lagi


"Rara? ".


"baik Tuan! ". Shila segera menjelaskan segala kekurangan berkas itu yang tak lain adalah palsu


betapa terkejutnya mereka,


"ba.. bagaimana bisa ini palsu?". gumam mereka seolah tak percaya memilah-milah berkasnya


"aku tidak akan tandatangan di berkas palsu, itu artinya kalian meremehkanku". Varel melenggang pergi


"Tuaannn? ".


Shila alias Rara menunduk sedikit lalu pergi menyusul Varel.


"kenapa bisa palsu? apa kau bodoh??". bentak salah satu dari mereka


"aku tidak tau kenapa bisa palsu, yang aku urus itu asli tapi kenapa berubah palsu?".


"pasti ada penghianat di Perusahaan kita, cari tau!! dia sengaja membuat Tuan Ariel marah padaku supaya kerja sama ini tidak berhasil".


"baik Tuan".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2