Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin

Gadis Istimewa Milik Bos CEO Dingin
tidak cinta


__ADS_3

.


.


.


seiring berjalannya waktu tidak terasa hari ini adalah genap 7 bulan Vivi mengandung dan Shila kurang lebih 5 bulan.


mereka menghadiri pernikahan Dr. Leon bersama seorang dokter cantik bernama Cahayu,


"apa itu Nona Shila? ". gumam Ayu yang tau itu adalah Cinta pertama Leon.


Leon dan Ayu menikah karna dijodohkan oleh Cici, Cici tidak bisa melihat putranya yang selalu kabur-kaburan darinya hanya karna tidak bisa melupakan Shila.


Leon tidak mencintai Ayu tapi mau bagaimana lagi? ia juga tidak bisa menolak permintaan Cici karna Mamanya berpikir Leon masih mencintai Shila padahal dirinya bilang tidak lagi mencintai Shila hanya sayang sebagai adik saja.


"Leon? ". panggil Ayu


Leon menoleh ke Ayu tak ada senyuman dibibirnya melihat perempuan cantik yang telah menjadi istrinya itu.


"apa itu Shila? ". tanya Ayu menunjuk Shila yang berjalan dirangkul mesra oleh Varel terkadang mereka harus berhenti karna dihadang teman kampus Varel.


"kenapa? ". tanya Leon


"aah.. tidak ada hanya saja aku menyukainya". jawab Ayu


Leon mengabaikannya saja lalu tersenyum tipis saat ada tamu naik ke panggung dan mengucapkan selamat padanya, Ayu sesekali melihat ke arah Leon.


"dia sangat mencintai Shila.. walaupun tau begitu apa salahnya jika dia belajar membuka hati untuk orang lain, huuh..! ini adalah perasaanku.. sudah lama sekali aku menahan perasaan ini". batin Ayu sedih tapi wajahnya tidak malah tersenyum manisnya menyapa tamu undangan.


Ayu jatuh cinta pada Leon saat mereka sama-sama masuk sekolah kedokteran, tidak ada moment manis hanya saja saat itu Ayu tau Leon tidak sedingin ini, dulu Leon adalah Pria yang ramah dan baik hati.


"abang..? ". panggil Shila tersenyum manis.


Leon mendekat dan memeluk Shila didepan Varel dan Ayu, Ayu membulatkan matanya sedangkan Varel segera menarik lengan Leon untuk menjauhi istrinya.


"hei... kau sadarlah... ini istriku itu istrimu". ketus Varel


"apa kau sedang cemburu? bukankah Shila sedang mengandung anakmu lalu apa yang membuatmu cemburu hah? ". Leon


"sudah.. sudah.. kenapa kalian jadi sering bertengkar sih? kalian udah nggak beda jauh sama Pak Ariel". Shila menengahi


Ayu diam tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun, betapa cantiknya Shila pantas saja Shila selalu mendapatkan Cinta dimana-mana, bahkan Cinta yang tidak diinginkan pun melimpahinya benar-benar dewi keberuntungan.


Varel membuang muka sedangkan Leon mendengus


"maaf ya kak..! suamiku agak miring". Shila beralih ke Ayu dan memberikan kado yang dibawa suaminya.


"terimakasih Shila". ucap Ayu tersenyum manis.

__ADS_1


"sama-sama kak, selamat ya? semoga kalian bahagia". doa tulus Shila


Ayu tersenyum saja, ia melirik Leon tampaknya mata Leon hanya tertuju pada Shila saja, apa benar Leon sudah melupakan Shila? jika iya kenapa Leon masih menatap Shila seperti itu? .


Varel menatap tajam Leon, "kau jangan menatap istriku..! "


"dia adikku". jawab Leon tak kalah tajam


"kau pandang saja istrimu". ketus Varel


"jika kau mau memandangnya silahkan saja". balas Leon tak kalah ketus


"kau cari mati ya? kau sengaja membuat Maharani marah padaku? lagian kenapa kau membiarkan perempuan lain melihat istrimu? apa kau tidak mencintainya heh? ".


Ayu pura-pura tidak dengar percakapan mereka, sementara Shila tengah mengangkat panggilan telfon pengawalnya yang tak kunjung datang.


"Sari kamu dimana? cepetan datang". pinta Shila


"iya Nona.. Iya.. saya bergerak lambat karna gaun ini, boleh saya ganti Nona". tanya Sari diujung telfon


"tidak boleh..! cepetan atau aku kaduin sama Suamiku ya? ". ancam Shila


"maaf Nona.. iya.. iya.. saya bergerak". Sari menyahut.


diam-diam Ayu mengagumi Shila, hidupnya pasti akan bahagia jika memiliki keberuntungan seperti Shila, tidak tau saja bagaimana hidup Shila sejak kecil yang punya masalah besar. Shila kehilangan ibunya sejak kecil, perusahaan keluarganya bangkrut dan banyak masalah lainnya hingga tinggal di Kota terpencil namun disaat sedang bahagianya Shila harus menelan pil pahitnya kehidupan saat Papanya sakit.


semua kebahagiaan Shila saat ini mungkin adalah buah dari kesabarannya sejak dulu, ia tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya.


.


.


"aku tidak minta pria sempurna sekali, aku harap aku bisa mendapatkan cintanya". batin Ayu


sekali lagi Ayu menangkap mata Leon menatap Shila yang tertawa lepas di peluk Varel dari belakang, Cici melihat pandangan Putra kesayangannya hanya bisa tersenyum sedih. sebagai ibu tentu ia tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mencarikan perempuan baik yang bisa kira nya mengobati luka hati anaknya.


.


.


"kenapa sih Mas? ". tanya Vivi dengan kesal saat Ariel terus saja merapat dengannya.


perut Vivi seperti mengandung 9 bulan padahal tidak, tapi kaki Vivi sangat kuat membawa janinnya itu Kemana-mana malah Ariel dan keluarganya yang khawatir.


"lihatlah Leon". tunjuk Ariel dengan ekor matanya


Vivi melihat arah tatapan Ariel, "hah?? apa dokter Leon memang sudah melupakan Shila? kenapa dia menatap Shila padahal ada istrinya disampingnya? apa dia tidak takut istrinya cemburu? ".


"aku rasa dia masih mencintai adikmu itu". jawab Ariel menatap Vivi (Adiknya Shila bukan Vika).

__ADS_1


Vivi tersenyum kikuk, "udah lama katanya nggak cinta mas, waktu itu dia bilang Shila adiknya tidak lebih lagi, dulu memang cinta tapi sekarang katanya tidak lagi".


"ckk.. omongan laki-laki macam dia tidak bisa dipercaya, lihatlah istrinya terlihat sakit tuh". Ariel meneguk minumannya dengan santai


Vivi hanya diam melihat gelagat Leon lalu melihat ke Ayu.


"semoga saja Ayu bisa membuat dokter Leon mencintainya dan melupakan Shila". batin Vivi


Varel merangkul pinggang Shila, tangan lainnya mengelus perut Shila.


"istrimu cantik sekali Tuan Muda". puji teman kampus Varel


Shila tersenyum ramah menyapa rekan-rekan kampus Varel dulu, keliatan sekali Shila semakin cantik saat hamil.


Varel menutup hidungnya seketika saat ada wanita yang mendekat padanya sedang mencoba memotret Varel dari dekat.


"eeh..? ". Shila kaget tapi ia langsung mengerti hanya sekali melihat situasi saja.


"maaf.. jangan mendekat pada suamiku ya?". bujuk Shila


"hooekk". Varel membekap mulutnya seketika langsung menubrukkan wajahnya ke leher sang istri karna hanya wangi tubuh Shila saja yang bisa membuatnya lega.


"ada apa ya? ".


"hmm... begini... saya hamil tapi suami saya yang mengalami keistimewaannya". Shila tidak tau mau bicara apa hanya bisa menjelaskannya secara umum saja.


"sayang.. ayo antar aku ke Toilet". racau Varel dileher Shila


"iya.. iya.. iya suamiku.. iya". Shila mengatupkan kedua tangannya pada rekan-rekan Varel.


mereka mengerti, sedangkan para wanita menyenggol temannya yang mendekat ke Varel tadi


"kamu ngapain tadi? ".


"aku cuma foto".


"mungkin kamu bau kali".


"aku nggak bau".


"coba aku endus..! "


"tidak bau".


"orang hamil kan seperti itu, terkadang ada yang nggak suka bau parfum, katanya bau busuk". jawab rekan Varel laki-laki karna istrinya juga seperti itu saat hamil.


semua wanita melihat ke Varel dan Shila yang sudah tak terlihat lagi, sudah jauh sekali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2