
.
.
Malam harinya
Varel dan Shila datang ke Mansion Keluarga Fox Group, Jessy sudah menceritakan Ariel yang sudah mengakui semuanya.
"T.. Tuan Muda? ". gagap kedua satpam Keluarga Varel karna ia yakin beberapa saat yang lalu baru saja membukakan pintu untuk Varel namun ada lagi Varel yang lain.
"Iya... Pak..! kami masuk ya?". Shila
"b.. baik Nona". kedua satpam langsung membukakan pintu gerbang Mansion
Mobil Varel memasuki kawasan Rumahnya, kedua Satpam saling pandang tidak mengerti.
"kenapa Om? ". tanya Shila melihat tatapan Varel
"sudah lama aku tidak kesini sayang". kata Varel
Shila tersenyum, "pengorbanan Om tidak sia-sia, buktinya sekarang Pak Ariel sudah mau berubah bahkan tanpa melukai Keluarga Om".
Varel tersenyum mengambil tangan Shila dan mengecup punggung tangan Shila dengan mesra, "ini semua berkatmu sayang, jika bukan karnamu aku tidak tau apa yang terjadi pada diriku, mungkin hanya pertumpahan darah diantara kami"
"kenapa om berpikir semua ini karnaku? ". tanya Shila penasaran
"karna kamu yang mengajarkanku arti keluarga sayang tanpa harus membunuh atau menyakiti". jawab Varel mengelus tangan Shila yang sangat lembut
Shila tersenyum malu, "om yang terlalu melebih-lebihkan, aku hanya bersikap apa adanya".
Varel tersenyum lembut mengelus pipi Shila dan mencubitnya pelan
"ayo turun! ". ajak Shila.
Varel mengangguk dan mereka keluar dari mobil itu, ada seorang pelayan tampak terkejut melihat kedatangan Varel bahkan beberapa menit yang lalu saat ia dari dalam Mansion melihat ada Varel yang lain tengah bermanja dengan Jessy didapur.
"T.. Tuan..? ". cicit pelayan itu gemetaran
"kenapa? ". tanya Varel dengan datar
Bruuggghhh
"Eehh..? ". Shila kaget melihat Pelayan itu tersungkur tak sadarkan diri
"Om... ". rengek Shila
"biarkan saja..! itu tanah sangat empuk tidak akan membuatnya geger otak nanti juga sadar sendiri". jawab Varel menarik pinggang shila untuk masuk ke Mansion
Pelayan yang lain segera membantu temannya yang tak sadarkan diri, mereka sejak tadi tidak melihat Varel di dalam Mansion jadi tidak panik seperti temannya ini yang melihat 2 Varel.
"Mommy..? ". rengek Ariel dibahu Jessy
"iya nak..! iya.. Mommy lagi buat juga semur ayam nih, lebih enak dari pada sup ayam yang biasanya kamu suka". jawab Jessy
"aku suka pedas mom bukan suka manis". jawab Ariel
__ADS_1
"oh.. jadi mommy buang saja ini? ". tanya Jessy
"mommyy". Ariel
"iya.. iya.. Mommy buatkan masakan yang agak pedas ya? ". Jessy mengalah menahan senyumnya
"tapi aku sudah lapar mom! ". Ariel seperti bocah saja saat ini
"lalu bagaimana sayang? mommy tidak tau cara masak Mie pedas yang Vivi buatkan untukmu, minta saja dia buatkan nak? kenapa malu hmm? mommy mencicipinya saja tidak pernah mana mungkin mommy tau cara memasaknya". kekeh geli Jessy
"ahahahaha". tawa Shila pecah membahana dibelakang Ariel
Ariel dan Jessy menoleh ke arah belakang, terlihatlah oleh Mereka Varel yang bersikadap dada dengan tampang andalannya datar tak berekspresi sama sekali.
"oupppusss...! maaf Pak". ucap Shila menutup mulutnya ditatap tajam oleh Ariel yang dibalas cibiran oleh gadis milik Varel itu.
"kau..? jangan karna berada disamping Bocah itu kau bisa mengejekku gadis sombong! ". tuding Ariel ditepis oleh Varel saat tangan Ariel mendekat ke wajah Shila
"jangan sampai aku menuding wajah Vivi! ". ancam Varel membuat Ariel terdiam menatap tajam ke arah Varel.
"ahahahaha". Shila tertawa terpikal-pikal melihat tatapan sengit Ariel.
Jessy tersenyum haru melihat Varel dan Ariel muncul dihadapan nya,
"kau mengancamku? kau fikir bisa? ". Ariel bersidakap dada menatap Varel
"jangan kau fikir bisa menjelekkan kekasihku tapi aku tidak bisa meledek gadismu itu". ejek Varel menyunggingkan senyum mengejeknya.
"kau tidak bisa diam? ". tanya Ariel dengan dingin
lama-lama Shila dan Jessy mulai bosan mendengar cekcok mulut saudara kembar yang masing-masing mengeluarkan kekuatan andalan mereka yaitu kulkas 10 pintu.
"sudah.. sudah..! ". Jessy mengelus lengan Ariel
"om.. udah ya? ". bujuk Shila mengelus lengan Varel
"ckkk...! ". Varel dan Ariel kompak membuang muka
"jangan mengikutiku..! ". seru mereka serentak hingga Jessy menganga
"apa mereka memang sering berdebat seperti ini sayang? ". tanya Jessy berbisik ke Shila
"iya mom..! aku dan Kak Vivi sampai bosan jika mereka sudah beradu mulut". jawab Shila juga berbisik
"mommy baru tau". ucap Jessy dengan sendu berkaca-kaca melihat tatapan tajam kedua putranya yang sangat mirip itu seperti sedang berkaca saja.
"ada apa ini? ". Ramon datang
"aaahhh". Frans memekik heboh melihat Varel yang melirik ke samping
"hah?". Ramon tertegun melihat Varel
walaupun mereka sudah tau Ariel bukanlah Varel tapi melihat Ariel dan Varel secara bersamaan tetap saja membuatnya belum terbiasa.
.
__ADS_1
.
"Jadi kalian mau mengumumkannya ke Publik? ". tanya Ramon
"iya Pi.. Shila tidak tahan dituduh berselingkuh, bahkan mereka mulai berani menjelek-jelekkan kak Vivi karna menikung Shila Pi". jawab Shila
"kamu setuju nak? ". tanya Ramon ke Ariel
"tidak ada salahnya Pi, Ariel juga bosan mendengar ocehan mereka yang mengatakan aku pria brengs*k yang mengencani manager Shila". jawab Ariel
"sayang kamu? ". Jessy melihat ke arah Varel
"apapun kemauan Shila akan Varel turuti Mi.. Pi.. Varel juga bosan terus hidup bersembunyi, kami kembar juga tidak merasa masuk kategori dosa besar bukan? kenapa salah satu dari kami harus bersembunyi? ". Varel melirik Ariel
"waah.. Frans tau punya 2 abang tapi Frans akui kalian benar-benar kembar identik". Frans yang tadi melongoh kini akhirnya mengeluarkan suara
pletakk..!
"aduuuh..!". Frans mengusap keningnya yang disentil oleh Varel
"dasar abang kejam! ". ketus Frans langsung berpindah tempat duduk ke Sisi Ariel dan bersembunyi dibelakang Ariel.
Varel menatap tajam ke Frans,
"kau mau matamu keluar dari sarangnya? ancam Ariel ke Varel
"ckkk..! ". Varel berdecak melihat tatapan tajam Ariel
Shila tertawa melihat mereka hingga mata tajam Ariel beralih ke Shila yang malah menjulurkan lidahnya menantang Ariel.
"jaga kekasihmu baik-baik Rel, jangan sampai aku mencekiknya! ". ancam Ariel
"aku akan cekik gadismu ! coba saja kau main-main dengan milikku! ". balas Varel
"sudah cukup...! ". Jessy menengahi
Ramon memijit pelipis Jessy yang sepertinya istrinya itu merasa pusing.
"kenapa kalian bertengkar dihari pertama kita berkumpul heh? ". tanya Ramon dengan ketus
"diam! ". Ariel dan Varel saling bertatapan dingin satu sama lain
Jessy semakin pusing saja melihat pertengkaran kedua saudara kembar itu, hanya Shila yang diam menatap Varel dan Ariel bersamaan.
"tapi tunggu...! siapa gadisnya bang Ariel? apa bang Ariel punya kekasih? ". tanya Frans yang sejak tadi baru mencerna situasi.
"diamlah...! ". Ariel menyumpal mulut Frans dengan permen tangkai di meja sofa
"blueehh.. bluehh... abang kenapa plastiknya tidak dibukain! ". protes Frans dengan kesal
Ariel memutar bola matanya dengan jengah, sedangkan Jessy dan Ramon tadinya berharap mereka akan merasakan namanya kebahagiaan berkumpul bersama-sama malah buyar seketika akibat cekcok mulut Varel dan Ariel yang sama sekali tidak lucu malah sangat menyebalkan.
.
.
__ADS_1
.